Perilaku Konsumen dalam Ilmu Ekonomi Mikro

Perilaku Konsumen dalam Ilmu Ekonomi Mikro

Perilaku Konsumen dalam Ilmu Ekonomi Mikro

Ilmu ekonomi mikro (sering juga di tulis mikro ekonomi) adalah  cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan dan harga-harga pasar dan  kualitas faktor  input,  barang atau jasa yang diperjual belikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan  dan   tersebut  mepengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa yang menentukan harga dan bagaimana harga, pada giliran menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya.

Individu yang melakukan  kombinasi atau produk secara optimal, bersama-sama individunya dipasar, akan membentuk suatu keseimbangan dengan asumsi bahwa semua hal tetap sama (ceteris paribus).

Konsumen dan konsumsi memiliki pengertian yang  merujuk  pada suatu pernyataan yang ada. Konsumen adalah seseorang atau sekelompok yang mengkonsumsi suatu barang atau jasa. Sedangkan yang dimaksud dengan konsumsi yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mengkosnsumsi barang dan jasa.

Konsumsi seseorang tergantung  pada pendapatan, pendidikan  kebiasaan dan kebutuhan.

Perilaku konsumen yaitu, perilaku  kosumen ditujukan dalam mencari, menukar, menggunakan, menilai, mengatur, barang atau jasa yang mereka anggap  akan memuaskan kebutuhan mereka.

1.      Definisi perilaku konsumen dari para ahli yaitu :

Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan , menggunakan barang-barang atau jasa ekonomi yang dapat dipengaruhi oleh lingkungan

Definisi lain adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumber dayanya yang terbatas seperti uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan.

2.      Variable-variabel dalam mempelajari perilaku konsumen yaitu :

a.       Variabel Stimulus

Variabel stimulus merupakan  variabel yang berada di luar diri individu  (vaktor eksternal) yang sangat berpengaruh dalam proses pembelian. Contohnya merek dan jenis barang, iklan pramuniaga.

b.      Variabel Respon

Variabel Respon merupakan hasil aktipasi individu sebagai reaksi dari variabel stimulus. Variabel Respon sangat bergantung pada faktor individu dan kekuatan stimulus contohnya keputusan membeli barang, memberi penilaian terhadap barang

c.       Variabel Interverning

Variabel Interverning adalah variabel antara variabel stimulus dan respons variabel intervening individu, termasuk motif-motif membeli, sikap terhadap suatu peristiwa, dan persepsi  terhadap suatu barang.

Peranan variabel intervening adalah untuk memodifikasi respons.

Baca Juga :

Pengertian Konsumen, Konsumsi dan Perilaku Konsumen

Pengertian Konsumen, Konsumsi dan Perilaku Konsumen

Pengertian Konsumen, Konsumsi dan Perilaku Konsumen

Dalam Ilmu Ekonomi Mikro yang dimaksud dengan  konsumen, kegiatan konsumen adalah seseorang atau kelompok yang melakukan serangkaian kegiatan  konsumsi barang atau jasa.

Pengertian lain tentang konsumen adalah orang atau sesuatu yang membutuhkan, menggunakan dan memanfaatkan barang atau jasa.

Konsumen biasa  memiliki kebiasaan dan tingkah laku yang berbeda-beda. Di desa berbeda dengan kebiasaan yang ada di kota, tergantung pada jumlah pendapatan mereka.

Konsumen adalah seseorang yang mengkonsumsi suatu barang atau jasa.

Maka konsumsi seseorang itu tergantung pada  pendapatan, pendidikan kebiasaan dan kebutuhan.

Adapun pengertian perilaku konsumen, yaitu tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan untuk membeli, menggunakan,, mengevaluasi dan  memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Fokus dari perilaku konsumen adalah bagai mana individu membuat keputusan untuk mengkonsumsi suatu barang.Perilaku Konsumen menurut para ahli :

1. James F Engel

Perilaku konsumen di definisikan oleh tindakan-tindakan individu secara langsung, terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa ekonomi termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut (1988:8)

2. David L Loundon

Perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai proses pengambilan keputusan dan aktivitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam mengevaluasi, memperoleh,  menggunakan atau dapat mempergunakan barang-barang atau jasa (1984:6)

3. Gerald Zaltman

Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan, proses dan hubungan sosial yang di lakukan oleh individu, kelompok dan organisasi untuk mendapatkan, menggunakan  suatu produk atau lainnya sebagai suatu akibat dari pengalaman dengan produk, pelayanan dan sumber-sumber lainnya. (1979:6)

Dari beberapa Definisi tersebut di atas maka dapat di tarik suatu kesimpulan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok, atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam  mendapakan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomi yang dapat di pengaruhi lingkungan.

Sumber : https://freemattandgrace.com/

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Melaksanakan aplikasi pengolahan data perusahaan dengan volume pengolahan data yang tinggi.

Kegiatan Pengolahan Data:

1.      Pengumpulan data

2.      Manipulasi Data

3.      Penyimpanan Data

4.      Penyiapan Dokumen

Keterangan:

1. Pengumpulan Data

Saat perusahaan menyediakan produk dan jasa ke lingkungan, setiap tindakan dijelaskan oleh suatu catatan data.

Sistem pengolahan data, mengumpulkan data yang menjelaskan setiap transaksi internal perusahaan dan transaksi lingkungan perusahaan.

2. Manipulasi Data

Operasi Manipulasi data meliputi :

Ø Pengklasifikasian, elemen-elemen data tertentu dalam catatan sebagai kode.

Ø Penyortiran, catatan-catatan disusun sesuai urutan tertentu berdasarkan kode atau elemen data

Ø Perhitungan, operasi matematika dan logika dilaksanakan pada elemen-elemen data untuk menghasilkan elemen data tambahan

Ø Pengikhtisaran, banyak data yang perlu disarikan menjadi bentuk total, subtotal dan rata-rata

3. Penyimpanan Data

Setiap transaksi dijelaskan oleh beberapa elemen data. Seluruh data disimpan dalam suatu database

4. Penyiapan Dokumen

SIA menghasilkan output yang dipicu dalam 2 cara:

Ø Oleh suatu tindakan, output yang dihasilkan jika sesuatu terjadi

Ø Oleh jadwal waktu, output yang dihasilkan pada suatu saat tertentu

“Output tersebut dalam bentuk dokumen kertas”

Karakteristik SIA

1.      Melaksanakan tugas yang diperlukan

2.      Berpegang pada prosedur yang relatif standar

3.      Menangani data yang rinci

4.      Berfokus historis

5.      Menyediakan informasi pemecahan yang minimal

Contoh SIA:

“ Sistem yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan distribusi, perusahaan yang mendistribusikan produk dan jasanya kepada pelanggan “

Sumber : https://merpati.co.id/

Schneider Berikan Beasiswa kepada Mahasiswa Berprestasi ITS

Schneider Berikan Beasiswa kepada Mahasiswa Berprestasi ITS

Schneider Berikan Beasiswa kepada Mahasiswa Berprestasi ITS

Keunggulan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sebagai salah satu kampus teknologi terbaik di Indonesia telah diakui oleh berbagai perusahaan berbasis teknologi dunia. Salah satunya PT Schneider Electric Manufacturing Batam yang tertarik menjalin kerja sama dengan ITS, yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman untuk pemberian beasiswa kepada mahasiswa berprestasi ITS di Gedung Rektorat ITS, Senin (21/1).

PT Schneider Electric Manufacturing Batam sendiri merupakan anak

perusahaan dari Schneider Electric yang berbasis di Prancis. Perusahaan ini berfokus pada pelayanan pembangkit listrik yang bisa diandalkan dengan biaya operasi terkendali. Perusahaan ini juga berperan dalam mengembangkan infrastruktur dalam bidang elektronik serta pengendalian dan pengawasan energi di Indonesia.

Perusahaan ini pun telah menerima hampir 60 mahasiswa magang setiap tahunnya dari berbagai universitas di Indonesia. “Kami rasa sangat diperlukan peran pemuda untuk mengembangkan energi dalam rangka tuntutan revolusi industri 4.0 di Indonesia,” ujar Susi Yulianti, Direktur Human Resources PT Schneider Electric Manufacturing Batam, usai menandatangani nota kesepahaman.

Menurut Susi, pemberian beasiswa Spark Scholarship Program kepada

mahasiswa berprestasi di ITS ini bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa tersebut untuk bisa mendapatkan bantuan berupa dana. Selain itu juga mendapat kesempatan magang selama enam bulan di PT Schneider Electric Manufacturing Batam. “Mahasiswa yang mendapat beasiswa juga sudah kami seleksi dengan ketat, sehingga nantinya juga dapat berkontribusi maksimal untuk perusahaan,” tambahnya.

Beasiswa yang diberikan kepada setiap mahasiswa berprestasi berupa uang

sebesar Rp 8 juta per semester, serta kesempatan untuk magang selama enam bulan. Setelah lulus pun, mahasiswa penerima beasiswa akan diberi pelatihan manajerial selama 24 bulan (dua tahun) di PT Schneider Electric Manufacturing Batam. “Setelah itu mereka bisa menduduki beberapa posisi strategis di perusahaan,” jelasnya.

 

Baca Juga :

ITS Raih Juara Tiga Ganda Campuran UNIOR CUP IV

ITS Raih Juara Tiga Ganda Campuran UNIOR CUP IV

ITS Raih Juara Tiga Ganda Campuran UNIOR CUP IV

Tidak hanya di bidang sains dan teknologi, Institut Teknologi Sepuluh

Nopember (ITS) Surabaya juga berhasil berprestasi di bidang olahraga. Kali ini datang dari unit kegiatan mahasiswa (UKM) ITS Badminton Club (IBC) yang berhasil membawa pulang gelar dari UNIOR CUP IV Se-Jawa Bali yang diselenggarakan di Malang, Jawa Timur.

Adalah Arih Cahyaning Ananda dan Nuha Aulia Rahman mewakili IBC untuk

berlaga di partai ganda dewasa/mahasiswa campuran UNIOR CUP IV. Dengan alur lomba menggunakan sistem gugur, mereka berhasil memenangkan pertandingan sampai ke semifinal dengan rubber set. Sayangnya Nuha dan Cahya harus gugur setelah kalah dua set oleh pasangan dari STIE Yudika Bangil dan Universitas Surabaya. Keduanya pun harus puas berada di posisi ketiga.

BACA JUGA – ITS Resmi Kantongi Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi

Menariknya, pasangan ganda campuran ini sama-sama berasal dari Malang dan sudah saling mengenal dari kecil. Keduanya juga sudah menekuni olahraga badminton sejak kecil dan telah meraih banyak prestasi di kejuaraan badminton. “Kisah awal kami menyukai badminton berbeda. Saya sudah mengenal badminton di usia enam tahun karena berada lingkungan yang menggemari badminton, sedangkan Nuha termotivasi oleh Taufik Hidayat dan mulai mengikuti klub badminton,” jelas Cahya, mahasiswi Departemen Teknik Kimia angkatan 2018 tersebut.

Kendati belum dapat mempersembahkan yang terbaik bagi ITS, keduanya

tidak kapok dan akan mengembangkan kemampuan mereka melalui IBC. “Tentu ada perasaan sedih karena belum bisa memberikan yang maksimal. Namun ini saya jadikan motivasi agar berlatih lebih keras lagi,” pungkas Nuha, Mahasiswa Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota angkatan 2018. (Red)

 

Sumber :

https://iway.rosemont.edu/ICS/Campus_Life/Campus_Groups/Organization_of_African_American_Students/Home.jnz?portlet=Discussion_Board&screen=PostView&screenType=change&id=39005c5d-4db5-4a97-b8d4-83c29d27479e

ITS Menjadi Rujukan Pengajaran dan Pengembangan BIPA

ITS Menjadi Rujukan Pengajaran dan Pengembangan BIPA

ITS Menjadi Rujukan Pengajaran dan Pengembangan BIPA

Sebagai salah satu institusi Perguruan Tinggi di Indonesia, Institut

Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya telah menunjukkan jati dirinya dalam mencapai World Class University (WCU). Salah satu bukti pencapaian ITS-WCU adalah semakin banyaknya mahasiswa asing dari tahun ke tahun yang menuntut ilmu di ITS untuk studi lanjut atau untuk kepentingan yang lain. Dengan datangnya mahasiswa asing ke ITS untuk belajar, otomatis berbagai hal dan bantuan perlu dipersiapkan agar keberlangsungan kehidupan mahasiswa asing (internasional student) di ITS berjalan dengan lancer. Persiapan dan pelayanan akademis yang sangat nyata adalah membantu mahasiswa asing dalam kemampuannya berbahasa Indonesia.

UPT Bahasa dan Budaya memiliki tanggung jawab dalam pengajaran dan

pengembangan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di ITS. Ratna Rintaningrum, Ph.D, Ka UPT Bahasa dan Budaya ITS mengungkapkan hal itu. Ratna menjelaskan bahwa berbagai hal telah dilakukan untuk mengembangkan kurikulum dan metode pengajaran BIPA. Pengembangan yang nyata adalah perpaduan antara pembelajaran formal classroom instruction dan non-formal classroom instruction, dengan tanpa mengurangi esensi pembelajaran kemahiran berbahasa. Yang jelas kita mamadukan pembelajaran kemahiran berbahasa dan wawasan keIndonesiaan, yaitu budaya Indonesia. Kegiatan-kegiatan BIPA di unit tersebut telah banyak dipublikasikan oleh berbagai media elektronik dan nonelektronik.

Kemampuan UPT Bahasa dan Budaya membuat perpaduan berbagai metode

pengajaran, membuat UB (Universitas Brawijaya), Malang, mengundang Ratna Rintaningrum sebagai salah satu keynote speaker dalam acara Hibah Visiting Professor Program 3 in 1, dan membawa tema Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing Berbasis Kearifan Lokal. Ratna menambahkan bahwa ia sangat bersyukur karena ITS tidak memiliki Departemen Bahasa, tetapi ‘hanya’ memiliki UPT Bahasa, tetapi mendapat pengakuan dari universitas yang memiliki Departemen Bahasa untuk pengembangan sebuah ilmu. Apalagi programnya sangat bergengsi yaitu Visiting Professor. Saat itu Ratna disandingkan dengan Professor Zuber dari Islamic International Malaysia University. Bagi Ratna dimanapun bekerja, prinsipnya kerja tuntas dan totalitas, walaupun Ratna mengakui banyak tantangan, rintangan, dan hambatan, tetapi semua yang terjadi disikapi secara positif.

 

Sumber :

https://campusweb.franklinpierce.edu/ICS/Campus_Life/Campus_Groups/Sustainability_Council/Sustainability_Council%27s_Page.jnz?portlet=Forums&screen=PostView&screenType=change&id=f9abd58e-0dfb-4c95-b7ea-d2e47f10674f

Pengertian Kebutuhan

Pengertian Kebutuhan

 

Pengertian Kebutuhan

Kebutuhan Manusia

Untuk dapat bertahan hidup, manusia harus memenuhi segala macam kebutuhannya. Kebutuhan manusia ini dapat berupa barang dan jasa. Barang dalah sesuatu yang berwujud (tangible), seperti makanan, minuman,pakaian, dan perumahan. Adapun jasa adalah sesuatu yang tidak   berwujud (intangible), seperti pendidikan, kesehatan, hiburan, dan rekreasi.

Faktor-faktor yang memengaruhi berkembangnya kebutuhan manusia di antaranya sebagai berikut.

  • Sifat manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah mereka peroleh dan mereka miliki.
  • Adanya pertumbuhan penduduk dunia yang tinggi, yaitu rata-rata 2,1 juta jiwa per detik atau sekitar 65 juta orang per tahun.
  • Kebutuhan manusia sifatnya tidak terbatas, sedangkan sumber daya untuk menghasilkan semua barang dan jasa yang dibutuhkan manusia sifatnya erbatas. Keadaan seperti inilah yang disebut kelangkaan (scarcity).

Macam-Macam Kebutuhan

Kebutuhan manusia dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut

a. Kebutuhan Berdasarkan Intensitas Kegunaanya

Berdasarkan tingkat kepentingannya, kebutuhan dapat dibagi menjadi sebagai berikut.

  • Kebutuhan Primer atau Kebutuhan Dasar : Kebutuhan primer disebut juga kebutuhan alamiah. Kebutuhan primer merupakan tuntutan secara alamiah yang harus dipenuhi. Manusia harus memenuhi kebutuhan dasarnya, seperti makanan, pakaian, dan perumahan (sandang, pangan, dan papan) untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.
  • Kebutuhan Sekunder atau Kebutuhan Pelengkap (Kebutuhan Kultural) : Pemenuhan kebutuhan ini sejalan dengan tingkat kebudayaan (culture) masyarakat tempat seseorang hidup atau bertempat tinggal. Misalnya, kebutuhan masyarakat di daerah Lembah Baliem Papua akan berbeda dengan masyarakat di Kota Surabaya. Contoh kebutuhan sekunder adalah radio, televisi, buku, dan alat tulis.
  • Kebutuhan Tersier atau Kebutuhan Luks (Kebutuhan Mewah) :  Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang hanya dapat dipenuhi oleh sebagian kecil masyarakat yang memiliki ekonomi biaya tinggi atau orangorang kaya.Contohnya, rumah mewah, mobil mewah, dan berlibur ke luar negeri.

b. Kebutuhan Berdasarkan Sifatnya

Berdasarkan sifatnya, kebutuhan dapat dibagi menjadi sebagai berikut.
  • Kebutuhan Jasmani atau Kebutuhan Badaniah : Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang dirasa kan oleh unsur jasmani manusia terhadap barang dan jasa. Unsur jasmani terhadap barang, misalnya, pada saat Anda lapar dan haus, Anda butuh makan dan minum,Unsur jasmani terhadap jasa,misalnya, menonton film, liburan, dan tamasya ke kebun binatang.
  • Kebutuhan Rohani : Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang berkenaan dengan rohani. Misalnya, jika seseorang dalam keadaan stress (tekanan jiwa) berat, ia butuh psikiater atau psikolog. Untuk menentramkan jiwa dan rohani manusia butuh beribadah menurut keyakinan agamanya masing-masing.

c. Kebutuhan Berdasarkan Waktu Pemenuhan

Berdasarkan waktu pemenuhannya, kebutuhan dapat dibagi menjadi sebagai berikut.
  • Kebutuhan Sekarang : Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang harus dipenuhi pada waktu sekarang dan sifatnya tidak dapat ditunda.Misalnya, bagi pelajar kebutuhan akan seragam sekolah, sepatu, buku-buku pelajaran, dan alat-alat tulis merupakan kebutuhan waktu sekarang.
  • Kebutuhan Waktu yang Akan Datang : Kebutuhan yang persiapannya dilakukan pada waktu sebelumnya untuk digunakan pada waktu yang akan datang. Contohnya, seseorang menabung untuk memenuhi kebutuhan membangun rumah atau untuk biaya pendidikan anak-anaknya. Jadi, kebutuhan waktu yang akan datang sifatnya dapat ditunda.

d. Kebutuhan Berdasarkan Subjek.

Berdasarkan subjeknya, kebutuhan dapat dibagi menjadi sebagai berikut.
  • Kebutuhan Perorangan/Individu : Kebutuhan perorangan adalah kebutuhan yang pemuasannya ditujukan bagi kepentingan individu yang bersangkutan. Rantai Makanan Contohnya, kebutuhan akan obat jantung bagi penderita penyakit jantung
  • Kebutuhan Kelompok/Masyarakat : Kebutuhan kelompok adalah kebutuhan yang pemuasannya ditujukan bagi kepentingan bersama (kelompok). Misalnya, pasar digunakan untuk berjualan maupun berbelanja dan rumah sakit digunakan sebagai tempat berobat oleh masyarakat.

Tujuan dan Fungsi Geografi

Tujuan dan Fungsi Geografi

 

Tujuan dan Fungsi Geografi

Tujuan dan Fungsi Geografi

Adapun tujuan dan fungsi geografi yang menjadi dasar pembelajaran geografi ada tiga macam, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Sebagai pengetahuan, geografi bertujuan mengembangkan konsep dasar geografi yang berkaitan dengan pola keruangan dan prosesnya; mengembangkan pengetahuan, peluang dan keterbatasan sumber daya alam untuk dimanfaatkan; mengembangkan konsep dasar geografi yang terkait dengan lingkungan sekitar dan wilayah negara atau dunia.
Sebagai keterampilan, geografi bertujuan mengembangkan keterampilan mengamati lingkungan fisik, lingkungan sosial, dan lingkungan binaan; mengembangkan keterampilan mengumpulkan, mencatat data dan informasi yang berkaitan dengan aspek keruangan; mengembangkan keterampilan analisis, sintesis, kecenderungan, dan hasil-hasil dari interaksi berbagai gejala geografis.
Sebagai sikap,geografi bertujuan menumbuhkan kesadaran terhadap perubahan fenomena geografi yang terjadi di lingkungan sekitar; mengembangkan sikap melindungi dan tanggung jawab terhadap kualitas lingkungan hidup; mengembangkan kepekaan terhadap permasalahan dalam pemanfaatan sumber daya; mengembangkan sikap toleransi terhadap perbedaan sosial dan budaya; mewujudkan rasa cinta tanah air dan persatuan bangsa.

Pendekatan Geografi

Kajian geografi telah dilakukan orang dengan bentuk pendekatan yang tidak selalu sama dari waktu ke waktu. Teks Eksposisi Pandangan filsafat turut berpengaruh, perubahan paradigma yang dianut menjadi penentu cara kerja atau metode serta sasaran menjadi perhatian utama geografi.

Menurut Pattison pendekatan geografi digolongkan pada empat hal berikut.

  • Tradisi keruangan; pusat perdebatan pada persoalan geometri, hubungan keruangan dan juga perpindahan keruangan. Hal ini memfokuskan sifat keruangan melekat pada setiap fenomena yang ada di muka bumi. Masalah keruangan pada kehidupan modern lebih kompleks dan perlu pendekatan ”special organization”. Nilai terapan geografi akan lebih banyak dipakai dalam kegiatan perencanaan analisis masalah keruangan dan pemanfaatannya.
  • Tradisi studi wilayah; yang perhatiannya terpusat pada bagian karakteristik esensial tempat-tempat atau kawasan fakta. Secara kartografi dari satu tempat ke tempat lain.
  • Tradisi hubungan manusia dan alam; perhatiannya terpusat pada interaksi manusia dengan lingkungannya. Hubungan udara, air, kondisi alam, dan tempat-tempat pengaruhnya terhadap kesehatan manusia.
  • Tradisi ilmu kebumian; perhatiannya terpusat pada upaya mendeskripsikan ciri-ciri permukaan bumi, aspek keadaan alamnya, gejala-gejala, sifat, dan proses alam di bumi. Hal ini menghasilkan geografi fisis, dan melihat kenyataan terjadi cabang pengkhususan geografi yang banyak menjadi menyempit. Contoh: ilmu kebumian menjadi geologi, oseanologi, meteorologi, dan astronomi.

Objek Studi Geografi

Objek geografi antara lain sebagai berikut:
  • atmosfer (udara yang menyelimuti bumi), litosfer (kulit bumi), pedosfer (lapisan tanah di permukaan bumi), dan hidrosfer (air di permukaan bumi);
  • biosfer (kehidupan flora dan fauna di muka bumi) dan antroposfer (manusia di bumi);
  • perkiraan bentang lahan dan bentang sosial dan budaya baik di perkotaan maupun perdesaan;
  • keberagaman hubungan manusia dengan lingkungannya sebagai akibat budaya dan teknologi; hubungan manusia dengan segala proses yang ada di muka bumi yang merupakan pendekatan ekologi.

 

Fungsi pelajaran geografi adalah:

  • sebagai alat analisis keruangan dengan proses-proses yang saling terkait, misalnya, keterkaitan antaraspek fisik, sebagai contoh keterkaitan lereng dan erosi, keterkaitan aspek fisik dan sosial ekonomi;
  • sebagai alat analisis kelingkungan yang berfungsi menganalisis hubungan antara manusia dan lingkungan tempat tinggalnya, misalkan hubungan antara laut dan tambak dengan nelayan atau hubungan antara petani vanili dan dataran tinggi;
  • sebagai alat analisis kewilayahan sehingga dapat memberikan ciri yang khas pada satu wilayah, yang dapat membedakan antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lainnya.

Vaio Pro 11 Komputer Baru Keluaran Sony

Vaio Pro 11 Komputer Baru Keluaran Sony

Vaio Pro 11 Komputer Baru Keluaran Sony

Produk-Produk Inovatif

Bagi penggemar dan pemakai komputer merk SONY, tentu semua tahu bahwa merk ini dikenal senang melansir produk-produk inovatif. Disainnya tak hanya cantik dan uptodate, tapi juga memiliki kemampuan super lengkap.

 

Sony Memperkenalkan Inovasi Baru

Pada bulan Juli lalu Sony memperkenalkan New Vaio Pro 11. Sangat tipis, sleek, dan ringan. Bobotnya hanya 0,77 kg sehingga mudah ditenteng ke mana-mana. Pengunjung Scomdex 23 bisa menyaksikan kehebatannya di booth Sony.

Meski supertipis, performa ultrabook 11 inci itu tetap top. Sebab, ia sudah dibekali prosesor Intel Core i5-4200U dan kapasitas RAM 4 GB DDR 3. Prosesor Intel generasi empat tersebut diklaim dapat menghemat daya hingga 50 persen dari seri-seri sebelumnya. Bahkan, baterai bawaan notebook itu mampu tahan sampai sembilan jam kerja.

Vaio Pro 11 memiliki storage SSD (solid state disk) 128 GB yang lebih cepat daripada SSD biasa.

Tak sekadar bisa dipacu, gadget itu juga dilengkapi fitur entertainment maksimal. Dukungan fitur ClearAudio+ mode memaksimalkan performa suara.

Kelengkapan Dari Vaio Pro 11

Layar pun sudah full HD sehingga makin asyik menikmati musik dan memutar video HD. Dari sisi konektivitas, Vaio Pro 11 sudah dipersenjatai dengan wifi, bluetooth, NFC, HDMI, 2 port USB 3.0, dan card reader. Dengan sederet kemampuan tersebut, mobilitas tinggi bukan alasan untuk tetap memaksimalkan performa.