Model Dialog (contact).

 Model Dialog (contact).

Model ini bermaksud mencari persamaan atau perbandingan secara metodis dan konseptual antara agama dan sains, sehingga ditemukan persamaan dan perbedaan antara keduanya. Upaya ini dilakukan dengan cara mencari konsep dalam agama yang analog, serupa atau sebanding dengan konsep dalam sains atau sebaliknya. Suatu model yang berbeda dengan model kedua yang menekankan perbedaan ansich. Menurut Barbour, kesamaan antara keduanya bisa terjadi dalam dua hal, kesamaan metodologis dan kesamaan konsep. Kesamaan metodologis terjadi, misalnya, dalam hal sains tidak sepenuhnya obyektif sebagaimana agama tidak sepenuhnya subyektif. Secara metodologis, tidak ada perbedaan yang absolut antara agama dan sains, karena data ilmiah sebagai dasar sain yang dianggap sebagai wujud obyektifitas, sebenarnya juga melibatkan unsure- unsure subyektifitas. Lebih dari itu, subyektifitas sains terjadi pada asumsi teoritis yang digunakan dalam proses seleksi, penafsiran data dan pelaporan. Barbour bahkan menambahkan bahwa persamaan metodologis ini terletak pada prinsip hubungan antara teori dan pengalaman, yang meminjam bahasa Polkinghorne: each is corrigible, having to relate theory to experience, and each is essentially concerned with entities whose unpictureable reality is more subtle than that of naïve objectivity. Tujuan model ini adalah agar agama dan sains dapat saling memperluas wawasan dan pengetahuan tentang alam, sebagaimana dijelaskan oleh Haught: The contact approach looks for an open-ended conversation between scientist and theologians. The term contact implies coming together without necessary fusing. It allows for interaction, dialogue, and mutual impact but forbids both conflation and segregation. It insist on preserving differences, but also cherishes relationship.

sumber:

https://superhackemail.com/tahu-bulat-apk/