Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Perkebunan

Bai’ Al-Murabahah

Bai’ Al-Murabahah

Bai’ Al-Murabahah

Bai’ Al-Murabahah pada dasarnya adalah transaksi jual beli barang dengan tambahan keuntungan yang disepakati. Untuk memenuhi kebutuhan barang oleh nasabahnya, bank membeli barang dari supplier sesuai dengan spesifikasi barang yang dipesan atau dibutuhkan nasabah, kemudian bank menjual kembali barang tersebut kepada nasabah dengan memperoleh marjin keuntungan yang disepakati.

Pinsip murabahah banyak diterapkan daram pembiayaan pengadaan barang investasi. Skema ini paling banyak digunakan karena sederhana dan menyerupai kredit investasi pada bank konvensional. Skema murabahah sangat berguna bagi seseorang yang membutuhkan barang secara mendesak tetapi kekurangan dana. Ia meminta kepada bank agar membiayai pembelian barang tersebut dan membayarnya sesuai kemampuan keuangannya. Harga jual pada pemesanan adarah harga pokok ditambah marjin keuntungan yang disepakati. Kesepakatan harga jual dicantumkan dalam akad jual beli dan tidak dapat berubah menjadi lebih mahal selama berlakunya akad.

Transaksi dengan prinsip Bai’ al-Murabahah ini dapat dijelaskan sebagai berikut: PT Anda Tbk membutuhkan mesin baru untuk mengganti mesin lamanya yang sudah sering rusak sehingga menghambat produksi. Rencana pembelian mesin tersebut terhalang karena jumlah cadangan pembelian mesin baru hanya sebesar Rp 300 juta. Jumrah ini sangat jauh dari cukup PT Anda.

Kemudian mengajukan permohonan pembiayaan untuk jangka waktu 3 tahun kepada PT Bank Syariah Anti Riba (Bank SAR) dengan menyampaikan proposal dan spesifikasi serta proyeksi harga mesin yang diinginkan. Selanjutnya Bank SAR menyanggupi membiayai pengadaan mesin baru dengan harga Rp 1 miliar, sudah termasuk biaya instalasi. Apabila diasumsikan margin keuntungan bank disepakati 15%  p.a dan PT Anda Tbk bersedia membiayai sebagian pembelian mesin tersebut dengan menyetor Rp300 juta. Perhitungan pembiayaan tersebut sebagai berikut:

Jumlah pembiayaan yang diberikan bank adalah sebesar Rp700 juta (Rp I miliar – Rp300 juta). Marjin keuntungan Rp 315 juta (Rp700juta x l5% x 3 tahun). Harga jual mesin oleh bank dihitung sebagai berikut:

Harga beli mesin                     =  Rp1.000.000.000

Margin keuntungan                 =  Rp   315.000.000

Harga jual bank                       =  Rpl .315.000.000

Uang muka                              =  Rp   300.000.000

Sisa Angsuran                         =  Rp1.015.000.000

Cicilan perbulan selama 36

bulan: Rp 1.0 I 5.000.000/35  = Rp      28.194.445

 

sumbe r:

https://thesrirachacookbook.com/seva-mobil-bekas/

Categories:
Perkebunan
You Might Also Like