Contoh peristiwa setelah tanggal neraca

Contoh peristiwa setelah tanggal neraca

Contoh peristiwa setelah tanggal neraca

Contoh peristiwa setelah tanggal neraca
Contoh peristiwa setelah tanggal neraca

Penggabungan usaha yang signifikan setelah tanggal neraca (PSAK 22 : Akuntansi Penggabungan Usaha, mensyaratkan pengungkapan khusus pada kasus-kasus tertentu) atau pelepasan anak perusahaan utama;
Pengumuman untuk menghentikan suatu operasi, pelepasan aktiva, atau penyelesaian kewajiban terkait penghentian operasi atau melakukan pengikatan penjualan aktiva atau penyelesaian kewaj iban tersebut (lihat PSAK 58: Operasi dalam Penghentian);
Pembelian dan pelepasan aktiva dalam jumlah yang signifikan, atau
Perusakan fasilitas produksi utama akibat kebakaran setelah tanggal neraca;
Pengumuman, atau dimulainya pelaksanaan suatu restrukturisasi material (lihat PSAK 57: Kewajiban Diestimasi, Kewajiban Kontinjensi dan Aktiva Kontinjensi);
Transaksi saham biasa dalam jumlah signifikan dan transaksi efek berpotensi saham biasa setelah tanggal neraca (PSAK 56: Laba Per Saham, mendorong perusahaan untuk mengungkapkan penjelasan transaksi tersebut, disamping penerbitan dan pemecahan saham);
Perubahan abnormal atas harga aktiva atau nilai tukar mata uang asing setelah tanggal neraca;
Perubahan tarif pajak atau peraturan perpajakan yang diberlakukan atau diumumkan setelah tanggal neraca dan memiliki pengaruh yang signifikan pada aktiva dan kewajiban pajak kini dan tangguhan (lihat PSAK 46: Akuntansi Pajak Penghasilan);
Menjadi pihak yang memberikan komitmen atau memiliki kewajiban kontinjensi yang signifikan, sebagai contoh, memberikan jaminan signifikan; dan
Dimulainya proses tuntutan hukum yang signifikan yang semata-mata timbul karena peristiwa yang terjadi setelah tanggal neraca.

Baca Juga :