Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Kategori: Agama

Agama

10 Negara Muslim Terkaya di Dunia

10 Negara Muslim Terkaya di Dunia

10 Negara Muslim Terkaya di Dunia

1. Qatar

Kota Doha, Qatar
Negara dengan populasi 1,7 juta jiwa ini berada di puncak daftar negara Muslim terkaya di dunia. Qatar telah membukukan produk domestik bruto per kapita lebih dari 88.919 dolar untuk tahun 2011. Negara ini dianggap sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Pendorong utama untuk pertumbuhan pesat ini disebabkan oleh peningkatan produksi dan ekspor gas alam, minyak dan petrokimia yang terus berlanjut.

2. Kuwait

Kuwait City malam hari
Negara dengan populasi sekitar 3,5 juta jiwa ini adalah negara Muslim terkaya kedua di dunia. Produk domestik bruto per kapita Kuwait adalah 54.654 dolar untuk tahun 2011 (PPP). Kuwait telah memiliki cadangan minyak mentah sebesar 104 juta barel, diperkirakan 10% dari cadangan minyak dunia. Produksi minyak Kuwait diperkirakan akan meningkat menjadi 4 juta barel pada tahun 2020. Industri utama lainnya meliputi jasa pengiriman, konstruksi dan keuangan. Kuwait memiliki sistem perbankan yang berkembang dengan baik dan The National Bank of Kuwait adalah bank terbesar di negara ini dan salah satu yang terbesar di dunia Arab.

3. Brunei Darussalam

Kubah Emas Brunei Darussalam
Brunei adalah negara Muslim terkaya ketiga di dunia. Negara ini memiliki PDB per kapita sekitar 50.506 dolar untuk tahun 2010 (PPP). Negara ini kaya karena ladang minyak dan gas bumi yang luas. Perekonomian negara ini telah didominasi oleh industri minyak dan gas selama 80 tahun terakhir, dan sumber daya hidrogen mencapai lebih dari 90% ekspornya dan lebih dari setengah dari PDB-nya. Negara ini merupakan produsen minyak terbesar keempat di kawasan ini dan eksportir gas alam cair terbesar kesembilan di dunia.

4. Uni Emirat Arab (UEA)

Kota Abu Dhabi
Uni Emirat Arab menempati posisi ke-4 dalam daftar. Kekayaan UEA diperoleh dari minyak dan gasnya sekitar 25 persen dari PDB yang hampir 48.222 dolar untuk 2011 (PPP). Di negara ini, ekspor minyak dan gas bumi memegang peranan penting dalam perekonomian, terutama di Abu Dhabi. Perkembangan sektor konstruksi yang besar dan perluasan basis manufaktur turut membantu negara tersebut untuk mendiversifikasi ekonominya.

5. Oman

Kota Muscat, Oman
Selanjutnya adalah Oman. Negara Ini memiliki PDB per kapita 28.880 dolar untuk 2011. Total cadangan minyak milik Oman mencapai sekitar 5,5 miliar barel. Pada 2010, produksi diperkirakan mencapai 816.000 barel per hari. Gas alam telah meningkat pesat karena pengembangan ladang gas. Cadangan gas alam Oman diperkirakan mencapai 849,5 miliar meter kubik menduduki peringkat 28 dunia. Sumber daya mineral Oman meliputi tembaga, emas, seng, dan besi. Beberapa industri tumbuh di sekitar mereka sebagai bagian dari proses pembangunan nasional, yang telah menyediakan lapangan kerja bagi banyak orang Oman dan telah berkontribusi terhadap GDP negara. Warga negara menikmati standar hidup yang baik.

6. Arab Saudi

Kota Mekkah
Negara ini memiliki PDB per kapita 24.434 dolar untuk tahun 2011. Arab Saudi memiliki cadangan minyak terbesar kedua di dunia yang menguasai lebih dari 95% ekspor Arab Saudi dan 70% dari pendapatan pemerintah . Negara ini juga memiliki cadangan gas alam terbesar keenam di dunia. Negara ini juga berencana meluncurkan enam kota ekonomi yang rencananya akan selesai pada 2020. Keenam kota industri baru tersebut dimaksudkan untuk diversifikasi ekonomi di Arab Saudi.

7. Bahrain

Bahrain malam hari
Selanjutnya adalah Bahrain. Negara ini memiliki PDB per kapita 23.690 dolar untuk tahun 2011. Bahrain dianggap sebagai salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia Arab. Pada tahun 2008, negara ini dinobatkan sebagai pusat keuangan paling cepat berkembang di dunia oleh Indeks Pusat Keuangan Global London. Sektor perbankan dan keuangan Bahrain mendapat keuntungan dari ledakan sektor regional yang didorong oleh permintaan minyak. Minyak adalah produk Bahrain yang paling banyak diekspor. Aluminium dianggap sebagai produk kedua yang paling banyak diekspor, diikuti oleh sektor finansial dan sektor konstruksi.

8. Turki

Kota Istanbul,Turki
Negara ini memiliki PDB per kapita sebesar 16.885 dolar untuk tahun 2011. Turki secara bertahap membuka pasarnya melalui reformasi ekonomi dengan mengurangi kontrol pemerintah terhadap perdagangan luar negeri dan investasi dan privatisasi industri publik. Pariwisata di Turki telah mengalami pertumbuhan yang pesat dan merupakan bagian penting dari perekonomian. Sektor utama lainnya dari ekonomi Turki adalah perbankan, konstruksi, penyulingan minyak, bahan petrokimia dan otomotif. Turki adalah salah satu negara pembuat kapal terkemuka dan berada di peringkat ke-4 di dunia setelah China, Jepang dan Korea Selatan dalam hal jumlah kapal yang dipesan.

9. Libya

Negara ini memiliki PDB per kapita 14.100 dolar untuk 2011. Libya memiliki PDB per kapita ke-4 di Afrika. Libya memiliki cadangan minyak terbesar ke-10 di dunia dan produksi minyak bumi tertinggi ke-17 di dunia. Perekonomian Libya bergantung pada pendapatan dari sektor minyak, yang menguasai semua pendapatan ekspor. Pendapatan minyak yang tinggi dan populasi penduduk yang kecil memberi Libya salah satu PDB per kapita tertinggi di Afrika.

10. Malaysia

Kota Kuala Lumpur, Malaysia
Terakhir dalam daftar ini adalah Malaysia. Negara ini memiliki PDB per kapita sebesar 15.589 dolar untuk tahun 2011. Malaysia memiliki ekonomi pasar yang relatif terbuka dan ekonomi industri yang baru saja dibuka. Malaysia adalah pengekspor sumber daya pertanian, ekspornya yang paling berharga adalah minyak bumi. Negara ini juga merupakan penghasil timah, karet dan minyak sawit terbesar di dunia. Malaysia tetap menjadi salah satu penghasil minyak sawit terbesar di dunia. Pariwisata di Malaysia merupakan sumber pendapatan terbesar ketiga dari bursa. Infrastruktur di Malaysia dianggap sebagai salah satu yang paling berkembang di Asia.

Baca Juga:

Agama

15 Ilmuwan Islam Terkenal dan Jasanya Bagi Dunia

15 Ilmuwan Islam Terkenal dan Jasanya Bagi Dunia

10 Ilmuwan Islam Terkenal dan Jasanya Bagi Dunia

Ilmuwan dan penemu muslim membuat penemuan yang tak terhitung banyaknya dan menulis banyak buku tentang kedokteran, ilmu bedah, fisika, kimia, filsafat, astrologi, geometri dan berbagai bidang ilmu lainnya. Berikut ini beberapa yang paling terkenal diantaranya :

1. Abu Nasr Al-Farabi (872 – 950 M)

Juga dikenal sebagai Alpharabius. Seorang ilmuwan dan filsuf yang dianggap sebagai salah satu pemikir terkemuka di era Abad Pertengahan.

2. Al-Battani (858 – 929 M)

Juga dikenal sebagai Albatenius. Seorang Matematikawan, ilmuwan dan astronom yang memperbaiki nilai awal pada perhitungan panjang tahun dan panjang musim.

3. Ibnu Sina (980 – 1037 M)

Juga dikenal sebagai Avicenna. Filsuf dan ilmuwan Persia yang dikenal karena kontribusinya terhadap filsafat dan kedokteran.

4. Ibnu Battuta (1304 – 1369 M)

Juga dikenal sebagai Syams ad-Din. Seorang penjelah dan ilmuwan yang menulis salah satu buku perjalanan paling terkenal dalam sejarah, yaitu Rihlah.

5. Ibn Rusyd (1126 – 1198 M)

Juga dikenal sebagai Averroes. Seorang filsuf dan ilmuwan yang menghasilkan serangkaian ringkasan dan komentar tentang sebagian besar karya Aristoteles dan pada “Republic“ karya Plato.

6. Muhammad ibn Musa Al-Khwarizmi (780 – 850 M)

Juga dikenal sebagai Algoritmi atau Algaurizin. Karya-karyanya memperkenalkan konsep angka Arab dan konsep Aljabar ke dalam matematika Eropa.

7. Omar Khayyam (1048 – 1131 M)

Seorang ahli matematika, astronom, dan penyair yang dikenal dengan prestasi-prestasi ilmiahnya dan Rubaiyat (“quatrains”).

8. Thabit ibn Qurra (826 – 901 M)

Juga dikenal sebagai Thebit. Seorang matematikawan, dokter dan astronom yang merupakan pembaharu pertama pada sistem Ptolemeus dan pendiri Statika.

9. Abu Bakr Al-Razi (865 – 925 M)

Juga dikenal sebagai Rhazes. Seorang ahli alkimia dan filsuf yang merupakan salah satu dokter terbesar dalam sejarah.

10. Jabir Ibn Haiyan (722 – 804 M)

Juga dikenal sebagai Geber. Dijuluki sebagai Bapak Kimia, dikenal karena karya-karyanya yang sangat berpengaruh pada alkimia dan metalurgi.

11. Ibnu Ishaq Al-Kindi (801 – 873 M)

Juga dikenal sebagai Alkindus. Seorang filsuf dan ilmuwan yang dikenal sebagai filsuf Muslim yang pertama.

12. Ibn Al-Haytham (965 – 1040 M)

Juga dikenal sebagai Alhazen. Seorang Astronom dan matematikawan dikenal karena kontribusinya yang penting terhadap prinsip optik dan penggunaan konsep penelitian ilmiah.

13. Ibnu Zuhr (1091 – 1161 M)

Juga dikenal sebagai Avenzoar. Seorang dokter dan ahli bedah yang dikenal dengan bukunya yang berpengaruh Al-Taisir Fil-Mudawat Wal-Tadbeer (Buku Penyederhanaan Mengenai Terapi dan Diet).

14. Ibnu Khaldun (1332 – 1406 M)

Seorang ahli historiografi dan sejarawan yang mengembangkan salah satu filosofi sejarah nonreligius yang paling awal. Sering dianggap sebagai salah satu pelopor historiografi, sosiologi dan ekonomi modern.

15. Ibn Al-Baitar (1197 – 1248 M)

Seorang ilmuwan, ahli botani dan dokter yang secara sistematis mencatat penemuan yang dilakukan oleh dokter-dokter Islam di Abad Pertengahan.

Sumber: www.wfdesigngroup.com

Agama

Masalah Khilafiyah Pada Masa Imam Mujtahid

Masalah Khilafiyah Pada Masa Imam Mujtahid

Masalah Khilafiyah Pada Masa Imam Mujtahid

Latar belakang khilafah pada masa Mujtahid

ini didahului dengan pecahnya umat Islam menjadi tiga golongan yakni Khawarij, Syi’ah dan Jumhur Muslimin.

Pengelompokan tersebut membawa akibat yang sangat luas didalam pertumbuhan hukum Islam. Terutama didalam masalah fiqih yang diwarnai golongan-golongan tersebut. Masing-masing kelompok membuat gaya fiqih sendiri untuk mempertahankan pendapatnya.
Misalnya golongan Khawarij berpendapat:

a. Pemerintah yang diakui oleh mereka ialah yang dipilih kaum muslimin, walaupun bukan dari golongan Quraisy. Apabila pilihan ini jatuh pada seseorang maka wajib menerimanya. Kalau ternyata dia bertindak dhalim wajiblah dipecat.

b. Amal ibadah berupa shalat, puasa, zakat dan haji adalah salah satu rukun islam. Oleh karena itu tidak dianggap iman seseorang yang hanya dengan tasdik di hati dan ikrar di lidah jika tidak disertai amal perbuatan.

Golongan Syi’ah juga mengeluarkan pendapat, antara lain

a. Tafsiran al-Qur’an yang dijadikan pegangan mereka ialah apa-apa yang sudah disetujui atau dibenarkan oleh imam-imam mereka. Karena menurut mereka al-Qur’an itu mempunyai arti dhahir dan bathin. Yang diketahui oleh umum adalah arti yang dhahir. Sedangkan arti batin hanya dapat diketahui oleh imam-imam mereka.

b. Hadist-hadist yang dipandang sah ialah hadist-hadist yang diriwayatkan oleh imam-imam mereka.

c. Masalah ijma’, mereka bersedia memakainya dengan syarat imam mereka ikut didalamnya.tanpa ikut sertanya imam mereka ijma’ tidak dianggap hujjah oleh mereka, karena pendapat orang banyak sama saja dengan pendapat perseorangan.

d. Mereka memandang bahwa nikah mut’ah itu halal dalam agama islam sampai hari kiamat. Bahkan mereka memandang bahwa nikah itu adalah suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.

e. Mereka memandang tidak syah perkawinan seorang muslim dengan perempuan kafir kitabi.
Sedangakn dari kelompok jumhur kaum muslimin didalam melahirkan hukum islam itu terbagi menjadi dua golongan, yaitu:

a. Golongan yang terpengaruh kepada cara berfikir ulama’ Hijaz.
Ulama’ Hijaz didalam berfatwa terpengaruh cara berfikir Ibnu Abbas dan Ibnu Umar ynag keduanya adalah sahabat Nabi yang sangat berpegang kepada nash dan jika terpaksa sekali baru mau menggunakan ra’yu atau ma’qul nash (ketika menghadapi suatu perkara yang sudah terjadi yang tidak ada nashnya).

b. Golongan yang terpengaruh cara berfikir ulama’ Irak.
Adapun golongan ulama’ Irak dalam memberikan fatwa mereka adalah sangat terpengaruh oleh cara berfikir Syayidina Umar, Syayidina Ali dan Ibnu Mas’ud. Mereka ini adalah sahabat Nabi yang terkenal terlalu banyak menggunakan ra’yu.
Sesuai denagn perkembangan situasi pada saat imam-imam Mujtahid ini maka masalah khilafiyah lebih meluas dan mencakup masalah Ushul (dasar hukum).

Baca Juga:

Agama

Masalah Khilafiyah

Masalah Khilafiyah

Masalah Khilafiyah

1. Kejadian Pada Massa Rasulullah Saw

Sebuah hadist masyur sudah banyak diketahui oleh umum umat islam.
اِخْتِلاَفُ أُمَّتِىْ رَحْمَةٌ
Artinya:
“Perbedaan pendapat umatku, hendaknya menjadi rahmat.” (HR. Baihaqy, Hulaimy dan Nashir Naqdas)
Apa yang terjadi pada masa Nabi Muhammad saw, sungguh merupakan contoh yang baik, seperti tersebut didalam hadist dibawah ini:
عَنْ أَبِىْ سَعِيْدٍ اَلْخُدْرِىِّ قَالَ: خَرَجَ رَجُلآَنِ فِىْ سَفَرٍ فَحَضَرَتِ الصَّلاَةُ وَلَيْسَ مَعَهْمَا مَاءٌ فَتَيَمَّمَا صَعِيْدًا طَيِّبَا فَصَلَّيَا. ثُمَّ وَجَدَا الْمَاءَ فِى الْوَقْتِ فَأَعَادَ أَحَدُ هُمَا الصَّلاَةَ ,َالْوُضُوْءَ وَلَمْ يُعِدِ الْاَخَرُ. ثُمَّ اَتَيَا رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَ كَرَا ذَلِكَ لَهُ. فَقَالَ لِلَّذِى لَمْ يُعِدْ أَصَبْتَ السُّنَّةَ وَأَجْزَاَتْكَ صَلَا تُكَ. وَقَالَ لِلْاَ خَرِ لَكَ الأَجْرُ مَرَّ تَيْنِ. (راودأبوراوروالنسانى)
Artinya:
“Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata: keluar dua orang pada suatu perjalanan sedang waktu shalat telah tiba, kedua orang itu tidak menemukan air untuk berwudhu, maka bertayamum kedua orang itu dengan debu yang bersih, lalu mereka shalat. Setelah mereka shalat mereka dapati air ditempat itu juga, maka seorang dari mereka mengulangi shalatnya dengan wudhu, sedang yang lain tidak mengulangi. Kemudian mereka berdua menghubungi Rasulullah dan menanyakan persoalan tersebut bagaimana hukumnya. Maka Rasul menjawab kepada yang tidak mengulang: Engkau telah kerjakan menurut sunnah dan cukup buatmu sembahyang dan cukup buatmu shalatmu, dan sabdanya kepada yang lain: Engkau dapat ganjaran dua kali.” (HR. Abu Daud dan Nasa’i)

Segolongan sahabat Nabi sedang didalam perjalanan diantara mereka terdapat Umar dan Muadz. Mereka memerlukan mandi wajib sedang mereka tidak menemukan air untuk mandi. Lalumasing-masing melakukann ijtihadnya. Muadz berijtihad bahwa tanah itu seperti halnya air, dalam fungsinya seperti air sebagai alat bersuci (thaharah). Kemudian ia berguling/melumurkan badannya dengan tanah itu dan terus shalat.

Tetapi ijtihad Umar bersabda, yakni menundakan sembahyang. Ketika persoalan inni diajukan kepada Nabi ternyata keduanya menyalahi dalil.
Nabi memberi contoh melalui al-Qur’an dan Hadist:
فَا مُسَحُوْا بِوُجُوْ هِكُمْ وَاَيْدِ يْكُمْ مِنْهُ. (الماءدة: 25)
Artinya:
“Maka sapulah mukamu dan tapak tanganmu dengan tanah itu.” (QS. Al-Maidah: 25)

إِنَّمَا يَكْفِيْكَ أَنْ تَقُوْلَ بِيَدَيْكَ هَكَذَا ثُمَّ مَسَحَ الشِّمَالَ عَلَى الْيَمِيْنِ وَظَا هِرَ كَفَّيْهِ وَوَجْهَهُ. (روادالبخارىومسلم)
Artinya:
“Hanya saja cukup bagimu demikian, dan Nabi memukulkan kedua tangannya ke tanah dan ditiup dikedua tapak tangannya, kemudian menyapu dengan kedua tangannya akan muka dan kedua tapak tangannya.” (HR. Bukhori Muslim)

Khilafiyah pada zaman Nabi Muhammad saw pada waktu itu memeng sudah ada. Hanya masalahnya khilafiyah pada waktu itu belum meluas, sedang Nabi sendiri masih ada. Jadi apabila menjumpai sesuatu persoalan akan lebih mudah untuk segera dipecahkan. Mudah untuk dinetralisir.

Baca Juga: https://www.pendidik.co.id/nama-bayi-perempuan-islami/

2. Khilafiyah Pada Zaman Khulafaurrasyidin

Setelah Nabi Muhammad saw wafat, maka semua masalah agama dan urusan pemerintah ditangani langsung para sahabat-sahabat besar. Beberapa kejadian penting di dalam masalah khilafiyah antara lain:
a. setelah meninggalnya Rasul banyak orang-orang kaya muslim yang ingkar untuk membayarzakat. Sedang mereka tetap muslim dan mendirikan shalat. Tindakan apakah yang harus dikenakan kepada mereka, sedang masalah ini belum pernah diselesaikan pada zaman Nabi.
b. Ketika menghadapi penulisan atau pembukuan al-Qur’an, semula para sahabat mempunyai pendapat yang berbeda-beda. Sebagian setuju, sebagian menolak.[4]
c. Perbedaan pendapat mengenai bagian dari seorang kakek dari warisan. Dalam masalah ini, Ibnu Abbas berpendapat bahwa kakek menjadi penghalang bagi saudara mayit untuk mendapat warisan. Sementara sahabat lain, seperti Umar, Ali dan Zaid berpendapat bahwa saudara mayit baik sekandung maupun seayah, sama-sama mendapat bagian seperti halnya si kakek.[5]
d. Dalam masalah mandi junub wanita. Dari Ibnu menfatwakan bahwa wanita yang mandi junub harus membuka semua sanggulnya sehingga air dapat merata ke seluruh pori-pori kulit kepala. Waktu fatwa ini sampai ke telinga ‘Aisyah (istri Nabi), beliau memberi reaksi yang nadanya tidak menyetujui pendapat tersebut sambil mengeluarkan pertanyyan. Mengapa Ibnu Umar tidak menfatwakan saja supaya wanita mencukur semua rambut kepala? Beliau mengatakan, beliau pernah mandi bersama dengan Nabi dalam satu bejana sambil berkata:

وَمَا أُرِيْدُ أَنْ أَلإْرَأَغَ عَلَى رَأْسِىْ ثَلاَثَ فَرَاغَاتٍ.
Artinya:
“Aku tidak menambah siraman ke kepalaku waktu mandi junub, hanya tiga kali siraman.”
Dengan demikian hadist tersebut memberi kejelasan bahwa wanita yang mandi junub itu tidak perlu harus membuka semua sanggulnya.

Agama

Pengertian Ikhtilaf & Sejarahnya

Pengertian Ikhtilaf & Sejarahnya

Pengertian Ikhtilaf & Sejarahnya

Pengertian Ikhtilaf

Ikhtilaf menurut bahasa adalah perbedaan paham (pendapat). Ikhtilaf berasal dari bahasa Arab yang asal katanya adalah khalafa-yakhlifu-khilafan (خلف – يخلف – خلافا). Manusia yang sedang berdebat (berbeda pendapat) sering kali berkobar api amarah didadanya. Mereka saling berbantah dan debat kusir yang biasa disebut perang mulut. Terhadap perkara ini Allah menegaskan dalam firman-Nya:
فَا خْتَلَفَ الْأَ حْزَا بُ مِنْ بَيْنِهِمْ, فَوَيْلٌ لِلَّذِ يْنَ كَفَرُوْا مِنْ مَشْهَدِ يَوْمٍ عَظِيْمٍ (مريم :37)
Artinya:

“Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) diantara mereka, maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar”. (Q.S. Maryam: 37)
وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّا سَ أُ مَةً وَا حِدَةً وَلاَ يَزَ الُوْ نَ مُخْتَلَفِيْنَ (هود: 118)
Artinya:
“Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat”. (Q.S. Hud: 118)
إِنَّكُمْ لَفِيْ قَوْلٍ مُهْتَلِفٍ (الذاريات: 8 )
Artinya:
“Sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda-beda pendapat”. (Q.S. Al-Zariyat: 8)
إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِيْ بَيْنَهُمْ يَوْ مَ الْقِيَا مَةِ فِيْمَا كَا نُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ (يو نس: 93)

Artinya:
“Sesungguhnya tuhan kamu akan memutuskan antara mereka dihari kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu”. (Q.S. Yunus: 93)
Pernyataan Allah dalam beberapa ayat diatas sering terjadi pada diri manusia, karena ikhtilaf memang bisa menimbulkan perbedaan total, baik dalam ucapan, pendapat, sikap maupun pendirian.
Ikhtilaf menurut istilah adalah berlainan pendapat antara dua orang atau beberapa orang terhadap suatu objek (masalah) tertentu, baik berlainan itu dalam bentuk “tidak sama” ataupun “bertenntangan secara diametral”.
Jadi yang dimaksud ikhtilaf adalah tidak samanya atu bertentangannya penilainan (ketentuan) hukum terhadap suatu objek hukum.
Sedangkan yang dimaksud ikhtilaf dalam pembahasan ini adalah perbedaan pendapat diantara ahli hukum islam (fuqaha’) dalam menetapkan sebagian hukum islam yang bersifat furu’iyyah, bukan pada masalah hukum islam yang bersifat ushuliyah (pokok-pokok hukum islam), disebabkan perbedaan pemahaman atau perbedaan metode dalam menetapkan hukum suatu masalh dan lain-lain. Misalnya, perbedaan pendapat fuqoha’ tentang hukum wudhu seorang lelaki yang menyentuh perempuan dan hukum membaca surah al-fatihah bagi ma’mum dalam shalat dan lain-lain.

Sejarah Khilafiyah

Timbulnya perbedaan pendapat dalam masalah hukum syariah dimulai seiring dengan umur ijtihad itu sendiri. Praktik ijtihad pada saat Rasulullah hidup masih sangat sedikit, kecuali dalam kondisi-kondisi tertentu karena ketika itu kaum muslimin masih berada dalam fase turunya wahyu.
Kebutuhan kaum muslimin akan ijtihad mulai tampak setelah wafat Rasulullah dan berpencarnya para sahabat ke berbagai penjuru daerah kaum muslimin.
Jika kita cermati secara mendalam, semua perbedaan pendapat yang terjadi selama ini terkait dengan dua hal berikut:
1. Keberadaan dalil.
2. Pemahaman terhadap dalil
Ada hikmah dari diturunkannya syariah yaitu banyaknya dalil dalam al-Qur’an dan sunnah yang mengandung banyak arti (dapat dipahami dengan beragam makna). Ini karena al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab dan kemungkinan banyaknya makna dalam sebuah lafadz bahasa Arab adalah hal yang lazim. Hal ini juga merupakan salah satu keiistimewaannya.

Baca Juga: https://www.pendidik.co.id/sholat-rawatib/

Hikmah Allah Swt juga terdapat dalam penciptaan dimana manusia diciptakan secara beragam. Allah Swt menjadikan akal dan kemampuan manusia berbeda-beda. Orang berakal pasti meyakini bahwa kedua contoh diatas menimbulkan aksioma, yakni adanya perbedaan dalam pendapat dan hukum. Mari kita lihat dengan perbandingan matematis sebagai berikut:

Perbedaan dalam Pendapat

1. Nash dalil yang mengandung kemungkinan makna lebih dari satu ditambah dengan pemahaman yang beragam, maka akan menghasilkan pendapat yang berbeda.

2. Nash dalil yang bersifat qath’i (menunjukan hanya satu makna) ditambah dengan pemahaman ynag sama, maka akan menghasilkan pendapat yang sama.

Orang-orang yang mengajak kepada penyatuan madzhab dan pemikiran tersebut tidak memahami hikmah Allah dalam penciptaan manusia, bahwa jika Dia mau, Dia akan menjadikan manusia menjadi satu dalam pemikiran dan pemahaman. Jika itu yang dikehendaki, maka Allah akan menurunkan sebuah kitab suci yang menerangkan seluruh persoalan manusia secara terperinci tanpa ada kemungkinan untuk dipahami dengan makna berbeda oleh manusia sampai hari kiamat. Seandainya Allah menghendaki penyatuan pemikiran dan pemahaman manusia terhadap hukum-hukum agamanya, niscaya Dia akan mengubah sifat nash-nash dalil itu dan menyatukan pemahaman manusia. Namun, Allah Swt berkehendak lain.

Diantara hal yang menguatkan hikmah Allah Swt dalam memberikan pilihan ini adalah bahwa kebanyakan dalil syar’i, dilalahnya bersifat zhanni (satu lafadz mempunyai lebih dari satu makna). Dengandipilihnya redaksi yang sedemikian itu, maka seakan-akan Allah Swt menghendaki timbulnya banyak pemahaman terhadap makna yang dikandung oleh lafadz tersebut. Dengan begitu, Allah memberi lapangan bagi akal untuk menelaah, mencermati, memikirkan dan menggali hukum dari firman-Nya dan perkataann Rasul-Nya.

Ketika maslahat ijtihad lebih besar dari mafsadat yang timbul dari perbedaan pendapat, maka sangatlah wajar jika nash-nash dalil dalam masalah itu menggunakan ungkapan-ungkapan yang bersifat zhanni, yang mempunyai kemungkinan untuk dipahami lebih dari satu makna

Agama

Amalan Amalan Sunnah Bulan Ramadhan

Amalan Amalan Sunnah Bulan Ramadhan

Amalan Amalan Sunnah Bulan Ramadhan
Amalan Amalan Sunnah Bulan Ramadhan

Memperbanyak Shalat Sunnah

Memanfaatkan waktu dengan memperbanyak Shalat Sunnah seperti :
shalat sunnah fajar
Shalat sunnah Dhuha
Shalat sunnah Rawatib
Shalat Sunnah sesudah wudhu
Shalat sunnah Tahyatul Masjid
Shalat sunnah mutlaq dan seterusnya.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Beliau bersabda:
عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً
“Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosa.” (HR. Muslim no. 488).

Sedekah

Amalan ibadah bulan Ramadhan tidak hanya yang berhubungan langsung dengan Allah Ta’ala, tapi juga terdapat amalan yang memberikan efek kebaikan langsung kepada orang lain, salah satunya adalah sedekah.
Sedekah di bulan Ramadhan bisa kita lakukan dengan mengeluarkan sedekah seperti biasanya, dan kita akan mendapatkan nilai lebih jika sedekah itu dilakukan dengan memberi makanan berbuka, karena kita mendapatkan pahala sedekah dan pahala memberi makan orang berbuka puasa.

Seperti disebutkan dalam sebuah hadits “Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Turmudzi dan An-Nasa’i)

Sebenarnya memberi makan untuk orang berbuka hanyalah salah satu contoh bentuk kedermawanan yang ingin ditumbuhkan kepada kita. Masih banyak bentuk sedekah yang bisa kita lakukan jika kita punya kelebihan rezeki. Peduli dan sigap menolong orang lain adalah sifat yang ingin dilatih dari orang yang berpuasa.

I’tikaf

I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribada kepada Allah swt. Abu Sa’id Al-khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah beri’tikaf pada awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan, dan paling sering di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. selama waktu i’tikaf, baik itu siang ataupun malam hari, dan tidak keluar dari masjid kecuali untuk memenuhi kebutuhan yang darurat, seperti makan dan buang air.

Seorang yang beri’tikaf menyibukkan dirinya hanya dengan ibadah, berdzikir, membaca Al Qur’an, memperbanyak shalat, dan amalan-amalan ibadah yang lainnya. Ia meninggalkan pekerjaan yang melalaikan dan amalan yang sia-sia sehingga waktu ia beri’tikaf benar-benar menjadi waktu yang ia khususkan untuk mendekatkan dirinya kepada Allah Ta’ala.

Berdakwah

Selama Ramadhan kita punya kesempatan berdakwah yang luas, karena, siapapun di bulan itu kondisi ruhiyahnya sedang baik sehingga siap menerima nasihat. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini. Rasulullah saw bersabda, “barangsiapa menunjuki kebaikan, baginya pahala sebagaimana orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun.

Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Pada bulan Ramadhan ada satu malam yang istimewa yaitu malam lailatul qadar, malam yang penuh berkah. Barangsiapa menghidupkannya, akan diampuni dosanya yang telah lalu, Bahkan mendapat pahala yang berlipat ganda yang lebih baik dari amalan seribu bulan. Rasulullah saw. menyuruh kita mencarinya di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Bahkan, untuk mendapatkan malam penuh berkah itu, Rasulullah saw. mengajarkan kita sebuah doa, “Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.” Ya Allah, Engkaulah Pemilik Ampunan dan Engkaulah Maha Pemberi Ampun. Ampunilah aku. Oleh karena itu, mari kita berlomba-lomba untuk menghidupkan malam laitul qadar dengan memperbanyak amalan-amalan ibadah padanya.

Umrah di Bulan Ramadhan

Jika Anda punya rezeki cukup, pergilah umrah di bulan Ramadhan. Karena, pahalanya akan berlipat-lipat. Ibadah umrah dapat dilakukan sepanjang tahun. Namun umrah di bulan Ramadhan memiliki nilai pahala yang lebih tinggi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Umrah di bulan Ramadhan (pahalanya) menyerupai haji” (HR. Tirmidzi)

Perbanyaklah Taubat

Selama bulan Ramadhan, Allah swt telah membukakan pintu ampunan bagi hamba-hambanya dan setiap malam bulan Ramadhan Allah membebaskan banyak hambaNya dari api neraka. Karena itu, bulan Ramadhan adalah kesempatan emas bagi kita untuk bertaubat kembali ke fitrah kita.

Baca Juga: 

Agama

Pengertian dan Amalan di Bulan Ramadhan

Pengertian dan Amalan di Bulan Ramadhan

Pengertian dan Amalan di Bulan Ramadhan
Pengertian dan Amalan di Bulan Ramadhan

Bulan ramadhan

adalah bulan yang penuh hikmah dan ampunan, karena padanya kebaikan bernilai lebih serta berlipat ganda, dan terdapat padanya amalan-amalan yang tidak terdapat pada bulan lainnya. Itulah mengapa bulan ramadhan dianggap sebagai bulan suci bagi umat islam karena di bulan ramadhan inilah berbagai hal dapat menjadi pahala, bahkan tidurnya orang yang berpuasa di bulan ramadhan pun menjadi pahala. walaupun demikian bukan berarti kita hanya tidur saja tanpa melakukan hal-hal kebaikan lainya. Oleh karenanya, sebaiknya manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

Allah Subhanahu wa Taala berfirman :
يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ أَيَّامًا مَعْدُوْدَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيْضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهُ فِدْيَةُ طَعَامٌ مِسْكِيْنٌ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تـَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ َتــعْلَمُوْنَ شَهْرُ مَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتِ مِنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمْ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كاَنَ مَرِيْضًا أَوْ علَىَ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَياَّمٍ أُخَرَ يُرِيْدُ اللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتــكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوْا اللهَ علَىَ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman diwajbkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) : memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan bulan yang didalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil). Karena itu, barang siapa diantara kalian hadir (dinegeri tempat tinggalnya) dibulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. (Al Baqarah : 183 – 185)

1. Puasa

Amalan yang pertama dan paling utama di bulan Ramadhan adalah melaksanakan puasa yang merupakan rukun Islam yang keempat. Oleh karena itu, mari kita berpuasa bukan sekedar untuk melepaskan kewajiban, tapi kita melaksanakannya dengan penuh keimanan dan mengharap balasan Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Amalan setiap anak Adam dilipat gandakan sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman : ‘Kecuali puasa, ia adalah untuk-Ku. Aku yang membalasnya (tanpa batasan tadi). Ia (orang yang berpuasa-red) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku“. (HR. Muslim)

2. Shalat Malam (Tarawih)

Shalat malam adalah shalat sunnah yang sangat besar pahalanya baik dikerjakan di bulan Ramadhan ataupun di luar bulan Ramadhan. Namun shalat malam di bulan Ramadhan yang kita kenal dengan shalat Tarawih memiliki keutamaan lebih daripada di selain bulan Ramadhan. Diantara pahala yang besar dari shalat Tarawih adalah diampuni dosa yang telah lalu, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang shalat malam di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, diampuni dosanya yang telah lalu“. (Muttafaqun ‘alaih)

Adapun jumlah rakaat dalam solat tarawih, Ada yang meriwayatkan Beliau melaksanakan shalat tarawih berjamaah hanya tiga hari. Saat itu Rasulullah saw melakukannya secara berjamaah sebanyak 11 rakaat dengan bacaan surat-surat yang panjang. Tapi, di saat kekhawatiran akan diwajibakannya shalat tarawih sudah tidak ada lagi, Umar bi Khattab menyebutkan jumlah rakaat shalat tarawih adalah 21 atau 23 rakaat (HR. Abdur Razzaq dan baihaqi).

Baca Juga: https://www.dutadakwah.co.id/bacaan-ayat-kursi-beserta-terjemahan-dan-keutamaannya-lengkap/

3. Membaca dan Tadabbur Al Qur’an

Bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur’an. Pada bulan Ramadhan, Al Qur’an diturunkan. Allah Ta’ala berfirman, “Bulan Ramadhan, bulan yang diturunkan di dalamnya Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil)” (QS. Al Baqarah : 185)

Pada bulan Ramadhan, Jibril ‘alahis salam menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk bersama membaca dan mengulangi bacaan Al Qur’an. Di bulan Ramadhan, para Shahabat dan salafus shalih berlomba-lomba mengkhatamkan Al Qur’an, baik dalam bacaan shalat ataupun bacaan di luar shalat.

Imam Az-Zuhri berkata, “Apabila datang Ramadhan, maka kegiatan utama kita selain berpuasa adalah membaca Al-Qur’an.” Membaca Al Qur’an merupakan amalan yang luar besar nilainya. Tapi mentaddaburi dan memahami maknanya, kemudian mengambil petunjuk hidup darinya, itulah tujuan Al Qur’an diturunkan. Oleh karena itu, Bacalah dengan tajwid yang baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan isinya. Insya Allah, kita akan menjadi insan yang berkah.

Agama

Tata Cara dan Surat Yang Dibaca Sholat Tarawih

Tata Cara dan Surat Yang Dibaca Sholat Tarawih

Tata Cara dan Surat Yang Dibaca Sholat Tarawih
Tata Cara dan Surat Yang Dibaca Sholat Tarawih

Surat Yang Dibaca Pada Shalat Tarawih

Malam Tanggal 1 sampai pertengahan Ramadhan
Setiap rakaat pertama dibaca 1 surat dari surat-surat berikut secara berurutan yaitu :
At-Takaatsur
Al-Ashr
Al-Fiil
Quraisy
Al-Maa;uun
Al-Kautsar
Al-Kaafiruun
An-Nashr
Al-Lahab
Sedangkan setiap rakaat yang kedua membaca surat Al-Ikhlas
Malam Pertengahan Sampai Akhir Ramadhan
Setiap Rakaat pertama membaca surat Al-qadr
Sedangkan Setiap rakaat Kedua dibaca 1 surat dari surat-surat berikut secara berurutan yaitu :
At-Takaatsur
Al-Ashr
Al-Fiil
Quraisy
Al-Maa;uun
Al-Kautsar
Al-Kaafiruun
An-Nashr
Al-Lahab

Tata Cara Mengerjakan Shalat Tarawih

Tiap-tiap dua rakaat diakhiri dengan salam, setelah selesai shalat tarawih hendaknya diteruskan dengan shalat witir, sekurang kurannya satu rakaat. Umumnya shalat witir dikerjakan tiga raka’at dengan dua salam dan boleh juga dikerjakan tiga raka’at satu salam.

Sebaiknya mengikuti tata cara sholat tarawih sesuai yang dilakukan imam. Kalau imam sholat 8 rakaat + 3 rakaat witir, makmum mengikuti itu. Bila ia ingin menambahi jumlah rakaat, sebaiknya dilakukan di rumah. Kalau imam melaksanakan sholat 20 rakaat maka sebaiknya mengikutinya. Bila ia ingin hanya melaksanakan 8 rakaat, maka hendaknya ia undur diri dari jamaah dengan tenang agar tidak mengganggu jamaah yang masih melanjutkan sholat tarawih. Ia bisa langsung pulang atau menunggu di masjid sambil membaca al-Qur’an dengan lirih dan tidak mengganggu jamaah yang sedang sholat.

Disunnahkan membaca Doa Qunut di shalat witir yang 1 rakaat, pada malam ke 15 bulan ramadhan.

Bagi yang berniat untuk sholat malam (tahajud) dan yakin akan bangun malam, sebaiknya undur diri dengan tenang (agar tidak mengganggu yang masih sholat witir) pada saat imam mulai melaksanakan sholat witir. Malam harinya ia bisa melaksanakan sholat witir setelah tahajud. Bagi yang tidak yakin bisa bangun malam untuk sholat malam (tahajud), maka ia sebaiknya mengikuti imam melaksanakan sholat witir dan malam harinya dia masih disunnahkan melaksanakan sholat malam (tahajud) dengan tanpa melaksanakan witir.Dalam melaksanakan salat tarawih juga disunnahkan duduk sebentar setelah salam, pada setiap rakaat keempat. Inilah mengapa disebut tarawih yang artinya “istirahat”, karena ‘mushali’ duduk sebentar beristirahat setiap empat rakaat.

Tidak ada bacaan khusus selama duduk tersebut, namun disunnahkan memperbanyak berzikir. Istilah tarawih sendiri belum ada pada zaman Nabi saw. Pada saat itu salat tarawih hanya disebut dengaan salat malam atau salat ‘qiyam al lail’.
Salat tahajjud adalah salat malam yang dilaksanakan setelah tidur. Apabila salat tarawih dilaksanakan setelah tidur maka ini juga termasuk salat tahajjud.
Disunnahkan juga dalam salat tarawih untuk mengeraskan suara ketika membaca Fatihah dan surah.

Baca Juga: https://www.dutadakwah.co.id/sayyidul-istigfar/

Doa Setelah Sholat Tarawih

Berikut ini adalah Do’a sesudah sholat tarawih tulisan arab dan latin serta terjemahnya
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ : اَلْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًايُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ , اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ , اَللَّهُمَ اجْعَلْنَا بِاْلاِيْمَانِ كَمِلِيْنَ , وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْن . وَللِصَّلاَةِحَافِظِيْنَ , وَللِزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ , وَلِمَاعِنْدَكَ طَالِبِيْنَ , وَلِعَفْوِكَ رَاجِيِّنَ , وَبِاْلهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ , وَعَنِ اللَّغْوِمُعْرِضِيْنَ , وَفىِ الدُّنْيَازَاهِدِيْنَ , وَفىِ اْلاخِرَةِرَاغِبِيْنَ , وَبِالْقَضَاءِرَضِيْنَ , وَبِالنَّعْمَاءِشَاكِرِيْنَ , وَعَلىَ اْلبَلاَءِصَابِرِيْنَ , وَتَحْتَ لِوَءِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍصَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ , وَاِلىَ اْلحَوْضِ وَارِدِيْنَ , وَاِلىَ اْلجَنَّةِدَلخِلِيْنَ , وَمِنَ النَّارِنَاجِيْنَ , وَعَلَ سَرِيْرِاْلكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ , وَمِنْ حُوْرِاْلِعَيْنِ مُتَزَوِّجِيْنَ , وَمِنْ سُنْدُ سٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَّدِيْبَاحٍ مُتَلَبِّسِيْنَ , وَمِنْ طَعَامِ اَلجَنَّةِ آ كِلِيْنَ وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًى شَارِبِيْنَ , بِاَكْواَبٍ وِّاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْن , مَحَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِْدِّ يْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِوَالصَّلِحِيْنَ , وَحَسُنَ اُولَئِكَ رَفِيْقًا , ذَلِكَ اْلَفَضْلُ مِنَ الله وَكَفىَ بِاللهِ عَلِيْم َ وَاْلحَمْدُ لله رَبِّالْعَالَمِيْن

“Ya Allah, jadikanlah kami (orang-orang) yang imannya sempurna, dapat menunaikan segala fardlu, menjaga shalat. Menunaikan zakat, menuntut/mencari segala kebaikan di sisiM, mengharap ampunan-Mu senantiasa memegang teguh petunjuk-petunjukMu, terlepas/terhindar dari segala penyelewengan dan zuhud di dunia dan di akherat dan tabah (sabar) menerima cobaan, mensyukuri segala nikmat-Mu dan semoga nanti pada hari kiamat kami dalam satu barisan di bawahnaungan panji-panji junjungan kita Nabi Muhammad saw, dan melalui talaga yang sejuk, masuk didalam sorga, terhindar dari api neraka dan duduk di tahta kehormatan, didampingi oleh bidadari sorga, dan mengenakan baju-baju kebesaran dari sutra berwarna-warni, menikmati santapan sorga yang lezat, minum susu dan madu yang suci bersih dalam gelas-gelas dan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat pada mereka dari golongan para Nabi, shiddiqin dan orang-orang yang syahid serta orang-orang shahih. Dan baik sekali mereka menjadi teman-teman kami. Demikianlah kemurahan dari Allah SWT, dan kecukupan dari Allah Yang Maha Mengetahui. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam”.

Agama

Awal tahun ini

Awal tahun ini

Awal tahun ini

Malam tahun baru
suara mercon berpacu suara bising kendaraan
lampu-lampu jalan enggan terlihat
sudut malam tak lagi sunyi
semarak pesta kembang api
menandai pergantian hari
orang lalu lalang menghuni jalan
mata-mata sayu terus berjaga
entah menunggu apa
teriakan orang-orang mengusik serangga malam
tukang nasi goreng, jagung bakar, martabak,
kacang rebus, sampai gado-gado
masih saja bergadang menunggu panggilan pesanan
klakson berirama tak karuan
mengejutkan sepasang manusia yang sedang kasmaran
mencuri peluk cium di balik bangku taman
sedang seorang bayi menangis
mendengar keramaian luar dari kamar
ditinggal ibunya ke kamar mandi
sudut malam tak lagi sunyi
semarak pesta kembang api
menandai pergantian hari
Solo, 2009

Catatan masa lalu
kau tumbuhkan duri pada hari-hari yang berlari
mengejarmu jauh dan menelungkupkan masa lalu
di antara puing sisa hidup yang terkotak-kotak
mengalir air mata terbenam keangkuhan dunia
kau yang menyusun masa lalu
kau yang meninggalkan masa lalu
kau bawa lari menuju rimba dan hilang arah
mencoba memusnahkan apa yang pernah kau catat
namun tubuhmu serupa batu
yang berat untuk berjingkat
yang sedikit demi sedikit luluh terkikis musim
sobeklah catatan yang masih saja kau hafal itu
buang atau bakar saja sampai tak tersisa
hanya saja kau perlu belajar mengingat
setiap episode kehidupan
berawal dari catatan yang telah kau catat sendiri

Sumber : https://obatpenyakitherpes.id/tanks-a-lot-mod/

Agama

Shalawat Jami’a, Shalawat Jibril Muthowwif bin Nuur & Shalawat Miftah

Shalawat Jami’a, Shalawat Jibril Muthowwif bin Nuur & Shalawat Miftah

Shalawat Jami'a, Shalawat Jibril Muthowwif bin Nuur & Shalawat Miftah
Shalawat Jami’a, Shalawat Jibril Muthowwif bin Nuur & Shalawat Miftah

Shalawat Jami’a

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ, وَعَلَى جَمِيْـعِ الأَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ, وَعَلَى جِبْرِيْلَ وَمِيْكَائِيْلَ وَإِسْرَافِيْلَ وَمَلَـكِ الْمَـوْتِ وَحَمَلَةِ العَرْشِ, وَعَلَى الْمَلآئِكَةِ أَجْمَعِيْنَ, وَعَلَى الأَوْلِيَـآءِ وَالـصَّالِحِيْنَ, وَعَلَى جَمِيْعِ عِبَادِكَ الْمُؤْمِنِيْنَ, فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ عَدَدَ مَا وَسِعَهُ عِلْمُكَ, آمِيْنَ

“Ya Allah! Limpahkanlah rahmat, kesejahteraan dan keberkatan ke atas penghulu kami Muhammad dan ke atas keluarganya, sekalian Nabi, Rasul, Jibril, Mikail, Malaikat Maut dan Pemikul-Pemikul Arasy, serta ke atas sekalian Malaikat , wali-wali dan orang-orang yang soleh, pada setiap kelipan mata dan hembusan nafas sebanyak mana luasnya ilmuMu. Perkenankanlah, ya Allah!”

Shalawat Jibril Muthowwif bin Nuur

ALLAAHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADININ NUURIL KAAMILI WA ALAA SAYYIDINAA JIBRIILA AL-MUTHOWWIFI BINNUURI ROSUULI ROBBIL AALAMIIN YAA QORIIBU YAA MUJIIBU YAA SAMII ADDU’AA-I YAA LATHIIFAN BIMAA YASYAA’U NAWWIRILLAAHUMMA ALAINAA QULUUBANA WAQUBUURONAA WA ABSHOORONAA WABASHOO IRONA BIROHMATIN MINKA YAA ARHAMAR ROOHIMIIN.

Manfaat Sholawat Ini :
Sholawat untuk memperoleh salam dan sambutan para malaikat saat ajal menjelang, minimal dibaca 3x setiap selesai sholat fardhu dilakukan. Salam dan kebahagiaan Rasulullah Saw di alam barzakh, menyambut pemilik ruh ini ketika di dunia seringkali membacakannya hingga menyatu dalam kelembutan sifatnya.

Shalawat Miftah

اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مِفْتَاحِ بَابِ رَحْمَةِ اللهِ، عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ، صَلاَةً وَسَلاَماً دَائِمَيْنِ بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ

Allahumma shalli wa sallam ‘alaa sayyidina Muhammadin wa ‘alaa aali sayyidina Muhammadin miftahi baabi rahmatillah, adada maa fii ‘ilmillahi, shalatan wa salaman da’imayni bidawaami mulkillahi

Artinya:” Ya Allah, berikanlah shalawat dan salam kepada pemimpin kami Nabi Muhammad dan juga para keluarga beliau, beliau merupakan kunci rahmat Allah. Sebanyak sesuatu yang berada dalam pengetahuan Allah, shalawat dan salam yang selamanya tercurah dengan kesenantiasaan kerajaan Allah.”

Shalawat ini dinisbahkan kepada seorang wali besar al-Habib Ali Bin Muhammad al-Habsyiy Radhiyallahu Anhu.

Keutamaannya:

Al-Habib Ali Bin Muhammad al-Habsyiy berkata: ” Shalawat ini memiliki keutamaan yang sudah tereksperimen sebagai wasilah untuk bertemu dengan Rasulullah Shallallahu alaihi Wa sallam dalam mimpi. Beberapa murid kami telah menguji coba memperbanyak membaca shalawat ini hingga mereka berjumpa kepada Rasululallah dalam mimpi. Maka bagi siapa saja yang ingin bertemu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dalam mimpi saat tidurnya, maka hendaklah ia membaca shalawat ini dalam bilangan yang tak terbatas.”

Shalawat Minzanul Ardhi samaawaat

ALLAAHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALIHII SHOLAATAN TAZINUL ARODHIINA WASSAMAAWAATI ADADA MAA FII ILMIKA WA ADADA JAWAAHIRI AFROODI KUROTIL AALAMI WA ADH’AAFA DZAALIKA INNAKA HAMIIDUN MAJIIDUN.

Manfaat Sholawat Ini :

Sholawat ini disebutkan dalam kitab Kunuuzil Asror, tentang sholawat ini Syekh Al-Iyasy berkata, Sholawat ini mempunyai rahasia (sir) yang sangat besar dan keutamaan yang sangat banyak serta menyamai 100.000 ribu sholawat yang lainnya bagi mereka yang mengamalkannya secara istiqomah kurang lebih selama 40 hari/lebih dari itu.

Baca Juga: