Penerapan PSAK 73 di Sektor Hulu Migas

Penerapan PSAK 73 di Sektor Hulu Migas

Penerapan PSAK 73 di Sektor Hulu Migas

Pada tahun 2020, PSAK 73 yang sudah disahkan DSAK akan segera berlaku efektif di Indonesia. PSAK 73 ini diadopsi dari IFRS 16, dan akan menggantikan PSAK 30 mengenai Sewa dan ISAK 8 Penentuan Apakah Suatu Perjanjian Mengandung Sewa.

Pada prinsipnya, PSAK ini memberikan model tunggal untuk akuntansi sewa bagi penyewa, yaitu seluruh sewa lebih dari 12 bulan (kecuali yang aset pendasarnya bernilai rendah) dicatat sebagai aset dan liabilitas. PSAK ini juga memperkenalkan istilah Aset Hak-Guna.

Kali ini saya akan memberikan analisis singkat mengenai perbedaan PSAK 73 dan IFRS 16 yang mana makna penjelasan dalam PSAK 73 jauh lebih jelas daripada IFRS 16, terutama terkait sektor hulu migas.

Dalam paragraf 03 PSAK 73, memberikan pengecualian ruang lingkup penerapan yaitu:

  • Sewa dalam rangka eksplorasi atau penambangan mineral, minyak, gas alam, dan sumber daya serupa yang tidak dapat diperbarui.

Kata-kata asli dalam IFRS 16 adalah sebagai berikut:

  • Leases to explore for or use minerals, oil, natural gas and similar non-regenerative resources.

Dalam kata-kata aslinya, dapat diartikan bahwa IFRS 16 mengecualikan seluruh sewa untuk mengeksplorasi atau menggunakan sumber daya mineral, minya, gas, dan sumber daya tak terbarukan lainnya.

Di sektor hulu migas, kata-kata di IFRS 16 ini memiliki makna ganda:

  • Makna sempitnya, IFRS 16 mengecualikan sewa terkait hak untuk mengeksplorasi atau menggunakan (tahap setelah eksplorasi).
  • Makna luasnya, IFRS 16 mengecualikan seluruh sewa yang berhubungan dengan kegiatan eksplorasi atau menggunakan (tahap setelah eksplorasi). Hal ini berarti, sewa rig, sewa software geologi & geofisika, dan sewa-sewa lain sesuai definisi IFRS 16 dan dalam cakupan tahapan eksplorasi dan setelahnya dikecualikan.

Beberapa kajian di luar negeri menunjukkan bahwa kalimat dalam IFRS 16 ini menimbulkan beberapa polemik.

Sementara itu, dalam bahasa Indonesia, PSAK 73 menggunakan kata “dalam rangka eksplorasi”. Kata-kata ini jauh lebih jelas maknanya daripada IFRS 16. Dalam KBBI, kata “dalam rangka” bermakna behubungan dengan. Sehingga, seluruh sewa yang berhubungan dengan tahapan eksplorasi dikecualikan dari ruang lingkup PSAK 73.

Jika dikaitkan dengan PSAK 64: Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi Pada Pertambangan Sumber Daya Mineral, tahapan eksplorasi dan evaluasi masuk dalam ruang lingkup PSAK 64. Dalam PSAK 64 ini, entitas dapat menerapkan metode full cost, successful efforts, atau mengembangkan metode lain yang sesuai dengan Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan (KKPK), PSAK 16, PSAK 19, dengan mengikuti aturan pengembangan kebijakan dalam PSAK 25.

Dalam kaitannya dengan PSAK 64, sewa dalam rangka eksplorasi dapat diperlakukan dengan dasar PSAK 64. Sebagai contoh, jika entitas menganut metode successfull efforts, maka sewa software geologi dan geofisika dapat dibebankan pada periode terjadinya, sementara untuk sewa peralatan untuk pemboran eksplorasi dapat dikapitalisasi ke sumur eksplorasi, dan dibebankan sebagai biaya jika tidak terdapat cadangan.

Sumber : https://theeacher.livejournal.com/304.html