Problematika Pengajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Tingkat Madrasah Aliyah

Problematika Pengajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Tingkat Madrasah Aliyah

Penggunaan metode yang digunakan oleh para guru biasanta hanya menggunakan metode yang tetap atau monoton. Padahal pada mata pelajaran Aqidah Akhlak ini, guru harus menggunakan metode yang bervariasi. Sehingga para murid dulit memahami apa yang disampaikan oleh guru. Dan juga dalam mempraktikkannya murid juga tidak banyak dalam hal tersebut. Padahal mata pelajaran ini banyak menekankan pada aspek perilaku yang dihasilkan atau yang dilakukan oleh siswa

  1. Penyelesaian Masalah Terhadap Problematika Pengajaran Sejarah Kebudayaan Islam

Setelah diketahui adanya problematika seperti pada uraian di atas, maka diperlukan adanya tindakan dalam memecahkan masalah tersebut agar proses pembelajaran berjalan dengan baik sehingga kompetensi dasar dapat dicapai. Meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.Adapun alternatif dalam penyelesaian masalah dalam pengajaran Aqidah Akhlak antara lain:

Ø  Perencanaan

Pada tahap perencanaan ini langkah yang dilakukan adalah:

1)      Membuat perencanaan metode pembelajaran yang tepat sesuai materi pembelajaran.

2)      Membuat lembar observasi untuk menilai pola interaksi yang terjadi antara siswa dan guru peneliti, yang diamati langsung oleh kolaborator.

3)      Guru membuat evaluasi formatif untuk mengetahui daya serap siswa.

Ø  Pengamatan pada saat pelaksanaan pembelajaran guru mengamati langsung kepada peserta didik bagaimana respons peserta didik dalam menerima pelajaran yang telah disampaikan dengan penggunaan metode yang diterapkan oleh guru. Apabila dirasa kurang bisa diserap oleh sebagian murid maka sewaktu-waktu guru akan mengganti strategi pembelajaran sesuai kemampuan siswa yang dirasa siswa enak dalam menerima pelajaran tersebut.

Ø  Refleksi dari berbagai tindakan yang dilakukan, melalui Perencanaan, tindakan, pengamatan diperoleh sebuah kesimpulan saran-saran yaitu Guru hendaknya harus mempersiapkan diri sebelum dimulainya proses pembelajaran dengan baik, baik dalam persiapan personal maupun materi, metode yang digunakan agar proses pembelajaran berjalan dengan baik.

Ø  Melalui pendekatan pengajaran, cakupan materi pada setiap aspek dikembangkan dalam suasana pembelajaran yang terpadu, meliputi:

1)      Keimanan, yang mendorong peserta didik untuk mengembangkan pemahaman dan keyakinan tentang adanya Allah SWT. Sebagai sumber kehidupan.

2)      Pengamalan, mengkondisikan peserta didik untuk mempraktekkan dan merasakan hasil-hasil pengamalan ajaran dalam kehidupan sehari-hari.

3)      Pembiasaan, melaksanakan pembelajaran dengan membiasakan sikap dan perilaku yang baik yang sesuai dengan ajaran Islam yang dicontohkan guru yang profesional.

4)      Rasional, usaha meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran Aqidah Akhlak dengan pendekatan yang memfungsikan rasio peserta didik, sehingga isi dan nilai-nilai yang ditanamkan mudah dipahami dengan penalaran.

5)      Emosional, upaya menggugah perasaan (emosi) peserta didik dalam menghayati berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari sehingga lebih terkesan dalam jiwa peserta didik.

6)      Fungsional, menyajikan materi Aqidah Akhlak yang memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari dalam arti luas.

7)      Keteladanan, yaitu pendidikan yang guru serta komponen madrasah lainnya sebagai teladan; sebagai cerminan dari individu

 

sumbe :

Doctor Kids 1.28 Apk for android