Tak Sesuai Ketentuan, Pungutan di SMAN 2 Cileungsi Dikeluhkan Orang Tua Murid

Tak Sesuai Ketentuan, Pungutan di SMAN 2 Cileungsi Dikeluhkan Orang Tua Murid

Tak Sesuai Ketentuan, Pungutan di SMAN 2 Cileungsi Dikeluhkan Orang Tua Murid

Sejumlah orang tua murid di SMAN 2 Cileungsi mengeluhkan adanya pungutan di sekolah tersebut. Beberapa wartawan mencoba mengkonfirmasi hal itu, namun pihak sekolah justru terkesan alergi trhadap awak media.

Setelah gagal bertemu dengan Pandi selaku Kepala SMAN 2 Cileungsi maupun Humas sekolah, wartawan lantas mencoba minta buku tamu. Salah satu guru sempat merespon. “Sebentar ya pak,” ucap guru tersebut. Namun setelah beberapa lama, buku tamu yang diminta tidak ada, bahkan guru tersebut tak kelihatan lagi.

Wartawan mencoba meminta kembali buku tamu pada guru lainnya. Tetapi lagi-lagi aneh, ia hanya menjawab tidak tahu. Setelah menunggu sekitar setengah jam, datang staf administrasi membawa buku tamu. Sayang, ketika diajak bicara dia kurang bersahabat. “Tidak paham,” adalah kalimat yang sering ia katakan.

Menurut informasi yang diterima wartawan, di sekolah itu ada pungutan

pendidikan dengan dalih kebutuhan pelayanan siswa. Padahal, hal itu dilarang seperti sudah diatur dalam Permendikbud nomor 51/2018 yang diubah pada Permendikbud nomor 20/2019 terkait dengan PPDB 2019.

Orang tua murid juga mempertanyakan sejauh mana pihak KCD sebagai perwakilan Disdik Provinsi melakukan pengawasan terkait masing-masing sekolah yang wajib mengalokasikan kuota kursi minimal 20 persen bagi siswa tidak mampu.

“Bila siswa tidak mampu yang mendaftar kurang dari kuota 20 persen, bagaimana mengisi sisa kuota tersebut, apakah diisi siswa reguler sesuai urutan,” kata salah satu orang tua siswa yan tidak mau disebutkan namanya.

Dari hasil investigasi, di SMAN 2 Cileungsi ditemukan sejumlah hal yang

terindikasi menyalahi ketentuan yang ada.

Adanya penambahan dua rombel dari yang sudah ada, di mana rombel yang sudah ada dipungut uamg Rp4.610.000.  Adapun rinciannya: 1. DSP Rp 3.200.000 (awalnya 4 juta), 2. SPP Rp 300.000, 3. tes IQ Rp 200.000, 4. Camp Blok Rp100.000,  5. OSIS Rp 120.000, 6. Kartu Siswa Rp 15.000, dan 7. Seragam Rp 675.000.

Untuk dua rombel tambahan dikenakan pungutan Rp 5 juta, Orang tua murid mempertanyakan kenapa ada perbedaan antara siswa rombel pertama dengan rombel kedua, dan bagaimana kelak perhitungan dana BOS untuk rombel kedua karena berkaitan Dapodiknya?

“Hal ini mengindikasikan adanya potensi tindak pidana. Namun semua itu

tentunya harus diserahkan kepada penegak hukum untuk penilaian tersebut,” kata sumber Reaksi.

Materi konfirmasi tersebut sudah dilayangkan melalui pesan WhatsApp kepada kepala sekolah, namun pesan tersebut hanya dibaca (tanda ceklis dua) tapi tidak dijawab.

Diberitakan sebelumnya, SMAN 2 Cileungsi diduga kuat melakukan pungutan sebesar Rp5 juta (sesuai yang tercantum di kuitansi) dengan dalih untuk pembayaran DSP, SPP, kegiatan OSIS, Tes IQ, Kartu Osis dan seragam.

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/