Cara Anak Berkembang Dan Belajar

Cara Anak Berkembang Dan Belajar

Cara Anak Berkembang Dan Belajar

Cara Anak Berkembang Dan Belajar
Cara Anak Berkembang Dan Belajar

Cara anak berkembang dan belajar secara umum

dalam (Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP-UPI, 2007;104) dapat dijelaskan melalui prinsip-prinsip berikut :

  1. Perkembangan berlangsung sebagai keseluruhan ranah fisik, sosial, emosional, dan kognitif yang saling terjalin.
  2. Perkembangan terjadi dalam suatu urutan yang relatif diprediksi; abilitas, ketrampilan, dan pengethuan selanjutnya dibangun berdasarkanapa yang sudah diperoleh terdahulu.
  3. Perkembangan berlangsung dengan rentang yang bervariasi antar anak dan juga  antar bidang perkembangan dari masing-masing fungsi.
  4. Pengalaman awal memiliki pengaruh kumulatif dan tertunda terhadap perkembangan anak. Periode-periode optimal terjadi untuk tipe perkembangan dan belajar tertentu.
  5. Perkembangan berlangsung dalam arah yang dapat diprediksi ke arah kompleksitas, kekhususan, organisasi dan internalisasi yang lebih meningkat.
  6. Perkembangan dan belajar terjadi dalam dan dipengaruhi oleh konteks sosial dankultural yang majemuk.
  7. Anak adalah pembelajar atif, mengambil pengalaman fisik dan sosial.
  8. Perkembangan belajar anak merupakan interaksi kematangan biologis dan lingkungan fisik dan sosial tempat anak tinggal.
  9. Bermain merupakan sarana penting bagi perkembangan sosial, emosional kognitif anak dan juga merefleksikan perkembangan anak.

Disamping pentingnya memperhatikan prinsip-prinsip perkembangan secara umum.

Para ahli juga menekankan pentingnya kebermaknaan belajar bagi anak. Secara singkat (Breadkamp dan Rosegrant, 1991/92; 14-17) anak akan belajar dengan bermakna bila :

  1. Anak merasa aman secara psikologis serta kebutuhan-kebutuhan fisiknya terpenuhi
  2. Anak mengkonstruksi pengetahuan
  3. Anak belajar melalui interaksi sosial dengan orang lain.
  4. Kegiatan belajar anak merefleksikan suatu lingkaran yang tak pernah putus mulai dengan kesadaran kemudian beralih ke eksplorasi, pencarian, dan akhirnya ke penggunaan.
  5. Anak belajar melalui bermain
  6. Minat dan kebutuhan anak untuk mengetahui terpenuhi
  7. Unsur variasi individual anak diperhatikan.

 

Rasa aman secara psikologis

membuat anak mampu mengekspresikan dirinya secara optimal, sehingga mendorong anak berani mengekspresikan dirinya. Kesempatan anak berkreasi membuat pengalamn belajar menjadi bermakna, dengan memberi kesempatan anak mencari akan menumbuhkan kemampuan berpikir kretif secara optimal. Pentingnya interaksi sosial dengan orang lain akan mengembangkan aspek perkembangan kognisi, emosi, dan moralnya. Melalui interaksi sosial anak akan mengekspresikan emosi dan perilaku yang tentunya akan memperkaya pengalaman kognisinya.

Melalui berbagai pengetahuan yang sudah diperoleh

anak akan tumbuh keinginan untuk diterapkan dalam kehidupanya. Dengan memberikan anak kesempatan bermain berarti telah memberikan kesempatan anak untuk belajar.  Dengan memberi anak kesempatan belajar dengan bermain membuat pengalaman belajar yang dirasakan dan dipersepsi secara alami oleh anak yang bersangkutan sehingga menjadi bermakna baginya.

Meskipun pola-pola perkembangan yang lazim dilalui oleh anak, akan tetapi variasi anatar anak yang satu dengan anak yang lainya tetap ada. Anak akan belajar secara bermakna apabila ia diberi kesempatan untuk mendapatkan pelayanan sesuai dengan gaya belajar, minat, dan keunikanya masing-masing.

Sumber : https://www.okeynotes.com/blogs/212521/19499/fungsi-mitokondria