Supply Chain Produk Biskuit Kaleng

Supply Chain Produk Biskuit Kaleng

Supply Chain Produk Biskuit Kaleng

Di dalam pembuatan biscuit kaleng dipabrik biscuit (manufacture) dibutuhkan bahan-bahan yang dibagi ke dalam :

1.Bahan Baku, antara lain gandum (tepung terigu), telur, gula (tebu), garam, mentega, kaleng (aluminium)

2.Bahan Pelengkap, antara lain obat pengembangan biscuit, pengawet makanan, dan lain-lain.

Bahan-bahan tersebut didapat dari supplier-supplier antara lain :

  • Supplier Terkecil: Penghasil Gandum, Penghasil Tebu, Penghasil Garam, Penghasil Mentega, Penghasil Telur, Penghasil Obat Pengembang, Penghasil Pengawet makanan, Penghasil Alumunium, dan Pengahsil Plastik.
  • Suppllier Besar: Pabrik Tepung Terigu, Pabrik Gula, Pabrik Gula, Pabrik Obat Pengembang, PabrikPengawet Makanan, Pabrik Kaleng,dan Pabrik Plastic.

Setelah bahan-bahan dipasok ke pabrik biscuit, lalu diolah dan diuji laboraturium terlebih dahulu. Setelah itu disimpan didalam gudang, barulah didistribusikan oleh para distributor yang dibagi menjadi : distributor local dan distributor luar negri. Dari distributor lalu disalurkan ke supermarket-supermaket (wholesaler) dan barulah sampai ditangan konsumen.

Baca :

Etika dan Profesi

Etika dan Profesi

Etika dan Profesi

Menurut Kamus Besar Bhs. Indonesia (1995) Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat
Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral, sedangkan menurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi”.
Dari asal usul kata, Etika berasal dari bahasa Yunani ‘ethos’ yang berarti adat istiadat/ kebiasaan yang baik Perkembangan etika yaitu Studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya, Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. Tindakan manusia ini ditentukan oleh bermacam-macam norma. Norma ini masih dibagi lagi menjadi norma hukum, norma agama, norma moral dan norma sopan santun.
etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok social (profesi) itu sendiri.

Pengertian Profesionalisme, Profesional dan Profesi Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat, berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan serta ikrar untuk menerima panggilan tersebut dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan ditengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto, 1999). Dengan demikian seorang profesional jelas harus memiliki profesi tertentu yang diperoleh melalui sebuah proses pendidikan maupun pelatihan yang khusus, dan disamping itu pula ada unsur semangat pengabdian (panggilan profesi) didalam melaksanakan suatu kegiatan kerja. Hal ini perlu ditekankan benar untuk mem bedakannya dengan kerja biasa (occupation) yang semata bertujuan untuk mencari nafkah dan/ atau kekayaan materiil-duniawi Dua pendekatan untuk mejelaskan pengertian profesi:

1. Pendekatan berdasarkan Definisi
Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan keterampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan keterampilan dan keahlian tinggi, hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia, kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya; serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut.

2. Pendekatan Berdasarkan Ciri

Definisi di atas secara tersirat mensyaratkan pengetahuan formal menunjukkan adanya hubungan antara profesi dengan dunia pendidikan tinggi. Lembaga pendidikan tinggi ini merupakan lembaga yang mengembangkan dan meneruskan pengetahuan profesional.
Karena pandangan lain menganggap bahwa hingga sekarang tidak ada definisi yang yang memuaskan tentang profesi yang diperoleh dari buku maka digunakan pendekatan lain dengan menggunakan ciri profesi. Secara umum ada 3 ciri yang disetujui oleh banyak penulis sebagai ciri sebuah profesi.

Sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat, bilamana dsjjalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya.

Cybercrime

Cybercrime

Cybercrime

Secara singkat cybercrime, merupakan suatu tindak kejahatan yang dilakukan pada teknologi cyber, menggunakan computer sebagai alat utama untuk melakukan kejahatan.

Ada beberapa kategori cybercrime diantaranya :

1. Cyberpiracy
Menggunakan teknologi komputer untuk mencetak ulang software atau informasi, lalu mendistribusikan kembali.

2. Cybertrespass

Menggunakan telnologi komputer untuk meningkatkan akses pada Sistem komputer sebuah organisasi atau individu dan meningkatkan akses Web site yang di-protect dengan password.

3. Cybervandalism
Menggunakan teknologi komputer untuk membuat program yang mengganggu proses transmisi informasi elektronik serta menghancurkan data di computer.

Contoh yang sering kita dapatkan di lingkungan sekitar kita yaitu :
• Mendistribusikan mp3 di internet melalui teknologi peer to peer dengan menggunakan perangkat lunak tertentu,
• Membuat virus SASSER yang dapat melumpuhkan jutaan komputer
• Melakukan serangan DoS (deniel of Service) ke sebuah web site.

Sumber : https://sam-worthington.net/

Pendidikan anak sehabis berkeluarga

Pendidikan anak sehabis berkeluarga

Pendidikan anak sehabis berkeluarga
Pendidikan anak sehabis berkeluarga

1. Berdoa sebelum senggama

Doa yang diajarkan oleh Rasulullah saw sebelum senggama adalah:
“Bismillahi Allahumma jannibnas syaithoni wajannibis syaithoni mimmaa rozaqtanaa”
Artinya:
“Bismillah! Ya Allah jauhkanlah syetan dari kami dan jauhkan pula syetan dari anak (yang mungkin) Engkau karuniakan kepada kami”.
Yang sanggup dipahami dari hadis ini ialah bahwa kita berdoa kepada Allah semoga kita tidak terganggu oleh syaitan dan anak yang mungkin akan diamatkan kepada kita, nantinya tidak diganggu oleh syaitan pula, sehingga ia sanggup didik dan berkembang sesuai fitrahnya. Berdoa berarti mendekatkan diri kepada Allah swt, dan meyakini wacana ke Maha Kuasaan-Nya.

2. sehabis konsepsi (dalam kandungan)

Sebahagian jago pendidik beropini bahwa pendidikan dimulai semenjak anak dalam kandungan. Namun mereka mengakui bahwa pendidikan dalam kandungan ini belum berlangsung pendidikan yang sebenarnya, lantaran pendidik dan penerima didik tidak terjadi interaksi berguru mengajar secara langsung, tetapi melalui ibunya atau kedua orang tuanya.
Dalam al-Qur’an terdapat ayat yang sanggup dijadikan dalil bahwa pendidikan sanggup berlangsung didalam rahim ibu, yaitu surat al-A’raf ayat 172 yang artinya:

“Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawaban: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”]

Ayat ini menginformasikan kepada kita bahwa tiruana insan didalam rahim ibu sudah dibaiat oleh Allah swt. dengan akreditasi bertuhan kepada-Nya. Dan tiruana insan yang lahir kedunia ini sudah mengaku bertuhan kepada Allah. Peristiwa ini menjadi indikator bahwa insan dalam rahim itu mengerti dan sanggup memahami makna baiat.

Secara rasional, tidak mungkin Tuhan melaksanakan baiat terhadap orang yang tidak mengerti dan begitu pula insan dalam rahim tidak mungkin sanggup menjawaban sebuah pertanyaan, kalau mereka tidak mengerti makna pertanyaan yang ditujukan kepadanya. (Lihat lebih lanjut Ahmad Tafsir, Pendidikan Islam dalam keluarga, hal 26-28)

Yang menjadi dilema ialah: “Bagaimana cara melaksanakan pendidikan islam terhadap bayi dalam rahim ibu. sepertiyang sudah dikemukakan terlampau, bahwa pendidikan terhadap bayi dalam rahi tidak secara eksklusif tetapi melalui ibunya (orang tua). Karena itu uraian diberikut iniadalah menyangkut cara mendidik anak dalam rahim melalui ibunya (orang tua).

cara mendidik anak yang masih dalam kandungan

adalah sebagai diberikut:

Ayah dan ibu yang sedang mengandung harus berprilaku yang baik dan terpuji, sopan, lembut dalam berbicara, bergaul dengan baik. Kelembutan kesopanan dalam pergaulan antara ayah dan ibu dan terhadap orang lain. Prilaku ibarat ini akan membuat ketentraman dan ketenangan dalam rumah tangga, yang pada alhasil kuat kepada anak dalam kandungan. Ibu dan ayah harus berupaya keras untuk menghindari perbuatan-perbuatan yang buruk seperti: mencela/mengejek, mencuri, berdusta, menipu dan sebagainya. Hal-hal yang ibarat ini sanggup menghipnotis anak dalam kandungan.

Ibu yang sedang hamil harus aktif melaksanakan ibadah,yaitu mendirikan shalat, begitu pula ibadah-ibadah lainnya, ibarat bersedakah,menyantuni anak yang membutuhkan. Apa yang dilakukan oleh si ibu tadi secara otomatis mengikut sertakan anaknya, lantaran tidak mungkin meninggalkan bayinya lantaran ia masih dalam rahim.

Ibu dianjurkan rajin membaca al-Qur’an sebanyak mungkin. Bacaan al-Qur’an akan memdiberi rangsangan aktual kepada sang bayi.
Ibu dianjurkan untuk senantiasa berdoa. melaluiataubersamaini berdoa akan mengakibatkan perasaan bersahabat dengan Tuspesialuntukng akan mengakibatkan rasa damai dan selalu dalam dukungan Tuhan. Berdoa sebaiknya dilakukan setiap selesai shalat, minta kepada Tuhan semoga didiberi anak yang shaleh dan menjadi penyenang hati. (surat al-Furqan ayat 73).

Baca Juga:

Teknik Mendidik Anak sebelum lahir berdasarkan Islam

Teknik Mendidik Anak sebelum lahir berdasarkan Islam

 

Teknik Mendidik Anak sebelum lahir berdasarkan Islam
Teknik Mendidik Anak sebelum lahir berdasarkan Islam

Semua orang bau tanah mengharapkan anak yang dilahirkan menjadi anak yang berbakti, oleh lantaran itu Islam mengajarkan cara yang harus ditempuh oleh kedua orang bau tanah baik sebelum berkeluarga juga sehabis berkeluarga diantaranya yaitu sebagai diberikut ;

a.Pendidikan sebelum berkeluarga

1. Memilih calon istri atau suami yang agamanya baik

Seorang Ahli tafsir DR. Ahmad tafsir menyampaikan bahwa: “Penanaman islam harus dimulai semenjak dini sekali yaitu semenjak menentukan jodoh, dia merujuk pendapatnya kepada hadis Nabi saw.: “Pilihlah daerah pembiasaan benih kalian” (Hadis riwayat Ibnu Majah dan al-Daraqutni).
Maksud dari hadis ini yaitu suatu peringatan untuk berhati-hati menentukan jodoh, lantaran sifat ayah dan atau sifat ibu sanggup menurun kepada sifat anaknya. Jika ayah atau ibunya pembangkang atau jahat, sifat ini kemungkinan besar akan menurun kepada anaknya. Kalau hal ini terjadi, akan susah mendidik anak menjadi orang diberiman. Karena Rasulullah saw memdiberi petunjuk dalam menentukan calon isteri atau suami dalam hadisnya yang artinya:  “Perempuan dinikahi lantaran empat syarat, yaitu: lantaran hartanya (kekayaannya), keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka upayakanlah menerima wanita yang beragama pasti engkau akan beruntug”.

Baca Juga: Rukun Iman

Dari pendapat diatas, sanggup diambil suatu kesimpulan bahwa pendidikan islam itu dimulai pada ketika menentukan jodoh. Lain halnya yang dikemukakan oleh DR. H. Baihaqi AK. Beliau menyampaikan Bahwa masa pemilihan jodoh gres ialah persiapan mendidik anak, belum ialah kegiatan mendidik anak yang sebenarnya. Masa aktif mendidik anak itu dimulai pada ketika isteri aktual mengandung

2. Penyampaian khotbah nikah atau nasehat perkawinan bagi kedua mempelai

Khotbah nikah atau nasehat perkawinan biasanya meliputi pesan-pesan atau petunjuk-petunjuk agama wacana perkawinan, bagaimana seorang suami memperlakukan isterinya dan bagaimana seorang isteri memperlakukan atau melayani suaminya. Semuanya ini bertujuan untuk membuat keluarga sakinah (mawaddah warahmah).Kondisi keluarga sakinah dalam pendidikan sangat kuat terhadap prilaku anak yang akan dilahirkan nantinya.

Doa Minta Hujan Serta Do’a Cara Mengalihkan Hujan Yang Ampuh

Doa Minta Hujan Serta Do’a Cara Mengalihkan Hujan Yang Ampuh

Doa Minta Hujan Serta Do'a Cara Mengalihkan Hujan Yang Ampuh
Doa Minta Hujan Serta Do’a Cara Mengalihkan Hujan Yang Ampuh

Arti Hujan

Hujan ialah salah satu rahmat yang tidak dapat kita hitung nilainya, walaupun kadang hujan ialah salah satu factor bercana alam, akan tetapi dengan hujan juga ialah reski yang diturunkan oleh Allah, tanpa hujan seorang petani akan mengalami gagal tanam, tanpa hujan maka bumi akan kering dan banyak efek yang ditimbulkan terutama pada makhluk hidup akan banyak mengalami kematian. Olehnya itu ketika demam isu kemarau apalagi yang berkepantidakboleh tentunya menghararap adanya hujan yang turun, dan salah satu cara yang harus dilakukan ialah sholat istisqa minta hujan sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw ketika mengalami demam isu kemarau/ kekeenteng.

صَلاَة إِسْتِسْقَى

Adapun cara yang pernah dilakukan oleh Rasulullah, setelah melakukan sholat sunat istisqa 2(dua) rakaat, nabi naik kemimbar membaca khutbah. Dalam khutbah pertama, Nabi membaca istigfar 9kali dan khutbah kedua 7 kali lalu dilanjutkan dengan tahmid, syahadat, dan sholawat serta dilanjutkan dengan nasehat.kemudian do’a bersama.
Adapun do’a yang dicontohkan oleh Nabi SAW sebagai diberikut

Baca Juga: Rukun Islam

Do’a Minta Hujan

“Segala puji-pujian bagi Allah yang memelihara sekalian alam. Pengasih lagi penyayang, menguasai hari pembalasan, tidak ada Tuhan melainkan Allah, yang berbuat sekehendaknya. Ya Allah engkaulah Tuhan, tidak ada Tuhan melainkan Allah. Engkau maha kaya (tidak berhajat kepada siapapun) dan kami yang berhajat kepadaMu, turunkanlah hujan atas kami, dan jadikanlah yang engkau engkau turunkan itu menjadi bekal bagi kami buat beberapa lamanya.”
(Riwayat Abu Daud)
اللهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمِكَ وَاَنْشُرْ رَحْمَتِكَ وَاَحْيَ بَلَدَكَ الْمَيَّتَ
Allahummasqi ‘ibaadaka wabahaaimika wansyur rahmatika wa-ahya baldakal mayyita“Yaa Allah turunkanlah hujan kepada hamba-hamba-Mu dan makhluk-makhluk hewan-Mu, dan sebarkanlah rahmat-Mu, dan hidupkanlah negeri-Mu yang mati”
اللهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا نَا فِعًا غَيْرَ ضَارِ عَا جِلاً غَيْرَ اَجِلِ
Allahumsqinaa gaitsan marii-an marii-‘an naafi’an gaira dhaarin ‘aajilan gaira ajili
“Yaa Allah turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang menyelamatkan, yang baik akibanya, yang deras, yang bermamfaat, tidak membawa mudharat, segera tidak tertunda”.
Do’a Ketika Hujan Turun
اللهُمَّ صَيْبًا نَا فِعًا
Allahumma shaiban naafi’an
“Yaa Allah Jadikanlah hujan yang bermamfaat”
Doa Ketika Hujan Sangat Deras
اللهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا اللهُمَّ عَلى الظَّـرَابِ واْلاَكَامِ وَلْجِبَالِ وَبُطًـوْنِ الْاَوْدِيَةِ وَبَنَابِتِ الشَّجَرِ
Allahumma hawaalaenaa walaa ‘alaenaa, Allahumma ‘aladhdharabi wal-akaami wal-jibaali wabutuunil audiyati wabanaabitis syajari
“Yaa Allah, Turunkanlah terhadap sekeliling kami dan bukan untuk kami, Ya Allah turunkanlah pada bukit-bukit kecil, dan dataran-dataran tinggi dan pegunungan-pegunungan, perut-perut lembah, dan pada tempat-tempat tumbuhnya pohon”.

Teknik Mengalihkan Hujan

Mengalihkan hujan memang sangat dibutuhkan, apalagi dalam situasi mengadakan suatu pesta janji nikah yang tentunya sangat mengharap cuaca yang cerah, olehnya itu apabila sudah melihat hujan akan turun, maka dengan izin Allah insyaallah hujan dapat kita alihkan kedaerah lain atau hujan tersebut tidak hingga pada tempat kita.

Tata Caranya

Adapun caranya cukup simple dan tidak berat dilakukan yakni dengan cara sebagai diberikut :Sesudah melakukan sholat wajib, kerjakanlah sholat sunat rawatib 2 rakaat
Bacalah surah Al-ikhlas sebanyak 40 kali
bacalah doa
اللهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا اللهُمَّ عَلى الظَّـرَابِ واْلاَكَامِ وَلْجِبَالِ وَبُطًـوْنِ الْاَوْدِيَةِ وَبَنَابِتِ الشَّجَرِ
Kemudian lanjutkan dengan do’a sesuai dengan hajat, doa hajat tersebut boleh dengan bahasa keseharian kita. Insya Allah, hujan yang turun akan beralih kedaerah lain.

Penggunaan Gadget Anak Bakal Dibatasi

Penggunaan Gadget Anak Bakal Dibatasi

Penggunaan Gadget Anak Bakal Dibatasi

 

Kabar mengejutkan datang dari empat kementerian di negara ini. Keempatnya yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud). Menurut informasi, mereka tengah menyiapkan regulasi pembatasan penggunaan gawai atau gadget bagi anak-anak, termasuk para pelajar.

Sekretaris Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

(PPPA), Pribudiarta Nur Sitepu, mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan regulasi khusus untuk membatasi pemakaian gadget. Aturan ini dibuat karena pemerintah menyadari parahnya kecanduan gadget yang dialami anak-anak di tanah air. “Kecanduan ini dianggap jadi salah satu hal yang berpotensi menghambat perkembangan anak menuju puncak bonus demografi pada 2030,” katanya.

Hal senada diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

Ia mengungkapkan, saat ini gadget kerap menjadi hal yang sulit dijauhkan dari anak-anak. Oleh karena itu, dibutuhkan pendamping dan batasan untuk mengawasi penggunaan gadget supaya anak tidak kecanduan. ”Contohnya seperti ini, selama pelajaran di kelas nanti tidak diperbolehkan pakai gadget. Nanti jika ada yang penting, (orang tua siswa, red) bisa telepon ke gurunya. Itu salah satu contohnya,” katanya.

Meski begitu, Rudiantara tidak menjelaskan lebih rinci seperti apa

rancangan aturan tersebut. Ia tidak menyebutkan kapan target aturan tersebut akan diberlakukan. ”Masih digodok (pembahasan, red). Gadget itu mungkin akan dibatasi sampai (usia) berapa tahun, tapi bukan berarti tidak boleh sama sekali,” ujarnya.

 

Baca Juga :

Kekurangan, Guru SD Merangkap Guru SMP

Kekurangan, Guru SD Merangkap Guru SMP

Kekurangan, Guru SD Merangkap Guru SMP

Kurangnya jumlah guru di SMP Satu Atap, membuat tenaga pengajar di

sekolah tersebut merekrut guru sekolah dasar. Pelaksana Tugas SMP Satu Atap, Moch Nur, mengatakan, keterpaksaan merekrut tenaga pengajar dari SD lantaran saat ini fasilitas sarana dan guru sangat minim.

“Guru yang mengajar di sini (SMP Satu Atap) memang guru SD berdasarkan

latar belakang pendidikan, tapi karena kekurangan jumlah pengajar, kita terpaksa harus merangkap di SMP juga,” ujarnya. Selain minimnya jumlah guru PNS, jumlah siswa yang ada sangat banyak yakni mencapai 350 siswa lebih. Ini tentu membutuhkan delapan Ruang Kelas Baru (RKB) dari empat ruang kelas yang ada. “Pada 2017 ada 270 siswa dan separuh lagi numpang di SDN Kiarapandak 1,” katanya.

Nur berharap pemerintah daerah maupun kementerian pendidikan dan

kebudayaan (kemendikbud) bisa lebih memperhatikan dunia pendidikan yang masih jauh dari kata layak

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/

Lestarikan Seni Pupuh Dan Karawitan Di Sekolah

Lestarikan Seni Pupuh Dan Karawitan Di Sekolah

Lestarikan Seni Pupuh Dan Karawitan Di Sekolah

Sudah bukan jadi rahasia umum jika seni tradisional saat ini sudah mulai

pudar. Masyarakat lebih memilih dengan seni modern. Hal itu pun sangat dirasakan bagi jajaran SDN Sindangsari 1 Kota Bogor.

Mencegah hal itu terjadi berlarut-larut di tubuh peserta didiknya. Sekolah

yang berlokasi di Kecamatan Bogor Selatan ini mempunyai jurus tersendiri. Yakni, dengan menggiatkan kembali seni pupuh dan karawitan di lingkungan sekolahnya. “Sudah kita lakukan. Dan kedua seni ini memang wajib di­ lestarikan, karena memang meru­pakan budaya asli Indonesia,” kata Kepala SDN Sindangsari 1, Ajang Nurdigalih.

Seni pupuh ini sendiri merupakan sebuah bentuk puisi tradisional ba­hasa

Sunda yang memiliki jumlah suku kata tertentu di setiap barisnya. Pupuh biasanya dibacakan dengan cara dinyanyikan (nembang) dan dibawakan dalam sebuah pentas drama teatrikal sunda. “Terdapat 17 jenis pupuh, masing-masing pupuh memiliki makna dan sifat tersendiri serta digunakan untuk tema cerita yang berbeda dan seni pupuh yang populer adalah seni pupuh Asmaran­dana tentang Cinta kasih serta seni pupuh balakatak tentang banyolan,” ucapnya.

 

Sumber :

https://voi.co.id/

Peran Pendidik dalam Proses Belajar-Mengajar

Peran Pendidik dalam Proses Belajar-Mengajar

Peran Pendidik dalam Proses Belajar-Mengajar
Peran Pendidik dalam Proses Belajar-Mengajar

Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Karena Proses belajar-mengajar mengandung serangkaian perbuatan pendidik/guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar-mengajar.

Interaksi dalam peristiwa belajar-mengajar ini memiliki arti yang lebih luas, tidak sekedar hubungan antara guru dengan siswa, tetapi berupa interaksi edukatif. Dalam hal ini bukan hanya penyampaian pesan berupa materi pelajaran, melainkan menanamkan sikap dan nilai pada diri siswa yang sedang belajar.

Peran guru dalam proses belajar-mengajar , guru tidak hanya tampil lagi sebagai pengajar (teacher), seperti fungsinya yang menonjol selama ini, melainkan beralih sebagai pelatih (coach), pembimbing (counselor) dan manager belajar (learning manager). Hal ini sudah sesuai dengan fungsi dari peran guru masa depan. Di mana sebagai pelatih, seorang guru akan berperan mendorong siswanya untuk menguasai alat belajar, memotivasi siswa untuk bekerja keras dan mencapai prestasi setinggi-tingginya.

Kehadiran guru dalam proses belajar mengajar atau pengajaran, masih tetap memegang peranan penting. Peranan guru dalam proses pengajaran belum dapat digantikan oleh mesin, radio, tape recorder ataupun oleh komputer yang paling modern sekalipun. Masih terlalu banyak unsur-unsur manusiawi seperti sikap, sistem, nilai, perasaan, motivasi, kebiasaan dan Iain-lain yang diharapkan merupakan hasil dari proses pengajaran, tidak dapat dicapai melalui alat-alat tersebut. Di sinilah kelebihan manusia dalam hal ini guru dari alat-alat atau teknologi yang diciptakan manusia untuk membantu dan mempermudah kehidupannya.

Namun harus diakui bahwa sebagai akibat dari laju pertumbuhan penduduk yang cepat (di Indonesia 2,0% atau sekitar tiga setengah juta lahir manusia baru dalam satu tahun) dan kemajuan teknologi di lain pihak, di berbagai negara maju bahkan juga di Indonesia, usaha ke arah peningkatan pendidikan terutama menyangkut aspek kuantitas berpaling kepada ilmu dan teknologi.

Misalnya pengajaran melalui radio, pengajaran melalui televisi, sistem belajar jarak jauh melalui sistem modul, mesin mengajar/ komputer, atau bahkan pembelajaran yang menggunak system E-learning (electronic learning) yaitu pembelajaran baik secara formal maupun informal yang dilakukan melalui media elektronik, seperti internet, CD-ROM, video tape, DVD, TV, handphone, PDA, dan lain-lain (Lende, 2004). Akan tetapi, e-learning pembelajaran yang lebih dominan menggunakan internet (berbasis web).

Sungguhpun demikian guru masih tetap diperlukan. Sebagai contoh dalam pengajaran modul, peranan guru sebagai pembimbing belajar justru sangat dipentingkan. Dalam pengajaran melalui radio, guru masih diperlukan terutama dalam menyusun dan mengembangkan disain pengajaran. Demikian halnya dalam pengajaran melalui televisi.

Dengan demikian dalam sistem pengajaran mana pun, guru selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan, hanya peran yang dimainkannya akan berbeda sesuai dengan tuntutan sistem ter­sebut. Dalam pengajaran atau proses belajar mengajar guru memegang peran sebagai sutradara sekaligus aktor. Artinya, pada gurulah tugas dan tanggung jawab merencanakan dan melaksanakan pengajaran di sekolah.

Sebagaimana telah di ungkapkan diatas, bahwa peran seorang guru sangatlah signifikan dalam proses belajar mengajar. Peran guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak hal seperti sebagai pengajar, manajer kelas, supervisor, motivator, konsuler, eksplorator, dsb. Yang akan dikemukakan disini adalah peran yang dianggap paling dominan dan klasifikasi guru sebagai:
1) Demonstrator
2) Manajer/pengelola kelas
3) Mediator/fasilitator
4) Evaluator

Baca juga: