Paskibraka Kabupaten Mojokerto 2019 Dikukuhkan, Ini Pesan Wakil Bupati

Paskibraka Kabupaten Mojokerto 2019 Dikukuhkan, Ini Pesan Wakil Bupati

Paskibraka Kabupaten Mojokerto 2019 Dikukuhkan, Ini Pesan Wakil Bupati

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi berpesan agar generasi muda penerus

pembangunan bangsa gemar bekerja keras, kreatif, inovatif dan penuh komitmen dalam menjaga keutuhan bangsa. Pesan tersebut disampaikan dalam upacara pengukuhan pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Kabupaten Mojokerto tahun 2019 di Pendapa Graha Majatama Pemkab Mojokerto.

“Di 74 tahun Indonesia merdeka, kita harus bahu-membahu meningkatkan

etos kerja untuk meningkatkan daya saing menuju kemandirian bangsa. Sebagai generasi muda penerus pembangunan bangsa khususnya Paskibraka, jadilah pemuda yang gemar kerja keras, kreatif, inovatif dan penuh komitmen dan tanggung jawab menjaga keutuhan bangsa,” ungkapnya.

Wakil Bupati juga mengingatkan kewajiban Paskibraka, yang akan bertugas

mengibarkan bendera pada upacara peringatan HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang tahun ini mengangkat tema ‘SDM Unggul Indonesia Maju’. Upacara tersebut bakal digelar Sabtu 17 Agustus 2019 pagi di halaman kantor Pemkab Mojokerto.

“Di pundak kalian ada tugas berat yang harus dilaksanakan, yakni mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada upacara 17 Agustus nanti. Inti suksesnya upacara, ada pada kalian. Tugas ini tidak bisa dianggap ringan. Butuh konsentrasi dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

 

Baca Juga :

Pramuka Diajak Tingkatkan IPM dan Basmi Narkoba di Lumajang

Pramuka Diajak Tingkatkan IPM dan Basmi Narkoba di Lumajang

Pramuka Diajak Tingkatkan IPM dan Basmi Narkoba di Lumajang

Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati yang akrab disapa Bunda Indah,

akan melibatkan anggota Pramuka dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Memerangi Narkoba. Pihaknya akan memberikan surat tugas kepada anggota Pramuka Lumajang untuk mendeteksi, mencatat dan melaporkan data masyarakat yang masih tidak memiliki ijazah SD, SMP dan SMA sederajat.

“Masing-masing anggota Pramuka, harus mendata paling tidak berjarak 100 meter ke samping, ke depan dan ke belakang dari rumahnya,” ujar Bunda Indah saat bertindak sebagai Pembina Apel Hari Pramuka Ke 58 di Alun-alun Ibukota Kab. Lumajang, Rabu (14/8/2019).

Masih kata dia, Laporan tersebut nantinya akan dipergunakan sebagai

bahan pengambilan kebijakan fasilitasi sekolah kejar Paket A, B dan C. Program tersebut, bentuk sinergitas Pemerintah Kabupaten Lumajang dengan Pramuka untuk meningkatkan IPM.Dirinya berencana akan membentuk Saka Anti Narkoba. Rencana tersebut sudah dibicarakannya dengan Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban.
Baca Juga:

Bupati Lumajang Bongkar Belasan Rumah Lokalisasi Illegal
Faisol Dibekuk Polisi saat Jual Pil Koplo
Bangkai Ikan Paus Tutul Lumajang kini Dikubur
Tim Cobra Amankan 4 Perampok Juragan Tata Rias

“Tanamkan jiwa pramuka pada diri kita. Banggalah jadi Pramuka yang

dirasakan manfaatkannya untuk orang lain, daerah bangsa dan negara. Saya bangga menjadi Pramuka,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://danu-aji-s-school.teachable.com/blog/190509/explanatorytexts

PLT Dindik Jatim Luncurkan Mobil Besutan SMK

PLT Dindik Jatim Luncurkan Mobil Besutan SMK

PLT Dindik Jatim Luncurkan Mobil Besutan SMK

Dinas Pendidikan Jawa Timur menerjunkan mobil praktek keliling. Mobil ini menyasar SMK terpencil sebagai upaya mengasah ketrampilan siswa dan membantu proses pembelajaran.

Menurut Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Hudiyono,

konsep yang diusung hampir sama dengan SMK Pengampu. Mobil ini tidak hanya ditujukan pada satu sekolah tapi keliling mendatangi sekolah-sekolah.

“SMK Pengampu kan mendatangkan aliansi ke sekolah, konsepnya sama dengan mobil pengampu,” ungkap Hudiyono, Senin (12/8/2019).

Ia menjelaskan dengan adanya mobil praktek ini dapat memenuhi kebutuhan sekolah SMK yang dari segi sarana praktek kurang.

“Dari 2.078 SMK di Jatim itu kurang lebih 60 persen yang harus kita

standarkan sarana prasarananya. Itu kan butuh waktu juga, makanya kita terjunkan mobil praktek keliling,” terangnya.

Dijelaskan Hudiyono mobil ini dilengkapi dengan kelengkapan yang dibutuhkan, termasuk teknologi baru disesuaikan dengan jurusan.

“Ada jurusan mesin CNC lama, lah di mobil ini ada teknologi baru dan cara

baru. Memang ini sudah disiapkan oleh Ibu Gubernur (red : Khofifah Indarparawansah) agar bisa memberikan pelayanan disekolah,” paparnya.
Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SMK Provinsi Jawa Timur, Dr. Suhartono, M.Pd menambahkan, mobil praktek akan keliling dan mendatangi sekolah SMK di Jatim.

 

Sumber :

https://pitchengine.com/danuaji/9999/12/31/no-headline/002518289541209833145

Penerapan PSAK 73 di Sektor Hulu Migas

Penerapan PSAK 73 di Sektor Hulu Migas

Penerapan PSAK 73 di Sektor Hulu Migas

Pada tahun 2020, PSAK 73 yang sudah disahkan DSAK akan segera berlaku efektif di Indonesia. PSAK 73 ini diadopsi dari IFRS 16, dan akan menggantikan PSAK 30 mengenai Sewa dan ISAK 8 Penentuan Apakah Suatu Perjanjian Mengandung Sewa.

Pada prinsipnya, PSAK ini memberikan model tunggal untuk akuntansi sewa bagi penyewa, yaitu seluruh sewa lebih dari 12 bulan (kecuali yang aset pendasarnya bernilai rendah) dicatat sebagai aset dan liabilitas. PSAK ini juga memperkenalkan istilah Aset Hak-Guna.

Kali ini saya akan memberikan analisis singkat mengenai perbedaan PSAK 73 dan IFRS 16 yang mana makna penjelasan dalam PSAK 73 jauh lebih jelas daripada IFRS 16, terutama terkait sektor hulu migas.

Dalam paragraf 03 PSAK 73, memberikan pengecualian ruang lingkup penerapan yaitu:

  • Sewa dalam rangka eksplorasi atau penambangan mineral, minyak, gas alam, dan sumber daya serupa yang tidak dapat diperbarui.

Kata-kata asli dalam IFRS 16 adalah sebagai berikut:

  • Leases to explore for or use minerals, oil, natural gas and similar non-regenerative resources.

Dalam kata-kata aslinya, dapat diartikan bahwa IFRS 16 mengecualikan seluruh sewa untuk mengeksplorasi atau menggunakan sumber daya mineral, minya, gas, dan sumber daya tak terbarukan lainnya.

Di sektor hulu migas, kata-kata di IFRS 16 ini memiliki makna ganda:

  • Makna sempitnya, IFRS 16 mengecualikan sewa terkait hak untuk mengeksplorasi atau menggunakan (tahap setelah eksplorasi).
  • Makna luasnya, IFRS 16 mengecualikan seluruh sewa yang berhubungan dengan kegiatan eksplorasi atau menggunakan (tahap setelah eksplorasi). Hal ini berarti, sewa rig, sewa software geologi & geofisika, dan sewa-sewa lain sesuai definisi IFRS 16 dan dalam cakupan tahapan eksplorasi dan setelahnya dikecualikan.

Beberapa kajian di luar negeri menunjukkan bahwa kalimat dalam IFRS 16 ini menimbulkan beberapa polemik.

Sementara itu, dalam bahasa Indonesia, PSAK 73 menggunakan kata “dalam rangka eksplorasi”. Kata-kata ini jauh lebih jelas maknanya daripada IFRS 16. Dalam KBBI, kata “dalam rangka” bermakna behubungan dengan. Sehingga, seluruh sewa yang berhubungan dengan tahapan eksplorasi dikecualikan dari ruang lingkup PSAK 73.

Jika dikaitkan dengan PSAK 64: Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi Pada Pertambangan Sumber Daya Mineral, tahapan eksplorasi dan evaluasi masuk dalam ruang lingkup PSAK 64. Dalam PSAK 64 ini, entitas dapat menerapkan metode full cost, successful efforts, atau mengembangkan metode lain yang sesuai dengan Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan (KKPK), PSAK 16, PSAK 19, dengan mengikuti aturan pengembangan kebijakan dalam PSAK 25.

Dalam kaitannya dengan PSAK 64, sewa dalam rangka eksplorasi dapat diperlakukan dengan dasar PSAK 64. Sebagai contoh, jika entitas menganut metode successfull efforts, maka sewa software geologi dan geofisika dapat dibebankan pada periode terjadinya, sementara untuk sewa peralatan untuk pemboran eksplorasi dapat dikapitalisasi ke sumur eksplorasi, dan dibebankan sebagai biaya jika tidak terdapat cadangan.

Sumber : https://theeacher.livejournal.com/304.html

Kapitalisasi Biaya

Kapitalisasi Biaya

Kapitalisasi Biaya

Kapitalisasi biaya merupakan isu yang menarik, karena secara praktis, kapitalisasi akan menunda pembebanan biaya ke laba rugi dan berdampak pada laba yang lebih tinggi dalam suatu periode pelaporan. Walaupun, ada risiko pengakuan beban yang tinggi pada suatu periode di masa mendatang, jika kapitalisasi dilakukan tidak secara hati-hati.

Isu Kapitalisasi ini juga sering memunculkan pertanyaan, sampai sejauh mana suatu biaya dapat dikapitalisasi. Sebagai contoh, kegiatan feasibility study sebelum dapat diputuskan suatu kegiatan investasiatau pelatihan untuk pekerja yang diperlukan agar pekerja mampu membangun suatu aset, atau biaya pembongkaran aset untuk membongkar aset di akhir masa manfaatnya.

Rupanya, ketika saya melakukan googling, pertanyaan semacam ini cukup banyak muncul, dan cukup banyak diskusi yang mencoba menjawab pertanyaan semacam ini. Diskusi-diskusi yang saya baca tersebut lebih bersifat opini profesional dan tidak didasari dengan landasan teori atau referensi. Oleh karena itu, kali ini saya akan mencoba mengulas mengenai landasan teori dan prinsip akuntansi yang dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu biaya dapat dikapitalisasi.

Saya merangkum 3 hal yang dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu biaya dapat dikapitalisasi (mengacu ke PSAK 16, Kerangka Konseptual Penyajian dan Penyusunan Laporan Keuangan), yaitu:

  1. Definisi Aset Tetap
    • Digunakan lebih dari 1 periode
    • Dikuasai (dikendalikan) untuk menghasilkan manfaat ekonomi
  2. Komponen Biaya Aset Tetap
    • Harga perolehan
    • Seluruh biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan
  3. Syarat Kapitalisasi Biaya
    • Menghasilkan kemungkinan besar manfaat ekonomik masa depan yang akan mengalir ke entitas
    • Dapat diukur dengan andal

Menggunakan ketiga hal di atas, mari kita coba mengevaluasi apakah biaya berikut dapat dikapitalisasi:

Contoh Kasus 1: Biaya Pelatihan

Konteks dan situasi biaya pelatihan adalah sebagai berikut, untuk membangun suatu stasiun angkasa luar, diperlukan pelatihan khusus untuk pegawai NASA. Tanpa pelatihan khusus ini, para pegawai tidak akan memiliki kemampuan untuk membangun stasiun angkasa luar. Apakah biaya pelatihan tersebut dapat dikapitalisasi?

Dalam menjawab permasalahan, terkadang kita terjebak pada penjelasan atas komponen biaya aset tetap yang disebutkan dalam PSAK 16, yaitu seluruh biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan. Argumen yang terbentuk biasanya, tanpa adanya pelatihan, maka aset tidak dapat dibangun karena pegawai NASA tidak memiliki kemampuan untuk membangun asetnya.

Argumen tersebut walaupun terlihat seakan-akan benar, namun menyesatkan baik secara kejadian ekonomik maupun secara prinsip akuntansi.

  • Biaya training merupakan biaya yang diperlukan untuk membuat manusia siap untuk menggunakan aset/siap membangun aset, bukan sebaliknya. Sehingga, walaupun seakan-akan tanpa biaya ini manusia tidak dapat membangun aset, biaya ini tidak teratribusi secara langsung ke aset. Berbeda dengan Employee benefit pegawai yang membangun aset. Employee benefit merupakan biaya yang teratribusi langsung, karena employee benefit merupakan kompensasi atas pekerjaan membangun aset. Pekerja yang telah di-training (memiliki skillyang dibutuhkan atau pekerja yang sudah siap), secara logika akan mendapatkan employee benefit yang sesuai dengan kebutuhan untuk membangun aset. Sehingga, employee benefitinilah yang teratribusi langsung ke pembangunan aset. Sementara itu, pelatihan tidak secara langsung teratribusi ke aset, karena pelatihan menyiapkan manusia untuk membangun aset, bukan menyiapkan asetnya. (Catatan: employee benefit mengacu ke PSAK 16 dan PSAK 24. Biaya pelatihan bukan merupakan employee benefit).
  • Biaya pelatihan meningkatkan manfaat ekonomik pegawai (dalam bentuk peningkatan skill/knowledge). Pegawai adalah manusia, dan manusia bukan aset karena tidak memenuhi definisi dikuasai/dikendalikan oleh entitas. Manusia memiliki kebebasan untuk resign atau pindah pekerjaan. Sehingga, karena manfaat ekonomik masa depan dari pelatihan melekat ke manusia, maka manfaat ekonomik pelatihan tidak dikuasai perusahaan dan tidak dapat dikapitalisasi.

Contoh Kasus 2: Biaya Evaluasi Lokasi dan Studi Proyek

Biaya evaluasi lokasi dan studi proyek seakan-akan merupakan biaya yang diperlukan untuk membuat aset. Namun, biaya evaluasi lokasi dan studi proyek tidak semuanya dapat dikapitalisasi. Jika evaluasi lokasi sifatnya memilih lokasi untuk pembangunan, dan aset belum pasti akan dibangun di lokasi yang dievaluasi, maka biaya ini seharusnya dibebankan. Sementara itu, jika biaya evaluasi lokasi sifatnya mengevaluasi lokasi untuk menentukan kekuatan fondasi, kekuatan bangunan, penentuan alat tertentu untuk membangun, dan aset sudah pasti akan dibangun di lokasi, maka biaya ini dapat dikapitalisasi, karena biaya ini sudah dapat diatribusikan langsung ke pembangunan aset.

Studi proyek jika sifatnya menentukan kelayakan proyek, misalnya apakah aset layak dibangun, akan menghasilkan return yang diinginkan, maka biaya semacam ini seharusnya dibebankan, karena manfaat ekonomik kegiatan ini tidak melekat langsung ke aset dan kegiatan studi ini tidak secara langsung teratribusikan ke proyek pembangunan aset. Namun, jika studi proyek misalnya sudah berupa menentukan konstruksi bangunan yang sudah atau akan segera dibangun, maka studi ini dapat dikapitalisasi karena dapat diatribusikan secara langsung ke aset yang dibangun.

 

Dari kedua contoh di atas, dapat dilihat bahwa penentuan apakah suatu biaya dapat dikapitalisasi bukanlah hal yang sulit. Namun, terkadang argumen dibentuk untuk menjustifikasi kapitalisasi biaya, atau entitas sendiri terjebak dalam suatu argumen yang kurang tepat untuk mengkapitalisasi biaya. Dalam situasi semacam ini, entitas harus memperhatikan dampak dari pembuatan kebijakan kapitalisasi biaya. Dalam jangka pendek, kapitalisasi akan mengurangi pembebanan biaya di laba rugi. Namun, dalam periode mendatang yang penuh ketidakpastian, entitas memiliki kemungkinan untuk membebankan biaya yang tadinya dikapitalisasi secara sekaligus. Sebagai contoh jika terjadi penurunan nilai atau jika aset yang selesai dibangun tidak lagi memiliki kemungkinan besar manfaat ekonomik yang akan mengalir.

Sumber : http://sco.lt/4y5O0e

memori sensorik

memori sensorik

memori sensorik

Sensory memori kira-kira sesuai dengan awal 200-500 milidetik setelah item dirasakan. Kemampuan untuk melihat item, dan ingatlah apa yang tampak seperti hanya dengan kedua observasi, atau menghafal, adalah contoh dari memori sensorik. Dengan presentasi yang sangat singkat, peserta sering melaporkan bahwa mereka tampaknya “melihat” lebih dari mereka benar-benar dapat melaporkan. Percobaan pertama menjelajahi bentuk memori sensorik dilakukan oleh George Sperling (1960) menggunakan “paradigma laporan parsial”.Subyek disajikan dengan grid 12 huruf, disusun menjadi tiga baris empat. Setelah presentasi singkat, subyek kemudian dimainkan baik nada tinggi, sedang atau rendah, cuing mereka yang baris yang laporan. Berdasarkan laporan percobaan ini parsial, Sperling mampu menunjukkan bahwa kapasitas memori sensori adalah sekitar 12 item, tetapi itu rusak sangat cepat (dalam beberapa ratus milidetik). Karena bentuk merendahkan memori begitu cepat, peserta akan melihat layar, tetapi tidak mampu untuk melaporkan semua item (12 dalam prosedur “seluruh laporan”) sebelum mereka membusuk. Memori jenis ini tidak dapat diperpanjang melalui latihan.

Jangka Pendek

memori jangka pendek memungkinkan mengingat selama beberapa detik sampai satu menit tanpa latihan. Kapasitasnya juga sangat terbatas: George A. Miller (1956), ketika bekerja di Bell Laboratories, percobaan yang dilakukan menunjukkan bahwa toko dari memori jangka pendek adalah 7 ± 2 item (judul kertas yang terkenal, (” Jumlah ajaib 7 ± 2 “). Modern perkiraan kapasitas memori jangka panjang lebih rendah, biasanya di urutan 4-5 item, Namun, kapasitas memori dapat ditingkatkan melalui proses yang disebut chunking. Sebagai contoh, dalam mengingat sepuluh digit nomor telepon, seseorang bisa bongkahan angka menjadi tiga kelompok: pertama, kode area (seperti 215), maka potongan tiga digit (123) dan terakhir sebuah chunk empat digit (4567). Metode ini mengingat nomor telepon jauh lebih efektif daripada mencoba untuk mengingat string dari 10 digit, adalah karena kita dapat chunk informasi menjadi bermakna kelompok angka. Ini Herbert Simon menunjukkan bahwa ukuran ideal untuk chunking huruf dan angka, yang berarti atau tidak, tiga. Hal ini dapat tercermin dalam beberapa negara dalam kecenderungan untuk mengingat nomor telepon sebagai beberapa potongan tiga angka dengan kelompok terakhir empat nomor, umumnya dipecah menjadi dua kelompok dua.

memori jangka pendek diyakini mengandalkan sebagian besar pada kode akustik untuk menyimpan informasi, dan untuk tingkat yang lebih rendah kode visual. Conrad (1964) menemukan bahwa subjek tes mengalami kesulitan lebih mengingat koleksi kata-kata yang akustik sama (misalnya, anjing babi, kabut, rawa, log).

Namun, beberapa individu telah dilaporkan untuk dapat mengingat sejumlah besar informasi, cepat, dan dapat mengingat informasi yang dalam hitungan detik

Sumber : http://scalar.usc.edu/works/guest-author/explanation-of-living-things-that-can-make-your-own-food-complete?t=1573142235153

RAM (Random Access Memory)

RAM (Random Access Memory)

RAM (Random Access Memory)

Random access memoryRAM adalah sebuah tipe penyimpanan komputer yang dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori. Ini berlawanan dengan alat memori urut, seperti tape magnetik, disk dan drum, di mana gerakan mekanikal dari media penyimpanan memaksa komputer untuk mengakses data secara berurutan.

Pertama kali dikenal pada tahun 60’an. Memori semikonduktor sangat populer karena harganya yang sangat mahal. Saat itu lebih lazim untuk menggunakan memori utama magnetic.

Perusahaan semikonduktor seperti Intel memulai debutnya dengan memproduksi RAM , lebih tepatnya jenis DRAM.

RAM dapat ditulis dan dibaca, berlawanan dengan memori-baca-saja (read-only-memory, ROM), RAM biasanya digunakan untuk penyimpanan primer (memori utama) dalam komputer untuk digunakan dan mengubah informasi secara aktif, meskipun beberapa alat menggunakan beberapa jenis RAM untuk menyediakan penyimpanan sekunder jangka-panjang.

Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa ROM merupakan jenis lain dari RAM, karena sifatnya yang sebenarnya juga Random Access seperti halnya SRAM ataupun DRAM. Hanya saja memang proses penulisan pada ROM membutuhkan proses khusus yang tidak semudah dan fleksibel seperti halnya pada SRAM atau DRAM. Selain itu beberapa bagian dari space addres RAM ( memori utama ) dari sebuah sistem yang dipetakan kedalam satu atau dua chip ROM.

Tipe umum RAM

  • DRAM atau Dynamic RAM
  • SRAM atau static RAM
  • NV-RAM atau Non-volatile RAM
  • Fast page mode DRAM
  • EDO RAM atau Extended Data Out DRAM
  • DDR SDRAM atau Double Data Rate Synchronous DRAM sekarang (2005) mulai digantikan dengan DDR2
  • RDRAM atau rambus DRAM
  • XDR DRAM
  • SDRAM atau Synchronous DRAM

Tipe tidak umum RAM

  • Dual-ported RAM
  • Video RAM, memori port-ganda dengan satu port akses acak dan satu port akses urut. Dia menjadi populer karena semakin banyak orang membutuhkan memori video. Lihat penjelasan dalam Dynamic RAM.
  • WRAM
  • MRAM
  • FeRAM

Produsen peringkat atas RAM

  • Infineon
  • Hynix
  • Samsung
  • Micron
  • Rambus
  • Corsair

Proses

Dari informasi pengolahan perspektif ada tiga tahap utama dalam pembentukan dan pengambilan memori:

  • Encoding atau pendaftaran (menerima, pengolahan dan menggabungkan informasi yang diterima)
  • Penyimpanan (penciptaan catatan permanen dari informasi yang dikodekan)
  • Retrieval , mengingat atau ingatan (memanggil kembali informasi yang disimpan dalam menanggapi beberapa isyarat untuk digunakan dalam proses atau kegiatan)

Sumber : https://www.thebaynet.com/community/science/13-factors-that-cause-ocean-damage-and-its-explanations.html

No. 10 Tahun 2009 tentang Sertifikasi Guru

No. 10 Tahun 2009 tentang Sertifikasi Guru

No. 10 Tahun 2009 tentang Sertifikasi Guru

Sebagai penjabaran dari Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 , khususnya terkait dengan pasal-pasal yang mengatur tentang sertifikasi guru dan pengawas sekolah dalam jabatan, pemerintah telah menerbitkan peraturan baru dalam bentuk PERMENDIKNAS Nomor 10 Tahun 2009 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan, yang didalamnya mengatur proses sertifikasi guru dan pengawas sekolah dalam jabatan, baik yang dilaksanakan melalui uji kompetensi maupun pemberian sertifikat langsung.

Dengan diterbitkannya peraturan ini, maka PERMENDIKNAS No. 17 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan sebagaimana telah diubah dengan PERMENDIKNAS No. 11 Tahun 2008 dinyatakan tidak berlaku.

Anda ingin mengetahui isi Permendiknas dalam  bentuk salinannya? Silahkan klik  tautan di bawah ini ! Bagaimana pula tanggapan  Anda atas kehadiran  Permendiknas yang baru ini?

Baca Juga :