Ajang IFA 2019, LG Akan Kenalkan Dua Seri Baru

Ajang IFA 2019, LG Akan Kenalkan Dua Seri Baru

 

Ajang IFA 2019, LG Akan Kenalkan Dua Seri Baru

Di ajang pameran teknologi tahunan Internationale Funkausstellung (IFA)

Berlin yang akan berlangsung pada 6 September hingga 11 September, sejumlah brand sudah ambil ancang-ancang untuk mengenalkan seri baru. Salah satunya LG.

Brand asal Korea ini dikabarkan akan membawa dua perangkat yakni LG

K40S dan LG K50S yang merupakan sebagai handphone kelas menengah yang ekstra tahan lama.

Seperti dilaporkan First Post, kedua ponsel ini sesuai dengan kualifikasi MIL-STD 810G. Artinya handphone tahan terhadap air dalam skala tertentu.

LG K40S memiliki CPU octa-core 2GHz dengan ukuran layar 6,1 inci beresolusi HD+ rasio aspek 19,5:9. Ponsel dilengkapi takik tetesan air di bagian atas untuk penempatan kamera selfie 13MP.

Sementara Di bagian belakang, akan hadir pengaturan dual kamera

horizontal. Sensor utama 13MP dan lensa sudut ultrawide 5 MP. K40 didukung memori RAM 2GB atau 3GB dan disokong penyimpanan internal 32GB yang dapat diperluas melalui slot microSD. Untuk baterai, LG K40 didukung baterai 3.500mAh tanpa kemampuan pengisian cepat.

Sementara itu, LG K50S hadir dengan layar 6,5 inci yang lebih besar dan mempertahankan rasio aspek resolusi HD+. Pada layar juga ditempat

 

Sumber :

https://dolanyok.com/

Mitratel Dukung Transformasi Telkom Melalui Lini Bisnis IoT

Mitratel Dukung Transformasi Telkom Melalui Lini Bisnis IoT

Mitratel Dukung Transformasi Telkom Melalui Lini Bisnis IoT

Untuk mendukung langkah transformasi Telkom menjadi perusahaan

telekomunikasi digital melalui lini bisnis IoT, Mitratel, entitas anak usaha Telkom Indonesia yang bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi, menggelar event Internet of Things (IoT) “IoT Conference Mitratel 2019” pada Kamis (22/08) di Telkom Landmark Tower Lantai 6.

Selain itu, IoT Conference Mitratel 2019 diharapkan bisa menghubungkan berbagai pihak terkait IoT, baik customer, partner, regulator, pemilik bisnis teknologi, dan elemen pendukung lainnya. IoT sendiri sudah banyak diterapkan di berbagai sektor yang berperan besar dalam perkembangan industry 4.0.

Herlan Wijanarko, Direktur Utama Mitratel mengatakan bahwa bisnis IoT

adalah salah satu tren teknologi strategis yang diperkirakan akan terus berkembang.

“Kita harus memastikan pemilik teknologi, regulasi, serta ekosistem IoT dapat bekerjasama untuk menjadikan bisnis IoT sebagai salah satu portfolio product yang memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat,” ujar Herlan.

Transformasi bisnis lain yang dilakukan Mitratel saat ini adalah penyediaan

infrastruktur seperti penanganan kabel serat k optic , jasa power plant serta jasa pemeliharaan di mana untuk bisnis serat optik dan jasa pemeliharaan sekarang sudah dilakukan, sedangkan untuk power plant masih dilakukan penjajakan.

 

Sumber :

https://dunebuggyforsale.org/

Infrastruktur Cloud Lintasarta Diganjar Penghargaan

Infrastruktur Cloud Lintasarta Diganjar Penghargaan

Infrastruktur Cloud Lintasarta Diganjar Penghargaan

Lintasarta berkomitmen untuk terus berinovasi untuk memberikan pelayanan jasa cloud terbaik untuk para pelanggan yang berasal dari berbagai sektor industri. Upaya ini akhirnya berbuah penghargaan diraihnya “Indonesia Cloud Infrastructure Services Provider of the Year” di ajang Frost & Sullivan: Asia Pacific Best Practices Award 2019.

Penghargaan ini diraih Lintasarta berdasarkan tingkat pertumbuhan

pendapatan, pangsa pasar, kapabilitas serta kontribusi untuk kemajuan industri teknologi.

Bramudija Hadinoto, Corporate Service Director Lintasarta mengatakan, penghargaan ini merupakan wujud dari komitmen dan kerja keras dalam memberikan layanan terbaik untuk kalangan korporat.

“Lintasarta sebagai ICT Total Solution Company dengan layanan Cloudnya akan selalu memberikan produk layanan IT yang inovatif didukung oleh infrastruktur dan tenaga IT profesional andal kepada para pelaku bisnis nasional,” ujar Bramudija usai menerima penghargaan.

Ia menambahkan, Lintasarta Cloud ditujukan untuk perusahaan yang

membutuhkan solusi Infrastructure as a Service (IaaS) melalui layanan Public Cloud – Private Cloud, hingga Backup – Disaster Recovery (DR) as a Service.

“Termasuk layanan Storage on Demand sebagai feature tambahan untuk Public Cloud dan Colocation Data Center. Kemudian solusi Software as a Service (SaaS) dengan layanan Email & Hosted Collaboration, Security, dan E-Health,” imbuhnya.

Disamping itu, Lintasarta juga memiliki jasa Container as a Services yang

awalnya hanya melayani level infrastruktur. Kini, layanan tersebut dapat menjadi platform as a service (PaaS) untuk mendukung dunia bisnis yang sedang mengarah ke application-centric.

Layanan Cloud Lintasarta juga didukung dengan infrastruktur yang andal, seperti Data Center Tier 3 yang terkoneksi dengan jaringan data berkecepatan tinggi, Infrastruktur Data Center dengan sertifikasi internasional serta standar kualitas terbaik memberikan jaminan tingkat keandalan layanan terbaik untuk para pelanggannya.

 

Baca Juga :

World Branding Forum Menobatkan Telkomsel Sebagai “Brand of The Year”

World Branding Forum Menobatkan Telkomsel Sebagai “Brand of The Year”

World Branding Forum Menobatkan Telkomsel Sebagai “Brand of The Year”

Telkomsel kembali meraih penghargaan tingkat internasional khususnya pada bidang telekomunikasi seluler. World Branding Forum menobatkan Telkomsel sebagai “Brand of The Year” di ajang World Branding Awards 2019–2020 di London, Inggris, pada 14 November.

World Branding Forum menentukan penghargaan ini dari tiga penilaian

yaitu Brand Valuation, Consumer Market Research dan Public Online Voting.

“Terima kasih kepada World Branding Forum untuk penghargaan yang bergengsi ini untuk Telkomsel sebagai Brand of the Year. Merupakan kebanggaan bagi Telkomsel telah mendapatkan penghargaan di tingkat internasional, di mana hal ini menjadi bukti bahwa Telkomsel telah diakui sebagai perusahaan yang sejajar dengan perusahaan kelas internasional lainnya,” ucap Rachel Goh, Direktur Marketing Telkomsel.

Konsistensi Telkomsel untuk senantiasa memimpin penyediaan jaringan

terdepan dan terluas yang menghubungkan sekitar 17.000 pulau di Indonesia, investasi terus dikeluarkan untuk pembangunan lebih dari 209.000 BTS dan pengembangan teknologi jaringan juga menjadi upaya Telkomsel dalam menjaga sekaligus memperkuat kualitas jaringan di tengah-tengah meningkatnya permintaan terhadap Layanan Data dari pelanggan.

 

Jumlah pelanggan Telkomsel kini lebih dari 170 juta pada Kuartal III tahun

2019, dengan sekitar 112 juta di antaranya merupakan pelanggan data, sehingga membuat trafik data Telkomsel meningkat 55,2% YoY menjadi 4.785.500 TB. Sebagai perusahaan telekomunikasi di Indonesia, Telkomsel saat ini juga telah mengembangkan Layanan Digital ke berbagai sektor sebagai bagian dari transformasi digital yang dilakukan.

 

Sumber :

https://zalala.co.id/

Yahoo Jepang Merger Dengan Line

Yahoo Jepang Merger Dengan Line

Yahoo Jepang Merger Dengan Line

Yahoo dan Line akan bergabung menjadi satu perusahaan teknologi. Kedua

perusahaan tersebut masih berdiskusi mengenai kebijakan yang tepat soal penggabungan keduanya.

Dikutip Reuter, menurut laporan Nikkei, kedua perusahaan masih membahas ketentuan kesepakatan. Line mengoperasikan salah satu aplikasi perpesanan paling populer di Jepang. Selain aplikasi percakapan, Line mengoperasikan Line Pay, Line Taxi, dan layanan lainnya.

Namun, persaingan di sektor perpesanan makin ketat dan nampaknya Line

mulai tertinggal. Sejak tiga tahun lalu, saham Line sudah IPO (Initial public Offerings) di Tokyo dan New York. Namun pendapatannya terus menurun. Pihak manajemen Line gagal memproyeksikan kesempatan pada masa depan dan mandegnya pengembangan inovasi produk inti.

Selain itu, pihak manajemen juga menunjukkan inisiatif kecil dalam upaya ekspansi secara geografis. Perusahaan juga terus menerus berkutat pada stiker, emoji, dan kartun yang menjadi salah satu fitur perpesanan. Namun, layanan perpesanan hanya menyumbang 13 persen pendapatan total dan stagnan.

Sementara Yahoo Jepang 100 persen dimiliki oleh Z Holdings, sebuah

perusahaan yang dikendalikan oleh perusahaan telekomunikasi Jepang SoftBank. Ketika Verizon mengakuisisi Yahoo pada tahun 2017, Verizon tidak mengakuisisi saham Yahoo di Alibaba dan Yahoo Jepang.

 

Sumber :

https://namabayi.co.id/

SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI

SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI

SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI
SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI

A. Sejarah Lahirnya Koperasi
• 1844 di Rochdale Inggris, lahirnya koperasi modern yang berkembang dewasa ini. Th 1852 jumlah koperasi di Inggris sudah mencapai 100 unit
• 1862 dibentuklah Pusat Koperasi Pembelian “The Cooperative Whole Sale Society (CWS)
• 1818 – 1888 koperasi berkembang di Jerman dipelopori oleh Ferdinan Lasalle, Fredrich W. Raiffesen
• 1808 – 1883 koperasi berkembang di Denmark dipelopori oleh Herman Schulze
• 1896 di London terbentuklah ICA (International Cooperative Alliance) maka koperasi telah menjadi suatu gerakan internasional

B. Sejarah Perkembangan Koperasi di Indonesia
• 1895 di Leuwiliang didirikan pertama kali koperasi di Indonesia (Sukoco, “Seratus Tahun Koperasi di Indonesia”). Raden Ngabei Ariawiriaatmadja, Patih Purwokerto dkk mendirikan Bank Simpan Pinjam untuk menolong teman sejawatnya para pegawai negeri pribumi melepaskan diri dari cengkeraman pelepas uang. Bank Simpan Pinjam tersebut, semacam Bank Tabungan jika dipakai istilah UU No. 14 tahun 1967 tentang Pokok-pokok Perbankan, diberi nama “De Poerwokertosche Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Hoofden” = Bank Simpan Pinjam para ‘priyayi’ Purwokerto.
Atau dalam bahasa Inggris “the Purwokerto Mutual Loan and Saving Bank for Native Civil Servants”
• 1920 diadakan Cooperative Commissie yang diketuai oleh Dr. JH. Boeke sebagai Adviseur voor Volks-credietwezen. Komisi ini diberi tugas untuk menyelidiki apakah koperasi bermanfaat di Indonesia.
• 12 Juli 1947, diselenggarakan kongres gerakan koperasi se Jawa yang pertama di Tasikmalaya
• 1960 Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 140 tentang Penyaluran Bahan Pokok dan menugaskan koperasi sebagai pelaksananya.
• 1961, diselenggarakan Musyawarah Nasional Koperasi I (Munaskop I) di Surabaya untuk melaksanakan prinsip Demokrasi Terpimpin dan Ekonomi Terpimpin
• 1965, Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 14 th 1965, dimana prinsip NASAKOM (Nasionalis, Sosialis dan Komunis) diterapkan di Koperasi. Tahun ini juga dilaksanakan Munaskop II di Jakarta
• 1967 Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 12 tahun 1967 tentang Pokok Pokok Perkoperasian disempurnakan dan diganti dengan UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian
• Peraturan Pemerintah No.9 tahun 1995 tentang kegiatan Usaha Simpan Pinjam dan Koperasi

Baca Juga :

ALIRAN KOPERASI

ALIRAN KOPERASI

ALIRAN KOPERASI
ALIRAN KOPERASI

1. Aliran Yardstick
• Dijumpai pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut perekonomian Liberal.
• Koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan dan mengoreksi.
• Pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi di tengah-tengah masyarakat. Maju tidaknya koperasi terletak di tangan anggota koperasi sendiri.
• Pengaruh aliran ini sangat kuat, terutama dinegara-negara barat dimana industri berkembang dengan pesat. Seperti di AS, Perancis, Swedia, Denmark, Jerman, Belanda dan lain-lain.

2. Aliran Sosialis
• Koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, disamping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi.
• Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di negara-negara Eropa Timur dan Rusia.

3. Aliran Persemakmuran (Commonwealth)
• Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.
• Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang peranan utama dalam struktur perekonomian masyarakat
• Hubungan Pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat “Kemitraan (partnership)”, dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik.

Sumber : https://busbagus.co.id/

KONSEP, ALIRAN, DAN SEJARAH KOPERASI

KONSEP, ALIRAN, DAN SEJARAH KOPERASI

KONSEP, ALIRAN, DAN SEJARAH KOPERASI

KONSEP KOPERASI

1. Konsep Koperasi Barat
Koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.

Unsur-unsur Positif Konsep Koperasi Barat :
• Keinginan individu dapat dipuaskan dengan cara bekerjasama antarsesama anggota, dg saling membantu dan saling menguntungkan
• Setiap individu dg tujuan yang sama dapat berpartisipasi untuk mendapatkan keuntungan dan menanggung risiko bersama
• Hasil berupa surplus/keuntungan didistribusikan kepada anggota sesuai dengan metode yang telah disepakati
• Keuntungan yang belum didistribusikan akan dimasukkan sebagai cadangan koperasi

2. Konsep Koperasi Sosialis
Koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.

Menurut konsep ini, koperasi tidak berdiri sendiri tetapi merupakan subsistem dari sistem sosialisme untuk mencapai tujuan-tujuan sistem sosialis-komunis.

3. Konsep Koperasi Negara Berkembang
• Koperasi sudah berkembang dengan ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya.
• Perbedaan dengan Konsep Sosialis :
Konsep Sosialis : tujuan koperasi untuk merasionalkan faktor produksi dari kepemilikan probadi ke pemilikan kolektif.
Konsep Negara Berkembang : tujuan koperasi adalah meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotanya.

Sumber : https://vhost.id/

Wamenhan Ingatkan Ancaman Perang Teknologi di Masa Depan

Wamenhan Ingatkan Ancaman Perang Teknologi di Masa Depan

Wamenhan Ingatkan Ancaman Perang Teknologi di Masa Depan

Wakil Menteri Pertahanan, Sakti Wahyu Trenggono mengingatkan

ancaman perang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang akan muncul di masa depan.

Konsep perang ini kata Trenggono berupa Network Centric Walfare (NCW) dan kemampuan peperangan siber yang juga akan lebih fokus pada platform-platform persenjataan di hampir semua negara.

Dia bahkan menyebut, peralatan tempur dari mulai peluru hingga pesawat

tempur yang ada saat ini tak bisa menjamin suatu negara bisa menangkal peperangan teknologi yang bisa terjadi kapan saja.
Lihat juga: Dana Riset Kecil, Teknologi Indonesia Tertinggal dari Korsel

“Perang ke depan itu memiliki banyak aset, seperti pesawat tempur ataupun peluru kendali (missile) tidak dengan sendirinya menjamin suatu negara memiliki kekuatan daya tangkal (deterrent power) tanpa diimbangi kemampuan mengeksploitasi konsep-konsep perang yang inovatif dan kreatif,” kata Trenggono seperti dikutip dari siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (20/12).

Maka dari itu, peralatan peperangan menurut dia harus diimbangi dengan

kemampuan operasional hingga bisa menciptakan pembaruan penanganan militer (revolution in military affairs/ RMA) yang tentunya dimulai dengan kecanggihan teknologi.

Lebih lanjut, terkait Network Centric Warfare menurut Trenggono adalah sistem teknologi perang yang memanfaatkan teknologi sensor dan teknologi manajemen informasi-komunikasi. Teknologi pertahanan ini juga akan digabungkan dengan

 

Baca Juga :

Facebook Akui Tetap Lacak Lokasi Pengguna Tanpa Izin

Facebook Akui Tetap Lacak Lokasi Pengguna Tanpa Izin

Facebook Akui Tetap Lacak Lokasi Pengguna Tanpa Izin

– Facebook mengakui kalau mereka tetap bisa melacak lokasi pengguna

tanpa izin. Maksudnya, ketika pengguna tidak memberikan izin untuk melacak lokasi atau mematikan layanan lokasi untuk media sosial itu, Facebook tetap bisa mengetahui lokasi pengguna.

Hal ini diungkap Kepala Deputi Privasi Facebook, Rob Sherman, kepada dua senator bulan lalu. Lewat surat yang dikirim 12 Desember, Facebook menyebut pihaknya bisa mengestimasikan lokasi penguna lewat konteks.

Misalnya, lewat tag di foto atau alamat IP ponsel mereka. Facebook juga

bisa mengetahui lokasi penguna ketika mereka melakukan check-in di lokasi tertentu, seperti restoran, mal, atau toko. Tag lokasi dari teman mereka di Facebook juga bisa menjadi petunjuk.
Lihat juga: Bos Twitter Unfollow Mark Zuckerberg, Netizen Tak Heran

Facebook perlu mengetahui lokasi pengguna agar perusahaan itu bisa menargetkan iklan yang sesuai untuk mereka. Selain itu, Facebook juga tidak memberi pilihan kepada pengguna untuk mematikan layanan iklan berdasarkan lokasi. Namun, Facebook berkilah mereka mengizinkan pengguna untuk melarang Facebook untuk mengetahui lokasi mereka secara tepat.

“Hampir semua iklan di Facebook ditargetkan berdasarkan lokasi.

Meskipun sebagian besar iklan ditargetkan bagi mereka yang tinggal di kota tertentu,” tulis perusahaan itu. “(Jika hal ini tak kami lakukan, bisa jadi) orang-orang di Washington, D.C. akan menerima iklan untuk layanan atau acara di London, dan sebaliknya,” seperti dikutip CNBC.

Selain itu, Facebook juga beralasan pelacakan lokasi dibutuhkan agar mereka bisa memberikan peringatan kepada pengguna jika akun mereka diakses di lokasi yang tidak biasa.

 

Sumber :

https://icanhasmotivation.com/defense-legend-3-apk/