Karakteristik Kompetensi Dasar Guru Pendidikan Agama Islam

Karakteristik Kompetensi Dasar Guru Pendidikan Agama Islam

Karakteristik Kompetensi Dasar Guru Pendidikan Agama Islam

Karakteristik Kompetensi Dasar Guru Pendidikan Agama Islam
Karakteristik Kompetensi Dasar Guru Pendidikan Agama Islam
  1. Kualifikasi Karakteristik 

Sebagai pendidik juga wajib memiliki kualifikasi karakteristik, yang antara lain dapat berupa: akademik, kompetensi, sertifikasi, sehat jasmani, dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Adapun penjelasan kualifikasi ini adalah sebagai berikut:

Pertama, kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat.

Kedua, kualifikasi kompetensi, meliputi kompetensi pedagogi, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.

  1. Kompetensi Pedagogi

          Terkait dengan kesungguhan dalam mempersiapkan perkuliahan, keteraturan, ketertiban dalam menyelanggarakan perkuliahan, kemampuan mengelola kelas, kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan akademik, penguasaan media, teknologi, pembelajaran, kemampuan melaksanakan penilaian prestasi belajar peserta didik, dan objektivitas dalam penilaian terhadap peserta didik, serta persepsi positif terhadap kemampuan mahasiswa.[10]

  1. Kompetensi Personal atau Pribadi

          Artinya seorang guru harus memiliki kepribadian yang mantap dan patut untuk diteladani, dengan demikian seorang guru mampu menjadi seorang pemimpin yang menjalankan peran: Ing Ngarso Sung Tulada Ing Madya Mangun Karsa Tut Wuri Handayani. Oleh karena itu, guru harus mampu menata dirinya agar menjadi panutan kapan saja, dimana saja, dan oleh siapa saja, lebih-lebih oleh guru pendidikan agama Islam yang menempatkan diri sebagai pembimbing rohani siswanya yang mengajarkan materi agama Islam, sehingga ada tanggung jawab yang penuh untuk menanamkan nilia-nilai akhlakul karimah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. merupakan suri tauladan bagi umatnya sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Ahzab ayat 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا.

          Artinya:

”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah SAW. itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.

  1. Kompetensi Profesional

          Artinya seorang guru harus memiliki pengetahuan yang luas, mendalam dari bidang studi yang diajarkannya, memilih, dan menggunakan berbagai metode mengajar dalam proses belajar mengajar yang diselenggarakannya.

  1. Kompetensi Kemasyarakatan

          Artinya seorang guru harus mampu berkomunikasi baik dengan siswa, sesama guru, maupun masyarakat luas.

  1. Seorang guru bukan hanya bertugas di sekolah saja, tetapi juga di rumah, dan di masyarakat. Di rumah guru sebagai orang tua adalah pendidik bagi putra-putrinya, di masyarakat guru harus bisa bergaul dengan mereka, dengan cara saling membantu, tolong menolong,  sehingga ia tidak dijauhi oleh masyarakat sekitar, sebagaimana firman Allah QS. Al-Maidah ayat 2.

…وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ.

Artinya:

”…Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah tolong menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa Nya.”[11]

Keberhasilan pengajaran yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam tergantung pada penguasaan terhadap kompetensi-kompetensi tersebut. Jika guru dapat mengelola kelas dengan baik peserta didik akan belajar dengan baik, akhlak yang mulia, akan menambah motivasi belajar peserta didik. Dengan demikian seterusnya keberhasilan proses pengajaran Pendidikan Agama Islam tergantung pada kemampuan penguasaan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam.

  1. Sifat Guru Pendidikan Agama Islam

Seiring dengan tekad Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan mutu pendidikan, muncul ketentuan tentang syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang tenaga pendidik profesional. Kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, adalah berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Sementara itu, pada Pasal 5 UU No. 14 Tahun 2005 tersebut dinyatakan bahwa kedudukan dosen sebagai tenaga professional berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran sebagai agen pembelajaran, pengembang IPTEK, serta pengabdi kepada masyarakat.

Adapun beberapa sifat yang harus dimiliki oleh Guru Pendidikan Agama Islam adalah sebagai berikut:

Sumber : https://tribunbatam.co.id/zipper-apk/