Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Penulis: bertuah

pendidikan

RAM (Random Access Memory)

RAM (Random Access Memory)

RAM (Random Access Memory)

Random access memoryRAM adalah sebuah tipe penyimpanan komputer yang dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori. Ini berlawanan dengan alat memori urut, seperti tape magnetik, disk dan drum, di mana gerakan mekanikal dari media penyimpanan memaksa komputer untuk mengakses data secara berurutan.

Pertama kali dikenal pada tahun 60’an. Memori semikonduktor sangat populer karena harganya yang sangat mahal. Saat itu lebih lazim untuk menggunakan memori utama magnetic.

Perusahaan semikonduktor seperti Intel memulai debutnya dengan memproduksi RAM , lebih tepatnya jenis DRAM.

RAM dapat ditulis dan dibaca, berlawanan dengan memori-baca-saja (read-only-memory, ROM), RAM biasanya digunakan untuk penyimpanan primer (memori utama) dalam komputer untuk digunakan dan mengubah informasi secara aktif, meskipun beberapa alat menggunakan beberapa jenis RAM untuk menyediakan penyimpanan sekunder jangka-panjang.

Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa ROM merupakan jenis lain dari RAM, karena sifatnya yang sebenarnya juga Random Access seperti halnya SRAM ataupun DRAM. Hanya saja memang proses penulisan pada ROM membutuhkan proses khusus yang tidak semudah dan fleksibel seperti halnya pada SRAM atau DRAM. Selain itu beberapa bagian dari space addres RAM ( memori utama ) dari sebuah sistem yang dipetakan kedalam satu atau dua chip ROM.

Tipe umum RAM

  • DRAM atau Dynamic RAM
  • SRAM atau static RAM
  • NV-RAM atau Non-volatile RAM
  • Fast page mode DRAM
  • EDO RAM atau Extended Data Out DRAM
  • DDR SDRAM atau Double Data Rate Synchronous DRAM sekarang (2005) mulai digantikan dengan DDR2
  • RDRAM atau rambus DRAM
  • XDR DRAM
  • SDRAM atau Synchronous DRAM

Tipe tidak umum RAM

  • Dual-ported RAM
  • Video RAM, memori port-ganda dengan satu port akses acak dan satu port akses urut. Dia menjadi populer karena semakin banyak orang membutuhkan memori video. Lihat penjelasan dalam Dynamic RAM.
  • WRAM
  • MRAM
  • FeRAM

Produsen peringkat atas RAM

  • Infineon
  • Hynix
  • Samsung
  • Micron
  • Rambus
  • Corsair

Proses

Dari informasi pengolahan perspektif ada tiga tahap utama dalam pembentukan dan pengambilan memori:

  • Encoding atau pendaftaran (menerima, pengolahan dan menggabungkan informasi yang diterima)
  • Penyimpanan (penciptaan catatan permanen dari informasi yang dikodekan)
  • Retrieval , mengingat atau ingatan (memanggil kembali informasi yang disimpan dalam menanggapi beberapa isyarat untuk digunakan dalam proses atau kegiatan)

Sumber: https://merkterbaru.id/

pendidikan

Penerapan Konsep Estetika Dalam Manajemen

Penerapan Konsep Estetika Dalam Manajemen

Penerapan Konsep Estetika Dalam Manajemen

Dalam filsafat manajemen, terkandung dasar pandangan hidup yang mencerminkan keberadaan, identitas dan implikasinya guna mewujudkan efisiensi dan efektivitas dalam pekerjaan manajemen. Untuk merealisasikan tujuan diperlukan beberapa faktor penunjang sehingga merupakan kombinasi yang terpadu, baik menyangkut individu maupun kepentingan umum. Hal ini dimaksudkan adanya keseimbangan diantara faktor – faktor yang diperlukan dalam mencapai suatu kekuatan untuk mengejar suatu hasil yang maksimum.
Mary Parker Follet mengemukakan bahwa manajemen merupakan suatu bentuk seni untuk melakukan suatu pekerjaan lewat orang lain. Definisi dari Mary Parker Follet ini mengandung perhatian pada sebuah kenyataan bahwa para manajer dapat mencapai tujuan organisasi dengan cara mengatur orang lain agar dapat melaksanakan apa saja yang diperlukan dalam suatu pekerjaan, tidak dengan cara melaksanakan pekerjaan tersebut seorang diri. Jadi estetika atau seni diterapkan dalam proses penerapan fungsi – fungsi manajemen dalam perusahaan (Planning, Organizing, Actuating dan Controlling). Terutama di Bali sebagai daerah pariwisata yang terkenal, tentunya aspek estetika menjadi sangat penting. Contohnya pengerjaan sebuah proyek perusahaan.

Penerapan fungsi – fungsi manajemen tersebut antara lain:

a. Diawali dengan tahap Planning (perencanaan)

ketika para arsitek merencanakan membuat bangunan perkantoran bertingkat pasti dikaitkan dengan aspek – aspek peruntukannya apa, bagaimana situasi lingkungan, apakah mengganggu keindahan atau malah merusak lingkungan. Yang pasti estetika suatu rancang bangun seharusnya didasarkan pada strategi bisnis perusahaan dan pertimbangan lingkungan.
b. Tahap Organizing (mengorganisasi), pada tahap ini ada komunikasi antara pemimpin dan manajer dengan para sub-ordinasinya. Ketika terjadi interaksi maka selayaknya kalau manajer memperlakukan sub-ordinasinya dengan cara –cara yang manusiawi. Misalnya pemimpin menyapa karyawan dengan akrab, sehingga akan tercipta suasana kerja yang harmonis dan indah. Pemimpin juga mau mendengar dan merespon positif pendapat sub-ordinasinya.
c. Tahap Actuating (pelaksanaan), ketika perusahaan ingin menggapai keunggulan kompetitif maka salah satu unsur yang ingin dicapai adalah pengembangan loyalitas konsumen. Untuk itu perusahaan harus bisa memberikan produk yang bermutu dan layanan yang terbaik kepada konsumen. Secara pengembangan nilai lalu dibangun suatu jembatan emosional antara perusahaan dengan konsumen. Bentuknya adalah tanggung jawab mutu dengan dengan estetika tinggi, pelayanan ramah dan tepat waktu dan konsumen diperlakukan dengan cara aman dan nyaman secara berkelanjutan. Pada gilirannya konsumen akan loyal untuk kembali membeli produk perusahaan tersebut.
d. Tahap Controlling (pengawasan), dimana pengawasan merupakan tindakan seorang manajer untuk menilai dan mengendalikan jalannya suatu kegiatan demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, tujuan pengawasan adalah memperbaiki kesalahan, penyimpangan, penyelewengan dan kegiatan lainnya yang tidak sesuai dengan rencana. Misalnya apabila ada bawahan yang melakukan kesalahan, pimpinan menegur dengan cara yang baik, tidak emosional dan manusiawi. Sehingga bawahan tidak merasa ketakutan atau tertekan dan selanjutnya dapat memperbaiki kesalahannya.


Sumber: https://appbrain.co.id/

Perkebunan

Pengertian Ilmu Hukum

Pengertian Ilmu Hukum

Kata hukum secara etimologis biasa diterjemahkan dengan kata ‘law’ (Inggris), ‘recht’ (Belanda), ‘loi atau droit’ (Francis), ‘ius’ (Latin), ‘derecto’ (Spanyol), ‘dirrito’ (Italia).[1] Dalam bahasa Indonesia, kata hukum diambil dari bahasa Arab[2] yaitu “حكم – يحكم – حكما”, yang berarti “قضى و فصل بالأمر” (memutuskan sebuah perkara).

Menurut Satjipto Rahardjo Ilmu hukum adalah ilmu pengetahuan yang berusaha menelaah hukum. Ilmu hukum mencakup dan membicarakan segala hal yang berhubungan dengan hukum. Ilmu hukum objeknya hukum itu sendiri. Demikian luasnya masalah yang dicakup oleh ilmu ini, sehingga sempat memancing pendapat orang untuk mengatakan bahwa “batas-batasnya tidak bisa ditentukan” (Curzon, 1979 : v). Selanjutnya menurut J.B. Daliyo Ilmu hukum adalah ilmu pengetahuan yang objeknya hukum. Dengan demikian maka ilmu hukum akan mempelajari semua seluk beluk mengenai hukum, misalnya mengenai asal mula, wujud, asas-asas, sistem, macam pembagian, sumber-sumber, perkembangan, fungsi dan kedudukan hukum di dalam masyarakat. Ilmu hukum sebagai ilmu yang mempunyai objek hukum menelaah hukum sebagai suatu gejala atau fenomena kehidupan manusia dimanapun didunia ini dari masa kapanpun. Seorang yang berkeinginan mengetahui hukum secara mendalam sangat perlu mempelajari hukum itu dari lahir, tumbuh dan berkembangnya dari masa ke masa sehingga sejarah hukum besar perannya dalam hal tersebut.

Dari pendefinisian ilmu hukum di atas, mengambarkan bahwa ternyata ilmu hukum mempunyai objek kajian yang relatif jauh lebih luas, sehingga batas, batasnya tidak dapat ditentukan. Demikian ilmu hukum tidak sebatas melakukan kajian atau membicarakan proses pembentukan peraturan perundang-undangan semata, akan tetapi melakukan berbagai studi kajian seperti filsafatnya, sejarah perkembangan hukum dari zaman yang dulu hingga pada suatu kajian studi hukum kontemporer, demikian pula hukum melihat fungsi-fungsi hukum itu sendiri pada tingkat peradaban kehidupan manusia.

Jadi ilmu hukum tidak hanya mempersoalkan tatanan hukum yang berlaku di sutau negara, namun dapat dimentahkan bahwa subyek dari ilmu hukum adalah hukum sebagai suatu fenomena dari kehidupan manusia dimana saja dan kapan saja. dengan demikian hukum dilihat sebagai Suatu fenomena Universal dan Bukan lokal atau Regional (Satjipto Raharjo 1983;5)

 

Perkebunan

Latar Belakang

Latar Belakang

Pada hakekatnya perkembangan ilmu hukum di dunia, berawal dan berlangsung tidak terlepas dari eksistensi kehidupan manusia itu sendiri. tidak mengherankan ketika individu-individu dalam suatu kelompok masyarakat selalu berkeinginan untuk hidup bermasyarakat dan dengan sifat ketergantungan baik antara individu, yang satu dengan yang lain maupun antara kelompok dengan individu dalam kehidupan masyarakat itu sendiri. Sifat-sifat keinginan manusia untuk bermasyarakat dimana, sebagai mahkluk sosial yang saling membutuhkan yang bersifat alamiah.

Dari perilaku dan sifat-sifat manusia di atas, tidak terhindar dari naluri kekuasaan dan keserakahan dari individu atau kelompok yang satu dengan kelompok yang lain, dengan tujuan superiotitas atau mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi derajatnya dalam lingkungan kehidupan masyarakat kekuasaannya.

Agar terhindar dari benturan kepentingan dan sifat keserahkahan manusia atau kelompok untuk berkuasa, di butuhkan sebuah perangkat (Hukum) untuk mengimbangi dan menjamin hak-hak fundamental yang di miliki oleh setiap orang agar tidak dapat di langgar atau di tindas oleh pihak yang berkuasa.

1.2  Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan ini adalah:

–         Untuk memenuhi tugas makalah dari mata kuliah Pengantar Ilmu Hukum (PIH).

–         Agar mahasiswa dapat memahami bagaimana Perkembangan Ilmu Hukum.

 

 

Sumber :

https://nomorcallcenter.id/

Perkebunan

Istilah dan Arti Pengantar Ilmu Hukum

Istilah dan Arti Pengantar Ilmu Hukum

Sejarah Istilah
Pengantar Ilmu Hukum (PIH) merupakan terjemahan dari mata kuliah ‘Inleiding Tot de Recht Sweetenschap’ yang diberikan di Recht School (RHS) atau Sekolah Tinggi Hukum Batavia di zaman Hindia Belanda yang didirikan 1924 di Batavia (Sekarang Jakarta). Istilah itu digunakan sebagai pengganti ‘Enciclopaedie der Rechtswetenschap’ yaitu suatu istilah yang semula dipergunakan di negeri Belanda. Sebenarnya istilah itu sendiri merupakan terjemahan dari ‘Enfuhrung In Die Rechtswissenschaft’, suatu istilah yang dipergunakan di Jerman pada akhir abad 19 dan permulaan abad ke 20.

Istilah itu pun sama dengan yang terdapat dalam Undang-Undang Perguruan Tinggi Negeri Belanda Hoger Onderwijswet 1920. Di zaman kemerdekaan, yang pertama kali menggunakan istilah ‘Pengantar Ilmu Hukum’ adalah Perguruan Tinggi Gajah Mada yang didirikan di Yogyakarta 13 maret 1946.

Pengertian Istilah

Pengantar Ilmu Hukum (PIH) kerapkali oleh dunia studi hukum dinamakan ‘Encyclopedia Hukum’, yaitu mata kuliah dasar yang merupakan pengantar (introduction dan inleiding) dalam mempelajari ilmu hukum. Dapat pula dikatakan bahwa PIH merupakan dasar untuk pelajaran lebih lanjut dalam studi hukum yang mempelajari pengertian-pengertian dasar, gambaran dasar tentang sendi-sendi utama ilmu hukum.

Pengantar ilmu hukum dalam arti luas bermaksud mempelajari dasar-dasar atau sendi-sendi hukum di dalam mengantarkan orang yang mau belajar hukum yang sebenarnya. Jadi pengantar ilmu hukum adalah mata kuliah dasar yang bertujuan untuk memperkenalkan ilmu hukum secara keseluruhan dalam garis besar.

1. Pengertian dari Segi Pengantar
PIH (Pengantar Ilmu Hukum) terdiri dari kata: ‘pengantar’ dan ‘ilmu hukum’ dan bila dikehendaki dapat dibagi lagi menjadi ‘ilmu’ dan ‘hukum’.

‘Pengantar’ berarti membawa ketempat yang dituju, dalam bahasa belanda diartikan Inleiding dan dalam bahasa inggris introduction yang berarti memperkenalkan. Dalam hal ini yang diperkenalkan adalah ilmu hukum, maka PIH (Pengantar Ilmu Hukum) merupakan basis leervak/mata pelajaran dasar yang tidak boleh ditinggalkan dalam mempelajari masalah dan cabang-cabang ilmu hukum.

Sumber :

https://callcenters.id/

Umum

Sistem Persarafan

Sistem Persarafan

1)    Kesimetrisan raut wajah

2)    Tingkat kesadaran adanya perubahan-perubahan dari otak

  1. a)Tidak semua orang menjadi snile
  2. b)Kebanyakan mempunyai daya ingat menurun dan melemah

3)    Mata: pergerakan, kejelasan melihat, adanya katarak

4)    Pupil: kesamaan, dilatasi

5)    Ketajaman penglihatan menurun karena menua:

  1. a)Jangan dites di depan jendela
  2. b)Pergunakan tangan atau gambar
  3. c)Cek kondisi kacamata

6)    Sensory deprivation (gangguan sensorik)

7)    Ketajaman pendengaran:

  1. a)Apakah menggunakan alat bantu dengar
  2. b)Tinutis
  3. c)Serumen telinga bagian luar jangan dibersihkan

8)    Adanya rasa sakit atau nyeri

Sistem Kardiovaskuler:

  • Sirkulasi perifer, warna dan kehangatan
  • Auskultasi denyut nadi apikal
  • Periksa pembengkakan vena jugularis
  • Pusing
  • Sakit
  • Edema

Sistem Gastrointestinal

  • Status gizi
  • Pemasukan diet
  • Anoreksia, tidak dicerna, mual dan muntah
  • Mengunyah dan menelan
  • Keadaan gigi, rahang dan rongga mulut
  • Auskultasi bising usus
  • Palpasi apakah perut kembung ada pelebaran kolon
  • Apakah ada konstipasi (sembelit), diare, dan inkontinensia alvi

Sistem genitourisiarius:

  • Warna dan bau urine
  • Distensi kandung kemih, inkontinensia (tidak dapat menahan untuk buang air kecil)
  • Frekuensi, tekanan atau desakan
  • Pemasukan dan pengeluaran cairan
  • Disuria
  • Seksualitas

o   Kurang minat untuk melaksanakan hubungan seks

o   Adanya kecacatan sosial yang mengarah keaktifan seksual

Sistem Kulit

  • Kulit

o   Temperatur, tingkat kelembaban

o   Keutuhan luka, luka terbuka, robekan

o   Turgor (kekenyalan kulit)

o   Perubahan pigmen

  • Adanya jaringan perut
  • Keadaan kuku
  • Keadaan rambut
  • Adanya gangguan-gangguan umum

Sistem Muskuloskletal

  • Kontraktur
    • Atrofi otot
    • Mengecilkan tendo
    • Ketidakadekuatannya gerakan sendi
  • Tingkat mobilisasi

o   Ambulasi dengan atau tanpa bantuan / peralatan

o   Keterbatasan gerak

o   Kekuatan otot

o   Kemampuan melangkah atau berjalan

  • Gerakan sendi
  • Paralisis
  • Kifosis

Baca juga:

Umum

Asuhan keperawatan

Asuhan keperawatan

Pengkajian

Tujuan:

1)    Menentukan kemampuan klien untuk memelihara diri sendiri

2)    Melengkapi dasar-dasar rencana perawatan individu

3)    Membantu menghindarkan bentuk dan penandaan klien

4)    Memberi waktu kepada klien untuk menjawab

Meliputi aspek:

  1. a)Fisik

Wawancara:

  • Pandangan lanjut usia tentang kesehatannya
  • Kegiatan yang mampu dilakukan lanjut usia
  • Kebiasaan lanjut usia merawat diri sendiri
  • Kekuatan fisik lanjut usia: otot, sendi, penglihatan dan pendengaran
  • Kebiasaan makan, minum, istirahat / tidur, buang air besar / kecil
  • Kebiasaan gerak badan / olah raga / senam lanjut usia
  • Perubahan-perubahan fungsi tubuh yang sangat bermakna dirasakan
  • Kebiasaan lanjut usia dalam memelihara kesehatan dan kebiasaan dalam minum obat
  • Masalah-masalah seksual yang dirasakan

Pemeriksaan fisik:

  • Pemeriksaan dilakukan dengan cara inspeksi: palpitasi, perkusi dan auskultasi untuk mengetahui perubahan sistem tubuh
  • Pendekatan yang digunakan dalam pemeriksaan fisik, yaitu:

o   Head to toe

o   Sistem tubuh

  1. b)Psikologis
  • Apakah mengenal masalah-masalah utamanya
  • Bagaimana sikapnya terhadap proses penuaan
  • Apakah dirinya merasa dibutuhkan atau tidak
  • Apakah optimis dalam memandang kehidupan
  • Bagaimana mengatasi stres yang dialami
  • Apakah udah dalam menyesuaikan diri
  • Apakah lanjut usia sering mengalami kegagalan
  1. c)Sosial ekonomi
  • Darimana sumber keuangan lanjut usia
  • Apa saja kesibukan lanjut usia dalam mengisi waltu luang
  • Dengan siapa dia tinggal
  • Kegiatan organisasi apa yang diikuti lanjut usia
  • Bagaimana pandangan lanjut usia terhadap lingkungannya
  • Berapa sering lanjut usia berhubungan dengan orang lain di luar rumah
  • Siapa saja yang biasa mengunjungi
  • Seberapa besar ketergantungannya
  • Apakah dapat menyalurkan hobi atau keinginannya dengan fasilitas yang ada
  1. d)Spritual
  • Apakah secara teratur melakukan ibadah sesuai dengan keyakinan agamanya
  • Apakah secara teratur mengikuti atau terikat aktif dalam kegiatan keagamaan, misalnya pengajian dan penyantunan anak yatim atau fakir miskin
  • Bagaimana cara lanjut usia menyelesaikan masalah apakah dengan berdoa
  • Apakah lanjut usia terlihat sabar dan tawakal

Pengkajian Dasar

1)    Temperatur

  1. a)Mungkin serendah 950F (hipotermi) ± 350C
  2. b)Lebih teliti diperiksa di sublingual

2)    Pulse

  1. a)Kecepatan, irama, volume
  2. b)Apical, radial, pedal

3)    Respirasi (pernafasan)

  1. a)Kecepatan, irama dan kedalaman
  2. b)Tidak teraturnya pernafasan

4)    Tekanan darah

  1. a)Saat baring, duduk, berdiri
  2. b)Hipotensi akibat posisi tubuh

5)    Berat badan perlahan-lahan hilang pada tahun-tahun terakhir

6)    Tingkat orientasi

7)    Memory (ingata)

8)    Pola tidur

9)    Penyesuaian psikososial

 

Sumber: https://newsinfilm.com/

Umum

Artritis reumatoid adalah

Artritis reumatoid adalah

Artritis reumatoid adalah suatu penyakit sistematik dengan manifestasi utama poliartritis rematoid terjadi setelah penyakit ini berkembang lebih lanjut sesuai dengan sifat progresifnya. Pasien dapat pula menunjukkan gejala konstitusional berupa kelemahan umum cepat lelah atau gangguan lain.

(Kapita Selekta Kedokteran Edisi III, Jilid I, FKUI, 1999, hal 536)

Anatomi Dan Fisiologi

            Persambungan tulang sendi (artikulasi) adalah pertemuan dua buah tulang atau beberapa tulang dari kerangka, tetapi tidak semua pertemuan tersebut memungkinkan terjadinya pergerakan.

            Sendi dikelompokkan menjadi 3, yaitu:

  • Sendi fibrosa atau sendi mati

Terjadi bila batas dua buah tulang bertemu membentuk pasangan baji dan cekungan yang dipisahkan oleh selapis tipis jaringan fibrosa. Sendi fibrosa yang lain terdapat pada akar-akar gigi yang menyendi dengan rahang atas dan bawah.

  • Sendi kartigirosa atau sendi yang bergerak sedikit

Terjadi bila dua  permukaan tulang dilapisi tulang rawan hialin dan dihubungkan oleh dua bantalan fibrokartilago dan ligamen. Contohnya sendi antara badan-badan vertebra dan antara manubrium dan badan sternum.

  • Sendi sinovial

Terjadi dari dua atau lebih tulang yang ujung-ujungnya dilapisi tulang rawan hialin sendi. Terdapat rongga sendi yang mengandung cairan sinovial. Yang memberi nutrisi pada tulang rawan sendi yang tidak mengandung pembuluh darah dan keseluruhan sendi tersebut dikelilingi kapsul fibrosa yang dilapisi membran sinovual. Jenis sendi sinovial yaitu sendi pelana dan sendi pirot.

            Perubahan fisiologi pada proses menjadi tua pada umumnya adalah:

  • Adanya penurunan yang umum pada tinggi badan sekitar 1 – 10 cm pada maturitas usia lanjut
  • Fleksi terjadi pada lutut dan pinggul
  • Lebar bahu menurun
  • Terjadi penyempitan dan diskus invertebra yang menyebabkan berkurangnya ukuran invertebra dan ruang intercostal.

Hal yang sering terjadi:

  • Patah tulang kompresi dan vertebrata
  • Peningkatan kurvespina thorax
  • Kepala miring ke belakang dan leher memendek mengimbangi kelainan kyposisi
  • Jengkal tangan lebih besar dan tingginya dengan memberi kesan orang tersebut kurus
  • Jalan gagah karena perubahan dalam otot dan fungsi motorik

(Barbara C. Long, Perawatan Medikal Bedah II, hal 302)

Sumber: https://officialjimbreuer.com/

pendidikan

Praktek Kode Etik Dalam Penggunaan IT

Praktek Kode Etik Dalam Penggunaan IT

Praktek Kode Etik Dalam Penggunaan IT

Kode Etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi, pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dialakukan dan yang tidak boleh dilakukan seperti penggunaan teknologi informasi.

Contoh kode etik dalam penggunaan fasilitas internet di kantor. Kode etik penggunaan fasilitas internet di kantor hampir sama dengan kode etik pengguna internet pada umumnya, hanya saja lebih dititik beratkan pada hal-hal atau aktivitas yang berkaitan dengan masalah perkantoran di suatu organisasi atauinstansi. Berikut adalah contoh kode etik penggunaan internet dikantor :

  1. Hindari penggunaaan fasilitas internet diluar keperluan kantor atau untuk kepentingan sendiri.
  2. Tidak menggunakan internet untuk mempublikasi atau bertukar informasi internalkantor kepada pihak luar secara ilegal.
  3. Tidak melakukan kegiatan pirating, hacking atau cracking terhadap fasilitas internet kantor.
  4. Mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh kantor dalam penggunaan fasilitasinternet.

 

Pelanggaran Kode Etik Profesi IT

Aspek Teknologi
Semua teknologi adalah pedang bermata dua, ia dapat digunakan untuk tujuan baik dan jahat.

Aspek Hukum
Hukum untuk mengatur aktifitas di internet terutama yang berhubungan dengan kejahatan maya antara lain masih menjadi perdebatan.

Aspek Pendidikan
Dalam kode etik hacker ada kepercayaan bahwa berbagi informasi adalah hal yang sangat baik dan berguna, dan sudah merupakan kewajiban (kode etik) bagi seorang hacker untuk membagi hasil penelitiannya dengan cara menulis kode yang open source.

Aspek Ekonomi
Untuk merespon perkembangan di Amerika Serikat sebagai pioneer dalam pemanfatan internet telah mengubah paradigm ekonominya yaitu paradigm ekonomi berbasis jasa.
Aspek Sosial Budaya

Akibat yang sangat nyata adanya cyber crime terhadap kehidupan social budaya di Indonesia adalah ditolaknya setiap transaksi di internet dengan menggunakan kartu kredit yang dikeluarkan oleh perbankan Indonesia.

Contoh Praktek Kode Etik Pada Penggunaan TI Misalnya pada pembuatan suatu program aplikasi, yang mana di dalam nya terdapat suatu hubungan kerjasama antara seorang professional dengan klien.

Seorang profesional tidak dapat membuat program semaunya, ada beberapa hal yang harus ia perhatikan seperti untuk apa program tersebut nantinya digunakan oleh kliennya atau user, ia dapat menjamin keamanan (security) sistem kerja program aplikasi tersebut dari pihak-pihak yang dapat mengacaukan sistem kerjanya (misalnya: hacker, cracker, dll).

Ada 8 hal pokok yang merupakan prinsip dasar dari kode etik profesi:

  1. Prinsip Standar Teknis

Setiap anggota profesi harus melaksanakan jasa profesional yang relevan dengan bidang profesinya.

  1. Prinsip Kompetensi

Setiap anggota profesi harus melaksanakan pekerjaan sesuai jasa profesionalnya dengan kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan.

  1. Prinsip Tanggung Jawab Profesi

Setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukan.

  1. Prinsip Kepentingan Publik

Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak memberikan jasa profesionalnya dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.

  1. Prinsip Integritas

Pelaku profesi harus menjunjung nilai tanggung jawab profesional dengan integritas setinggi mungkin untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik yang menggunakan jasa profesionalnya.

  1. Prinsip Obyektivitas

Setiap anggota harus menjaga obyektivitas dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.

  1. Prinsip Kerahasiaan

Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.

  1. Prinsip Perilaku Profesional

Setiap anggita harus berperilaku konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi yang diembannya.


Baca Juga :

pendidikan

Layanan Telematika

Layanan Telematika

Layanan Telematika

Layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data merupakan layanan yang termasuk ke dalam layanan telematika.
Departemen di bidang Aplikasi Telematika yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Fungsi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) meliputi:
• Penyiapan perumusan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
• Pelaksanaan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
• Perumusan dan pelaksanaan kebijakan kelembagaan internasional di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
• Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
• Pembangunan, pengelolaan dan pengembangan infrastruktur dan manajemen aplikasi sistem informasi pemerintahan pusat dan daerah;
• Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi;
• Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika.


Sumber: https://memphisthemusical.com/