Asas Penyusunan APBN

Asas Penyusunan APBN

Asas Penyusunan APBN

Asas Penyusunan APBN
Asas Penyusunan APBN

Kata anggaran secara etimologi berasal dari kata anggar

Atau kira-kira atau perhitungan,sehingga Anggaran Pendapatan Belanja Negara diartikan sebagai perkiraan/perhitungan jumlah pendapatan dan pengeluaran/belanja yang akan dikeluarkan olh negara.Anggaran dalam bahasa inggris disebut budget yang berasal dari bahasa prancis bouge/bougette yang berarti tas.Pengertian anggaran(budget) secara umum yaitu suatu daftar/pernyataan yang terperinci mengenai penerimaan dan pengeluaran Negara yang diharapkan dalam jangka waktu tertentu(satu tahun).

Fungsi Anggaran Pendapatan Belanja Negara

  • Fungsi Alokasi – APBN memuat pengalokasian dana dari seluruh pendapatan Negara kepada pos-pos pembelanjaan baik untuk pembiayaan pembangunan maupun yang lainnya,sehingga penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi lancar dan terkendali.Contohnya biaya pendidikan,memajukan pertanian,dan kesehatan.
  • Fungsi Distribusi – Penerimaan Negara dalam APBN selain digunakan untuk kepentingan umum yaitu untuk pembangunan dan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan,juga disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk subsidi,bea siswa,dan dana pensiun yang merupakan bentuk dari transfer payment.Transfer payment adalah pengalihan pembiayaan dari bsatu sector kesektor lainnya.
  • Fungsi Stabilitas – APBN merupakan salah satu instrumen bagi pengendalian stabilitas perekonomian Negara dibidang fiscal.Contoh dalam kondisi inflasi pemerintah mengambil kebijakan anggaran surplus.Kebijakan anggaran surplus berarti pos penerimaan lebih besar daripada pos pengeluaran.

Cara Penyusunan,Pelaksanaan,Pengawasan,dan Pertanggungjawaban APBN

Asas penyusunan dibagi 3

  • Kemandirian artinya pembelanjaan oleh Negara bertumpu pada kemamapuan Negara,apabila penerimaan dalam negeri meningkat maka pinjaman luar negeri hanya sebagai pelengkap.
  • Penghematan atau peningkatan efisiensi dan produktivitas.
  • Penajaman prioritas pembangunan artinya pembelanjaan dalam APBN harus mengutamakan pembangunana disektor-sektor yang lebih bermanfaat.

APBN memiliki prinsip-prinsip

Dalam penyusunannnya yang sesuai dengan asas-asas penyusunan APBN. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kita tahu dalam penyusunannya sangat ribet dan sulit, dalam pembuatan APBN ini diperlukan namanya prinsip dalam pembuatan yang tak lepas dari asas-asas penyusunan APBN agar proses pembuatan APBN ini berjalan dengan baik menurut kedua hal tersebut. Sebelumnya telah dibahas seputar APBN seperti pengertian, tujuan, dan fungsi APBN dan Cara penyusunan APBN, dan kali ini kita akan membahas tentang Prinsip dan Asas penyusunan APBN seperti yang ada dibawah ini.

1. Prinsip-Prinsip Penyusunan APBN
Penyusunan APBN didasarkan pada prinsip umum yang meliputi berbagai aspek-aspek, antara lain sebagai berikut..
a. Prinsip penyusunan berdasarkan aspek pendapatan
  • Mengindetifikasikan penerimaan sektor anggaran dalam jumlah dan ketepatan penyetoran.
  • Mengintensifkan penagihan dan pemungutan piutang negara, misalkan sewa penggunaan barang-barang milik negara, sewa pelabuhan dan bandara.
  • Mengintensifkan tuntutan ganti rugi yang diderita oleh negara dan denda yang dijanjikan.

 

Prinsip penyusunan APBN berdasarkan aspek pengeluaran