Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Kategori: pendidikan

pendidikan

PERDAGANGAN INTERNASIONAL

PERDAGANGAN INTERNASIONAL

 

PERDAGANGAN INTERNASIONAL
PERDAGANGAN INTERNASIONAL

1. Pengertian Perdagangan Antar Negara

Perdagangan adalah usaha menyampaikan barang dari produsen pada konsumen melalui jual beli dengan tujuan memperoleh laba.

Fungsi pokok perdagangan
Media promosi barang yang diperdagangkan
Memperlancar kegiatan ekonomi.
Menimbun dan menyimpan uang
Mengumpulkan dana dan mendistribusikan barang
Menyortir dan member derajat mut barang yang dijual
Dari perngertian di atas bahwa perdagangan antar Negara menyangkut jual beli barang antar Negara/menyangkut ekspor impor. Perdagangan antar Negara adalah suatu kegiatan jual beli barang/jasa antara Negara yang satu dengan Negara yang lain yang saling membutuhkan dan menguntungkan. Di Indonesia sendiri perdagangan antar Negara sudah ada sejak jaman Sriwijaya yang perdagangannya sampai ke India dan Tiongkok (Cina). Untuk tingkat perkembangan internasional, perdagangan maju pesat sejak Colombus menemukan benua Amerika dan Vasco Dae Gamma sampai ke India. Bangsa Eropa dan Amerika pada jaman dahulu ke wilayah Asia Tenggara terutama untuk mencari rempah-rempah.

2. Timbulnya Perdagangan Antar Negara

Dalam rangka memenuhi segala yang dibutuhkan rakyat dan pemerintahnya, Negara tersebut harus mengadakan hubungan ekonomi dengan lain. Sehingga timbulah hubungan ekonomi antar Negara atau hubungan ekonomi internasional.

a. Faktor yang mempengaruhi hubungan antar Negara :
Iklim dan keadaan tanah, hal ini menyebabkan sumber alam dan hasilnya yang berbeda-beda
Kebudayaan Negara yang berbeda-beda
b. Perdagangan antar Negara disebabkan karena :
Tidak setiap Negara mampu memenuhi kebutuhan sendiri
Tidak setiap Negara mampu memproduksi sendiri
Adanya kelebvihan hasil produksi suatu Negara
Adanya kemampuan SDM yang berbeda, hingga mempengaruhi teknologi yang dikuasai
Kemampuan modal yang dimiliki berbeda-beda
Ada suatu Negara yang kekurangan hasil produksi

3. Manfaat Perdagangan Antar Negara

Tujuan perdagangan luar negeri dilihat dari sisi ekonomi adalah untuk memperoleh keuntungan. Cara yang dilaksanakan adalah mengekspor dan mengimpor barang.
Mengekspor barang-barang yang dapat diproduksi di dalam negeri dengan cara yang efisien, dengan biaya yang murah tetapi dengan mutu yang baik.
Mengimpor barang-barang yang dibutuhkan dengan kualitas baik, tetapi dngan harga yang lebih murah daripada kalau diproduksi sendiri.

Baca Juga:

pendidikan

Tumbuhan Berbiji Terbuka ( Gymnospermae )

Tumbuhan Berbiji Terbuka ( Gymnospermae )

Tumbuhan Berbiji Terbuka ( Gymnospermae )
Tumbuhan Berbiji Terbuka ( Gymnospermae )

Gimnospermae adalah tumbuhan yang bijinya tidak di tutupi oleh bakal buah

Ciri-ciri Tumbuhan Berbiji Terbuka

a) Pada umumnya perdu atau pohon tidak ada yang berupa herba batang dan akar berkambium sehingga dapat tumbuh membesar
b) Bentuk perakaran tunggang
c) Daun sempit, tebal dan kaku
d) Tulang daun tidak beraneka ragam
e) Tidak memiliki bunga sejati
f) Alat perkembang biakannya berbentuk kerucut yang disebut Strobilus atau runjung
g) Alat klamin terpisah, serbuk sari terdapat dalam Strobilus jantan dan sel telur terdapat dalam

Strobilus betina

1. Klasifikasi Tumbuhan Berbiji Terbuka

a) Cycadinae

Ciri khas adalah batang tidak bercabang daunnya majemuk tersusun sebagai tajung di puncak pohon merupakan tumbuhan berumah dua, artinya memiliki strobilus jantan saja atau strobilus betina saja,

Contoh : Zamia furfuracea, Cycasrevoluta dan Cycasrumphii
( Pakis Haji )

Baca Juga: Bagian-bagian bunga

b) Ginkgoinae

Tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli dari daratan Cina. Tinggi pohon dapat mencapai 30meter, daun berbentuk kipas dan mudah gugur. Serbuk sari dan bakal bii dihasilkan oleh idividu yang berlainan. Anggota klompok ini hanya ada satu species yaitu Ginkgo biloba

c) Coniferinae

Coniferinae berarti tumbuhan pembawa kerucut karena alat perkembang biakan jantan dan betina berupa strobilus berbentuk kerucut. Tumbuhan yangtermasuk kelompok ini memiliki cirri selalu hijau sepanjang tahun ( evergreen ).
Contoh ;
Agathis alba ( dammar )
Pinus mercusii ( pinus )
Cupressus sp
Araucariasp
Sequuoia sp
Juniperus sp
Taxus sp.

d) Gnetinae

Anggota kelompok ini berupa perdu, liana ( tumbuhan pemanjat ) dan pohon. Daun berbentuk oval atau lonjong dan duduk daun berhadapan dengan bentuk urat daun menyirip.
Pada Xiloem terdapat Trakea dan Floem tidak memiliki sel pengirim. Strobilus tidak berbentuk kerucut, tetapi suda dapat disebut bunga. Contoh yang terkenal dari kelompok ini adalah Gnetum gnemon ( Melinjo)

pendidikan

Filsafat hukum

Filsafat hukum

Ketika kita berpikir tentang hukum dan apa arti hukum bagi kita sebagai masyarakat, kita semua memiliki gagasan yang baik, atau lebih tepatnya pemahaman bawaan, tentang apa hukum itu dan hal-hal apa yang diharapkan. Namun, agak lebih sulit untuk menemukan definisi yang tepat tentang undang-undang tersebut. Pertanyaan ini sangat penting dalam studi kasus hukum atau filsafat hukum.

Sejak peradaban awal, para filsuf dan pemikir telah bekerja untuk menetapkan pengertian yang pasti tentang apa itu hukum dan tempatnya dalam masyarakat. Dari upaya ini telah muncul “aliran pemikiran” besar yang menunjukkan ide dan konsep yang berbeda satu sama lain, tetapi sama-sama valid dalam interpretasinya.

Saat ditanya “Apa hukumnya?” Kebanyakan orang akan memberikan respon awal dengan motto “hukum adalah aturan” atau, pada level yang lebih kompleks, “hukum adalah aturan. yang mengatur perilaku kita ”. Jawaban dasar ini memang sangat valid dan merupakan landasan dari banyak aliran pemikiran. Namun, mengajukan pertanyaan yang lebih spesifik menimbulkan keraguan atas validitas klaim ini dan menimbulkan keraguan pada konsensus sekuler yang luas tentang masalah tersebut.

Misalnya, jika hukum adalah seperangkat aturan, itu sendiri tidak perlu. Aturan saja pasti dapat paling banyak mengatur parameter dan tidak pernah mencoba mengatur secara independen. Sedikit lebih banyak diperlukan untuk memastikan aspek regulasi ini. Ada kebutuhan untuk penegakan atau paksaan. Dalam FHDpaper.com, hal ini dijamin dengan ancaman sanksi seperti penjara dan denda. Oleh karena itu, konsep hukum tradisional kita tentang “aturan” sangat cacat: sebaliknya, hukum harus merupakan interaksi antara aturan dan keyakinan fisik.

Dengan kata lain, kita membutuhkan motivasi untuk mematuhi hukum, sebagian karena sifat kita sebagai manusia, untuk menjaga kita dalam batas-batasnya dan di atas garis pemerintahannya. Oleh karena itu, lebih penting untuk memberikan deskripsi yang tepat daripada ide yang sederhana dan langsung ini.

Juga ingatlah hal mendasar ini saat menentukan sifat hak pada tingkat konseptual. Jika hukum, seperti yang kita lihat, adalah seperangkat aturan, dengan cara apa aturan itu bekerja? H. Mereka normatif (bagaimana berperilaku) atau deskriptif (bagaimana mayoritas masyarakat berperilaku). Jika diberdayakan, setiap warga negara harus mempelajari hukum sejak usia dini untuk memastikan konsistensi dengan hukum yang ditentukan oleh hukum.

Di sisi lain, ketika menggambarkan perilaku masyarakat, itu menimbulkan masalah otoritas: cara masyarakat berperilaku bukanlah konsep yang obyektif. Mengapa orang atau sekelompok orang tertentu harus memiliki pandangan subjektif tentang apa yang adil dan adil? Apa yang salah? Di negara dengan kebebasan fundamental yang kuat, lebih aneh lagi bahwa hukum dapat diterapkan jika diterapkan ke arah ini.

Sebaliknya, tampaknya hukum lebih tepat dipandang sebagai hubungan antara internal orang (dengan orang lain) dan dengan negara, dengan unsur konsensus bersama dalam pencapaian tujuan sosial yang relevan.

Dari analisis fundamental tentang sifat konseptual hukum ini, nampaknya masih ada ruang untuk perdebatan. Ini adalah seberapa banyak sarjana hukum mencari alasan akademis dan persaingan dari penulis lain dari generasi ke generasi. Dari Aristoteles hingga Dworkin hingga HLA Hart dan seterusnya, konsep hakikat hukum sangat menarik dan kompleks, dengan banyak segi dan peringatan yang masih harus dieksplorasi.

Dalam konteks hukum internasional, studi kasus hukum melampaui yurisdiksi dan formasi hukum tertentu dan berkembang menuju refleksi dan pengamatan independen. Namun sifat hukum adalah studi akademis yang populer dan topik yang menarik dan merangsang bagi warga negara “biasa” di bawah pemerintahannya.

pendidikanUmum

Rangkuman Materi Hukum Internasional – Makalah 35 Halaman

Rangkuman Materi Hukum Internasional – Makalah 35 Halaman


Latar Belakang

Hukum internasional adalah bagian hukum yang mengatur aktivitas entitas berskala internasional. Pada awalnya, Hukum Internasional hanya diartikan sebagai perilaku dan hubungan antar negara namun dalam perkembangan pola hubungan internasional yang semakin kompleks pengertian ini kemudian meluas sehingga hukum internasional juga mengurusi struktur dan perilaku organisasi internasional dan, pada batas tertentu,perusahaan multinasional dan individu.Hukum bangsa-bangsa dipergunakan untuk menunjukkan pada kebiasaan dan aturan hukum yang berlaku dalam hubungan antara raja-raja zaman dahulu.Hukum antar bangsa atau hukum antar negara menunjukkan pada kompleks kaedah dan asas yang mengatur hubungan antara anggota masyarakat bangsa-bangsa atau negara. Hukum Internasional terdapat beberapa bentuk perwujudan atau pola perkembangan yang khusus berlaku di suatu bagian dunia (region) tertentu :

  1. Hukum Internasional regional : Hukum Internasional yang berlaku/terbatas daerah lingkungan berlakunya, seperti Hukum Internasional Amerika / Amerika Latin, seperti konsep landasan kontinen (Continental Shelf) dan konsep perlindungan kekayaan hayati laut (conservation of the living resources of the sea) yang mula-mula tumbuh di Benua Amerika sehingga menjadi hukum Internasional Umum.
  2. Hukum Internasional Khusus : Hukum Internasional dalam bentuk kaedah yang khusus berlaku bagi negara-negara tertentu seperti Konvensi Eropa mengenai HAM sebagai cerminan keadaan, kebutuhan, taraf perkembangan dan tingkat integritas yang berbeda-beda dari bagian masyarakat yang berlainan.

 

Berbeda dengan regional yang tumbuh melalui proses hukum kebiasaan.

Hukum Internasional didasarkan atas pikiran adanya masyarakat internasional yang terdiri atas sejumlah negara yang berdaulat dan merdeka dalam arti masing-masing berdiri sendiri yang satu tidak dibawah kekuasaan lain sehingga merupakan suatu tertib hukum koordinasi antara anggota masyarakat internasional yang sederajat.


PERMASALAHAN

Identifikasi Masalah
Dalam mata kuliah Sistem Hukum Indonesia praja mempelajari banyak tentang hukum-hukum yang berlaku di dunia namun bagaimana praja mempelajari tentang Hukum Internasional secara lebih luas.

Rumusan Masalah

1. Apa itu Hukum Internasional,bagaimana bentuk dan asas hukum Internasional?
2. Apa saja subjek dan sumber Hukum Internasional?
3. Apa itu masyarakat internasional,ciri-cirinya dan sejarah perkembangannya?
4. Bagaimana sebab dan penyelesaian sengketa internasional dan bagaimana peranan Mahkamah Internasional terhadap pelanggaran HAM ?


PEMBAHASAN

Pengertian Hukum Internasional
Hukum internasional adalah bagian hukum yang mengatur aktivitas entitas berskala internasional. Pada awalnya, Hukum Internasional hanya diartikan sebagai perilaku dan hubungan antarnegara namun dalam perkembangan pola hubungan internasional yang semakin kompleks pengertian ini kemudian meluas sehingga hukum internasional juga mengurusi struktur dan perilaku organisasi internasional dan pada batas tertentu, perusahaan multinasional dan individu.Hukum internasional adalah hukum bangsa-bangsa, hukum antarbangsa atau hukum antarnegara. Hukum bangsa-bangsa dipergunakan untuk menunjukkan pada kebiasaan dan aturan hukum yang berlaku dalam hubungan antara raja-raja zaman dahulu. Hukum antarbangsa atau hukum antarnegara menunjukkan pada kompleks kaedah dan asas yang mengatur hubungan antara anggota masyarakat bangsa-bangsa atau negara.

Prof Dr. Mochtar Kusumaatmaja mengatakan bahwa Hukum Internasional adalah keseluruhan kaidah-kaidah dan asas-asas yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas-batas negara antara negara dengan negara, negara dengan subjek hukum internasional lainnya.
Hukum internasional terbagi menjadi dua bagian, yaitu :

  1. Hukum Perdata Internasional, adalah hukum internasional yang mengatur hubungan hukum antara warga negara di suatu negara dengan warga negara dari negara lain (hukum antar bangsa)
  2. Hukum Publik Internasional, adalah hukum internasional yang mengatur negara yang satu dengan lainnya dalam hubungan internasional (Hukum Antarnegara)

 

Perbedaan dan persamaan

Hukum Internasional publik berbeda dengan Hukum Perdata Internasional. Hukum Perdata Internasional ialah keseluruhan kaedah dan asas hukum yang mengatur hubungan perdata yang melintasi batas negara atau hukum yang mengatur hubungan hukum perdata antara para pelaku hukum yang masing-masing tunduk pada hukum perdata (nasional) yang berlainan.

Sedangkan Hukum Internasional adalah keseluruhan kaidah dan asas hukum yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara (hubungan internasional) yang bukan bersifat perdata. Persamaannya adalah bahwa keduanya mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara(internasional). Perbedaannya adalah sifat hukum atau persoalan yang diaturnya (obyeknya).

Bentuk Hukum Internasional

Hukum Internasional terdapat beberapa bentuk perwujudan atau pola perkembangan yang khusus berlaku di suatu bagian dunia (region) tertentu :

1. Hukum Internasional Regional

Hukum Internasional yang berlaku/terbatas daerah lingkungan berlakunya, seperti Hukum Internasional Amerika / Amerika Latin, seperti konsep landasan kontinen (Continental Shelf) dan konsep perlindungan kekayaan hayati laut (conservation of the living resources of the sea) yang mula-mula tumbuh di Benua Amerika sehingga menjadi hukum Internasional Umum.

2. Hukum Internasional Khusus

Hukum Internasional dalam bentuk kaedah yang khusus berlaku bagi negara-negara tertentu seperti Konvensi Eropa mengenai HAM sebagai cerminan keadaan, kebutuhan, taraf perkembangan dan tingkat integritas yang berbeda-beda dari bagian masyarakat yang berlainan. Berbeda dengan regional yang tumbuh melalui proses hukum kebiasaan.Hukum Internasional merupakan keseluruhan kaedah dan asas yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara antara:

  1. negara dengan negara
  2. negara dengan subyek hukum lain bukan negara atau subyek hukum bukan negara satu sama lain.

Asas-Asas Hukum Internasional

Asas-asas yang berlaku dalam hukum internasional, adalah :

  1. Asas Teritorial, Menurut asas ini, negara melaksanakan hukum bagi semua orang dan semua barang yang berada dalam wilayahnya.
  2. Asas Kebangsaan, menurut asas ini setap warganegara dimanapun dia berada, tetap mendapat perlakuan hukum dari nearanya. asas ini memiliki kekuatan ekstrateritorial, artinya hukum negara tetap berlaku bagi seorang warganegara walaupun ia berada di negara lain.
  3. Asa Kepentingan Umum, menurut asas ini negara dapat menyesuaikan diri dengan dengan semua keadaan dan peristiwa yang bersangkut paut dengan kepentingan umum. Jadi, hukum tidak terikat pada batas-batas wilayah suatu negara.

Subjek Hukum Internasional

Subjek hukum Internasional terdiri dari :

  1. Negara
  2. Individu
  3. Tahta Suci / vatican
  4. Palang Merah Internasional
  5. Organisasi Internasional

Sebagian Ahli mengatakan bahwa pemberontak pun termasuk bagian dari subjek hukum internasional.

Sumber Hukum Internasional

Sumber hukum dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu :

  1. Sumber hukum materil, yaitu segala sesuatu yang membahas dasar berlakunya hukum suatu negara.
  2. Sumber hukum formal, yaitu sumber darimana kita mendapatkan atau menemukan ketentuan-ketentuan hukum internasional.

Menurut pasal 38 Piagam mahkamah Internasional, sumber hukum formal terdiri dari :

  • Perjanjian Internasional, (traktat/Treaty)
  • Kebiasaan-kebiasaan internasional yang terbukti dalam praktek umum dan diterima sebagai hukum
  • Asas-asas umum hukum yang diakui oleh negara-negara beradab
  • Yurisprudency, yaitu keputusan hakim hukum internasional yang telah memiliki kekuatan hukum tetap
  • Doktrin, yaitu pendapat para ahli hukum internasional.

Baca Juga :

pendidikanUmum

Apakah Indonesia Menganut Paham Dualisme Atau Mononisme?

Apakah Indonesia Menganut Paham Dualisme Atau Mononisme?

legalitas

  1. Arina Sondang, 00000010318

 Sistem hukum di Indonesia sayangnya belum mengindikasikan apakah menganut monisme, dualisme atau kombinasi keduanya. Akan tetapi menurut Prof. Mochtar Kusumaatmadja secara jelas memotret bahwa Indonesia mengarah pada monisme primat hukum internasional.

  1. Kevin Christiansen David, 00000007755

Dalam suatu negara pasti pernah terjadinya suatu persinggungan atau permasalahan antara Hukum Internasional dan Hukum Nasional. Biasanya, hal ini mungkin terjadi pada saat melakukan Perjanjian Internasional dalam ranah Hukum Nasional.

Namun dalam hal menyelesaikan permasalahan tersebut, apakah negara akan mengutamakan Hukum Internasional atau Hukum Nasional?

Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan menggunakan paham atau teori dalam hubungan antara Hukum Internasional dan Hukum Nasional. Paham itu dibagi menjadi dua, yang dikenal dengan paham Dualisme dan paham Monisme.

Menurut paham Dualisme

Hukum Internasional dan Hukum Nasional merupakan dua sistem hukum yang secara keseluruhan berbeda. Hakekat Hukum Internasional berbeda dengan Hukum Nasional. Hukum Internasional dan Hukum Nasional merupakan dua sistem hukum yang jelas terpisah, tidak saling mempunyai hubungan superioritas atau subordinasi. Namun secara logika paham dualisme akan mengutamakan Hukum Nasional dan mengabaikan Hukum Internasional.

Menurut paham Monisme

Hukum Internasional dan Hukum Nasional merupakan bagian yang saling berkaitan dari satu sistem hukum pada umumnya. Menurut paham ini, dengan pengutamaan pada Hukum Nasional, Hukum Internasional merupakan kelanjutan Hukum Nasional. Hukum Internasional merupakan Hukum Nasional untuk urusan luar negeri, paham ini cenderung mengabaikan Hukum Internasional.

Berdasarkan paham Monisme dengan pengutamaan pada Hukum Internasional, Hukum Nasional secara hirarkinya lebih rendah dibandingkan dengan Hukum Internasional. Hukum Nasional tunduk pada Hukum Internasional dalam arti Hukum Nasional harus sesuai dengan Hukum Internasional.

Namun dimungkinkan bahwa ada Monisme yang menganggap bahwa Hukum Nasional sejajar dengan Hukum Internasional. Hubungan antara keduanya saling melengkapi. Hal ini tampak dalam Statuta Roma atau Konvensi tentang Terorisme Bonn.

Apakah Indonesia menganut salah satu dari kedua paham tersebut? Jawaban nya adalah belum ada kepastiannya, karena dalam undang-undang di Indonesia yang sekarang ini, belum ada ketentuan atau suatu pasal yang secara jelas menentukan sikap Indonesia. Namun jika melihat kepada pengakuan Indonesia terhadap keberadaan Hukum Internasional, Indonesia lebih menganut paham Monisme. Berdasarkan praktek, Indonesia cenderung pada Monisme dengan pengutamaannya dalam Hukum Internasional.

  1. Rezky Kariema T, 00000010197

Menurut pendapat dan artikel-artikel yang saya baca, Saya melihat Indonesia cenderung menganut Dualisme. Mengapa saya berpendapat demikian? Banyak sekali artikel yang saya baca memberikan jawaban yang kurang jelas atau masih belum menentukan Indonesia menganut Dualisme atau Monisme. Tetapi setelah saya pelajari, praktek Indonesia dalam implementasi perjanjian internasional dalam hukum nasional lebih cenderung ke Dualisme. Terlihat dalam Pasal 9 ayat 2 UU No.24 tahun 2009 yang berisi “Pengesahan Perjanjian Internasional sebagaimana maksud dalam ayat 1 dilakukan dengan UU atau keputusan presiden”. Dengan demikian pemberlakuan Perjanjian Internasional tidak secara langsung. Hal ini juga memperlihatkan bahwa Indonesia memandang Hukum Nasional dan Hukum Internasional sebagai 2 sistem hukum yang berbeda dan terpisah. Terlihat juga dalam UU No.2 tahun 2000, Perjanjian Internasional harus ditransformasikan menjadi Hukum Nasional dalam bentuk perundang-undangan, diratifikasi melalui UU dan keputusan Presiden. UU ratifikasi tersebut tidak langsung menjadi Hukum Nasional, UU ratifikasi hanya menjadikan Indonesia terikat terhadap perjanjian internasional tersebut. Contohnya, Indonesia meratifikasi International covenant on Civil and Political rights melalui UU, maka selanjutnya Indonesia harus membuat UU yang menjamin hak-hak yang ada di covenant tersebut dalam UU yang lebih spesifik.

  1. Melisa Salim, 00000008083

    Saya berpendapat bahwa Indonesia termasuk sebagai negara dualisme. Hukum Internasional dan hukum nasional merupakan dua sistem atau perangkat hukum yang terpisah. Undang-undang No. 10 tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan menjadi dasar adanya metode transformasi dalam inkorporasi perjanjian/hukum internasional ke dalam sistem hukum nasional. Dalam hal ini, lembaga legislatif (DPR RI) memberikan persetujuan terhadap suatu perjanjian internasional yang dibuat oleh Presiden (lembaga eksekutif).

    5. Nova Shyntia Ryan Dinata Purba, 00000009797

    *Dalam UUD 1945 maupun Undang-Undang yang ada sekarang, belum ada ketentuan (pasal), yang secara tersendiri menentukan sikap Indonesia. Bertumpu pada pengakuan Indonesia terhadap keberadaan Hukum Internasional, Indonesia menganut paham monisme. Berdasarkan praktek, Indonesia cenderung pada monisme dengan pengutamaan Hukum Internasional.Wisnu Aryo Dewanto berpendapat bahwa pada saat pemerintah Indonesia mengeluarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 (Pasal 7) mengenai Pembentukan Peraturan Perundang-undangan sebenarnya menegaskan posisi Indonesia sebagai negara dualisme dengan metode transformasi dalam memasukkan perjanjian internasional kedalam sistem hukum nasional. Indonesia menganut paham dualisme dalam perkembangannya cendrung menuju paham monisme dengan primat hukum inetrnasional serat pemberlakuan perjanjian internasional ke dalam hukum nasional indonesia tidak serta merta. Hal ini juga memperlihatkan bahwa Indonesia memandang hokum nasional dan hukum internasional sebagai dua sistem hukum yang berbeda dan terpisah satu dengan yang lainnya.Pada intinya Indonesia belum menerapkanatau mengambil sikap secara tegas system apakah yang diambil,Monisme atau Dualisme.

    6. Yehuda Bimo

Jika kita mencoba untuk menelaah suatu topik permasalahan yang memunculkan pertanyaan seperti ini : “apakah Hukum Internasional (HI) dan Hukum Nasional (HN) merupakan dua buah sistem hukum yang berbeda dan terpisah atau sebuah kesatuan sistem hukum yang sama?”, maka untuk menjawab pertanyaan tersebut tidak dapat dilepaskan dari dua sistem yang menyangkut HI dengan HN yaitu monisme dan dualisme.


Sumber : Belajar PKN Online

pendidikanPerikanan

Parameter Kimia

Parameter Kimia

a) Karbon Dioksida (CO2)

Karbon dioksida pada dasarnya bukan merupakan tipe yang mempengaruhi Kontaminan udara dalam ruangan, namun CO2 tetap diukur untuk menilai sistem ventilasi gedung serta mengetahui kontrol yang tepat untuk ventilasi pada ruang yang memiliki aktivitas yang bervariasi dalam rangka investigasi kualias udala dalam ruangan. Konsentrasi karbondioksida dalam atmosfer yang tidak tercemar sekitar 0.03% tetpai 5 % udara yang kita keluarkan adalah karbondioksida, sehingga bila kita berada dalam ruangan  yang ventilasinya kurang baik, menyebabkan kenaikan CO2 dalam ruangan (Pudjiastuti 1998).
Sumber CO2 yang terbanyak berasal dari hasil ekshalasi udara hasil pernapasan manusia, namun Environmental Tobacco Smoke (ETS) juga dapat menjadi sumber CO2. Nila ambang batas CO2 yang diperbolehkan menurut OSHA adalah 500 ppm. Pada dasarnya CO2 tidak menimbulkan efek kesehatan yang berbahaya apabila berada pada konsentrasi di atas 550 ppm namun jika berada pada konsentrasi di atas 800 ppm, CO2 dapat mengindikasikan kurangnya udara segar dan buruknya percampuran udara pada area pengguna gedung. Upaya pengendalian CO2 dalam ruangan adalah dengan menyesuaikan supply udara dalam ruangan tergantung dari tingkat kegunaan ruang yang bervariasu, selain itu sirkulasi udara dalam ruangan dengan luar ruangan juga harus ditingkatkan (Binardi, 2003).
pendidikan

RukundanSyaratJualBeli

RukundanSyaratJualBeliRukundanSyaratJualBeli

  1. Orang yang melaksanakanakan djualbeli (penjualdanpembeli) :

–     Berakal

–     Balig

–     Berhakmenggunakanhartanya

  1. Sigatataucapanijabdankabul.

Kerelaanhatiantarapenjualdanpembeli yang diwujudkanmelaluiucapanijab (daripihakpenjual) dankabul (daripihakpembeli)

  1. Barang yang diperjualbelikan.

–     Barang yang halal.

–     Barangtersebutadamanfaatnya.

–   Barangituadaditempat, atautidakadatetapisudahtersedia di tempat lain.

–     Barangitumerupakanmiliksipenjualataudibawahkekuasaannya.

–     Barangtersebutdiketahuiolehpihakpenjualdanpembelidenganjelas.

  1. Nilaitukarbarang yang dijual

–     Hargajualdisepakatipenjualdanpembeli

–     Nilaitukarbarangdapatdiserahkanpadawaktutransaksi.

–     Apabilajualbelidengancara barter, nilaitukarbarangjangansamadenganbarang haram misalnya, Babi.

Sumber :

https://whypoll.org/

 

pendidikan

Struktur Organisasi

Struktur OrganisasiStruktur Organisasi

Struktur organisasi adalah suatu sususan dan hubungan antara tiap bagian atau kegiatan oprasional dalam mencapai tujuan yang diharapakan atau di inginkan.

Sedangkan fungsi setruktur dalam sebuah organisasi adalah memberikan informasi kepada seluruh manusia yang menjadi anggotanya untuk mengetahui kegiatan atau pekerjaan yang harus dia kerjakan, berkonsultasi atau bertanggung jawab, sehungga proses kerjasama menuju tujuan organisasi dapat sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan sebelumnya. berikut juga kegunaan setruktur organisasi yaitu: untuk memperjelas tanggung jawab, memperjelas kedudukan, memperjelas uraian tugas dan memperjelas jalur hubungan.  Adapun terdapat beberapa macam bentuk struktur organisasi yaitu:

a      Struktur organisasi lini (garis)

Adalah suatu bentuk organisasi dimana pelimpahan wewenang langsung secara vertical dan sepenuhnya dari pemimpin ke bawahanya. Pelaporan tanggung jawab dari bawahan kepada atasanya juga dilakukan melalui gars vertical yang pendek, perintah – perintah di berikan seorang atsan saja dan pelaporan tanggung jawab kepada atasan yang bersangkutan Organisasi ini di ciptakan oleh Hendri Fayol, dan biasanya dipakai dalam organisasi kecil saja.

b      Struktur organisasi fungsional

Organisasi fungsional adalah organisasi berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang haarus dilakukan. Pada struktur ini masalah pembagian kerja mendapat perhatian yang sungguh – sungguh.  Pembagian kerja berdasarkan spesialis yang sangat mendalam dan setiap pejabat hanya mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan sesuai bidangnya. Struktur ini di ciptakan oleh F.W. Taylor.

c      Struktur organisasi garis dan staf

Staf adalah seseorang peegang wewenang lini, sementara staff adalah seseorang pemegang wewenang staff. Struktur organisasi ini merupakan struktur organisasi gabungan yang di kembangkan oleh Harrington Emerson. Struktur ini umumnya digunakan oleh organisasi yang besar daerah kerja luas, bidang tugas yang beraneka ragam dan jumlah bawahan yang banyak sehingga pimpinan tidak bisa bekerja sendiri, melaikan memerlukan bantuan staf . staf adalah orang yang ahli ddalam bidang tertentu yang bertugas memberikan nasehat dan saran kepada pimpinan dalam organisasi tersebut

Sumber :

https://butikjersey.co.id/

pendidikan

Teori Lokasi Lahan

Teori Lokasi Lahan => (Johann Heinrich Von Thunen)

Johann Hienrich Von Thunen dalam Der Isolierte Staat (1826) mengemukakan bahwa pada dasarnya penggunaan lahan dapat dibagi dalam beberapa penggunaan. Dengan mengambil satu pusat kota sebagai satu-satunya tempat memproduksi barang-barang yang dibutuhkan seluruh negara, daerah- daerah di sekitarnya hanya sebagai pemasok bahan mentah lain ke kota.

1)      Lahan pertama berada di dekat pusat kota (pasar) akan dipakai untuk kegiatan- kegiatan intensif jenis tanaman yang hasilnya cepat rusak, memakan tempat dan berat dalam kaitannya dengan transportasi.

2)        Lahan kedua merupakan daerah hutan. Hal ini bisa dipahami mengingat masa itu kebutuhan hasil hutan untuk kayu dan bahan bakar yang sifatnya memakan tempat  dan berat  sehingga harus ditempatkan agar dekat dari pusat kota.

3)      Lahan  ketiga digunakan untuk menanam tanaman sejenis gandum atau padi- padian.

4)      Lahan keempat berupa daerah  penggembalaan ternak.

5)      Lahan kelima,  merupakan  daerah “three  field  system”  merupakan  daerah ilalang, daerah tandus.

6)      lahan keenam  merupakan daerah perburuan.

7)      Untuk memudahkan dan efisiensi transportasi, diperlukan sungai yang membelah kota, ternyata dapat menghemat 1/6 transportasi darat, sehingga daerah pertama akan berkembang sepanjang sungai.

8)      Perlu dibuat kombinasi transportasi darat dan sungai, sehingga akan sama biaya transpor darat bagi daerah yang tidak dapat menikmati adanya sungai.

4)      Teori Daya Sentrifugal dan Sentrifetal => (Charles O. Colby)

Charles O.Colbadalah penulis artikel Jurnal Annals pada Association of American Geographers Vol 23.No.1 (Mar.1933), hlmn.1-20. yang menulis topik “Centrifugal  and  Centripetal  Forces  in  Urban  Geography”.  Dalam  tulisan tersebut  Colby  menguraikan  bahwa  proses  berekspansinya  kota  yang  makin meluas dan berubahnya struktur tata guna lahan sebagian besar disebabkan oleh adanya daya sentrifugal dan sentripetal pada beberapa kota. Daya sentrifugal; mendorong gerak ke luar penduduk dan usahanya sehingga terjadi dispersi kegiatan manusia dan elokasi sector-sektor serta zona-zona kota. Sedangkan daya sentripetal, mendorong penduduk bergerak ke dalam kota dan berbagaiusaha- usahanya yang menimbulkan pemusatan (konsentrasi) aktivitas masyarakat.

Adapun isi pokok teori tersebut, yang menyebabkan pada masyarakat kota terjadi daya sentrifugal dan sentripetal tersebut, sebagai berikut: Pertama, untuk daya sentrifugal :

pendidikanUmum

SOAL OPERASI HITUNG SEDERHANA

SOAL OPERASI HITUNG SEDERHANA

gambar 1

1. 5 + 9 = …

2. 6 x 12 = …

3. 24 : 6 + 20 = …

4. 7 + 39 : 3 = …

5. (5 x 9) + 21 = …

6. 3 x (14 +1) = …

7. 125 x 25 : 5 = …

8. 3500 + 10000 : 2500 = …

9. 10000 – 350 + 5000 : 20 = …

10. (12872 – 12772) : 100 + 1 = …

SOAL CERITA MATEMATIKA

1. Jumlah 6 buah dan 9 buah adalah …

2. Edi memiliki uang sebesar Rp. 15.000,-
Berapakah 1/3 dari uang yang dimiliki oleh Edi ? …

3. Mamad mempunyai sebuah tali dengan panjang 28 cm.
Berapakah panjang tali itu jika dipotong menjadi dua bagian yang sama panjang?…

4. Jika setiap 1 yard = 90 cm dan setiap 1 inch = 3  cm.
Berapa inch kah panjang dari 3 yard ? …

5. Ikhsan menerima uang sebanyak 2/5 bagian dari Danar.
Uang doni 1/5 dari uang Danar. Danar memiliki uang sebesar Rp.30.000,-.
Berapakah uang yang dimiliki Ikhsan ? …

6. Agung membeli 2 buah jeruk dan 3 buah apel seharga Rp. 14.000,-.
Di toko yang sama, Khanif membeli 1 buah jeruk dan 2 buah apel seharga Rp. 8.500,-
Lalu, berapakah uang yang harus dibayar oleh Jono jika ia membeli 2 jeruk dan
1 apel ? …

SOAL DERET ANGKA

1. 3 5 7 9 11 … … …

2. 1 2 4 8 16 … … …

3. 6 2 3 6 4 5 6 … … …

4. 1 4 8 11 22 … … …

5. 2 5 9 14 20 … … …

6. 1 1 3 2 5 3 … … …

7. 1/2 1 4 8 11 22 … … …

8. 171 57 54 18 15 … … …

9. 1 3/2 2 5/2 3 … … …

10. 1 1 1/2 1/6 1/24 … … …