Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Penulis: bertuah

pendidikan

PLT Dindik Jatim Luncurkan Mobil Besutan SMK

PLT Dindik Jatim Luncurkan Mobil Besutan SMK

PLT Dindik Jatim Luncurkan Mobil Besutan SMK

Dinas Pendidikan Jawa Timur menerjunkan mobil praktek keliling. Mobil ini menyasar SMK terpencil sebagai upaya mengasah ketrampilan siswa dan membantu proses pembelajaran.

Menurut Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Hudiyono,

konsep yang diusung hampir sama dengan SMK Pengampu. Mobil ini tidak hanya ditujukan pada satu sekolah tapi keliling mendatangi sekolah-sekolah.

“SMK Pengampu kan mendatangkan aliansi ke sekolah, konsepnya sama dengan mobil pengampu,” ungkap Hudiyono, Senin (12/8/2019).

Ia menjelaskan dengan adanya mobil praktek ini dapat memenuhi kebutuhan sekolah SMK yang dari segi sarana praktek kurang.

“Dari 2.078 SMK di Jatim itu kurang lebih 60 persen yang harus kita

standarkan sarana prasarananya. Itu kan butuh waktu juga, makanya kita terjunkan mobil praktek keliling,” terangnya.

Dijelaskan Hudiyono mobil ini dilengkapi dengan kelengkapan yang dibutuhkan, termasuk teknologi baru disesuaikan dengan jurusan.

“Ada jurusan mesin CNC lama, lah di mobil ini ada teknologi baru dan cara

baru. Memang ini sudah disiapkan oleh Ibu Gubernur (red : Khofifah Indarparawansah) agar bisa memberikan pelayanan disekolah,” paparnya.
Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SMK Provinsi Jawa Timur, Dr. Suhartono, M.Pd menambahkan, mobil praktek akan keliling dan mendatangi sekolah SMK di Jatim.

 

Sumber :

https://pitchengine.com/danuaji/9999/12/31/no-headline/002518289541209833145

pendidikan

Penerapan PSAK 73 di Sektor Hulu Migas

Penerapan PSAK 73 di Sektor Hulu Migas

Penerapan PSAK 73 di Sektor Hulu Migas

Pada tahun 2020, PSAK 73 yang sudah disahkan DSAK akan segera berlaku efektif di Indonesia. PSAK 73 ini diadopsi dari IFRS 16, dan akan menggantikan PSAK 30 mengenai Sewa dan ISAK 8 Penentuan Apakah Suatu Perjanjian Mengandung Sewa.

Pada prinsipnya, PSAK ini memberikan model tunggal untuk akuntansi sewa bagi penyewa, yaitu seluruh sewa lebih dari 12 bulan (kecuali yang aset pendasarnya bernilai rendah) dicatat sebagai aset dan liabilitas. PSAK ini juga memperkenalkan istilah Aset Hak-Guna.

Kali ini saya akan memberikan analisis singkat mengenai perbedaan PSAK 73 dan IFRS 16 yang mana makna penjelasan dalam PSAK 73 jauh lebih jelas daripada IFRS 16, terutama terkait sektor hulu migas.

Dalam paragraf 03 PSAK 73, memberikan pengecualian ruang lingkup penerapan yaitu:

  • Sewa dalam rangka eksplorasi atau penambangan mineral, minyak, gas alam, dan sumber daya serupa yang tidak dapat diperbarui.

Kata-kata asli dalam IFRS 16 adalah sebagai berikut:

  • Leases to explore for or use minerals, oil, natural gas and similar non-regenerative resources.

Dalam kata-kata aslinya, dapat diartikan bahwa IFRS 16 mengecualikan seluruh sewa untuk mengeksplorasi atau menggunakan sumber daya mineral, minya, gas, dan sumber daya tak terbarukan lainnya.

Di sektor hulu migas, kata-kata di IFRS 16 ini memiliki makna ganda:

  • Makna sempitnya, IFRS 16 mengecualikan sewa terkait hak untuk mengeksplorasi atau menggunakan (tahap setelah eksplorasi).
  • Makna luasnya, IFRS 16 mengecualikan seluruh sewa yang berhubungan dengan kegiatan eksplorasi atau menggunakan (tahap setelah eksplorasi). Hal ini berarti, sewa rig, sewa software geologi & geofisika, dan sewa-sewa lain sesuai definisi IFRS 16 dan dalam cakupan tahapan eksplorasi dan setelahnya dikecualikan.

Beberapa kajian di luar negeri menunjukkan bahwa kalimat dalam IFRS 16 ini menimbulkan beberapa polemik.

Sementara itu, dalam bahasa Indonesia, PSAK 73 menggunakan kata “dalam rangka eksplorasi”. Kata-kata ini jauh lebih jelas maknanya daripada IFRS 16. Dalam KBBI, kata “dalam rangka” bermakna behubungan dengan. Sehingga, seluruh sewa yang berhubungan dengan tahapan eksplorasi dikecualikan dari ruang lingkup PSAK 73.

Jika dikaitkan dengan PSAK 64: Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi Pada Pertambangan Sumber Daya Mineral, tahapan eksplorasi dan evaluasi masuk dalam ruang lingkup PSAK 64. Dalam PSAK 64 ini, entitas dapat menerapkan metode full cost, successful efforts, atau mengembangkan metode lain yang sesuai dengan Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan (KKPK), PSAK 16, PSAK 19, dengan mengikuti aturan pengembangan kebijakan dalam PSAK 25.

Dalam kaitannya dengan PSAK 64, sewa dalam rangka eksplorasi dapat diperlakukan dengan dasar PSAK 64. Sebagai contoh, jika entitas menganut metode successfull efforts, maka sewa software geologi dan geofisika dapat dibebankan pada periode terjadinya, sementara untuk sewa peralatan untuk pemboran eksplorasi dapat dikapitalisasi ke sumur eksplorasi, dan dibebankan sebagai biaya jika tidak terdapat cadangan.

Sumber : https://theeacher.livejournal.com/304.html

pendidikan

No. 10 Tahun 2009 tentang Sertifikasi Guru

No. 10 Tahun 2009 tentang Sertifikasi Guru

No. 10 Tahun 2009 tentang Sertifikasi Guru

Sebagai penjabaran dari Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 , khususnya terkait dengan pasal-pasal yang mengatur tentang sertifikasi guru dan pengawas sekolah dalam jabatan, pemerintah telah menerbitkan peraturan baru dalam bentuk PERMENDIKNAS Nomor 10 Tahun 2009 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan, yang didalamnya mengatur proses sertifikasi guru dan pengawas sekolah dalam jabatan, baik yang dilaksanakan melalui uji kompetensi maupun pemberian sertifikat langsung.

Dengan diterbitkannya peraturan ini, maka PERMENDIKNAS No. 17 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan sebagaimana telah diubah dengan PERMENDIKNAS No. 11 Tahun 2008 dinyatakan tidak berlaku.

Anda ingin mengetahui isi Permendiknas dalam  bentuk salinannya? Silahkan klik  tautan di bawah ini ! Bagaimana pula tanggapan  Anda atas kehadiran  Permendiknas yang baru ini?

Baca Juga :

pendidikan

Pengurus PGRI Kabupaten Bogor Gelar Pelatihan Guru

Pengurus PGRI Kabupaten Bogor Gelar Pelatihan Guru

Pengurus PGRI Kabupaten Bogor Gelar Pelatihan Guru

Menga­wali tahun pelajaran 2018/2019, Pengurus Persatuan Guru Re­publik In­donesia (PGRI) Kabupaten Bogor menggelar pelatihan untuk gu­ru.

Acara yang dipusatkan di Aula PGRI Cabang Bogor, Jalan Pang­eran Asogiri, Tanah Baru, Bogor, Jawa Barat, ini mengambil tajuk, ”Membangun Etos Kerja dan Pro­fesionalisme Berbasis Quantum Learning” dengan menampilkan narasumber tunggal H Asep Mah­fudin dari Rumah Karakter Indo­nesia, Rabu (8/8).

Setelah dibuka secara resmi oleh Ketua PGRI Kabupaten Bogor, Dadang

Suntana, panitia men­daulat Asep Mahfudin mengisi materi. Pria kelahiran Cimahi, Bandung, 4 April 1978 ini, langs­ung melakukan penyegaran dan memecah kebekuan suasana melalui tepuk dan gerak untuk melatih konsentrasi.

Kegiatan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama, membangun etos kerja dan profesionalisme. Sedangkan, sesi kedua etos kerja dalam bingkai quantum learning.

Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini mengatakan, guru sebagai

ujung tombak pen­didikan di Indonesia harus me­miliki etos kerja yang tinggi. ‘’Kunci guru excellent atau etos personal dikembangkan di quan­tum learning. Supaya guru-guru dalam mengajar, berperilaku, dan bersikap harus berpijak pada delapan kunci,’’ katanya.

Kemudian, pria yang sudah me­nelurkan enam judul buku ini memberikan delapan kunci bagi guru yang unggul. Pertama, me­miliki integritas. ”Jadi, guru yang hebat dan istimewa itu guru yang memiliki integritas. Apa yang dia pikirkan, apa yang dia lakukan, sesuai,’’ terangnya.

Kedua, guru hebat itu selalu memaknai apa yang terjadi dalam hidupnya.

Setiap mengalami ke­gagalan, selalu bangkit dan bang­kit lagi. ‘’Nah, kalau guru punya sikap seperti itu sangat luar biasa.’’

Ketiga, guru hebat bicaranya selalu positif. Muncul dari situ dia selalu bicara memotivasi dan menginsiprasi.

 

Baca Juga :

pendidikan

Jadi Ajang Tingkatkan Jiwa Nasionalisme

Jadi Ajang Tingkatkan Jiwa Nasionalisme

Jadi Ajang Tingkatkan Jiwa Nasionalisme

Sekolah Dasar Negeri ( SDN ) Cilen­dek Timur 2 Wakili Kecamatan Bogor Barat pada Lomba Tata Upacara Bendera ( LTUB ) tingkat Kota Bogor untuk sekolah dasar dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ( RI ) yang ke 73.

MENURUT Kepala Sekolah SDN Cilendek Timur 2 Rini Widyaningsih Aryani

pada lomba LUTB ini selain menjadi wakil Keca­matan Bogor Barat pada ajang tersebut. Dari ajang ini juga mengajak seluruh warga sekolah untuk terus berupaya meningkatkan jiwa nasionalisme perserta didik dan mem­bentuk karakter bangsa. Sebab tujuan pen­didikan nasional adalah, mencerdaskan ke­hidupan bangsa dan mengembangkan ma­nusia Indonesia seutuhnya, yakni manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta berbudi pekerti yang santun.

”Saya berharap dari lomba Tata Upacara Bendera (LTUB) tingkat SD Kota

Bogor. Para siswa bisa membiasakan tertib dan disiplin berpenampilan rapih serta meningkatkan kemampuan memimpin dan membina ke­kompakan serta kerjasama,” ujarnya.

Bukan hanya itu saja Rini Widyaningsih Ary­ani juga meminta kepada guru

agar bisa membang­kitkan semangat peserta didik dan memberikan motivasi pendidikan sesuai tema HUT RI KE 73 yaitu “Kerja Kita Prestasi Bangsa”. Dengan begitu maka rasa nasionalisme selalu tertanam dalam semangat dan jiwa kebangsaan yang selalu terpatri dalam hati sanubarinya.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/wQl2/history-of-the-establishment-of-a-palestinian-state

pendidikan

SDN Malabar Ikuti LTUB Tingkat Kota Bogor

SDN Malabar Ikuti LTUB Tingkat Kota Bogor

SDN Malabar Ikuti LTUB Tingkat Kota Bogor

Tim Penilai Lomba Tata Upacara Bendera (LTUB) jenjang SD tingkat Kota Bogor 2018 mulai melakukan penilaian terhadap SDN Malabar selaku utusan dari Kecamatan Bogor Tengah di halaman sekolahnya, Jalan Malabar, Kelura­han Babakan, kemarin.

Kegiatan tersebut langsung disak­sikan Pelaksana Tugas (Plt) Kasi

Kesiswaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Jajang Koswara, Ketua Kelompok Kerja Kepala SD (K3SD) Kecamatan Bogor Tengah Wahyu, kepala SD se-Kecamatan Bogor Tengah dan para pengawas SD. Bertindak selaku Inspektur Upa­cara, Kepala SDN Malabar, Rahman.

Dalam sambutannya, Rahman ber­harap peserta apel selalu siap men­jadi

yang terbaik, terutama dalam LTUB 2018 ini. Selain itu, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Untuk itu, ia mengajak siswa dan pendidik meningkatkan rasa religius, kemandirian serta in­tegritas dan penuh gotong-royong dalam membimbing, membina anak bangsa dalam membentuk anak-anak berkarakter dan berbudi pekerti yang baik.

”Kita harus bisa membangkitkan semangat generasi muda dan mem­beri

motivasi pendidikan sesuai tema HUT ke-73 RI yakni kerja kita prestasi bangsa dan kita sebagai pendidik dan pengajar harus me­ningkatkan kembali pendekatan terhadap siswa, terutama untuk membentuk karakter anak-anak yang berguna bagi orang tua, agama dan bangsa,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia LTUB tingkat Kota Bogor 2018, Jajang Kos­wara, menjelaskan, LTUB diikuti 6 SD dari enam kecamatan di Kota Bogor dengan dibiayai APBD Kota Bogor. ”Lomba ini merupakan ke­giatan rutin tahunan Dinas Pendi­dikan (Disdik) Kota Bogor. Bagi para juara akan diberikan trofi, pia­gam dan uang pembinaan,” pung­kasnya.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/Kr6a/history-of-the-churchs-existence-in-indonesia

pendidikan

Supply Chain Produk Biskuit Kaleng

Supply Chain Produk Biskuit Kaleng

Supply Chain Produk Biskuit Kaleng

Di dalam pembuatan biscuit kaleng dipabrik biscuit (manufacture) dibutuhkan bahan-bahan yang dibagi ke dalam :

1.Bahan Baku, antara lain gandum (tepung terigu), telur, gula (tebu), garam, mentega, kaleng (aluminium)

2.Bahan Pelengkap, antara lain obat pengembangan biscuit, pengawet makanan, dan lain-lain.

Bahan-bahan tersebut didapat dari supplier-supplier antara lain :

  • Supplier Terkecil: Penghasil Gandum, Penghasil Tebu, Penghasil Garam, Penghasil Mentega, Penghasil Telur, Penghasil Obat Pengembang, Penghasil Pengawet makanan, Penghasil Alumunium, dan Pengahsil Plastik.
  • Suppllier Besar: Pabrik Tepung Terigu, Pabrik Gula, Pabrik Gula, Pabrik Obat Pengembang, PabrikPengawet Makanan, Pabrik Kaleng,dan Pabrik Plastic.

Setelah bahan-bahan dipasok ke pabrik biscuit, lalu diolah dan diuji laboraturium terlebih dahulu. Setelah itu disimpan didalam gudang, barulah didistribusikan oleh para distributor yang dibagi menjadi : distributor local dan distributor luar negri. Dari distributor lalu disalurkan ke supermarket-supermaket (wholesaler) dan barulah sampai ditangan konsumen.

Baca :

Agama

Pendidikan anak sehabis berkeluarga

Pendidikan anak sehabis berkeluarga

Pendidikan anak sehabis berkeluarga
Pendidikan anak sehabis berkeluarga

1. Berdoa sebelum senggama

Doa yang diajarkan oleh Rasulullah saw sebelum senggama adalah:
“Bismillahi Allahumma jannibnas syaithoni wajannibis syaithoni mimmaa rozaqtanaa”
Artinya:
“Bismillah! Ya Allah jauhkanlah syetan dari kami dan jauhkan pula syetan dari anak (yang mungkin) Engkau karuniakan kepada kami”.
Yang sanggup dipahami dari hadis ini ialah bahwa kita berdoa kepada Allah semoga kita tidak terganggu oleh syaitan dan anak yang mungkin akan diamatkan kepada kita, nantinya tidak diganggu oleh syaitan pula, sehingga ia sanggup didik dan berkembang sesuai fitrahnya. Berdoa berarti mendekatkan diri kepada Allah swt, dan meyakini wacana ke Maha Kuasaan-Nya.

2. sehabis konsepsi (dalam kandungan)

Sebahagian jago pendidik beropini bahwa pendidikan dimulai semenjak anak dalam kandungan. Namun mereka mengakui bahwa pendidikan dalam kandungan ini belum berlangsung pendidikan yang sebenarnya, lantaran pendidik dan penerima didik tidak terjadi interaksi berguru mengajar secara langsung, tetapi melalui ibunya atau kedua orang tuanya.
Dalam al-Qur’an terdapat ayat yang sanggup dijadikan dalil bahwa pendidikan sanggup berlangsung didalam rahim ibu, yaitu surat al-A’raf ayat 172 yang artinya:

“Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawaban: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”]

Ayat ini menginformasikan kepada kita bahwa tiruana insan didalam rahim ibu sudah dibaiat oleh Allah swt. dengan akreditasi bertuhan kepada-Nya. Dan tiruana insan yang lahir kedunia ini sudah mengaku bertuhan kepada Allah. Peristiwa ini menjadi indikator bahwa insan dalam rahim itu mengerti dan sanggup memahami makna baiat.

Secara rasional, tidak mungkin Tuhan melaksanakan baiat terhadap orang yang tidak mengerti dan begitu pula insan dalam rahim tidak mungkin sanggup menjawaban sebuah pertanyaan, kalau mereka tidak mengerti makna pertanyaan yang ditujukan kepadanya. (Lihat lebih lanjut Ahmad Tafsir, Pendidikan Islam dalam keluarga, hal 26-28)

Yang menjadi dilema ialah: “Bagaimana cara melaksanakan pendidikan islam terhadap bayi dalam rahim ibu. sepertiyang sudah dikemukakan terlampau, bahwa pendidikan terhadap bayi dalam rahi tidak secara eksklusif tetapi melalui ibunya (orang tua). Karena itu uraian diberikut iniadalah menyangkut cara mendidik anak dalam rahim melalui ibunya (orang tua).

cara mendidik anak yang masih dalam kandungan

adalah sebagai diberikut:

Ayah dan ibu yang sedang mengandung harus berprilaku yang baik dan terpuji, sopan, lembut dalam berbicara, bergaul dengan baik. Kelembutan kesopanan dalam pergaulan antara ayah dan ibu dan terhadap orang lain. Prilaku ibarat ini akan membuat ketentraman dan ketenangan dalam rumah tangga, yang pada alhasil kuat kepada anak dalam kandungan. Ibu dan ayah harus berupaya keras untuk menghindari perbuatan-perbuatan yang buruk seperti: mencela/mengejek, mencuri, berdusta, menipu dan sebagainya. Hal-hal yang ibarat ini sanggup menghipnotis anak dalam kandungan.

Ibu yang sedang hamil harus aktif melaksanakan ibadah,yaitu mendirikan shalat, begitu pula ibadah-ibadah lainnya, ibarat bersedakah,menyantuni anak yang membutuhkan. Apa yang dilakukan oleh si ibu tadi secara otomatis mengikut sertakan anaknya, lantaran tidak mungkin meninggalkan bayinya lantaran ia masih dalam rahim.

Ibu dianjurkan rajin membaca al-Qur’an sebanyak mungkin. Bacaan al-Qur’an akan memdiberi rangsangan aktual kepada sang bayi.
Ibu dianjurkan untuk senantiasa berdoa. melaluiataubersamaini berdoa akan mengakibatkan perasaan bersahabat dengan Tuspesialuntukng akan mengakibatkan rasa damai dan selalu dalam dukungan Tuhan. Berdoa sebaiknya dilakukan setiap selesai shalat, minta kepada Tuhan semoga didiberi anak yang shaleh dan menjadi penyenang hati. (surat al-Furqan ayat 73).

Baca Juga: