PENGERTIAN PRODUSEN

PENGERTIAN PRODUSEN

PENGERTIAN PRODUSEN

Produsen dalam ekonomi adalah orang yang menghasilkan barang dan jasa untuk dijual atau dipasarkan. Orang yang memakai atau memanfaatkan barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi kebetuhan adalah konsumen.

Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi.

Secara matematis fungsi produksi tersebut dapat dinyatakan:
Y = f (X1, X2, X3, ……….., Xn)
dimana Y = tingkat produksi (output) yang dihasilkan dan X1, X2, X3, ……, Xn adalah berbagai faktor produksi (input) yang digunakan. Fungsi ini masih bersifat umum, hanya biasa menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan tergantung dari faktor-faktor produksi yang dipergunakan, tetapi belum bias memberikan penjelasan kuantitatif mengenai hubungan antara produk dan faktor-faktor produksi tersebut. Untuk dapat memberikan penjelasan kuantitatif, fungsi produksi tersebut harus dinyatakan dalam bentuknya yang spesifik, seperti misalnya:
a) Y = a + bX ( fungsi linier)
b) Y = a + bX – cX2 ( fungsi kuadratis)
c) Y = aX1bX2cX3d ( fungsi Cobb-Douglas), dan lain-lain.

Dalam teori ekonomi, fungsi produksi diasumsikan tunduk pada suatu hukum yang disebut The Law of Diminishing Returns (Hukum Kenaikan Hasil Berkurang). Hukum ini menyatakan bahwa apabila penggunaan satu macam input ditambah sedang input-input yang lain tetap maka tambahan output yang dihasilkan dari setiap tambahansatu unit input yang ditambahkan tadi mula-mula naik, tetapi kemudian seterusnya menurun jika input tersebut terus ditambahkan.

Hubungan produk dan faktor produksi yang digambarkan di atas mempunyai lima sifat yang perlu diperhatikan, yaitu :
1. Mula-mula terdapat kenaikan hasil bertambah ( garis OB), di mana produk marginal semakin besar; produk rata-rata naik tetapi di bawah produk marginal.
2. Pada titik balik (inflection point) B terjadi perubahan dari kenaikan hasil bertambah menjadi kenaikan hasil berkurang, di mana produk marginal mencapai maksimum( titik B’); produk rata-rata masih terus naik.
3. Setelah titik B, terdapat kenaikan hasil berkurang (garis BM), di mana produk marginal menurun; produk rata-rata masih naik sebentar kemudian mencapai maksimum pada titik C’ , di mana pada titik ini produk rata-rata sama dengan produk marginal, setelah titik C’
4. Pada titik M tercapai tingkat produksi maksimum, di mana produk marginal sama dengan nol; produk rata-rata menurun tetapi tetap positif.
5. Sesudah titik M, mengalami kenaikan hasil negatif, di mana produk marginal juga negatif produk rata-rata tetap positif.
Dari sifat-sifat tersebut dapat disimpulkan bahwa tahapan produksi seperti yang dinyatakan
dalam The Law of Diminishing Returns dapat dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu :
a. produksi total dengan increasing returns,
b. produksi total dengan decreasing returns, dan
c. produksi total yang semakin menurun.

Konsep Elastisitas
Elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variable dengan perubahan variable lainnya. Definisi lain, elastisitas mengukur seberapa besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.
Ada 4 konsep elastisitas yang umumnya dipakai dipakai dalam teori ekonomi mikro :
1. Elastisitas harga permintaan (Ed)
2. Elastisitas harga penawaran (Ws)
3. Elastisitas silang (Ec)
4. elastisitas pendapatan (Ey)

ELASTISITAS PERMINTAAN
Elastisitas permintaan digunakan untuk mengetahui besarnya perubahan jumlah barang yang diminta akibat adanya perubahan harga barang itu sendiri.
KRITERIA UKURAN
• Ed > 1 : Elastis
• Ed <>
• Ed = 1 : Unitary
• Ed = 0 : In Elastis Sempurna
• Ed = ~ : Elastis Sempurna
Hal-Hal Yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan :
1. Tingkat kemudahan barang yang bersangkutan untuk di gantikan oleh barang yang lain.
2. Besarnya proporsi pendapatan yang digunakan.
3. Jangka waktu analisa.
4. Jenis barang.

Sumber : https://cloudsoftwareprogram.org/

Manajemen Kontrol Keamanan

Manajemen Kontrol Keamanan

Manajemen Kontrol Keamanan

A. PENTINGNYA KONTROL

untuk memastikan bahwa CBIS telah diimplementasikan seperti yang direncanakan, system beroperasi seperti yang dikehendaki, dan operasi tetap dalam keadaan aman dari penyalahgunaan atau gangguan. untuk memberi dukungan kepada manajer dalam
mengontrol area operasinya

B. TUGAS KONTROL CBIS

Mencakup semua fase siklus hidup, selama siklus hidup dibagi menjadi kontrol-kontrol yang berhubungan dengan pengembangan sistem, desain dan operasi

* Metode Untuk Mendapatkan dan Memelihara Kontrol CBIS
1. Manajemen dapat melakukan kontrol langsung
2. Manajemen mengontrol CBIS secara tidak langsung dengan terus menerus melalui CIO.
3. Manajemen mengontrol CBIS secara tidak langsung berkenaan dengan proyeknya melalui pihak ketiga

#AREA PENGONTROLAN CBIS

#KONTROL PROSES PENGEMBANGA

Untuk memastikan bahwa CBIS yg diimplementasikan dapat memenuhi kebutuhan pemakai atau berjalan sesuai rencana harus menjalani tahapan/fase yang antara lain :

#Fase Perencanaan
Mendefinisikan tujuan dan kendala

#Fase Analisis & Disain

> Mengidentifikasi kebutuhan informasi

> Menentukan kriteria penampilan

> Menyusun disain dan standar operasi CBIS

# Fase Implementasi

> Mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima

> Memastikan apakah memenuhi criteria penampilan

> Menetapkan prosedur utk memelihara CBIS

#Fase Operasi & Kontrol

> Mengontrol CBIS selagi berevolusi selama fase SLC

> Memastikan bahwa CBIS yang diimplementasikan dapat memenuhi kebutuhan

Yang termasuk dalam kontrol proses pengembangan, yaitu :

1. Manajemen puncak menetapkan kontrol proyek secara keseluruhan selama fase perencanaan dengan cara membentuk komite MIS
2. Manajemen memberitahu pemakai mengenai orientasi CBIS
3. Manajemen menentukan kriteria penampilan yang digunakan dalam mengevaluasi operasi CBIS.
4. Manajemen dan bagian pelayanan informasi menyusun disain dan standar CBIS
5. Manajemen dan pelayanan informasi secara bersama-sama mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima
6. Manajemen melakukan peninjauan sebelum instalasi yang dilakukan tepat setelah penggantian dan secara berkala meninjau CBIS untuk memastikan apakah ia memenuhi kriteria penampilan.
7. Bagian pelayanan informasi menetapkan prosedur untuk memelihara dan memodifikasi CBIS dan prosedur yang disetujui oleh manajemen.

Baca Juga :

Rekening Paypal dengan Modus Pencurian Login

Rekening Paypal dengan Modus Pencurian Login

Rekening Paypal dengan Modus Pencurian Login

Untuk melakukan pencurian login dengan modus yang digunakan pada kasus ini tidaklah membutuhkan analisis kriptografi (crypanalityc) dan pengetahuan mengenai bidang informasi yang tinggi. Cukup dengan menjadi orang yang “peka” terhadap kesalahan manusiawi yang sering dilakukan para nasabah. Misalnya hati berniat mengetik http://www.klikbca.com tetapi tangan bergerak lain–mengetik http://www.kilkbca.com. Situs yang terakhir disebutkan sudah ditutup.

Kasus dengan modus yang sama terulang lagi pada kasus http://www.paypalupdate.com. Situs tersebut memiliki antarmuka (antarmuka = interface) yang sama dengan situs www.paypal.com. Paypal adalah sistem transaksi online terbesar yang menggunakan e-mail sebagai “rekening” seseorang. Dengan e-mail yang sudah didaftarkan dan sudah memasukkan data kartu kredit di dalamnya, kita bisa menjadikan Paypal sebagai alat transaksi realtime terpercaya.

Dalam dua kasus tersebut, sang korban bagaikan serangga yang menclok di pinggir daun “lubang maut” tanaman kantong semar. Kantong semar terlihat seperti bunga-bunga biasa yang menjadi ladang nektar bagi para serangga. Korban yang sudah terlanjur menclok, kalau tidak hati-hati bakal kecemplung dan tidak bisa keluar. Saat si korban membuka situs http://www.paypalupdate.com, yang tampilannya mirip www.paypal.com, atau situs http://www.kilkbca.co, yang tampilannya mirip www.klikbca.com, lalu korban yang tak bersalah (kalau bersalah, itu namanya terdakwa!) tersebut memasukkan user name dan password, saat itulah situs “kantong semar” menyimpan user name dan password nasabah. Biasanya, setelah nasabah memasukkan user name dan password, situs “kantong semar” akan membukan situ yang asli sehingga si nasabah/korban hanya merasa dirinya gagal login.

Pencuri login bertujuan mendapatkan identitas diri orang yang loginnya dicuri. Tujuannya bisa bermacam-macam. Ada yang bertujuan mencuri barang/uang miliknya dengan cara mengaku sebagai pemilik barang/uang tersebut (dibuktikan dengan login) atau memberikan informasi yang keliru kepada rekan-rekan korban dengan cara memberi pesan kepada rekan-rekan korban dan mengaku dirinya sebagai korban (bayangkan saya memiliki password email Anda, ………eh,jangan. Ganti, bayang Anda memiliki password email saya. Anda akan bisa berpura-pura menjadi saya di dunia maya.

Ada contoh situs yang tampilannya mirip sekali dengan www.friendster.com, situsnya http://profile.frendster.name. Sayangnya situs-situs ini tidak berumur panjang (kok disayangkan???……..kan harusnya bersyukur??! Maksud saya biar ada yang bisa jadi contoh beneran).

Ya, begitulah. Pencurian jati diri di dunia ghaib (maya kan mirip sama ghaib) bisa menjadi hal yang vital kalau aspek-aspek kehidupan kita sudah tidak bisa lepas lagi dari dunia itu.

 

Kesimpulan :

Dari contoh artikel diatas ternyata banyak sekali tindakan criminal untuk mencuri, dan celakanya pencurian didunia maya ini sangat berbeda dengan di dunia nyata. Dalam dunia maya kita tidak akan sadar bahwa uang kita telah dicuri. Kita baru sadar jika kita menghitung ulang saldo  kita ternyata saldo kita telah berkurang. Dan biasanya si pencuri itu juga susah untuk dilacak, karena merupakan jaringan global. Karena beda Negara maka polisi akan sangat merasa kesulitan untuk melacaknya, misalnya si pencuri yang warga Negara amerika mencuri uang warga Negara Indonesia maka polisi Indonesia akan merasa kesulitan untuk melacak orang tersebut, karena beda Negara, pencuri local saja sulit untuk dilacak apalagi pencuri internasional.

Saran :

Berdasarkan kesimpulan di atas saya memberikan saran sebagai berikut :

1. Periksalah terlebih dahulu dengan teliti url yang anda ketik sudah benarkah url yang dimaksud

2. Jangan menggunakan password yang mudah ditebak seperti tanggal lahir, nama pacar, nama anak dll.

3. Gunakan password yang tidak bermakna dan merupakan kombinasi angka dan huruf kalau bisa password yang tidak bisa di baca misalnya “D3WSKP0”. Jadi mau tidak mau anda harus menghapal password tersebut.

4. Gantilah password anda secara berkala misalnya seminggu sekali ataupun sebulan sekali dan  tentunya password yang tidak bermakna, jadi setiap minggu atau setiap bulan anda harus menghafal password anda.

5. Jika anda males menghafal anda bisa mencatatnya di notepad anda dan jangan sampai lupa file tersebut harus di zip dengan winzip atau winrar dan beri password pada file zipnya. Sehingga jika anda mau membuka file zip akan dipinta password.

Sumber : https://fascinasiansblog.com/

UUD TENTANG PENDAFTARAN HAK CIPTA

UUD TENTANG PENDAFTARAN HAK CIPTA

UUD TENTANG PENDAFTARAN HAK CIPTA

PENDAFTARAN CIPTAAN

Pasal 35

(1) Direktorat Jenderal menyelenggarakan pendaftaran Ciptaan dan dicatat dalam Daftar

Umum Ciptaan.

(2) Daftar Umum Ciptaan tersebut dapat dilihat oleh setiap orang, tanpa dikenai biaya.

(3) Setiap orang dapat memperoleh untuk dirinya sendiri suatu petikan dari Daftar Umum

Ciptaan tersebut dengan dikenai biaya.

(4) Ketentuan tentang pendaftaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak merupakan

kewajiban untuk mendapatkan Hak Cipta.

Pasal 36

Pendaftaran Ciptaan dalam Daftar Umum Ciptaan tidak mengandung arti sebagai

pengesahan atas isi, arti, maksud, atau bentuk dari Ciptaan yang didaftar.

Pasal 37

(1) Pendaftaran Ciptaan dalam Daftar Umum Ciptaan dilakukan atas Permohonan yang

diajukan oleh Pencipta atau oleh Pemegang Hak Cipta atau Kuasa.

(2) Permohonan diajukan kepada Direktorat Jenderal dengan surat rangkap 2 (dua) yang

ditulis dalam bahasa Indonesia dan disertai contoh Ciptaan atau penggantinya dengan

dikenai biaya.

(3) Terhadap Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Direktorat Jenderal akan

memberikan keputusan paling lama 9 (sembilan) bulan terhitung sejak tanggal

diterimanya Permohonan secara lengkap.

(4) Kuasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah konsultan yang terdaftar pada

Direktorat Jenderal.

(5) Ketentuan mengenai syarat-syarat dan tata cara untuk dapat diangkat dan terdaftar

sebagai konsultan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diatur lebih lanjut dalam

Peraturan Pemerintah.

(6) Ketentuan lebih lanjut tentang syarat dan tata cara Permohonan ditetapkan dengan

Keputusan Presiden.

Pasal 38

Dalam hal Permohonan diajukan oleh lebih dari seorang atau suatu badan hukum yang

secara bersama-sama berhak atas suatu Ciptaan, Permohonan tersebut dilampiri salinan

resmi akta atau keterangan tertulis yang membuktikan hak tersebut.

Pasal 39

Dalam Daftar Umum Ciptaan dimuat, antara lain:

a. nama Pencipta dan Pemegang Hak Cipta;

b. tanggal penerimaan surat Permohonan;

c. tanggal lengkapnya persyaratan menurut Pasal 37; dan

d. nomor pendaftaran Ciptaan.

Pasal 40

(1) Pendaftaran Ciptaan dianggap telah dilakukan pada saat diterimanya Permohonan

oleh Direktorat Jenderal dengan lengkap menurut Pasal 37, atau pada saat diterimanya

Permohonan dengan lengkap menurut Pasal 37 dan Pasal 38 jika Permohonan

diajukan oleh lebih dari seorang atau satu badan hukum sebagaimana dimaksud dalam

Pasal 38.

(2) Pendaftaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diumumkan dalam Berita Resmi

Ciptaan oleh Direktorat Jenderal.

Pasal 41

(1) Pemindahan hak atas pendaftaran Ciptaan, yang terdaftar menurut Pasal 39 yang

terdaftar dalam satu nomor, hanya diperkenankan jika seluruh Ciptaan yang terdaftar

itu dipindahkan haknya kepada penerima hak.

(2) Pemindahan hak tersebut dicatat dalam Daftar Umum Ciptaan atas permohonan

tertulis dari kedua belah pihak atau dari penerima hak dengan dikenai biaya.

(3) Pencatatan pemindahan hak tersebut diumumkan dalam Berita Resmi Ciptaan oleh

Direktorat Jenderal.

Pasal 42

Dalam hal Ciptaan didaftar menurut Pasal 37 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasa139, pihak

lain yang menurut Pasal 2 berhak atas Hak Cipta dapat mengajukan gugatan pembatalan

melalui Pengadilan Niaga.

Pasal 43

(1) Perubahan nama dan/atau perubahan alamat orang atau badan hukum yang namanya

tercatat dalam daftar Umum Ciptaan sebagai Pencipta atau Pemegang Hak Cipta,

dicatat dalam Daftar Umum Ciptaan atas permintaan tertulis Pencipta atau Pemegang

Hak Cipta yang mempunyai nama dan alamat itu dengan dikenai biaya.

(2) Perubahan nama dan/atau perubahan alamat tersebut diumumkan dalam Berita Resmi

Ciptaan oleh Direktorat Jenderal.

Pasal 44

Kekuatan hukum dari suatu pendaftaran Ciptaan hapus karena:

a. penghapusan atas permohonan orang atau badan hukum yang namanya tercatat

sebagai Pencipta atau Pemegang Hak Cipta;

b. lampau waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29, Pasal 30, dan, Pasal 31 dengan

mengingat Pasal 32;

c. dinyatakan batal oleh putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum

Sumber : https://usgsprojects.org/

 

Payakumbuh Jalin Kerjasama dengan STP Sahid Jakarta

Payakumbuh Jalin Kerjasama dengan STP Sahid Jakarta

Wakil Walikota Payakumbuh Drs.H. Suwandel Muchtar, mengatakan, Pemko Payakumbuh akan menjalin kerjasama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Sahid Jakarta, sehubungan minimnya sumber daya manusia dibidang kepariwisataan.

“Kedua pihak sepakat untuk memajukan pendidikan kepariwisataan. Kota Payakumbuh akan menjadi pilot projec dalam melahirkan SDM pariwisata Sumatera Barat ke depan, “ujar Wawako Suwandel Muchtar dalam acara di aula SMKN 3 Payakumbuh, Senin (30/5).

Dijelaskan Suwandel Muctar kerjasama Pemko Payakumbuh dengan STP ini untuk mendorong putera-puteri kita untuk melanjutkan pendidikan di STP Jakarta. “Mereka yang bekerja di perhotelan, dikatakan, sosok yang benar-benar amanah dan punya kejujuran yang tinggi. Mereka adalah insan yang dekat dengan Allah SWT, “ujar Wawako Payakumbuh.

Di antara pasal yang diatur dalam nota kesepahaman, dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan SDM di Payakumbuh, pihak STP Sahid melaksanakan program beasiswa pendidikan dan pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan SDM.

Penandatangan kesepakan bersama antara Pemko Payakumbuh dengan STP Sahid Jakarta itu, ditandatangani Walikota H. Riza Falepi, setelah diparaf Wakil Walikota H. Suwandel Muchtar dan Ketua STP Sahid Jakarta, Ir. Kusmayadi, MM,

Lebih kurang seratusan orang tua pelajar SMKN 3, para kepala sekolah, ikut dihadirkan menyaksikan

penandatanganan nota kesepahaman dimaksud. Juga hadir Kepala Bappeda H. Rida Ananda, Kadisdik H. Hasan Basri Sy, Kadisparpora Syahnadel Khairi, dua Staf Ahli Walikota Hj. Ruslayetti, Edvidel, serta sejumlah pejabat eseloan II dan III lainnya.

Sementara itu, dalam acara yang cukup bersejarah tersebut, dari pihak Sahid juga hadir sejumlah petinggi Yayasan Sahid Jaya 1977, seperti Direktur Eksekutif Prof. Dr. Ir. Kohar Sulistyadi, MSIE dan Deputy Direktur Eksekutif Bidang Pengembangan Yayasan Kesejahteraan, Pendidikan dan Sosial Sahid Jaya, Dr. Yohanes Sulisyadi, SP, M.Pd.

Ke depan, untuk melahirkan tenaga yang profesional di bidang pendidikan kepariwisataan, pihak STP

Sahid akan memberikan beasiswa kepada pelajar berprestasi yang ingin melanjutkan pendidikan di STP Sahid. Selain itu, Yayasan Sahid Jaya 1977, juga membuka peluang bagi pelajar di Payakumbuh, terutama sisawa SMKN 3 untuk magang di seluruh perusahaan yang berada di bawah yayasannya.

Seperti disampaikan Ketua STP Sahid Jakarta, Kusmayadi, bagi pelajar yang magang di STP Sahid

termasuk di Hotel Sahid Jaya Jakarta, akan diberikan sertifikat yang diakui seluruh hotel berbintang di negara-negara Asean. Terhadap, pelajar yang punya sertifikat dari Yayasan Sahid Jaya, bakal mudah mendapatkan kesempatan kerja di negara Asean dimaksud.

Baca Juga :

Lomba Parade Cinta Tanah Air, Salah Satu Cara Bangkitkan Semangat Nasioanalisme Generasi Muda

Lomba Parade Cinta Tanah Air, Salah Satu Cara Bangkitkan Semangat Nasioanalisme Generasi Muda

Realita saat ini rasa cinta tanah air sudah mulai memudar hal ini dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari, seperti munculnya prilaku yang ingin merongrong dan saling melemahkan dan bahkan mengkhianati bangsa sendiri dengan sikap radikalisme dan tindakan terorisme. Jugaa, rendahnya etika dan sopan santun, serta lemahnya rasa kebersamaan dan gotongroyong, mudahnya terjadi konflik horizontal/vertikal yang didorong oleh prilaku suka fitnah dan adu domba, berkembangnya kriminalitas serta maraknya peredaran dan pemakaian narkoba dan sejenisnya.

Hal ini dikatakan Gubernur Sumbar diwakili Plt Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumatera Barat Zul Aliman saat membuka lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) Provinsi Sumatera Barat Tahun 2016 di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat, Rabu (25/05/2016).

Kegiatan ini dihadiri oleh Forkopimda Provinsi Sumatera Barat, Danrem 032 Wirabraja, Wadanlantamal II Padang, Danlanud Padang, Wakapolda Sumatera Barat dan Kejati Sumatera Barat. Selain itu turut hadir para juri dan siswa SMA se Sumatera Barat peserta Lomba Parade Cinta Tanah Air.

Kegiatan PCTA Provinsi Sumatera Barat ini merupakan rangkaian dari PCTA Nasional dan nantinya satu

orang pemenang lomba tingkat SMA akan menuju ke PCTA tingkat nasional pada tanggal 5-9 September 2016.

Dikatakan Zul Aliman, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Kolonel Laut (PM) Syahril Bakri MAP,MH sebagai Koordinator Desk Pengendali Pusat Kantor Pertahanan Provinsi Sumatera Barat yang telah konsisten setiap tahunnya untuk melaksanakan kegiatan PCTA. Dimana kegiatan ini sangat penting dan dibutuhkan dlam membangun karakter kebangsaan para siswa/siswi SMA sebagai generasi muda bangsa, terutama rasa nasionalisme dan cinta tanah air.

Dalam UUD Negara RI tahun 1945 Pasal 27 (3) bahwa “setiap waga negara berhak dan wajib ikut serta

dalam upaya pembelaan negara”, serta dalam UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara Pasal 9 (1) mengatakan bawa “setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahan negara”.

Sebelum membuka lomba PCTA Plt Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumatera Barat mengatakan, harapan yang besar tertumpu kepada para generasi muda penerus bangsa ini untuk memiliki sikap dan komitmen yang kuat dalam membangun intelektualnya yang berbasis nilai-nilai karakter kebangsaan serta kekuatan nilai agama, adat dan budaya, sehingga diyakini bahwa apabila generasi mudanya berkarakter sudah pasti akan menjadikan bangsanya yang maju dan hebat.

“Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat dalam membangun semangat bela negara dan cinta tanah air bagi

para generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluan untuk masa kini dan masa yang akan datang,” ucap Zul Aliman.

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/494JHAdW5hBbOV22aXaloIk0f

Teori Motivasi Dalam Belajar

Teori Motivasi Dalam Belajar

Teori Motivasi Dalam Belajar
Teori Motivasi Dalam Belajar

Berikut ini adalah teori motivasi belajar antara lain yaitu:

           1.      Teori Hierarki Kebutuhan Maslow

Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara satu kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. Apabila pegawai kebutuhannya tidak terpenuhi maka pegawai tersebut akan menunjukkan perilaku kecewa. Sebaliknya, jika kebutuhannya terpenuhi amak pegawai tersebut akan memperlihatkan perilaku yang gembira sebagai manifestasi dari rasa puasnya.

Kebutuhan merupakan fundamen yang mendasari perilaku pegawai. Karena tidak mungkin memahami perilaku tanpa mengerti kebutuhannya. Abraham Maslow (Mangkunegara, 2005) mengemukakan bahwa hierarki kebutuhan manusia adalah sebagai berikut :

a.       Kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan untuk makan, minum, perlindungan fisik, bernapas, seksual. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan tingkat terendah atau disebut pula sebagai kebutuhan yang paling dasar

b.      Kebutuhan rasa aman, yaitu kebutuhan akan perlindungan diri dari ancaman, bahaya, pertentangan, dan lingkungan hidup

c.       Kebutuhan untuk rasa memiliki (sosial), yaitu kebutuhan untuk diterima oleh kelompok, berafiliasi, berinteraksi, dan kebutuhan untuk mencintai serta dicintai

d.      Kebutuhan akan harga diri, yaitu kebutuhan untuk dihormati dan dihargai oleh orang lain

e.       Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri, yaitu kebutuhan untuk menggunakan kemampuan, skill dan potensi. Kebutuhan untuk berpendapat dengan mengemukakan ide-ide, gagasan dan kritik terhadap sesuatu

      2.      Teori Keadilan

Keadilan merupakan daya penggerak yang memotivasi semangat  kerja seseorang, jadi perusahaan harus bertindak adil terhadap setiap karyawannya. Penilaian dan pengakuan mengenai perilaku karyawan harus dilakukan secara obyektif. Teori ini melihat perbandingan seseorang dengan orang lain sebagai referensi berdasarkan input dan juga hasil atau kontribusi masing-masing karyawan (Robbins, 2007).

      3.      Teori X dan Y

Douglas McGregor mengemukakan pandangan nyata mengenai manusia. Pandangan pertama pada dasarnya negative disebut teori X, dan yang kedua pada dasarnya positif disebut teori Y (Robbins, 2007). McGregor menyimpulkan bahwa  pandangan manajer mengenai sifat manusia didasarkan atas beberapa kelompok asumsi tertentu dan bahwa mereka cenderung membentuk perilaku mereka terhadap karyawan berdasarkan asumsi-asumsi tersebut.

      4.      Teori dua Faktor Herzberg

Teori ini dikemukakan oleh Frederick Herzberg dengan asumsi bahwa hubungan seorang individu dengan pekerjaan adalah mendasar dan bahwa sikap individu terhadap pekerjaan bias sangat baik menentukan keberhasilan atau kegagalan. (Robbins, 2007). Herzberg memandang bahwa kepuasan kerja berasal dari keberadaan motivator intrinsik dan bawa ketidakpuasan kerja berasal dari  ketidakberadaan faktor-faktor ekstrinsik.

     5.      Teori Kebutuhan McClelland

Teori kebutuhan McClelland dikemukakan oleh David McClelland dan kawan-kawannya. Teori ini berfokus pada tiga kebutuhan, yaitu (Robbins, 2007) :

a.       Kebutuhan pencapaian (need for achievement) : Dorongan untuk berprestasi dan mengungguli, mencapai standar-standar, dan berusaha keras untuk berhasil.

b.      Kebutuhan akan kekuatan (need for pewer) : kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku sedemikian rupa sehingga mereka tidak akan berperilaku sebaliknya.

c.       Kebutuhan hubungan (need for affiliation) : Hasrat untuk hubungan antar pribadi yang ramah dan akrab.

Baca juga

Motivasi Berdasarkan arahnya

Motivasi Berdasarkan arahnya

Motivasi Berdasarkan arahnya
Motivasi Berdasarkan arahnya

Berikut ini adalah motivasi berdasarkan arahnya yaitu:

a.      Motivasi tugas

Motivasi tugas adalah motivasi yang ditimbulkan oleh tugas-tugas yang ditetapkan sama ada oleh guru, murid sendiri, mahupun yang dirancangkan oleh guru dan murid secara bersama-sama. Pelajar yang memiliki motivasi tugas memperlihatkan keterlibatan dan ketekunan yang tinggi dalam menyelesaikan tugas-tugas belajar. Motivasi tugas hendaklah dibangun di dalam diri pelajar dan ini dapat dilakukan oleh guru kalau dia mengetahui cara-caranya.

b.      Motivasi aspirasi;

Motivasi aspirasi yang tinggi tumbuh dengan subur kalau pelajar memiliki perasaan sukses. Perasaan gagal dapat menghancurkan aspirasi pelajar dalam belajar. Oleh kerana itu guru jangan menjadikan pelajar selalu gagal, walaupun ini bukan bermakna guru harus menjadikan pelajar sukses terus menerus. Suatu konsep yang harus ditanam oleh guru kepada pelajar agar ia memiliki aspirasi yang tinggi adalah bahawa kesuksesan atau kegagalan ditentukan oleh ‘usaha’, bukan oleh kemampuan atau kecerdasan.

c.     Motivasi persaingan;

Persaingan yang sihat dapat menjadi motivasi yang kuat dalam belajar. Namun memupuk rasa persaingan yang berlebih-lebihan, di kalangan pelajar dalam belajar dapat menimbulkan persaingan yang tidak sihat, kerana pelajar bukan menjadi giat belajar, tetapi dengan berbagai cara berusaha mengalahkan pelajar lain untuk mendapatkan status. Membangun persaingan dengan diri sendiri pada setiap pelajar akan menimbulkan motivasi persaingan yang sihat dan berkesan dalam belajar.

d.      Motivasi afiliasi;

Motivasi afiliasi adalah dorongan untuk melaksanakan kegiatan belajar dengan sebaik-baiknya, kerana ingin diterima dan diakui oleh orang lain. Pelajar-pelajar yang masih kecil berusaha meningkatkan usaha dan prestasi dalam belajar agar dia dapat diterima dan diakui oleh orang dewasa, iaitu guru dan ibu bapanya. Namun para remaja lebih terdorong belajar untuk mendapatkan penerimaan dan perakuan dari rakan sebaya.

e.       Motivasi penguatan

Motivasi yang diarahkan oleh diri sendiri sangat berkesan dalam meningkatkan motivasi pelajar dalam belajar. Pelajar-pelajar ini menunjukkan tingkah laku yang mandiri dalam belajar dan mempunyai sistem nilai yang baik yang melatar-belakangi tingkah laku mereka itu. Pembentukan sistem nilai-nilai yang menjadi tanggung jawab guru pada setiap pelajar, sehingga pelajar-pelajar memiliki motivasi yang diarahkan oleh diri sendiri adalah sangat penting.

Sumber : https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/03/18-pengertian-kewirausahaan-menurut-para-ahli.html

Pengertian Motivasi

Pengertian Motivasi

Pengertian Motivasi
Pengertian Motivasi

Istilah motivasi berasal dari kata bahasa Latin movere yang berarti ”menggerakan”. Berdasarkan pengertian ini makna motivasi menjadi berkembang.

Menurut Wlodkowski

Menurut Wlodkowski (1985) menjelaskan motivasi sebagai suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu dan yang memberi arah dan ketahanan (persistence pada tingkah laku tersebut.

Menurut Ames dan Ames

Ames dan Ames (1984) didefinisikan motivasi sebagai perspektif yang dimiliki seseorang mengenai dirinya sendiri dan lingkunganya. Sebagai contoh, seorang siswa yang percaya bahwa dirinya memiliki kemampuan yang diperlukan untuk melakukan suatu tugas, akan termotivasi untuk melakukan tugas tersebut. Konsep diri yang positif ini menjadi motor penggerak bagi kemaunnya.

Menurut Cropley

Motivasi juga dapat dijelaskan sebagai ”tujuan yang ingin dicapai melalui perilaku tertentu”(Cropley, 1985 ). Dalam konsep ini, siswa akan berusaha mencapai suatu tujuan karena dirangsang oleh manfaat atau keuntungan yang akan diperoleh. Motivasi siswa tercermin melalui ketekunan yang tidak mudah patah untuk mencapai sukses, meskipun dihadang berbagai kesulitan.

Motivasi juga ditunjukan melalui intensitas untuk kerja dalam melakukan suatu tugas.

Beberapa penelitian tentang prestasi belajar siswa menunjukan motivasi sebagai faktor yang banyak berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar siswa. Tokoh–tokoh pendidikan seperti Mc Clelland (1985), Bandura (1977), Bloom (1980), Weiner (1986), Fyans dan Maerh (1987) melakukan berbagai penelitian tentang peranan motivasi belajar, dan menemukan hasil yang menarik.

Fungsi Motivasi

Motivasi dalam belajar sangat penting artinya untuk mencapai tujuan proses belajar mengajar yang diharapkan, sehingga motivasi siswa dalam belajar perlu dibangun. Menurut Nasution (1982:77) motivasi memiliki tiga fungsi yaitu:

1.      Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak motor yang melepas energi.

Menentukan arah perbuatan , yakni kearah tujuan yang hendak dicapai.

Menyeleksi perbuatan yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.

Seseorang melakukan sesuatu usaha karena adanya motivasi. Motivasi yang lebih baik dalam beajar akan menunjukkan hasil yang baik, dengan kata lain bahwa dengan usaha yang tekun yang didasari adanya motivasi, akan dapat melahirkan prestasi yang baik.

McClelland dan Atkinson dalam Sri Esti (1989: 161) mengemukakan bahwa motivasi yang paling penting untuk psikologis pendidikan adalah motivasi berprestasi, dimana seseorang cenderung untuk berjuang mencapai sukses atau memilih kegiatan yang berorientasi untuk tujuan sukses atau gagal. Intensitas motivasi siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajar siswa tersebut.

Sumber : https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/09/sifat-wajib-dan-mustahil-bagi-nabi-dan-rasul-beserta-artinya.html

AKSIOLOGI DALAM SOCIO POLITICAL LIFE

AKSIOLOGI DALAM SOCIO POLITICAL LIFE

AKSIOLOGI DALAM SOCIO POLITICAL LIFE

Sosial, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berarti sesuatu ilmu yang berkenaan dengan masyarakat atau mengenai masyarakat. Sedangkan politik merupakan pengetahuan mengenai ketatanegaraan seperti sistem pemerintahan dan dasar pemerintahan. Dalam politik selalu menyangkut tujuan – tujuan dari seluruh masyarakat bukan tujuan seorang pribadi. Karena itu aspek aksiologis dalam kehidupan sosial politik adalah kaidah – kaidah nilai yang harus diperhatikan dalam menerapkan ilmu sosial dan politik ke dalam praktis. Di alam ilmu yang berkembang langkah demi selangkah, pertukaran informasi antar manusia selalu merupakan permainan tentang toleransi (Susanto, 2016: 118). Ini berlaku dalam ilmu eksakta maupun bahasa, ilmu sosial, religi, ataupun politik, bahkan juga setiap bentuk pikiran yang akan menjadi dogma.
Jujun Suriasumantri dalam Syamsir Torang (2014) menyebutkan bahwa ilmu harus digunakan, dimanfaatkan dan diterapkan untuk kemaslahatan manusia. Ilmu juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana atau alat dalam meningkatkan taraf hidup manusia dengan mempertimbangkan kodrat dan martabat manusia serta kelestarian atau keseimbangan alam. Untuk kepentingan manusia tersebut maka pengetahuan ilmiah yang diperoleh dan disusun, diharapkan dapat digunakan atau diterapkan secara komunal dan universal. Komunal berarti milik bersama dan universal berarti tidak mempunyai konotasi panokial seperti ras, ideologi, atau agama.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/