Model Konflik

Model Konflik

Model ini digunakan oleh tiga tokoh utama, yaitu Barbour, Haught dan Drees. Model ini berpendirian bahwa agama dan sains adalah dua hal yang tidak sekedar berbeda tapi sepenuhnya bertentangan. Karena itu, seseorang dalam waktu bersamaan tidak mungkin dapat mendukung teori sains dan memegang keyakinan agama, karena agama tidak bisa membuktikan kepercayaan dan pandangannya secara jelas (straight forword), sedang sains mampu. Sebagaimana halnya agama mempercayai Tuhan tidak perlu menunjukkan bukti kongkrit keberadaannya, sebaliknya sains manuntut pembuktian semua hipotesis dan teori dengan kenyataan. Keduanya dianut oleh kelompok biblical literalism, dan kelompok scientific materialis.

  1. Model Independen.

Model ini berpendirian bahwa agama dan sains memiliki persoalan, wilayah dan metode yang berbeda, dan masing-masing memiliki kebenarannya sendiri sehingga tidak perlu ada hubungan, kerjasama atau konflik antara keduanya. Keduanya harus dipisahkan (compartmentalized) untuk bekerja dalam wilayahnya masing-masing. Argumentasi model ini diantaranya dikemukakan oleh Langdan Gilhey, bahwa sains berusaha menjelaskan data obyektif, umum, dan berulang-ulang, sementara agama berbicara tentang masalah eksistensi tatanan dan keindahan dunia dan pengalaman seseorang seperti pengampunan, makna, kepercayaan, keelamatan dan lain sebagainya. Tujuan model ini adalah untuk menghindari konflik antara keduanya dan sebagai konsekuensi munculnya ilmu pengetahuan baru (new knowledge) seperti penjelasan biologis atas organisme organ.

sumber :

https://erdf-masters-kart.com/truck-simulator-usa-apk/