Kalimat Beragam Ratapan Dan Struktur Serta Pola Kalimat Beragam Ratapan

Kalimat Beragam Ratapan Dan Struktur Serta Pola Kalimat Beragam Ratapan

Kalimat Beragam Ratapan Dan Struktur Serta Pola Kalimat Beragam Ratapan
Kalimat Beragam Ratapan Dan Struktur Serta Pola Kalimat Beragam Ratapan

Kalimat Majemuk Rapatan (KMR)

Kalau ada beberapa Kalimat Tunggal memiliki kesamaan unsur, maka kalimat tunggal itu sanggup digabungkan menjadi kalimat Majemuk dengan menuliskan/sebut satu kali unsur-unsur yang sama itu. Atau dengan merapatkan unsur yang sama itu. Kalimat Majemuk yang terjadi alasannya yaitu proses penggabungan yang demikian itu disebut Kalimat Majemuk Rapatan (KMR). KMR didiberi nama sesuai dengan unsur kalimat yang dirapatkan. Karena itu, terdapatlah empat macam struktur KMR, yaitu:
1. KMR sama S, artinya subjek-subjek dirapatkan
2. KMR Sama P artinya predikat-predikat dirapatkan
3. KMR O, artinya objek-objek dirapatkan
4. KMR sama A artinya adverb-adverb dirapatkan

a. Kalimat Majemuk Ratapan sama S

Rumus struktur:
K1 = S + P
K2 = S + P2
K3 = S + P3
KMR = K1 + P2 + P3
misal:
K1 = Benteng itu ditembaki.
K2 = Benteng itu dibom bertubi-tubi.
K3 = Benteng itu diratakan dengan tanah.

KMR = Benteng itu ditembaki, dibom bertubi-tubi dan diratakan dengan tanah.

K1 P2 P3
Dalam penggabungan di atas dipakai kata penghubung dan. Tapi, tidak selamanya demikian. Artinya sanggup juga dipakai kata pengghubung yang lain, yang sesuai dengan isi tiap kalimat yang digabunggkan.
KMR sama S ialah struktur yang baik sekali untuk menyusun gaya bahasa titikpuncak atau anti titikpuncak.

misal Gaya Bahasa Klimaks:
Pekik merdeka menggema, bergemuruh, mengguntur, dan menggeledek memecahkan angkasa Ibu pertiwi.
Air bah itu mengalir deras, menghanyutkan tiruana yang melintang, merusak ternak dan flora bahkan menggelamkan seluruh isi kampung itu.
Senyum Monalisa menawan hati, mengesyikkan bahkan membuat orang jadi tergila-gila.

misal Gaya Bahasa Anti Klimaks:
Jangankan mencuinya atau menyembunyikannya, melihat pun ia tidak.
Apalagi kaupegang atau kauruba, kaudekati saja bom itu akan meledak.
Anak itu tidak sanggup kaupukul, kaugertak, kaumarahi, bahkan tak sanggup kauperihal matanya.

b. Kalimat Majemuk Ratpan sama P

Rumus struktur:
K1 = S1 + P
K2 = S2 + P
K3 = S3 + P
KMR = S1 + S2 + S3
misal:
K1 = Sawahnya digadaikan.
K2 = Pekarangannya digadaikan.
K3 = Rumahnya digadaikan.

Sawahnya , pekarangannya, dan rumahnya digadaikan
S1 S2 K3
Kecuali dengan cara di atas, masih sanggup disusun KMR dengan memakai kata penghubung yangg lain misalnya:
1. Baik sawahnya, maupun pekarangan, dan rumahnya digadaikan.
2. Bukan spesialuntuk sawah dan pekarangannya, rumahnya pun digadaikan.

c. Kalimat Majemuk Ratapan sama O

Rumus struktur:
K1 = S1 + P1 + O
K2 = S2 + P2 + O
KMR = S1 + P1 dan K2
1) misal KMR Objek Penderita:
K1 = Ayah menulis surat itu.
K2 = Ibu mengirimkan surat itu.
KMR: Ayah menulis dan ibu mengirimkan surat itu.
2) misal KMR sama Objek Pelaku
K1 = Baju itu dijahit oleh ayah.
K2 = Celana it dicuci oleh ayah.
KMR = Baju itu dijahit dan celana itu dicuci oleh ayah
Atau: oleh ayah baju itu dijahit dan celana itu dicuci.
3) misal KMR sama Objek Berkepentingan
K1 = Ayahmu bekerja keras untukmu.
K2 = Ibumu membanting tulang untukmu
KMR: Ayahmu bekerja keras dan Ibumu membanting tulang untukmu
Atau: Untukmulah ayahmu bekerja keras dan ibumu membanting tulang.
4) misal KMR sama Objek Berkata depan
K1 = Ayahnya ingat akan anaknya.
K2 = Ibunya rindu akan anaknya.
KMR: Ayahnya ingat ibunya rindu akan anaknya.

d. Kalimat MajemukRatapan sama A

Rumus struktur:
K1 = S1 + P1 + O1 + A
K2 = S2 + P2 + O2 + A
KMR: S1 + P2 + O1 dan K2
Atau: A + S1 + P1 + O1 + S2 + P2 + O2
misal:
K1 = Adik menimba air di sumur.
K2 = Kakak mencuci pakaian di sumur.
KMR: Adik menimba air dan abang mencuci pakaian di sumur.
Atau: Di sumur adik menimba air dan abang mencuci pakaian.

Baca Juga:

7 Pola Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen Dan Penjelasannya

7 Pola Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen Dan Penjelasannya

7 Pola Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen Dan Penjelasannya
7 Pola Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen Dan Penjelasannya

1. Keguakaragaman Hayati pada Padi

misal keguakaragaman hayati tingkat gen sanggup kita temukan pada tumbuhan padi. Bagi yang tinggal di pedesaan atau yang orang tuanya yaitu petani tentu keguakaramaan ini sudah kita kenal dengan adanya bermacam-macam varietas tumbuhan padi, contohnya varietas Ciherang, Muncul, Inpari, Digul, Cilamaya, Rojolele, dan lain sebagainya. Masing-masing varietas ini mempunyai perbedaan baik dari segi ciri fisik daun, buah, batang, dan akar, ketahanan hidup, maupun dari segi umur tanam.

2. Keguakaragaman Hayati pada Mangga

Sama menyerupai tumbuhan padi, tumbuhan mangga pun mempunyai keguakaragaman hayati tingkat gen. Bagi yang suka makan mangga tentu Anda mengenal beberapa ragam jenis mangga menyerupai mangga manalagi, mangga golek, mangga gadung, mangga arum manis, atau mangga apel. Dari sisi buahnya, mangga-mangga tersebut mempunyai rasa dan tekstur yang tidak sama-beda, begitupun dari segi penampilan fisik tanamannya.

3. Keguakaragaman Hayati pada Jagung

misal keguakaragaman hayati tingkat gen juga terjadi pada tumbuhan jagung. Para petani mengenal berbagai varietas jagung yang akan ditanamnya. Jenis varietas yang dipilih biasanya diubahsuaikan dengan kondisi lingkungan penanaman, sebab setiap varietas mempunyai ketahanan yang tidak sama pada kondisi lingkungan yang tidak sama. Beberapa pola varietas tumbuhan jagung contohnya varietas Pioner, BISI, NK, DK, Bima, dan lain sebagainya.

sanggup terjadi pada beberapa tingkat kehidupan 7 misal Keguakaragaman Hayati Tingkat Gen, Gambar, dan Penjelasannya

Baca Juga: Pengertian Musik Tradisional

4. Keguakaragaman Hayati pada Pisang

Tanaman pisang juga mengenal beberapa varietas akhir adanya keguakaragaman hayati tingkat gen pada spesies Musa paradisiaca ini. kita mungkin mengenal adanya pisang dengan nama dan jenis yang bermacam-macam mulai dari pisang manado, pisang kepok, pisang muli, pisang raja nangka, pisang lilin, pisang siem, dan lain sebagainya. Masing-masing jenis pisang ini mempunyai rasa dan bentuk buah yang tidak sama, begitupun dengan ciri morfologis tanamannya.

5. Keguakaragaman Hayati pada Bunga kertas (bougenvil)

Bagi penyuka tumbuhan bunga, niscaya mengenal yang namanya bunga bougenvil atau bunga kertas. Bunga kertas mempunyai bermacam-macam varietas yang ditunjukan dengan perbedaan warna bunga, bentuk daun, dan corak. melaluiataubersamaini metode sambung atau okulasi, varietas bunga kertas biasanya disambungkan sehingga dalam satu tumbuhan sanggup tumbuh lebih dari satu warna bunga.

6. Keguakaragaman Hayati pada Ayam

misal keguakaragaman hayati bukan spesialuntuk sanggup terjadi di dunia tumbuhan. pada binatang juga kita sanggup menemukannya. Misalnya pada ayam. Kita mengenal beberapa jenis ayam, di antaranya ayam kampung, ayam bangkok, ayam cemani, ayam kate, dan lain sebagainya. Keragaman ayam ini yaitu bukti dari adanya keguakaragaman hayati tingkat gen.

7. Keguakaragaman Hayati pada Kambing

Sejalur dengan ayam, dalam dunia kambing pun kita mengenal adanya pola keguakaragaman hayati tingkat gen. Ada kambing etawah yang menghasilkan daging dan susu, kambing alpen, kambing saguan, dan kambing boer yaitu bukti dari adanya variasi tingkat gen dalam dunia kambing.

Formulasi Bantuan Pendidikan di Surabaya Diatur Ulang

Formulasi Bantuan Pendidikan di Surabaya Diatur Ulang

Formulasi Bantuan Pendidikan di Surabaya Diatur Ulang

Upaya memberikan layanan pendidikan lebih berkualitas terus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Salah satunya dengan memberikan kenaikan Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda) pada jenjang SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Ikhsan mengatakan,

kenaikkan Bopda diformulasikan melalui pembiayaan operasional per rombongan belajar (rombel) bukan lagi per siswa. Sehingga dengan demikian diharapkan dapat mencukupi biaya operasional per rombel (per kelas) pada masing-masing sekolah.

“Kalau dulu setiap anak di kali sekian rupiah. Sementara ke depannya dari per anak menjadi per rombel. Ini untuk mencukupi biaya operasional per rombel (per kelas),” kata Ikhsan.
Baca Juga:

Carut-Marut Sistem Zonasi PPDB, DPR Akan Panggil Mendikbud
Pembagian Seragam Gratis Untuk Siswa SD-SMP di Kota Mojokerto Molor
Sembilan SMP Negeri di Jombang Tak Bisa Penuhi Pagu
Tania Sedih dan Menangis, Nilai UN Rata-rata 8 tapi Gagal Masuk SMPN
Satu Pria Diamankan Terkait Aksi Tolak Sistem Zonasi di Kediaman Wali Kota

Meskipun ada perubahan formula kenaikkan Bopda, Ikhsan memastikan

kebijakan pemberian Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) bagi guru swasta di Kota Surabaya tetap diberikan. Selama ini, Pemkot Surabaya memberikan TPP sebesar Rp 1 juta per guru per bulan sebagai bentuk apresiasi Pemkot Surabaya kepada guru-guru swasta.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi menambahkan, ke depan sekolah swasta Bopda-nya tidak lagi dihitung per siswa. Namun dihitung per rombel, sehingga diharapkan kualitas sekolah swasta dapat menyamai kualitas negeri dengan adanya penambahan Bopda ini.

“Jadi, sekolah itu tidak hanya mengandalkan negeri saja. Sekarang kalau

misalnya sekolah negeri sudah tidak cukup, terus sekolah dimana. Pasti di swasta, karena sekolah swasta itu penyeimbang, sehingga saya berharap kualitasnya juga dapat ditingkatkan,” pungkasnya.

 

Baca Juga :

Seminar Internasional Teknik Sipil UNNAR: Engineer Adalah Problem Solver

Seminar Internasional Teknik Sipil UNNAR: Engineer Adalah Problem Solver

Seminar Internasional Teknik Sipil UNNAR Engineer Adalah Problem Solver

Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama menggelar Seminar Internasional bertema Sustainable Construction and Infrastructure Development, Senin (1/7/2019).

Dalam seminar internasional tersebut, hadir pemateri dari Malaysia, yaitu

Prof. Dr. Mohd Idrus Bin Mohd Masirim dan Prof. Madya Ts. Dr. Mohd Haziman Bin Wan Ibrahim dari UTHM, serta Prof. Madya Dr. Mohd Fadzil Bin Arshad dari UITM.

Prof. Madya Dr. Mohd Fadzil Bin Arshad menjelaskan tentang mempersiapkan diri menjadi engineer dalam Industrial Revolution (IR) 5.0 yang menekankan pada Artificial Intelligence.

“Dalam revolusi industri 5.0 ini manusia atau dalam hal ini engineer ditantang untuk bisa melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh mesin. Karena semua pekerjaan akan melibatkan mesin bahkan robot dengan AI,” jelas Prof Fadzil.

Di sinilah, lanjutnya, engineer ditantang sebagai problem solver yang lebih

efisien dari sebelumnya. Misalnya yang paling mudah adalah mengubah sampah atau limbah menjadi material yang berguna untuk pembangunan. “Limbah menjadi material bangunan ini masih busa terus dieksplorasi. Misalnya saja sungai dengan banyak sampah plastik atau bahan gelas, bisa dikurangi dengan mengubah sampah itu menjadi pengganti pasir,” katanya.

Yang juga penting adalah engineer teknik sipil masih harus terus berinovasi

membuat konstruksi yang ringan namun kuat. “Ini yang masih sulit karena fitrahnya kuat itu biasanya pasti berat. Nah sekarang bagaimana membuat yang kuat namun ringan,” tantangnya.

Fadzil dan seluruh pemateri menekankan jangan sampai engineer malah jadi problem maker dan menambah limbah atau malah posisinya bisa tergantikan oleh mesin. “Ada banyak masalah yang bisa diselesaikan, dari yang kecil hingga besar. Jadi jangan sampai engineer malah menambah masalah,” tutupnya

 

Sumber :

https://my.mac.edu/ICS/Campus_Life/Campus_Groups/MacMurray_College_Choir/Discussion.jnz?portlet=Forums&screen=PostView&screenType=change&id=9e5eb741-e78d-4f95-be0b-92f8eccafccf

Siswa Baru SD dan SMP di Gresik Belum Terima Seragam Gratis

Siswa Baru SD dan SMP di Gresik Belum Terima Seragam Gratis

Siswa Baru SD dan SMP di Gresik Belum Terima Seragam Gratis

Para siswa baru baik itu yang duduk di sekolah dasar negeri (SDN) maupun sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Gresik harus bersabar. Pasalnya, di tahun ajaran baru 2019/2020 yang dimulai pertengahan Juli nanti, siswa belum bisa menerima seragam gratis dari pemerintah.

Dinas Pendidikan (Dispendik) Pemkab Gresik memperkirakan, seragam baru bisa dibagi pada bulan Agustus 2019.

Seragam gratis belum bisa dibagikan sebab saat ini pengadaan seragam

masih dalam proses lelang. Dispendik Gresik baru saja memasukkan berkas lelang setelah mengalami kendala beberapa waktu lalu.

Kepala Dispendik Gresik Mahin membenarkan berkas sudah masuk lelang. Pihaknya mengakui sebelumnya ada kekurangan berkas yang diisyaratkan Badan Layanan Pengadaan (BLP). Sehingga Dispendik harus melengkapi dulu.

“Kami perkirakan tidak sampai seminggu. Sebab, pihaknya mengambil lelang lebih cepat,” ujarnya, Kamis (4/07/2019).

Mahin menjelaskan sebenarnya tidak ada kendala lagi dalam lelang. Pasalnya, lembaganya sudah memenuhi peryaratan yang dibutuhkan. Termasuk dukungan dari dua pabrik konseksi.

“Berkaca di tahun-tahun sebelumnya, jika penyedia jasa sudah siap soal

kertersediaan barang akan lebih lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Managemen Pendidikan Dispendik Gresik Suwono menambahkan, pihaknya memperkirakan seragam baru bisa dibagikan Agustus nanti.

“Kami sudah berupaya agar seragam bisa dibagikan secepat mungkin.

Tidak seperti dua tahun belakangan dimana seragam baru dibagikan saat pergantian semester,” imbuhnya.

 

Sumber :

https://uberant.com/article/632662-how-to-low-budget-marriage-invitations/

Paskibraka Kabupaten Mojokerto 2019 Dikukuhkan, Ini Pesan Wakil Bupati

Paskibraka Kabupaten Mojokerto 2019 Dikukuhkan, Ini Pesan Wakil Bupati

Paskibraka Kabupaten Mojokerto 2019 Dikukuhkan, Ini Pesan Wakil Bupati

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi berpesan agar generasi muda penerus

pembangunan bangsa gemar bekerja keras, kreatif, inovatif dan penuh komitmen dalam menjaga keutuhan bangsa. Pesan tersebut disampaikan dalam upacara pengukuhan pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Kabupaten Mojokerto tahun 2019 di Pendapa Graha Majatama Pemkab Mojokerto.

“Di 74 tahun Indonesia merdeka, kita harus bahu-membahu meningkatkan

etos kerja untuk meningkatkan daya saing menuju kemandirian bangsa. Sebagai generasi muda penerus pembangunan bangsa khususnya Paskibraka, jadilah pemuda yang gemar kerja keras, kreatif, inovatif dan penuh komitmen dan tanggung jawab menjaga keutuhan bangsa,” ungkapnya.

Wakil Bupati juga mengingatkan kewajiban Paskibraka, yang akan bertugas

mengibarkan bendera pada upacara peringatan HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang tahun ini mengangkat tema ‘SDM Unggul Indonesia Maju’. Upacara tersebut bakal digelar Sabtu 17 Agustus 2019 pagi di halaman kantor Pemkab Mojokerto.

“Di pundak kalian ada tugas berat yang harus dilaksanakan, yakni mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada upacara 17 Agustus nanti. Inti suksesnya upacara, ada pada kalian. Tugas ini tidak bisa dianggap ringan. Butuh konsentrasi dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

 

Baca Juga :

Pramuka Diajak Tingkatkan IPM dan Basmi Narkoba di Lumajang

Pramuka Diajak Tingkatkan IPM dan Basmi Narkoba di Lumajang

Pramuka Diajak Tingkatkan IPM dan Basmi Narkoba di Lumajang

Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati yang akrab disapa Bunda Indah,

akan melibatkan anggota Pramuka dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Memerangi Narkoba. Pihaknya akan memberikan surat tugas kepada anggota Pramuka Lumajang untuk mendeteksi, mencatat dan melaporkan data masyarakat yang masih tidak memiliki ijazah SD, SMP dan SMA sederajat.

“Masing-masing anggota Pramuka, harus mendata paling tidak berjarak 100 meter ke samping, ke depan dan ke belakang dari rumahnya,” ujar Bunda Indah saat bertindak sebagai Pembina Apel Hari Pramuka Ke 58 di Alun-alun Ibukota Kab. Lumajang, Rabu (14/8/2019).

Masih kata dia, Laporan tersebut nantinya akan dipergunakan sebagai

bahan pengambilan kebijakan fasilitasi sekolah kejar Paket A, B dan C. Program tersebut, bentuk sinergitas Pemerintah Kabupaten Lumajang dengan Pramuka untuk meningkatkan IPM.Dirinya berencana akan membentuk Saka Anti Narkoba. Rencana tersebut sudah dibicarakannya dengan Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban.
Baca Juga:

Bupati Lumajang Bongkar Belasan Rumah Lokalisasi Illegal
Faisol Dibekuk Polisi saat Jual Pil Koplo
Bangkai Ikan Paus Tutul Lumajang kini Dikubur
Tim Cobra Amankan 4 Perampok Juragan Tata Rias

“Tanamkan jiwa pramuka pada diri kita. Banggalah jadi Pramuka yang

dirasakan manfaatkannya untuk orang lain, daerah bangsa dan negara. Saya bangga menjadi Pramuka,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://danu-aji-s-school.teachable.com/blog/190509/explanatorytexts

PLT Dindik Jatim Luncurkan Mobil Besutan SMK

PLT Dindik Jatim Luncurkan Mobil Besutan SMK

PLT Dindik Jatim Luncurkan Mobil Besutan SMK

Dinas Pendidikan Jawa Timur menerjunkan mobil praktek keliling. Mobil ini menyasar SMK terpencil sebagai upaya mengasah ketrampilan siswa dan membantu proses pembelajaran.

Menurut Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Hudiyono,

konsep yang diusung hampir sama dengan SMK Pengampu. Mobil ini tidak hanya ditujukan pada satu sekolah tapi keliling mendatangi sekolah-sekolah.

“SMK Pengampu kan mendatangkan aliansi ke sekolah, konsepnya sama dengan mobil pengampu,” ungkap Hudiyono, Senin (12/8/2019).

Ia menjelaskan dengan adanya mobil praktek ini dapat memenuhi kebutuhan sekolah SMK yang dari segi sarana praktek kurang.

“Dari 2.078 SMK di Jatim itu kurang lebih 60 persen yang harus kita

standarkan sarana prasarananya. Itu kan butuh waktu juga, makanya kita terjunkan mobil praktek keliling,” terangnya.

Dijelaskan Hudiyono mobil ini dilengkapi dengan kelengkapan yang dibutuhkan, termasuk teknologi baru disesuaikan dengan jurusan.

“Ada jurusan mesin CNC lama, lah di mobil ini ada teknologi baru dan cara

baru. Memang ini sudah disiapkan oleh Ibu Gubernur (red : Khofifah Indarparawansah) agar bisa memberikan pelayanan disekolah,” paparnya.
Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SMK Provinsi Jawa Timur, Dr. Suhartono, M.Pd menambahkan, mobil praktek akan keliling dan mendatangi sekolah SMK di Jatim.

 

Sumber :

https://pitchengine.com/danuaji/9999/12/31/no-headline/002518289541209833145

Penerapan PSAK 73 di Sektor Hulu Migas

Penerapan PSAK 73 di Sektor Hulu Migas

Penerapan PSAK 73 di Sektor Hulu Migas

Pada tahun 2020, PSAK 73 yang sudah disahkan DSAK akan segera berlaku efektif di Indonesia. PSAK 73 ini diadopsi dari IFRS 16, dan akan menggantikan PSAK 30 mengenai Sewa dan ISAK 8 Penentuan Apakah Suatu Perjanjian Mengandung Sewa.

Pada prinsipnya, PSAK ini memberikan model tunggal untuk akuntansi sewa bagi penyewa, yaitu seluruh sewa lebih dari 12 bulan (kecuali yang aset pendasarnya bernilai rendah) dicatat sebagai aset dan liabilitas. PSAK ini juga memperkenalkan istilah Aset Hak-Guna.

Kali ini saya akan memberikan analisis singkat mengenai perbedaan PSAK 73 dan IFRS 16 yang mana makna penjelasan dalam PSAK 73 jauh lebih jelas daripada IFRS 16, terutama terkait sektor hulu migas.

Dalam paragraf 03 PSAK 73, memberikan pengecualian ruang lingkup penerapan yaitu:

  • Sewa dalam rangka eksplorasi atau penambangan mineral, minyak, gas alam, dan sumber daya serupa yang tidak dapat diperbarui.

Kata-kata asli dalam IFRS 16 adalah sebagai berikut:

  • Leases to explore for or use minerals, oil, natural gas and similar non-regenerative resources.

Dalam kata-kata aslinya, dapat diartikan bahwa IFRS 16 mengecualikan seluruh sewa untuk mengeksplorasi atau menggunakan sumber daya mineral, minya, gas, dan sumber daya tak terbarukan lainnya.

Di sektor hulu migas, kata-kata di IFRS 16 ini memiliki makna ganda:

  • Makna sempitnya, IFRS 16 mengecualikan sewa terkait hak untuk mengeksplorasi atau menggunakan (tahap setelah eksplorasi).
  • Makna luasnya, IFRS 16 mengecualikan seluruh sewa yang berhubungan dengan kegiatan eksplorasi atau menggunakan (tahap setelah eksplorasi). Hal ini berarti, sewa rig, sewa software geologi & geofisika, dan sewa-sewa lain sesuai definisi IFRS 16 dan dalam cakupan tahapan eksplorasi dan setelahnya dikecualikan.

Beberapa kajian di luar negeri menunjukkan bahwa kalimat dalam IFRS 16 ini menimbulkan beberapa polemik.

Sementara itu, dalam bahasa Indonesia, PSAK 73 menggunakan kata “dalam rangka eksplorasi”. Kata-kata ini jauh lebih jelas maknanya daripada IFRS 16. Dalam KBBI, kata “dalam rangka” bermakna behubungan dengan. Sehingga, seluruh sewa yang berhubungan dengan tahapan eksplorasi dikecualikan dari ruang lingkup PSAK 73.

Jika dikaitkan dengan PSAK 64: Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi Pada Pertambangan Sumber Daya Mineral, tahapan eksplorasi dan evaluasi masuk dalam ruang lingkup PSAK 64. Dalam PSAK 64 ini, entitas dapat menerapkan metode full cost, successful efforts, atau mengembangkan metode lain yang sesuai dengan Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan (KKPK), PSAK 16, PSAK 19, dengan mengikuti aturan pengembangan kebijakan dalam PSAK 25.

Dalam kaitannya dengan PSAK 64, sewa dalam rangka eksplorasi dapat diperlakukan dengan dasar PSAK 64. Sebagai contoh, jika entitas menganut metode successfull efforts, maka sewa software geologi dan geofisika dapat dibebankan pada periode terjadinya, sementara untuk sewa peralatan untuk pemboran eksplorasi dapat dikapitalisasi ke sumur eksplorasi, dan dibebankan sebagai biaya jika tidak terdapat cadangan.

Sumber : https://theeacher.livejournal.com/304.html