Nilai Tinggi Bukan Syarat Utama PPDB Zonasi

Nilai Tinggi Bukan Syarat Utama PPDB Zonasi

Nilai Tinggi Bukan Syarat Utama PPDB Zonasi

Sejumlah daerah memasukkan nilai Ujian Nasional (UN) sebagai salah satu

syarat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan , bahwa nilai UN tidak boleh dijadikan sebagai syarat utama dalam menyeleksi siswa baru.

“Ujian nasional sudah tidak kita jadikan instrumen kelulusan. Bisa saja menjadi salah satu pertimbangan, tapi tidak menjadi satu hal yang wajib,” kata Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Muchlis R.Luddin Pertimbangan jarak antara domisili siswa dengan sekolah dalam zonasi tetap menjadi prioritas utama dalam PPDB. Meski, pendaftar memiliki nilai UN tinggi tetap tak bisa semaunya memilih sekolah yang diinginkan.

Ia tetap saja harus lewat jalur zonasi umum yang sesuai dengan tempat tinggalnya.

“Jangan mentang-mentang anaknya sudah nilai UN tinggi lalu harus masuk di luar zonasi, tidak,” jelas Muchlis. Ia mengingatkan kembali, kebijakan PPDB harus sesuai dengan Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018. Yakni sebanyak 90 persen daya tampung menggunakan seleksi jarak, 5 persen jalur prestasi, dan 5 persem jalur migrasi orangtua.

Pemerintah daerah tidak bisa sembarangan dalam membuat kebijakan tanpa ada alasan

yang tidak rasional. “Pemda membuat skenario teknisnya, tapi tetap tidak boleh melanggar Permendikbud 51 Tahun 2018. Kalaupun ada adjustment yang rasional dan tidak keluar dari prinsip Permendikbud 51,” pungkasnya

 

Baca Juga :