Amalan Amalan Sunnah Bulan Ramadhan

Amalan Amalan Sunnah Bulan Ramadhan

Amalan Amalan Sunnah Bulan Ramadhan
Amalan Amalan Sunnah Bulan Ramadhan

Memperbanyak Shalat Sunnah

Memanfaatkan waktu dengan memperbanyak Shalat Sunnah seperti :
shalat sunnah fajar
Shalat sunnah Dhuha
Shalat sunnah Rawatib
Shalat Sunnah sesudah wudhu
Shalat sunnah Tahyatul Masjid
Shalat sunnah mutlaq dan seterusnya.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Beliau bersabda:
عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً
“Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosa.” (HR. Muslim no. 488).

Sedekah

Amalan ibadah bulan Ramadhan tidak hanya yang berhubungan langsung dengan Allah Ta’ala, tapi juga terdapat amalan yang memberikan efek kebaikan langsung kepada orang lain, salah satunya adalah sedekah.
Sedekah di bulan Ramadhan bisa kita lakukan dengan mengeluarkan sedekah seperti biasanya, dan kita akan mendapatkan nilai lebih jika sedekah itu dilakukan dengan memberi makanan berbuka, karena kita mendapatkan pahala sedekah dan pahala memberi makan orang berbuka puasa.

Seperti disebutkan dalam sebuah hadits “Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Turmudzi dan An-Nasa’i)

Sebenarnya memberi makan untuk orang berbuka hanyalah salah satu contoh bentuk kedermawanan yang ingin ditumbuhkan kepada kita. Masih banyak bentuk sedekah yang bisa kita lakukan jika kita punya kelebihan rezeki. Peduli dan sigap menolong orang lain adalah sifat yang ingin dilatih dari orang yang berpuasa.

I’tikaf

I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribada kepada Allah swt. Abu Sa’id Al-khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah beri’tikaf pada awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan, dan paling sering di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. selama waktu i’tikaf, baik itu siang ataupun malam hari, dan tidak keluar dari masjid kecuali untuk memenuhi kebutuhan yang darurat, seperti makan dan buang air.

Seorang yang beri’tikaf menyibukkan dirinya hanya dengan ibadah, berdzikir, membaca Al Qur’an, memperbanyak shalat, dan amalan-amalan ibadah yang lainnya. Ia meninggalkan pekerjaan yang melalaikan dan amalan yang sia-sia sehingga waktu ia beri’tikaf benar-benar menjadi waktu yang ia khususkan untuk mendekatkan dirinya kepada Allah Ta’ala.

Berdakwah

Selama Ramadhan kita punya kesempatan berdakwah yang luas, karena, siapapun di bulan itu kondisi ruhiyahnya sedang baik sehingga siap menerima nasihat. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini. Rasulullah saw bersabda, “barangsiapa menunjuki kebaikan, baginya pahala sebagaimana orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun.

Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Pada bulan Ramadhan ada satu malam yang istimewa yaitu malam lailatul qadar, malam yang penuh berkah. Barangsiapa menghidupkannya, akan diampuni dosanya yang telah lalu, Bahkan mendapat pahala yang berlipat ganda yang lebih baik dari amalan seribu bulan. Rasulullah saw. menyuruh kita mencarinya di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Bahkan, untuk mendapatkan malam penuh berkah itu, Rasulullah saw. mengajarkan kita sebuah doa, “Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.” Ya Allah, Engkaulah Pemilik Ampunan dan Engkaulah Maha Pemberi Ampun. Ampunilah aku. Oleh karena itu, mari kita berlomba-lomba untuk menghidupkan malam laitul qadar dengan memperbanyak amalan-amalan ibadah padanya.

Umrah di Bulan Ramadhan

Jika Anda punya rezeki cukup, pergilah umrah di bulan Ramadhan. Karena, pahalanya akan berlipat-lipat. Ibadah umrah dapat dilakukan sepanjang tahun. Namun umrah di bulan Ramadhan memiliki nilai pahala yang lebih tinggi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Umrah di bulan Ramadhan (pahalanya) menyerupai haji” (HR. Tirmidzi)

Perbanyaklah Taubat

Selama bulan Ramadhan, Allah swt telah membukakan pintu ampunan bagi hamba-hambanya dan setiap malam bulan Ramadhan Allah membebaskan banyak hambaNya dari api neraka. Karena itu, bulan Ramadhan adalah kesempatan emas bagi kita untuk bertaubat kembali ke fitrah kita.

Baca Juga: 

Pengertian dan Amalan di Bulan Ramadhan

Pengertian dan Amalan di Bulan Ramadhan

Pengertian dan Amalan di Bulan Ramadhan
Pengertian dan Amalan di Bulan Ramadhan

Bulan ramadhan

adalah bulan yang penuh hikmah dan ampunan, karena padanya kebaikan bernilai lebih serta berlipat ganda, dan terdapat padanya amalan-amalan yang tidak terdapat pada bulan lainnya. Itulah mengapa bulan ramadhan dianggap sebagai bulan suci bagi umat islam karena di bulan ramadhan inilah berbagai hal dapat menjadi pahala, bahkan tidurnya orang yang berpuasa di bulan ramadhan pun menjadi pahala. walaupun demikian bukan berarti kita hanya tidur saja tanpa melakukan hal-hal kebaikan lainya. Oleh karenanya, sebaiknya manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

Allah Subhanahu wa Taala berfirman :
يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ أَيَّامًا مَعْدُوْدَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيْضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهُ فِدْيَةُ طَعَامٌ مِسْكِيْنٌ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تـَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ َتــعْلَمُوْنَ شَهْرُ مَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتِ مِنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمْ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كاَنَ مَرِيْضًا أَوْ علَىَ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَياَّمٍ أُخَرَ يُرِيْدُ اللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتــكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوْا اللهَ علَىَ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman diwajbkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) : memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan bulan yang didalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil). Karena itu, barang siapa diantara kalian hadir (dinegeri tempat tinggalnya) dibulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. (Al Baqarah : 183 – 185)

1. Puasa

Amalan yang pertama dan paling utama di bulan Ramadhan adalah melaksanakan puasa yang merupakan rukun Islam yang keempat. Oleh karena itu, mari kita berpuasa bukan sekedar untuk melepaskan kewajiban, tapi kita melaksanakannya dengan penuh keimanan dan mengharap balasan Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Amalan setiap anak Adam dilipat gandakan sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman : ‘Kecuali puasa, ia adalah untuk-Ku. Aku yang membalasnya (tanpa batasan tadi). Ia (orang yang berpuasa-red) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku“. (HR. Muslim)

2. Shalat Malam (Tarawih)

Shalat malam adalah shalat sunnah yang sangat besar pahalanya baik dikerjakan di bulan Ramadhan ataupun di luar bulan Ramadhan. Namun shalat malam di bulan Ramadhan yang kita kenal dengan shalat Tarawih memiliki keutamaan lebih daripada di selain bulan Ramadhan. Diantara pahala yang besar dari shalat Tarawih adalah diampuni dosa yang telah lalu, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang shalat malam di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, diampuni dosanya yang telah lalu“. (Muttafaqun ‘alaih)

Adapun jumlah rakaat dalam solat tarawih, Ada yang meriwayatkan Beliau melaksanakan shalat tarawih berjamaah hanya tiga hari. Saat itu Rasulullah saw melakukannya secara berjamaah sebanyak 11 rakaat dengan bacaan surat-surat yang panjang. Tapi, di saat kekhawatiran akan diwajibakannya shalat tarawih sudah tidak ada lagi, Umar bi Khattab menyebutkan jumlah rakaat shalat tarawih adalah 21 atau 23 rakaat (HR. Abdur Razzaq dan baihaqi).

Baca Juga: https://www.dutadakwah.co.id/bacaan-ayat-kursi-beserta-terjemahan-dan-keutamaannya-lengkap/

3. Membaca dan Tadabbur Al Qur’an

Bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur’an. Pada bulan Ramadhan, Al Qur’an diturunkan. Allah Ta’ala berfirman, “Bulan Ramadhan, bulan yang diturunkan di dalamnya Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil)” (QS. Al Baqarah : 185)

Pada bulan Ramadhan, Jibril ‘alahis salam menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk bersama membaca dan mengulangi bacaan Al Qur’an. Di bulan Ramadhan, para Shahabat dan salafus shalih berlomba-lomba mengkhatamkan Al Qur’an, baik dalam bacaan shalat ataupun bacaan di luar shalat.

Imam Az-Zuhri berkata, “Apabila datang Ramadhan, maka kegiatan utama kita selain berpuasa adalah membaca Al-Qur’an.” Membaca Al Qur’an merupakan amalan yang luar besar nilainya. Tapi mentaddaburi dan memahami maknanya, kemudian mengambil petunjuk hidup darinya, itulah tujuan Al Qur’an diturunkan. Oleh karena itu, Bacalah dengan tajwid yang baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan isinya. Insya Allah, kita akan menjadi insan yang berkah.

Tata Cara dan Surat Yang Dibaca Sholat Tarawih

Tata Cara dan Surat Yang Dibaca Sholat Tarawih

Tata Cara dan Surat Yang Dibaca Sholat Tarawih
Tata Cara dan Surat Yang Dibaca Sholat Tarawih

Surat Yang Dibaca Pada Shalat Tarawih

Malam Tanggal 1 sampai pertengahan Ramadhan
Setiap rakaat pertama dibaca 1 surat dari surat-surat berikut secara berurutan yaitu :
At-Takaatsur
Al-Ashr
Al-Fiil
Quraisy
Al-Maa;uun
Al-Kautsar
Al-Kaafiruun
An-Nashr
Al-Lahab
Sedangkan setiap rakaat yang kedua membaca surat Al-Ikhlas
Malam Pertengahan Sampai Akhir Ramadhan
Setiap Rakaat pertama membaca surat Al-qadr
Sedangkan Setiap rakaat Kedua dibaca 1 surat dari surat-surat berikut secara berurutan yaitu :
At-Takaatsur
Al-Ashr
Al-Fiil
Quraisy
Al-Maa;uun
Al-Kautsar
Al-Kaafiruun
An-Nashr
Al-Lahab

Tata Cara Mengerjakan Shalat Tarawih

Tiap-tiap dua rakaat diakhiri dengan salam, setelah selesai shalat tarawih hendaknya diteruskan dengan shalat witir, sekurang kurannya satu rakaat. Umumnya shalat witir dikerjakan tiga raka’at dengan dua salam dan boleh juga dikerjakan tiga raka’at satu salam.

Sebaiknya mengikuti tata cara sholat tarawih sesuai yang dilakukan imam. Kalau imam sholat 8 rakaat + 3 rakaat witir, makmum mengikuti itu. Bila ia ingin menambahi jumlah rakaat, sebaiknya dilakukan di rumah. Kalau imam melaksanakan sholat 20 rakaat maka sebaiknya mengikutinya. Bila ia ingin hanya melaksanakan 8 rakaat, maka hendaknya ia undur diri dari jamaah dengan tenang agar tidak mengganggu jamaah yang masih melanjutkan sholat tarawih. Ia bisa langsung pulang atau menunggu di masjid sambil membaca al-Qur’an dengan lirih dan tidak mengganggu jamaah yang sedang sholat.

Disunnahkan membaca Doa Qunut di shalat witir yang 1 rakaat, pada malam ke 15 bulan ramadhan.

Bagi yang berniat untuk sholat malam (tahajud) dan yakin akan bangun malam, sebaiknya undur diri dengan tenang (agar tidak mengganggu yang masih sholat witir) pada saat imam mulai melaksanakan sholat witir. Malam harinya ia bisa melaksanakan sholat witir setelah tahajud. Bagi yang tidak yakin bisa bangun malam untuk sholat malam (tahajud), maka ia sebaiknya mengikuti imam melaksanakan sholat witir dan malam harinya dia masih disunnahkan melaksanakan sholat malam (tahajud) dengan tanpa melaksanakan witir.Dalam melaksanakan salat tarawih juga disunnahkan duduk sebentar setelah salam, pada setiap rakaat keempat. Inilah mengapa disebut tarawih yang artinya “istirahat”, karena ‘mushali’ duduk sebentar beristirahat setiap empat rakaat.

Tidak ada bacaan khusus selama duduk tersebut, namun disunnahkan memperbanyak berzikir. Istilah tarawih sendiri belum ada pada zaman Nabi saw. Pada saat itu salat tarawih hanya disebut dengaan salat malam atau salat ‘qiyam al lail’.
Salat tahajjud adalah salat malam yang dilaksanakan setelah tidur. Apabila salat tarawih dilaksanakan setelah tidur maka ini juga termasuk salat tahajjud.
Disunnahkan juga dalam salat tarawih untuk mengeraskan suara ketika membaca Fatihah dan surah.

Baca Juga: https://www.dutadakwah.co.id/sayyidul-istigfar/

Doa Setelah Sholat Tarawih

Berikut ini adalah Do’a sesudah sholat tarawih tulisan arab dan latin serta terjemahnya
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ : اَلْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًايُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ , اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ , اَللَّهُمَ اجْعَلْنَا بِاْلاِيْمَانِ كَمِلِيْنَ , وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْن . وَللِصَّلاَةِحَافِظِيْنَ , وَللِزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ , وَلِمَاعِنْدَكَ طَالِبِيْنَ , وَلِعَفْوِكَ رَاجِيِّنَ , وَبِاْلهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ , وَعَنِ اللَّغْوِمُعْرِضِيْنَ , وَفىِ الدُّنْيَازَاهِدِيْنَ , وَفىِ اْلاخِرَةِرَاغِبِيْنَ , وَبِالْقَضَاءِرَضِيْنَ , وَبِالنَّعْمَاءِشَاكِرِيْنَ , وَعَلىَ اْلبَلاَءِصَابِرِيْنَ , وَتَحْتَ لِوَءِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍصَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ , وَاِلىَ اْلحَوْضِ وَارِدِيْنَ , وَاِلىَ اْلجَنَّةِدَلخِلِيْنَ , وَمِنَ النَّارِنَاجِيْنَ , وَعَلَ سَرِيْرِاْلكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ , وَمِنْ حُوْرِاْلِعَيْنِ مُتَزَوِّجِيْنَ , وَمِنْ سُنْدُ سٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَّدِيْبَاحٍ مُتَلَبِّسِيْنَ , وَمِنْ طَعَامِ اَلجَنَّةِ آ كِلِيْنَ وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًى شَارِبِيْنَ , بِاَكْواَبٍ وِّاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْن , مَحَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِْدِّ يْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِوَالصَّلِحِيْنَ , وَحَسُنَ اُولَئِكَ رَفِيْقًا , ذَلِكَ اْلَفَضْلُ مِنَ الله وَكَفىَ بِاللهِ عَلِيْم َ وَاْلحَمْدُ لله رَبِّالْعَالَمِيْن

“Ya Allah, jadikanlah kami (orang-orang) yang imannya sempurna, dapat menunaikan segala fardlu, menjaga shalat. Menunaikan zakat, menuntut/mencari segala kebaikan di sisiM, mengharap ampunan-Mu senantiasa memegang teguh petunjuk-petunjukMu, terlepas/terhindar dari segala penyelewengan dan zuhud di dunia dan di akherat dan tabah (sabar) menerima cobaan, mensyukuri segala nikmat-Mu dan semoga nanti pada hari kiamat kami dalam satu barisan di bawahnaungan panji-panji junjungan kita Nabi Muhammad saw, dan melalui talaga yang sejuk, masuk didalam sorga, terhindar dari api neraka dan duduk di tahta kehormatan, didampingi oleh bidadari sorga, dan mengenakan baju-baju kebesaran dari sutra berwarna-warni, menikmati santapan sorga yang lezat, minum susu dan madu yang suci bersih dalam gelas-gelas dan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat pada mereka dari golongan para Nabi, shiddiqin dan orang-orang yang syahid serta orang-orang shahih. Dan baik sekali mereka menjadi teman-teman kami. Demikianlah kemurahan dari Allah SWT, dan kecukupan dari Allah Yang Maha Mengetahui. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam”.

Awal tahun ini

Awal tahun ini

Awal tahun ini

Malam tahun baru
suara mercon berpacu suara bising kendaraan
lampu-lampu jalan enggan terlihat
sudut malam tak lagi sunyi
semarak pesta kembang api
menandai pergantian hari
orang lalu lalang menghuni jalan
mata-mata sayu terus berjaga
entah menunggu apa
teriakan orang-orang mengusik serangga malam
tukang nasi goreng, jagung bakar, martabak,
kacang rebus, sampai gado-gado
masih saja bergadang menunggu panggilan pesanan
klakson berirama tak karuan
mengejutkan sepasang manusia yang sedang kasmaran
mencuri peluk cium di balik bangku taman
sedang seorang bayi menangis
mendengar keramaian luar dari kamar
ditinggal ibunya ke kamar mandi
sudut malam tak lagi sunyi
semarak pesta kembang api
menandai pergantian hari
Solo, 2009

Catatan masa lalu
kau tumbuhkan duri pada hari-hari yang berlari
mengejarmu jauh dan menelungkupkan masa lalu
di antara puing sisa hidup yang terkotak-kotak
mengalir air mata terbenam keangkuhan dunia
kau yang menyusun masa lalu
kau yang meninggalkan masa lalu
kau bawa lari menuju rimba dan hilang arah
mencoba memusnahkan apa yang pernah kau catat
namun tubuhmu serupa batu
yang berat untuk berjingkat
yang sedikit demi sedikit luluh terkikis musim
sobeklah catatan yang masih saja kau hafal itu
buang atau bakar saja sampai tak tersisa
hanya saja kau perlu belajar mengingat
setiap episode kehidupan
berawal dari catatan yang telah kau catat sendiri

Sumber : https://obatpenyakitherpes.id/tanks-a-lot-mod/

Shalawat Jami’a, Shalawat Jibril Muthowwif bin Nuur & Shalawat Miftah

Shalawat Jami’a, Shalawat Jibril Muthowwif bin Nuur & Shalawat Miftah

Shalawat Jami'a, Shalawat Jibril Muthowwif bin Nuur & Shalawat Miftah
Shalawat Jami’a, Shalawat Jibril Muthowwif bin Nuur & Shalawat Miftah

Shalawat Jami’a

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ, وَعَلَى جَمِيْـعِ الأَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ, وَعَلَى جِبْرِيْلَ وَمِيْكَائِيْلَ وَإِسْرَافِيْلَ وَمَلَـكِ الْمَـوْتِ وَحَمَلَةِ العَرْشِ, وَعَلَى الْمَلآئِكَةِ أَجْمَعِيْنَ, وَعَلَى الأَوْلِيَـآءِ وَالـصَّالِحِيْنَ, وَعَلَى جَمِيْعِ عِبَادِكَ الْمُؤْمِنِيْنَ, فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ عَدَدَ مَا وَسِعَهُ عِلْمُكَ, آمِيْنَ

“Ya Allah! Limpahkanlah rahmat, kesejahteraan dan keberkatan ke atas penghulu kami Muhammad dan ke atas keluarganya, sekalian Nabi, Rasul, Jibril, Mikail, Malaikat Maut dan Pemikul-Pemikul Arasy, serta ke atas sekalian Malaikat , wali-wali dan orang-orang yang soleh, pada setiap kelipan mata dan hembusan nafas sebanyak mana luasnya ilmuMu. Perkenankanlah, ya Allah!”

Shalawat Jibril Muthowwif bin Nuur

ALLAAHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADININ NUURIL KAAMILI WA ALAA SAYYIDINAA JIBRIILA AL-MUTHOWWIFI BINNUURI ROSUULI ROBBIL AALAMIIN YAA QORIIBU YAA MUJIIBU YAA SAMII ADDU’AA-I YAA LATHIIFAN BIMAA YASYAA’U NAWWIRILLAAHUMMA ALAINAA QULUUBANA WAQUBUURONAA WA ABSHOORONAA WABASHOO IRONA BIROHMATIN MINKA YAA ARHAMAR ROOHIMIIN.

Manfaat Sholawat Ini :
Sholawat untuk memperoleh salam dan sambutan para malaikat saat ajal menjelang, minimal dibaca 3x setiap selesai sholat fardhu dilakukan. Salam dan kebahagiaan Rasulullah Saw di alam barzakh, menyambut pemilik ruh ini ketika di dunia seringkali membacakannya hingga menyatu dalam kelembutan sifatnya.

Shalawat Miftah

اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مِفْتَاحِ بَابِ رَحْمَةِ اللهِ، عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ، صَلاَةً وَسَلاَماً دَائِمَيْنِ بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ

Allahumma shalli wa sallam ‘alaa sayyidina Muhammadin wa ‘alaa aali sayyidina Muhammadin miftahi baabi rahmatillah, adada maa fii ‘ilmillahi, shalatan wa salaman da’imayni bidawaami mulkillahi

Artinya:” Ya Allah, berikanlah shalawat dan salam kepada pemimpin kami Nabi Muhammad dan juga para keluarga beliau, beliau merupakan kunci rahmat Allah. Sebanyak sesuatu yang berada dalam pengetahuan Allah, shalawat dan salam yang selamanya tercurah dengan kesenantiasaan kerajaan Allah.”

Shalawat ini dinisbahkan kepada seorang wali besar al-Habib Ali Bin Muhammad al-Habsyiy Radhiyallahu Anhu.

Keutamaannya:

Al-Habib Ali Bin Muhammad al-Habsyiy berkata: ” Shalawat ini memiliki keutamaan yang sudah tereksperimen sebagai wasilah untuk bertemu dengan Rasulullah Shallallahu alaihi Wa sallam dalam mimpi. Beberapa murid kami telah menguji coba memperbanyak membaca shalawat ini hingga mereka berjumpa kepada Rasululallah dalam mimpi. Maka bagi siapa saja yang ingin bertemu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dalam mimpi saat tidurnya, maka hendaklah ia membaca shalawat ini dalam bilangan yang tak terbatas.”

Shalawat Minzanul Ardhi samaawaat

ALLAAHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALIHII SHOLAATAN TAZINUL ARODHIINA WASSAMAAWAATI ADADA MAA FII ILMIKA WA ADADA JAWAAHIRI AFROODI KUROTIL AALAMI WA ADH’AAFA DZAALIKA INNAKA HAMIIDUN MAJIIDUN.

Manfaat Sholawat Ini :

Sholawat ini disebutkan dalam kitab Kunuuzil Asror, tentang sholawat ini Syekh Al-Iyasy berkata, Sholawat ini mempunyai rahasia (sir) yang sangat besar dan keutamaan yang sangat banyak serta menyamai 100.000 ribu sholawat yang lainnya bagi mereka yang mengamalkannya secara istiqomah kurang lebih selama 40 hari/lebih dari itu.

Baca Juga:

Shalawat Ibnu Abbas, Shalawat Ibrahimiyah & Shalawat Ismu A’dzham

Shalawat Ibnu Abbas, Shalawat Ibrahimiyah & Shalawat Ismu A’dzham

Shalawat Ibnu Abbas, Shalawat Ibrahimiyah & Shalawat Ismu A'dzham
Shalawat Ibnu Abbas, Shalawat Ibrahimiyah & Shalawat Ismu A’dzham

Shalawat Ibnu Abbas

Allaahumma yaa daaimal fadlli’alal bariyyati. yaa baasithal yadaini bil’athiyyati. yaa shaahibal mawaahibis saniyyati. shalli’alaa sayyidina muhammadin khairil waraa sajiyyatan. waghfir lanaa yaa dzal’ulaa fii haadzihil’asyiyyati.

Artinya : “Ya Allah wahai Dzat yang abadi anugerahnya kepada manusia. Wahai Dzat yang membuka lebar tagannya dengan pemberian, wahai Dzat yang mempunyai pemberian-pemberian yang luhur, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita nabi Muhammad saw. yaitu sebaik-baiknya manusia di dalam perangainya. Ampunilah kepadaku, wahai Dzat yang mempunyai keluhuran pada malam ini”

Fadlilahnya ialah :
Berkata Ibnu Abbas ra : Barang siapa yang membaca shalawat ini sepuluh kali pada malam Jum’at atau siangnya hari Jum’at, maka Allah akan menetapkan kepadanya sejuta kebaikan, melebur sejuta dosa dari padanya dan mengangkat kepadanya sejuta derajat.

Shalawat Ibrahimiyah

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ في العالمين إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

Allaahuma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad, kamaa shallaita ‘alaa sayyidinaa Ibraahiim wa ‘alaa aali sayyidinaa Ibraahiim. Wa baarik ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad, kamaa baarakta ‘alaa sayyidinaa Ibraahiim wa ‘alaa aali sayyidinaa Ibraahiim. Fil’aalamiina innaka hamidun-majiid. (1/3 kali)

Artinya : “Yaa Allah, limpahkanlah shalawat kepada Baginda Muhammad dan keluarga Muhammad sebgaimana Engkau melimpahkan shalawat kepada Baginda Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Limpahkanlah berkah kepada Baginda Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau melimpahkan berkah kepada Baginda Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia”

Berkata Al Imam Sayuthî dalam Al-Hirz al-Ma’ânî: “Saya telah membaca keterangan Al-Subkî yang diterimanya dari ayahnya di dalam Al-Thabaqat, katanya: Sebaik-baiknya shalawat untuk dibaca dalam bershalawat, ialah bunyi shalawat yang dibaca di dalam tasyahhud (yang diriwayat-kan oleh Bukhârî dan Muslim). Maka barangsiapa mem-bacanya, dipandanglah ia telah bershalawat dengan sem-purna, dan barangsiapa membaca selainnya, maka mereka tetap berada dalam keraguan, karena bunyi lafazh-lafazh yang diriwayatkan oleh Bukhârî Muslim itu, adalah lafazh shalawat yang sering diajar oleh Nabi sendiri dan yang sering disuruh supaya kita membacanya.”

Dalam tasyahud akhir, Imam Syâfi’i r.a. menganggap shalawat atas Nabi Saw. sebagai salah satu dari rukun salat.

Baca Juga: Kalimat Syahadat

Shalawat Ismu A’dzham

Disusun oleh Al-Imam As-Sayyid Syekh Taqyudien Ad-Damsiq Al Hanbaly rhm

inilah diantara sholawat yang mempunyai banyak fadhilah.Kebesaran dan ke agungan sholawat ini telah banyak dibuktikan oleh para Alim Ulama Shalaf.Syekh Yusuf bin Ismail An-Nabhani sendiri telah mencantumkan Sholawat ini didalam kitab beliau Sa’adatud dara’in. Sholawat inilah yang sering digunakan sebagai wasilah untuk bertemu dengan Nabiyullah Khidir AS.

Sebelumnya membaca tawasul Fatihah sbb ;

بسم الله الر حمن الرحيم
الفاتحة…. نية…. الى روح الوالد الامام القطب الحبيب محمد لطفي بن علي بن يحي و سيدى الوالد الحبيب علوى بن احمد باحسين والحبيب احمد بن حامد الكاف والامام الشيخ بوسف بن اسماعيل النبهانى ومشاءخيه والامام محمد تقي الدين الدمشقى ورجال الغيب وارواح المقدسة واصحاب النوبة والى رئسيهم والى حضرة نبي الله خضر عليه السلام والى ضرةالنبى سيدنا محمد صل الله عليه وسلم. الفاتحة……

Al-Fatihah…( niatkan )… kepada al-Walid al-Imam al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dan Sayyidul Walid Al-Habib Alwi bin Ahmad Bahsin, Al-Habib Ahmad bin Hamid Al-Kaff, dan Al-Imam Yusuf bin Ismail An-Nabhaani, dan semua guru-guru beliau, dan kepada Al-Imam Shohibus sholawat Syaikh Muhammad Taqyudien Ad-Damsiq, dan semua Rijal Ghoib, dan semua arwah dari golongan mereka yang suci, juga kepada semua para ahli Taubat, dan semua pemimpin mereka. Kepada Nabi Allah Sayyidina Khidhir AS, dan kepada kehadirat Nabi Besar Muhammad SAW. Al-Fatihah …

Inilah redaksi Sholawat tersebut.
بسم الله الر حمن الرحيم
اللهم انى اسالك باسمك الاعظم المكتوب من نوروجهك الاعلى الموبدالدائم الباقى المخلد فى قلب نبيك ورسولك محمد واسالك باسمك الاعظم الوحدبودةالاحد المتعالى عن وحدةالكم والعدد المقدس عن كل احد وبحق بسم الله الرحمن الرحيم قل هوالله احد الله الصمد لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا احد ان تصلي وتسلم على سيدنا محمد سر حياةالوجود والسبب الاعظم لكل موجود صلاة تثبت فى قلبى الايمان وتحفظنى القران وتفهمنى منه الايات وتفتح لى بها نورالجنات ونورالنعيم ونورالنظر الى وجهك الكريم وعلى اله وصحبه وسلم

Sholawat A’dhoom lii Rijalil Ghoib :

“ALLAHUMMA INNII ASALUKA BISMIKAL A’DZOMIL MAKTUUBI NUURII WAJHIKAL A’LAL MUABBADID DAAIMIL BAAQIIL MUKHOLLADI FII QOLBII NABIYYIKA WA RASUULIKA MUHAMMADIN, WA ASALUKA BISMIKAL A’DZOMIL WAAHIDI BIWAHDATIL AHADIL MUTAAL AN WAHDATIL KAMMI WALADADIL MUQADDSI AN KULLI AHADIN WA BIHAQQI BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM. KUL HUWALLAHU AHAD ALLAHUS SAMAD LAMYALID WALAM YUULAD WALAM YAKULLAHU KUFUWAN AHAD. AN TUSHOLLII ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN SIRRI HAYAATIL WUJUUD. WASSABABIL A’DZOMI LIKULLI MAUJUDIN, SHOLATAN TUTSABBITU FII QALBII IMAANA, WA TUHAFFIDZUNIIL QURAN. WA TUFAHHIMUNI MINHUL AYAATI WA TAFTAHULII BIHAA NUUROL JANNATI WA NUURON NA’IMI WA NUURON NADZORI ILAA WAJHIKAL KARIIM WA ALAA AALIHII WA SHOHBIHI WA SALLIM WALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN ”

Artinya : “Ya Allah aku mohon kepadaMu dengan AsmaMu yang Agung, yang tertulis dari cahaya wajahMU yang maha Tinggi dan maha Besar, yang kekal dan abadi, di dalam kalbu Rasul dan NabiMU Muhammad SAW.Aku memohon dengan AsmaMU yang Agung dan Tunggal dengan kesatuan yang manunggal, yang Maha Agung dari kesatuan jumlah, dan maha Suci dari setiap sesuatu, dan dengan hak BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM. QULHUALLAHU AHAD. ALLAHUSSHOMAD. LAM YALID WALAM YULAD WALAM YAKUL LAHU KUFUWAN AHAD. Semoga Engkau limpahkan shalawat kepada junjungan kami Muhammad SAW, rahasia kehidupan yang ada, sebab terbesar bagi semua yang ada, dengan shalawat yang menetapkan iman dalam dadaku, dan mendorongku agar menghapalkan Alquran, dan memberikan pemahaman padaku akan ayat-ayatnya, membukakan padaku dengannya cahaya surga dan cahaya nikmat, serta cahaya pandangan kepada wajahMu yang Mulia, juga kepada keluarga dan para sahabatnya.Limpahkan pula salam sejahtera padanya.”

Shalawat Hajjiyyah & Shalawat Haibah

Shalawat Hajjiyyah & Shalawat Haibah

Shalawat Hajjiyyah & Shalawat Haibah
Shalawat Hajjiyyah & Shalawat Haibah

Shalawat Habib Husain bin Muhammad al-Haddad

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَاحِبِ النَّسَبِ الشَّرِيْفِ وَعلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Artinya: “Ya Allah, berikanlah shalawat dan salam sejahtera kepada pemimpin kami Nabi Muhammad pemilik Nasab yang mulia dan semoga shalawat tercurah kepada para keluarga dan para sahabat beliau.”

Shalawat ini dinisbahkan kepada salah seorang wali besar yang merupakan salah satu dzurriyat (keturunan Rasulullah) yaitu Habib Husain Bin Muhammad al-Haddad

Radhiyallahu Anhu.

Pengarang Kitab al-Qaul al-Lathif Fi Bayan al-Nasab al-syarif, Habib Abu Bakr Bin

Abdullah al-Atthas mengatakan: sewaktu Habib Hadi Bin Abdullah al-Hadar Banyu wangi hadir ke rumah ku di pekalongan setelah beliau menghadiri acara peringatan haul ke-30 Habib al-Quthb Ahmad Bin Abdullah Bin Thalib al-Atthas, Habib Hadi Bin Abdullah al-Hadar berkata: “Setelah Habib Husain Bin Muhammad al-Haddad wafat, beberapa tahun kemudian aku melihat beliau hadir di majelis kami, beliau duduk bersila sambil membaca dan mengulang-ulang shalawat :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَاحِبِ النَّسَبِ الشَّرِيْفِ .

Sehingga aku tambahkan redaksi:

وَعلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ .

Penulis menemukan data ini dari kitab: al-Qaul al-Lathif Fi Bayan al-Nasab al-syarif, karya Habib Abu Bakr Bin Abdullah al-Atthas. Di antara karya-karya Habib Abu Bakr Bin Abdullah al-Atthas:
Risalah al-kautsar.
Mafatih al-Saadat Fis Shalawat Ala Sayyidi al-Sadat.
al-Qaul al-Lathif Fi Bayan al-Nasab al-syarif.

Shalawat Haibah

“ALLAHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD SHOLAATAN TULQII BIHAR RU’BA WAL HAIBA FII QULUUBIL KAAFIRIN WAL MUSYRIKIIN WAZH ZHOLIMIIN WAL MUNAAFIQIIN WAL MUFSIDIIN WA ALAA AALIHI WA SHOHBIHI WA SALIM.”

shalawat ini dinamakan SHALAWAT HAIBAH.
diamalkan tiap-tiap selesai sholat 5 waktu seikhlasnya atau boleh juga sebanyak 41x. Untuk kewibawaan.

Baca Juga: Sifat Allah

Shalawat Hajjiyyah

اَللَّهُمَّ صَلّىِ عَلَى سَيِّدِ نَامُحَمَّدٍ صَلاَةً تُبَلِغُنَا بِهَا حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ وَزِيَارَةَ قَبْرَنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ ص.م فِىْ لُطْفٍ وَيُسْرٍ وَمَعُوْنَةٍ وَعَافِيَةٍ الْاَجْسَامِ وَتَرْزُقْنَابِهَا بُلُوْغَ الْمَرَامِ وَحُسْنَ الْخِتَا مِ عَدَدَ خَلْقِكَ وَرِضَأ نَفْسِكَ وَ مِدَادَ كَلِمَا تِكَ يَأَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahumma shalla ‘alaa sayidinaa Muhammad shalatan tuballighunaa bihaa hajja baytikal haraami waziyaarata qabri nabiyyika Muhammad ‘alayhi afdhalush shalati was salam fii luthfin wa yusrin wa ma’uunati wa ‘afiyatil ajsam wa salamatin wa tarzuqunaa bihaa bulughal maraam wa husnal khithaam wa ‘ala alihi wa shahbihi wa baarik wa sallam ‘adada khalqika wa ridha’a nafsika wa zinata ‘arsyika wa midaada kalimatika (7x)

Artinya : “Ya Allah, limpahkanlah rahmat ta’zhim kepada junjungan kami Sayidina Muhammad, sebuah rahmat ta’zhim, yang dengannya Engkau mengantarkan kami (memenuhi ibadah) Haji (ke) Rumah Engkau di (tanah)haram, dan menziarahi kubur Nabi Engkau, yang atasnya seutama-utama ta’zhim dan salam sejahtera dalam kelembutan, dimudahkan, mendapat pertolongan, kebahagiaan, keselamatan , mendepat Rezeki dari sisi-Mu, dan sampainya tujuan. Dan kepada keluarga dan sahabat-sahabat beliau SAW, dan berikanlah keberkahan dan salam sejahtera, sebanyak bilangan makhluk-Mu dan sebanyak keridha’an Dzat-Mu dan juga seberat ‘Arsy-Mu serta sebanyak tinta untuk menulis kalam-Mu.,” (tujuh kali)

Keutamaan Shalat Tarawih 30 Malam Ramadhan

Keutamaan Shalat Tarawih 30 Malam Ramadhan

Keutamaan Shalat Tarawih 30 Malam Ramadhan
Keutamaan Shalat Tarawih 30 Malam Ramadhan

Bulan ramadhan

salah satu serpihan dari 12 bulan yang diturunkan oleh Allah selama setahun. Bulan ramadhan ialah bulan yang paling dimuliakan yang diperuntukkan khusus oleh umat Nabi Muhammad SAW., sebab didalamnya terdapat kemulian-kemulian. Ramadhan ialah bulan yang dilipat gandakan pahala bagi orang mukmin yang sudah melaksakan amal ibadah. Adapun keistimewaan bulan ramadhan, Saidina Ali Bin Abi Thalib ra. berkata, bahwa suatu saat Rasulullah ditanya ihwal keutamaan-keutamaan sholat tarwih di bulan ramadhan maka dia bersabda :

“Orang mukmin terlepas dari dosanya”

Pada permulaan malam tarawih oraqng mukmin itu membersihkan dari dosanya menyerupai hari dia dilahirkan dari kandungan ibunya.
Pada malam kedua, dia diampuni dan juga kedua orang tuanya apabila dia mukmin
Pada malam ketiga, ada salah satu malaikat mengundang dari bawah arsy : “Mulailah bekerja maka Allah akan mengampuni dosamu yang lalu.
Pada malam keempat, baginya pahala sebanyak pahala membaca kitab taurat, injil, tsabur dan Al-Qur’an
Pada malam kelima, Allah memdiberi pahala kepadanya menyerupai pahala orang yang mengerjakan sholat dimasjidil Haram, dimasjid madinah dan dimasjidil aqsha.
Pada malam keenam, Allah memdiberi pahala kepadanya menyerupai pahala orang yang melaksanakan tahawaf di baitil Ma’muri dan memohon ampun pula untuknya tiruana batu-batu dan tanah liat keras.
Pada malam ketujuh, seakan akan dia bertemu dengan Nabi Musa As. dan memmenolongnya memerangi Firaun dan Haaman.
Pada malam kedelapan, Allah ta’aalaa mempersembahkan kepadanya menyerupai apa apa yang sudah didiberikan kepada Nabi Ibrahim As.
Pada malam kesembilan, seakan akan dia sudah mengajarkan ibadah menyerupai Ibadahnya Nabi (Muhammad) Asw.
Pada malam kesepuluh, Allah mempersembahkan rizqi kepadanya kebaikan dunia dan akhirat.

Baca Juga: Ayat Kursi

Pada malam kesebelas, dia akan keluar dari dunia (mati) menyerupai hari dia dilahirkan dari kandungan ibunya.
Pada malam kedua belas, besok hari Qiyamat dia hadir sedang wajahnya elok menyerupai bulan purnama.
Pada malam ketiga belas, dia dihari Qiyamat dia selamat kondusif dari segala resiko.
Pada malam keempat belas, para mala-ikat sudah hadir mempersembahkan persaksian bahwa dia sungguh-sungguh sudah mengerjakan shalat taraawih, maka Allah tidak akan menghisabnya di hari Qiyamat.
Pada malam kelima belas, para malaikat dan para pembawa ‘Arsy dan dingklik memohonkaan tambahnya kebaikan untuk dia.
Pada malam ke enam belas, Allah mencatat dia bebas selamat dari neraka dan bebas masuk sorga.
Pada malam ketujuh belas, dia diberi pahala sebanyak pahala para nabi.
Pada malam kedelapan belas, salah seorang malaa-ikat mengundang : ” Hia hamba Allah, sebetulnya Allah sudah ridha kepadamu dan kepada kedua orang tuamu.
Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat deratnya disorga firdaus.
Pada malam kedua puluh, dia didiberi pahala sebanyak pahala para syuhdaa-i dan shaalihiin.

Pada malam kedu puluh satu, Allah membangunkan baginya sebuah rumah dari cahaya sorga.
Pada malam kedua puluh dua, di hari Qiyamat dia hadir dengan keadaan kondusif dari segala macam rasa susah dan duka.
Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangunkan baginya sebuah kota di dalam sorga.
Pada malam kedua puluh empat, baginya kedua puluh empat do’a yang dikabulkan.
Pada malam kedua puluh lima, Allah menghapuskan siksa kubur dari padanya.
Pada malam kedua puluh enam, Allah meningkatkan baginya pahala selama empat piluh tahun.
Pada malam kedua puluh tujuh, dihari Qiyamat dia melewati jembatan (shirathal mustaqiim) dengan praktis lagi cepat laksana hali lintar menyambar.
Pada malam kedua puluh delapan, Allah mengangkat seribu derajat baginya dilam sorga.
Pada malam kedua puluh sembilan, Allah mempersembahkan kepadanya pahalah seribu ibadah haji yang diterima.
Pada malam ketiga puluh, Allah berfirman : “Makanlah buah buahan sorga, mandilah dengan air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar, Aku ialah Tuhanmu dan engkau ialah hambaKu”. (Majaalis)

Pendidikan anak sehabis berkeluarga

Pendidikan anak sehabis berkeluarga

Pendidikan anak sehabis berkeluarga
Pendidikan anak sehabis berkeluarga

1. Berdoa sebelum senggama

Doa yang diajarkan oleh Rasulullah saw sebelum senggama adalah:
“Bismillahi Allahumma jannibnas syaithoni wajannibis syaithoni mimmaa rozaqtanaa”
Artinya:
“Bismillah! Ya Allah jauhkanlah syetan dari kami dan jauhkan pula syetan dari anak (yang mungkin) Engkau karuniakan kepada kami”.
Yang sanggup dipahami dari hadis ini ialah bahwa kita berdoa kepada Allah semoga kita tidak terganggu oleh syaitan dan anak yang mungkin akan diamatkan kepada kita, nantinya tidak diganggu oleh syaitan pula, sehingga ia sanggup didik dan berkembang sesuai fitrahnya. Berdoa berarti mendekatkan diri kepada Allah swt, dan meyakini wacana ke Maha Kuasaan-Nya.

2. sehabis konsepsi (dalam kandungan)

Sebahagian jago pendidik beropini bahwa pendidikan dimulai semenjak anak dalam kandungan. Namun mereka mengakui bahwa pendidikan dalam kandungan ini belum berlangsung pendidikan yang sebenarnya, lantaran pendidik dan penerima didik tidak terjadi interaksi berguru mengajar secara langsung, tetapi melalui ibunya atau kedua orang tuanya.
Dalam al-Qur’an terdapat ayat yang sanggup dijadikan dalil bahwa pendidikan sanggup berlangsung didalam rahim ibu, yaitu surat al-A’raf ayat 172 yang artinya:

“Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawaban: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”]

Ayat ini menginformasikan kepada kita bahwa tiruana insan didalam rahim ibu sudah dibaiat oleh Allah swt. dengan akreditasi bertuhan kepada-Nya. Dan tiruana insan yang lahir kedunia ini sudah mengaku bertuhan kepada Allah. Peristiwa ini menjadi indikator bahwa insan dalam rahim itu mengerti dan sanggup memahami makna baiat.

Secara rasional, tidak mungkin Tuhan melaksanakan baiat terhadap orang yang tidak mengerti dan begitu pula insan dalam rahim tidak mungkin sanggup menjawaban sebuah pertanyaan, kalau mereka tidak mengerti makna pertanyaan yang ditujukan kepadanya. (Lihat lebih lanjut Ahmad Tafsir, Pendidikan Islam dalam keluarga, hal 26-28)

Yang menjadi dilema ialah: “Bagaimana cara melaksanakan pendidikan islam terhadap bayi dalam rahim ibu. sepertiyang sudah dikemukakan terlampau, bahwa pendidikan terhadap bayi dalam rahi tidak secara eksklusif tetapi melalui ibunya (orang tua). Karena itu uraian diberikut iniadalah menyangkut cara mendidik anak dalam rahim melalui ibunya (orang tua).

cara mendidik anak yang masih dalam kandungan

adalah sebagai diberikut:

Ayah dan ibu yang sedang mengandung harus berprilaku yang baik dan terpuji, sopan, lembut dalam berbicara, bergaul dengan baik. Kelembutan kesopanan dalam pergaulan antara ayah dan ibu dan terhadap orang lain. Prilaku ibarat ini akan membuat ketentraman dan ketenangan dalam rumah tangga, yang pada alhasil kuat kepada anak dalam kandungan. Ibu dan ayah harus berupaya keras untuk menghindari perbuatan-perbuatan yang buruk seperti: mencela/mengejek, mencuri, berdusta, menipu dan sebagainya. Hal-hal yang ibarat ini sanggup menghipnotis anak dalam kandungan.

Ibu yang sedang hamil harus aktif melaksanakan ibadah,yaitu mendirikan shalat, begitu pula ibadah-ibadah lainnya, ibarat bersedakah,menyantuni anak yang membutuhkan. Apa yang dilakukan oleh si ibu tadi secara otomatis mengikut sertakan anaknya, lantaran tidak mungkin meninggalkan bayinya lantaran ia masih dalam rahim.

Ibu dianjurkan rajin membaca al-Qur’an sebanyak mungkin. Bacaan al-Qur’an akan memdiberi rangsangan aktual kepada sang bayi.
Ibu dianjurkan untuk senantiasa berdoa. melaluiataubersamaini berdoa akan mengakibatkan perasaan bersahabat dengan Tuspesialuntukng akan mengakibatkan rasa damai dan selalu dalam dukungan Tuhan. Berdoa sebaiknya dilakukan setiap selesai shalat, minta kepada Tuhan semoga didiberi anak yang shaleh dan menjadi penyenang hati. (surat al-Furqan ayat 73).

Baca Juga:

Teknik Mendidik Anak sebelum lahir berdasarkan Islam

Teknik Mendidik Anak sebelum lahir berdasarkan Islam

 

Teknik Mendidik Anak sebelum lahir berdasarkan Islam
Teknik Mendidik Anak sebelum lahir berdasarkan Islam

Semua orang bau tanah mengharapkan anak yang dilahirkan menjadi anak yang berbakti, oleh lantaran itu Islam mengajarkan cara yang harus ditempuh oleh kedua orang bau tanah baik sebelum berkeluarga juga sehabis berkeluarga diantaranya yaitu sebagai diberikut ;

a.Pendidikan sebelum berkeluarga

1. Memilih calon istri atau suami yang agamanya baik

Seorang Ahli tafsir DR. Ahmad tafsir menyampaikan bahwa: “Penanaman islam harus dimulai semenjak dini sekali yaitu semenjak menentukan jodoh, dia merujuk pendapatnya kepada hadis Nabi saw.: “Pilihlah daerah pembiasaan benih kalian” (Hadis riwayat Ibnu Majah dan al-Daraqutni).
Maksud dari hadis ini yaitu suatu peringatan untuk berhati-hati menentukan jodoh, lantaran sifat ayah dan atau sifat ibu sanggup menurun kepada sifat anaknya. Jika ayah atau ibunya pembangkang atau jahat, sifat ini kemungkinan besar akan menurun kepada anaknya. Kalau hal ini terjadi, akan susah mendidik anak menjadi orang diberiman. Karena Rasulullah saw memdiberi petunjuk dalam menentukan calon isteri atau suami dalam hadisnya yang artinya:  “Perempuan dinikahi lantaran empat syarat, yaitu: lantaran hartanya (kekayaannya), keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka upayakanlah menerima wanita yang beragama pasti engkau akan beruntug”.

Baca Juga: Rukun Iman

Dari pendapat diatas, sanggup diambil suatu kesimpulan bahwa pendidikan islam itu dimulai pada ketika menentukan jodoh. Lain halnya yang dikemukakan oleh DR. H. Baihaqi AK. Beliau menyampaikan Bahwa masa pemilihan jodoh gres ialah persiapan mendidik anak, belum ialah kegiatan mendidik anak yang sebenarnya. Masa aktif mendidik anak itu dimulai pada ketika isteri aktual mengandung

2. Penyampaian khotbah nikah atau nasehat perkawinan bagi kedua mempelai

Khotbah nikah atau nasehat perkawinan biasanya meliputi pesan-pesan atau petunjuk-petunjuk agama wacana perkawinan, bagaimana seorang suami memperlakukan isterinya dan bagaimana seorang isteri memperlakukan atau melayani suaminya. Semuanya ini bertujuan untuk membuat keluarga sakinah (mawaddah warahmah).Kondisi keluarga sakinah dalam pendidikan sangat kuat terhadap prilaku anak yang akan dilahirkan nantinya.