Keutamaan Shalat Tarawih 30 Malam Ramadhan

Keutamaan Shalat Tarawih 30 Malam Ramadhan

Keutamaan Shalat Tarawih 30 Malam Ramadhan
Keutamaan Shalat Tarawih 30 Malam Ramadhan

Bulan ramadhan

salah satu serpihan dari 12 bulan yang diturunkan oleh Allah selama setahun. Bulan ramadhan ialah bulan yang paling dimuliakan yang diperuntukkan khusus oleh umat Nabi Muhammad SAW., sebab didalamnya terdapat kemulian-kemulian. Ramadhan ialah bulan yang dilipat gandakan pahala bagi orang mukmin yang sudah melaksakan amal ibadah. Adapun keistimewaan bulan ramadhan, Saidina Ali Bin Abi Thalib ra. berkata, bahwa suatu saat Rasulullah ditanya ihwal keutamaan-keutamaan sholat tarwih di bulan ramadhan maka dia bersabda :

“Orang mukmin terlepas dari dosanya”

Pada permulaan malam tarawih oraqng mukmin itu membersihkan dari dosanya menyerupai hari dia dilahirkan dari kandungan ibunya.
Pada malam kedua, dia diampuni dan juga kedua orang tuanya apabila dia mukmin
Pada malam ketiga, ada salah satu malaikat mengundang dari bawah arsy : “Mulailah bekerja maka Allah akan mengampuni dosamu yang lalu.
Pada malam keempat, baginya pahala sebanyak pahala membaca kitab taurat, injil, tsabur dan Al-Qur’an
Pada malam kelima, Allah memdiberi pahala kepadanya menyerupai pahala orang yang mengerjakan sholat dimasjidil Haram, dimasjid madinah dan dimasjidil aqsha.
Pada malam keenam, Allah memdiberi pahala kepadanya menyerupai pahala orang yang melaksanakan tahawaf di baitil Ma’muri dan memohon ampun pula untuknya tiruana batu-batu dan tanah liat keras.
Pada malam ketujuh, seakan akan dia bertemu dengan Nabi Musa As. dan memmenolongnya memerangi Firaun dan Haaman.
Pada malam kedelapan, Allah ta’aalaa mempersembahkan kepadanya menyerupai apa apa yang sudah didiberikan kepada Nabi Ibrahim As.
Pada malam kesembilan, seakan akan dia sudah mengajarkan ibadah menyerupai Ibadahnya Nabi (Muhammad) Asw.
Pada malam kesepuluh, Allah mempersembahkan rizqi kepadanya kebaikan dunia dan akhirat.

Baca Juga: Ayat Kursi

Pada malam kesebelas, dia akan keluar dari dunia (mati) menyerupai hari dia dilahirkan dari kandungan ibunya.
Pada malam kedua belas, besok hari Qiyamat dia hadir sedang wajahnya elok menyerupai bulan purnama.
Pada malam ketiga belas, dia dihari Qiyamat dia selamat kondusif dari segala resiko.
Pada malam keempat belas, para mala-ikat sudah hadir mempersembahkan persaksian bahwa dia sungguh-sungguh sudah mengerjakan shalat taraawih, maka Allah tidak akan menghisabnya di hari Qiyamat.
Pada malam kelima belas, para malaikat dan para pembawa ‘Arsy dan dingklik memohonkaan tambahnya kebaikan untuk dia.
Pada malam ke enam belas, Allah mencatat dia bebas selamat dari neraka dan bebas masuk sorga.
Pada malam ketujuh belas, dia diberi pahala sebanyak pahala para nabi.
Pada malam kedelapan belas, salah seorang malaa-ikat mengundang : ” Hia hamba Allah, sebetulnya Allah sudah ridha kepadamu dan kepada kedua orang tuamu.
Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat deratnya disorga firdaus.
Pada malam kedua puluh, dia didiberi pahala sebanyak pahala para syuhdaa-i dan shaalihiin.

Pada malam kedu puluh satu, Allah membangunkan baginya sebuah rumah dari cahaya sorga.
Pada malam kedua puluh dua, di hari Qiyamat dia hadir dengan keadaan kondusif dari segala macam rasa susah dan duka.
Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangunkan baginya sebuah kota di dalam sorga.
Pada malam kedua puluh empat, baginya kedua puluh empat do’a yang dikabulkan.
Pada malam kedua puluh lima, Allah menghapuskan siksa kubur dari padanya.
Pada malam kedua puluh enam, Allah meningkatkan baginya pahala selama empat piluh tahun.
Pada malam kedua puluh tujuh, dihari Qiyamat dia melewati jembatan (shirathal mustaqiim) dengan praktis lagi cepat laksana hali lintar menyambar.
Pada malam kedua puluh delapan, Allah mengangkat seribu derajat baginya dilam sorga.
Pada malam kedua puluh sembilan, Allah mempersembahkan kepadanya pahalah seribu ibadah haji yang diterima.
Pada malam ketiga puluh, Allah berfirman : “Makanlah buah buahan sorga, mandilah dengan air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar, Aku ialah Tuhanmu dan engkau ialah hambaKu”. (Majaalis)

Pendidikan anak sehabis berkeluarga

Pendidikan anak sehabis berkeluarga

Pendidikan anak sehabis berkeluarga
Pendidikan anak sehabis berkeluarga

1. Berdoa sebelum senggama

Doa yang diajarkan oleh Rasulullah saw sebelum senggama adalah:
“Bismillahi Allahumma jannibnas syaithoni wajannibis syaithoni mimmaa rozaqtanaa”
Artinya:
“Bismillah! Ya Allah jauhkanlah syetan dari kami dan jauhkan pula syetan dari anak (yang mungkin) Engkau karuniakan kepada kami”.
Yang sanggup dipahami dari hadis ini ialah bahwa kita berdoa kepada Allah semoga kita tidak terganggu oleh syaitan dan anak yang mungkin akan diamatkan kepada kita, nantinya tidak diganggu oleh syaitan pula, sehingga ia sanggup didik dan berkembang sesuai fitrahnya. Berdoa berarti mendekatkan diri kepada Allah swt, dan meyakini wacana ke Maha Kuasaan-Nya.

2. sehabis konsepsi (dalam kandungan)

Sebahagian jago pendidik beropini bahwa pendidikan dimulai semenjak anak dalam kandungan. Namun mereka mengakui bahwa pendidikan dalam kandungan ini belum berlangsung pendidikan yang sebenarnya, lantaran pendidik dan penerima didik tidak terjadi interaksi berguru mengajar secara langsung, tetapi melalui ibunya atau kedua orang tuanya.
Dalam al-Qur’an terdapat ayat yang sanggup dijadikan dalil bahwa pendidikan sanggup berlangsung didalam rahim ibu, yaitu surat al-A’raf ayat 172 yang artinya:

“Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawaban: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”]

Ayat ini menginformasikan kepada kita bahwa tiruana insan didalam rahim ibu sudah dibaiat oleh Allah swt. dengan akreditasi bertuhan kepada-Nya. Dan tiruana insan yang lahir kedunia ini sudah mengaku bertuhan kepada Allah. Peristiwa ini menjadi indikator bahwa insan dalam rahim itu mengerti dan sanggup memahami makna baiat.

Secara rasional, tidak mungkin Tuhan melaksanakan baiat terhadap orang yang tidak mengerti dan begitu pula insan dalam rahim tidak mungkin sanggup menjawaban sebuah pertanyaan, kalau mereka tidak mengerti makna pertanyaan yang ditujukan kepadanya. (Lihat lebih lanjut Ahmad Tafsir, Pendidikan Islam dalam keluarga, hal 26-28)

Yang menjadi dilema ialah: “Bagaimana cara melaksanakan pendidikan islam terhadap bayi dalam rahim ibu. sepertiyang sudah dikemukakan terlampau, bahwa pendidikan terhadap bayi dalam rahi tidak secara eksklusif tetapi melalui ibunya (orang tua). Karena itu uraian diberikut iniadalah menyangkut cara mendidik anak dalam rahim melalui ibunya (orang tua).

cara mendidik anak yang masih dalam kandungan

adalah sebagai diberikut:

Ayah dan ibu yang sedang mengandung harus berprilaku yang baik dan terpuji, sopan, lembut dalam berbicara, bergaul dengan baik. Kelembutan kesopanan dalam pergaulan antara ayah dan ibu dan terhadap orang lain. Prilaku ibarat ini akan membuat ketentraman dan ketenangan dalam rumah tangga, yang pada alhasil kuat kepada anak dalam kandungan. Ibu dan ayah harus berupaya keras untuk menghindari perbuatan-perbuatan yang buruk seperti: mencela/mengejek, mencuri, berdusta, menipu dan sebagainya. Hal-hal yang ibarat ini sanggup menghipnotis anak dalam kandungan.

Ibu yang sedang hamil harus aktif melaksanakan ibadah,yaitu mendirikan shalat, begitu pula ibadah-ibadah lainnya, ibarat bersedakah,menyantuni anak yang membutuhkan. Apa yang dilakukan oleh si ibu tadi secara otomatis mengikut sertakan anaknya, lantaran tidak mungkin meninggalkan bayinya lantaran ia masih dalam rahim.

Ibu dianjurkan rajin membaca al-Qur’an sebanyak mungkin. Bacaan al-Qur’an akan memdiberi rangsangan aktual kepada sang bayi.
Ibu dianjurkan untuk senantiasa berdoa. melaluiataubersamaini berdoa akan mengakibatkan perasaan bersahabat dengan Tuspesialuntukng akan mengakibatkan rasa damai dan selalu dalam dukungan Tuhan. Berdoa sebaiknya dilakukan setiap selesai shalat, minta kepada Tuhan semoga didiberi anak yang shaleh dan menjadi penyenang hati. (surat al-Furqan ayat 73).

Baca Juga:

Teknik Mendidik Anak sebelum lahir berdasarkan Islam

Teknik Mendidik Anak sebelum lahir berdasarkan Islam

 

Teknik Mendidik Anak sebelum lahir berdasarkan Islam
Teknik Mendidik Anak sebelum lahir berdasarkan Islam

Semua orang bau tanah mengharapkan anak yang dilahirkan menjadi anak yang berbakti, oleh lantaran itu Islam mengajarkan cara yang harus ditempuh oleh kedua orang bau tanah baik sebelum berkeluarga juga sehabis berkeluarga diantaranya yaitu sebagai diberikut ;

a.Pendidikan sebelum berkeluarga

1. Memilih calon istri atau suami yang agamanya baik

Seorang Ahli tafsir DR. Ahmad tafsir menyampaikan bahwa: “Penanaman islam harus dimulai semenjak dini sekali yaitu semenjak menentukan jodoh, dia merujuk pendapatnya kepada hadis Nabi saw.: “Pilihlah daerah pembiasaan benih kalian” (Hadis riwayat Ibnu Majah dan al-Daraqutni).
Maksud dari hadis ini yaitu suatu peringatan untuk berhati-hati menentukan jodoh, lantaran sifat ayah dan atau sifat ibu sanggup menurun kepada sifat anaknya. Jika ayah atau ibunya pembangkang atau jahat, sifat ini kemungkinan besar akan menurun kepada anaknya. Kalau hal ini terjadi, akan susah mendidik anak menjadi orang diberiman. Karena Rasulullah saw memdiberi petunjuk dalam menentukan calon isteri atau suami dalam hadisnya yang artinya:  “Perempuan dinikahi lantaran empat syarat, yaitu: lantaran hartanya (kekayaannya), keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka upayakanlah menerima wanita yang beragama pasti engkau akan beruntug”.

Baca Juga: Rukun Iman

Dari pendapat diatas, sanggup diambil suatu kesimpulan bahwa pendidikan islam itu dimulai pada ketika menentukan jodoh. Lain halnya yang dikemukakan oleh DR. H. Baihaqi AK. Beliau menyampaikan Bahwa masa pemilihan jodoh gres ialah persiapan mendidik anak, belum ialah kegiatan mendidik anak yang sebenarnya. Masa aktif mendidik anak itu dimulai pada ketika isteri aktual mengandung

2. Penyampaian khotbah nikah atau nasehat perkawinan bagi kedua mempelai

Khotbah nikah atau nasehat perkawinan biasanya meliputi pesan-pesan atau petunjuk-petunjuk agama wacana perkawinan, bagaimana seorang suami memperlakukan isterinya dan bagaimana seorang isteri memperlakukan atau melayani suaminya. Semuanya ini bertujuan untuk membuat keluarga sakinah (mawaddah warahmah).Kondisi keluarga sakinah dalam pendidikan sangat kuat terhadap prilaku anak yang akan dilahirkan nantinya.

Doa Minta Hujan Serta Do’a Cara Mengalihkan Hujan Yang Ampuh

Doa Minta Hujan Serta Do’a Cara Mengalihkan Hujan Yang Ampuh

Doa Minta Hujan Serta Do'a Cara Mengalihkan Hujan Yang Ampuh
Doa Minta Hujan Serta Do’a Cara Mengalihkan Hujan Yang Ampuh

Arti Hujan

Hujan ialah salah satu rahmat yang tidak dapat kita hitung nilainya, walaupun kadang hujan ialah salah satu factor bercana alam, akan tetapi dengan hujan juga ialah reski yang diturunkan oleh Allah, tanpa hujan seorang petani akan mengalami gagal tanam, tanpa hujan maka bumi akan kering dan banyak efek yang ditimbulkan terutama pada makhluk hidup akan banyak mengalami kematian. Olehnya itu ketika demam isu kemarau apalagi yang berkepantidakboleh tentunya menghararap adanya hujan yang turun, dan salah satu cara yang harus dilakukan ialah sholat istisqa minta hujan sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw ketika mengalami demam isu kemarau/ kekeenteng.

صَلاَة إِسْتِسْقَى

Adapun cara yang pernah dilakukan oleh Rasulullah, setelah melakukan sholat sunat istisqa 2(dua) rakaat, nabi naik kemimbar membaca khutbah. Dalam khutbah pertama, Nabi membaca istigfar 9kali dan khutbah kedua 7 kali lalu dilanjutkan dengan tahmid, syahadat, dan sholawat serta dilanjutkan dengan nasehat.kemudian do’a bersama.
Adapun do’a yang dicontohkan oleh Nabi SAW sebagai diberikut

Baca Juga: Rukun Islam

Do’a Minta Hujan

“Segala puji-pujian bagi Allah yang memelihara sekalian alam. Pengasih lagi penyayang, menguasai hari pembalasan, tidak ada Tuhan melainkan Allah, yang berbuat sekehendaknya. Ya Allah engkaulah Tuhan, tidak ada Tuhan melainkan Allah. Engkau maha kaya (tidak berhajat kepada siapapun) dan kami yang berhajat kepadaMu, turunkanlah hujan atas kami, dan jadikanlah yang engkau engkau turunkan itu menjadi bekal bagi kami buat beberapa lamanya.”
(Riwayat Abu Daud)
اللهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمِكَ وَاَنْشُرْ رَحْمَتِكَ وَاَحْيَ بَلَدَكَ الْمَيَّتَ
Allahummasqi ‘ibaadaka wabahaaimika wansyur rahmatika wa-ahya baldakal mayyita“Yaa Allah turunkanlah hujan kepada hamba-hamba-Mu dan makhluk-makhluk hewan-Mu, dan sebarkanlah rahmat-Mu, dan hidupkanlah negeri-Mu yang mati”
اللهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا نَا فِعًا غَيْرَ ضَارِ عَا جِلاً غَيْرَ اَجِلِ
Allahumsqinaa gaitsan marii-an marii-‘an naafi’an gaira dhaarin ‘aajilan gaira ajili
“Yaa Allah turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang menyelamatkan, yang baik akibanya, yang deras, yang bermamfaat, tidak membawa mudharat, segera tidak tertunda”.
Do’a Ketika Hujan Turun
اللهُمَّ صَيْبًا نَا فِعًا
Allahumma shaiban naafi’an
“Yaa Allah Jadikanlah hujan yang bermamfaat”
Doa Ketika Hujan Sangat Deras
اللهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا اللهُمَّ عَلى الظَّـرَابِ واْلاَكَامِ وَلْجِبَالِ وَبُطًـوْنِ الْاَوْدِيَةِ وَبَنَابِتِ الشَّجَرِ
Allahumma hawaalaenaa walaa ‘alaenaa, Allahumma ‘aladhdharabi wal-akaami wal-jibaali wabutuunil audiyati wabanaabitis syajari
“Yaa Allah, Turunkanlah terhadap sekeliling kami dan bukan untuk kami, Ya Allah turunkanlah pada bukit-bukit kecil, dan dataran-dataran tinggi dan pegunungan-pegunungan, perut-perut lembah, dan pada tempat-tempat tumbuhnya pohon”.

Teknik Mengalihkan Hujan

Mengalihkan hujan memang sangat dibutuhkan, apalagi dalam situasi mengadakan suatu pesta janji nikah yang tentunya sangat mengharap cuaca yang cerah, olehnya itu apabila sudah melihat hujan akan turun, maka dengan izin Allah insyaallah hujan dapat kita alihkan kedaerah lain atau hujan tersebut tidak hingga pada tempat kita.

Tata Caranya

Adapun caranya cukup simple dan tidak berat dilakukan yakni dengan cara sebagai diberikut :Sesudah melakukan sholat wajib, kerjakanlah sholat sunat rawatib 2 rakaat
Bacalah surah Al-ikhlas sebanyak 40 kali
bacalah doa
اللهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا اللهُمَّ عَلى الظَّـرَابِ واْلاَكَامِ وَلْجِبَالِ وَبُطًـوْنِ الْاَوْدِيَةِ وَبَنَابِتِ الشَّجَرِ
Kemudian lanjutkan dengan do’a sesuai dengan hajat, doa hajat tersebut boleh dengan bahasa keseharian kita. Insya Allah, hujan yang turun akan beralih kedaerah lain.