Pemanfaatan SIG

Pemanfaatan SIG

Pemanfaatan SIG

1. Transmigrasi
a) Pemilihan lokasi transmigrasi agar daerah yang dipilih benar-benar cocok untuk pemukiman penduduk.
b) Perencanaan waktu pemindahan penduduk yang tepat, sesuai dengan keadaan daerah yang akan didatangi.

2. Lingkungan hidup
a. Perencanaan kota dan data yang berkaitan dengan tata ruang.
b. Pemantauan terhadap pencemaran lingkungan hidup.

3. Perencanaan dan pemantauan daerah laut
a) Pencarian ikan di laut dan hasil laut lainnya.
b) Pemantauan garis pantai dan abrasi.
c) Pemantauan proses kelautan seperti pengangkatan, arus, dan instrusi air laut ke daratan.

4. Pemantauan program inpres desa tertinggal (IDT)
a) Informasi potensi desa berupa sarana jalan raya, angkutan, mata pencarian, rumah penduduk, hak milik tanah, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, pasar, dan sarana komunikasi.
b) Informasi penduduk berkaitan dengan kepadatan, persebaran, pertambahan, dan komposisi penduduk.
c) Informasi lingkungan yang berkaitan dengan sumber air, penerangan tempat ibadah, pembuangan sampah, dan jamban/MCK.

5. Pertanian dan kehutanan
a) Inventarisasi tanaman pangan, berkaitan dengan informasi luas lahan tanaman pangan, luas lahan yang rusak, dan luas lahan yang lebih baik.
b) Pemantauan penggunaan lahan.
c) Inventarisasi tanaman perkebunan / tanaman pertanian.
d) Inventarisasi dan pemantauan hutan yang diperlukan untuk perencanaan reboisasi, perluasan hutan, dan pencegahan kerusakan hutan.
e) Inventarisasi lahan kritis, perubahan jumlah lahan kritis setiap tahun, dan kesuburan tanah.

6. Pemetaan sumber daya alam
a) Pemetaan penggunaan lahan.
b) Pemetaan tanah hijau sangat diperlukan bagi lahan pertanian.
c) Pemetaan daerah pasang surut guna dikembangkan sebagai daerah pertanian dan kepentingan lain.
d) Pemetaan geologi yang digunakan untuk kepentingan eksplorasi dan penanggulangan bencana alam.

7. Pemantauan bencana alam
Menginventarisasi, mengevaluasi, dan memantau bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, kebakaran hutan, serangan hama, dan lain-lain.

Pengoperasian SIG
Pengoperasian SIG dibedakan menjadi dua, yaitu secara modern (komputerisasi) dan konvensional (manual). SIG secara modern (komputerisasi) pengoperasiannya menggunakan komputer sehingga datanya dalam bentuk digital. SIG konvensional biasanya terdiri dari beberapa unsur data termasuk peta, lembar material transparasi untuk tumpang tindih, foto udara, foto lapangan, serta laporan-laporan statistik, dan survei lapangan. Salah satu prosedur yang umum dilakukan dalam SIG secara konvensional adalah penumpangtindihan (overlay) beberapa peta untuk mencari informasi tentang suatu wilayah tertentu.

Sumber : https://forbeslux.co.id/