Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Kategori: Perkebunan

Perkebunan

Konsep Pendapatan Nasional

Konsep Pendapatan Nasional

Konsep Pendapatan Nasional

Ada beberapa istilah dalam pendapatan nasional, antara lain:

1. Produk Domestik Bruto (PDB)

 

Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor atau disebut juga dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) merupakan nilai pasar dari semua barang dan jasa final yang diproduksi dalam sebuah negara pada suatu periode (Mankiw, 2006, hal : 6), meliputi faktor produksi milik warga negaranya sendiri maupun milik warga negara asing yang melakukan produksi di dalam negara tersebut.

2. Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut atau disebut juga dengan Pendapatan Nasional Bruto (PNB) merupakan nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara tersebut, termasuk nilai produksi yang diwujudkan oleh faktor produksi yang digunakan di luar negeri, namun tidak menghitung produksi yang dimiliki penduduk atau perusahaan dari negara lain yang digunakan di dalam negara tersebut (Sukirno, 2008, hal : 35).
RUMUS untuk menghitung GNP
GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri

 

Perkebunan

Strategi Promosi Kesehatan

Strategi Promosi KesehatanStrategi Promosi Kesehatan

Berdasarkan rumusan WHO (1994), strategi promosi kesehatan secara global ini terdiri dari 3 hal, yaitu:

  • Advokasi (advocacy)

Dalam konteks promosi kesehatan, advokasi adalah pendekatan kepada para pembuat keputusan dan diberbagai tingkat, sehingga para pejabat tersebut mau mendukung program kesehatan yang diinginkan.

  • Dukungan sosial

Strategi dukungan sosial ini adalah suatu kegiatan untuk mencari dukungan sosial melalui tokoh-tokoh masyarakat, baik tokoh masyarakat formal maupun informal.

  • Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan adalah strategi promosi kesehatan yang ditunjukan kepada masyarakat langsung.

  1. Ruang Lingkup promosi kesehatan

Ilmu-ilmu yang dicakup promosi kesehatan dapat dikelompokan menjadi 2 bidang, yaitu:

  • Ilmu perilaku
  • Ilmu-ilmu yang diperlukan untuk intervensi perilaku

Berdasarkan dimensi dan tempat pelatanaksanaannya ruang lingkup promosi kesehatan terbagi atas 2 duamensi, yaitu:

  • Pelayanan preventif dan promotif

Pelayanan bagi kelompok masyarakat yang sehat, agar kelompok ini tetap sehat dan bahkan meningkat status kesehatannya.

  • Pelayanan kuratif dan rehabilitatif

Pelayanan kelompok masyarakat yang sakit, agar kelompok ini sembuh dari sakitnya dan menjadi pulih kesehatannya.

 

Sumber :

https://mitranet.co.id/

PerkebunanPertanian

Motif Perusahaan Multinasional

Motif Perusahaan MultinasionalMotif Perusahaan Multinasional

Perusahaan multinasional memiliki tiga dasar motif utama dalam pendirian dan perkembangan perusahaan tersebut. Motif-motif tersebut ialah sebagai berikut:

  1. Motif Mencari Bahan Baku (Raw Material Seeker)

Perusahaan multinasional memperluas usahanya dalam rangka mencari bahan baku dan menjual produknya ke luar negeri.

  1. Motif Mencari Pasar (Market Seeker)

Setelah terpenuhinya pasar dalam negara tersebut (pasar domestik), perusahaan multinasional berusaha mencari pasar-pasar baru untuk memasarkan produknya. Hal ini dapat memperluas jangkauan pemasaran barang tersebut.

  1. Motif Meminimumkan Biaya (Cost Minimizer)

Perusahaan multinasional memperluas usahanya (go international) karena ingin memanfaatkan keunggulan yang dimiliki oleh negara lain dan memperoleh beberapa keringanan. Keringanan tersebut dapat berupa pembebasan pajak, melakukan transfer price, memperoleh biaya tenaga kerja yang murah, meminimumkan biaya investasi, harga tanah murah, biaya pengolahan limbah dengan syarat ringan, menghindari adanya batasan kuota, dan pelayanan purna jual cepat.

 

 

Perkebunan

Perusahaan Multinasional

Perusahaan MultinasionalPerusahaan Multinasional

2.1.1. Pengertian dan Definisi Perusahaan Multinasional

Secara umum, pengertian dari perusahaan multinasional (MNC) adalah perusahaan yang berusaha di banyak Negara, dan biasanya sangat besar. Perusahaan multinasional biasanya memiliki kantor-kantor, cabang atau pabrik di banyak Negara, dan biasanya memiliki satu kantor pusat dimana mereka dapat mengkoordinasi manajemen pemasaran secara global. Pengaruh dari perusahaan multinasional pun biasanya cukup besar bagi ekonomi dan politik Internasional.

Perusahaan Multinasional atau Multinational Corporation ialah badan usaha yang memiliki, mengendalikan, dan atau mengelola fasilitas-fasilitas produksi yang tersebar di sejumlah Negara (Salvatore,1995). Dari definisi tersebut paling tidak dapat dibayangkan bahwa perusahaan multinasional adalah perusahaan yang berskala besar, memiliki gross profit yang luar biasa, serta seringkali melibatkan manajemen yang kompleks. Pada kenyataannya, memang secara keseluruhan perusahaan multinasional menguasai lebih dari 20% output dunia dan nilai transaksi perdagangannya mencapai lebih dari 25% dari keseluruhan transaksi perusahaan manufaktur dunia. Jadi, pentingnya keberadaan perusahaan multinasional bukan hanya karena besarnya perusahaan mereka, namun lebih karena keberadaannya. Perusahaan multinasional juga disebut sebagai non-actor state atau actor non-negara yang keberadaannya dianggap dapat berdampak banyak bagi suatu Negara.

Sumber :

https://promo-honda.id/

Perkebunan

Dampak perusahaan multinasional

Dampak perusahaan multinasionalDampak perusahaan multinasional

Dewasa ini kehadiran perusahaan-perusahaan multinasional di bidang ekonomi dan politik dunia, terasa sangat mencolok. Perusahaan-perusahaan multinasional yang “menancapkan kukunya” juga tentu saja memberikan implikasi kepada, saya sebut sebagai, Negara yang di’ekspansi’nya, baik dampak positif maupun dampak negatifnya. Dampak positif pertama yang paling sering disebut-sebut sebagai sumbangan positif penanaman modal asing ini adalah, peranannya dalam mengisi kekosongan atau kekurangan sumber daya antara tingkat investasi yang ditargetkan dengan jumlah actual “tabungan domestik” yang dapat dimobilisasikan. Dampak positif kedua adalah, dengan memungut pajak atas keuntungan perusahaan multinasional dan ikut serta secara financial dalam kegiatan-kegiatan mereka di dalam negeri, pemerintah Negara-negara berkembang berharap bahwa mereka akan dapat turut memobilisasikan sumber-sumber financial dalam rangka membiayai proyek-proyek pembangunan secara lebih baik.

Dampak positif ketiga

 adalah, perusahaan multinasional tersebut tidak hanya akan menyediakan sumber-sumber financial dan pabrik-pabrik baru saja kepada Negara-negara miskin yang bertindak sebagai tuan rumah, akan tetapi mereka juga menyediakan suatu “paket” sumber daya yang dibutuhkan bagi proses pembangunan secara keseluruhan, termasuk juga pengalaman dan kecakapan manajerial, kemampuan kewirausahaan, yang pada akhirnya nanti dapat dimanifestasikan dan diajarkan kepada pengusaha-pengusaha domestic.

Dampak positif keempat adalah, perusahaan multinasional juga berguna untuk mendidik para manajer local agar mengetahui strategi dalam rangka membuat relasi dengan bank-bank luar negeri, mencari alternative pasokan sumber daya, serta memperluas jaringan-jaringan pemasaran sampai ke tingkat internasional. Dampak positif kelima adalah, perusahaan multinasional akan membawa pengetahuan dan teknologi yang tentu saja dinilai sangat maju dan maju oleh Negara berkembang mengenai proses produksi sekaligus memperkenalkan mesin-mesin dan peralatan modern kepada Negara-negara dun ia ketiga.

Sumber :

https://mitranet.co.id/

 

Perkebunan

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan angin

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan anginFaktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan angin

Kecepatan angin yang berhembus di permukaan bumi ini di pengaruhi oleh beberpa faktor, di antaranya :

Ø  Gradien tekanan udara (barometris)

Kecepatan angin bertiup sangat tergantung pada besar kecilnya gradien tekanan udara atau Gradien barometer adalah perbedaan tekanan udara antara dua isobar pada jarak lurus 111 km, makin besar gradien tekanan udara dari dua daerah makin cepat angin tersebut bertiup.

Ø  Tinggi tempat

Udara yang bergerak didekat permukaan bumi sangat dipengaruhi oleh kekasaran permukaan bumi. Sehingga semakin besar kekasaran permukaan bumi (adanya gunung, pohon, gedung, topografi yang tidak rata) maka semakin besar turbulensinya dan semakin lambat kecepatan angin bergerak. Kecepatan angin makin tinggi dengan naiknya ketinggian akibat berkurangnya gesekan dengan permukaan tanah.

Makin tinggi kedudukan suatu tempat, maka kecepatan angin akan semakin cepat pula, sebaliknya semakin rendah kedudukan suatu tempat maka kecepatan anginnya semakin lambat.

Ø  Letak lintang.

Bumi berputar pada sumbunya dengan kecepatan  1041 meter perjam di equator.  Lajunya menurun dengan semakin tinggi letak lintang suatu tempat sampai mencapai nol di kutub.  Berkurangnya kecepatan ini disebabkan oleh semakin kecil lingkaran litang ke arah kutub.  Sehingga kecepatan angin di dekat khatulistiwa lebih cepat dari yang jauh dari garis khatulistiwa.

Letak tempat di bumi yang dimaksud adalah letak suatu tempat terhadap garis lintang di bumi. Kecepatan arah angin di sekitar daerah ekuator lebih besar bila dibandingkan dengan daerah yang terletak jauh dari daerah ekuator. Hal ini disebabkan adanya rotasi bumi, di mana saat bumi berotasi menimbulkan gaya dorong keluar lebih besar dari gaya dorong ke dalam.

Perkebunan

 Pandangan Umum Tentang Sejarah

 Pandangan Umum Tentang Sejarah Pandangan Umum Tentang Sejarah

Sejarah berasal dari bahasa arab yaitu syajaratun yang berarti pohon. Menurut bahasa arab, sejarah sama dengan sebuah pohong yang terus berkembang dari tingkat yang paling rendah sampai tingkat yang paling tinggi.

Dalam bahasa Inggris, kata sejarah adalah history yang berarti masa lampau umat manusia. Dalam bahasa yunani adalah historia yang berarti orang pandai. Dalam bahasa belanda adalah geschiedenis yang berarti terjadi. Dan dalam bahasa  jerman adalah Geschichte yang berarti sesuatu yang telah terjadi. Jadi Pengertiang sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia.

                 Sejarah memiliki 3 unsur penting yaitu:

  1. Semua kejadian masa lalu
  2. Metode yang digunakan oleh sejarahwan untuk merekonstruksi masa lalu.
  3. Penyataan para sejarahwan baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.

Sejarah pada umumnya di bagi 3 yaitu:

  1. Sejarah sebagai kisah
  2. Sejarah sebagai ilmu
  3. Sejarah sebagi seni
  1. SEJARAH TERBENTUKNYA NEGARA INDONESIA

Sejarah Indonesia meliputi suatu rentang waktu yang sangat panjang yang dimulai sejak zaman prasejarah oleh “Manusia Jawa” pada masa sekitar 500.000 tahun yang lalu. Periode dalam sejarah Indonesia dapat dibagi menjadi lima era: era pra kolonial, munculnya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha serta Islam di Jawa dan Sumatera yang terutama mengandalkan perdagangan; era kolonial, masuknya orang-orang Eropa (terutama Belanda) yang menginginkan rempah-rempah

Sumber :

https://rianablog.com/

Perkebunan

Perkembangan COS di Inggeris

Perkembangan COS di InggerisPerkembangan COS di Inggeris

    1. Berkembangnya metode pemberian bantuan secara individu dan pengorganisasian masyarakat.
    2. Prinsip-prinsip bimbingan sosial perorangan selanjutnya dikembangkan  oleh COS sehingga menjadi satu lembaga yaitu Family Welfare Association.
    3. Bentuk bimbingan sosial perorangan yang penting adalah dalam bidang pekerjaan sosial medis atau almoner. Memunculkan prinsip-prinsip individualisasi, sikap tidak menghakimi, menentukan diri sendiri, kerahasiaan.

Perkembangan COS di Amerika:

  1. Bimbingan sosial perorangan berkembang dalam COS, dengan pelopornya adalah Mary Ellen Richmond (1861-1928), yaitu meletakkan dasar dalam bimbingan sosial perorangan. Menerbitkan buku Friendly visiting among the poor (1899); social diagnosis (1917); dan what is social casework (1922). Hal ini muncul sebagai respons atas: kebutuha untuk mengkhususkan basis dan teknik pengetahuan yang membedakan pekerja sosial terlatih dari sukarelawan yang berniat baik dan untuk mengidentifikasi berbagai keahlian umum yang pekerja sosial bisa gunakan di berbagai aspek.

 

Sumber :

https://kaosfullprint.co.id/

Perkebunan

Ciri – Ciri Ekonomi Syari’ah

Ciri – Ciri Ekonomi Syari’ah

                             Tidak banyak yang dikemukakan dalam Al Qur’an, dan hanya prinsip-prinsip yang mendasar saja. Karena alasan-alasan yang sangat tepat, Al Qur’an dan Sunnah banyak sekali membahas tentang bagaimana seharusnya kaum Muslim berprilaku sebagai produsen, konsumen dan pemilik modal, tetapi hanya sedikit tentang sistem ekonomi yang berbasis Islam. Sebagaimana diungkapkan dalam pembahasan diatas, ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. Selain itu, ekonomi syariah menekankan empat sifat, antara lain:

  1. Kesatuan (unity)
  2. Keseimbangan (equilibrium)
  3. Kebebasan (free will)
  4. Tanggungjawab (responsibility)
  5.        Tujuan Ekonomi Islam

                             Ekonomi Islam mempunyai tujuan untuk memberikan keselarasan bagi kehidupan di dunia. Nilai Islam bukan semata-semata hanya untuk kehidupan muslim saja, tetapi seluruh mahluk hidup di muka bumi. Esensi proses Ekonomi Islam adalah pemenuhan kebutuhan manusia yang berlandaskan nilai-nilai Islam guna mencapai pada tujuan agama (falah). Ekonomi Islam menjadi rahmat seluruh alam, yang tidak terbatas oleh ekonomi, sosial, budaya dan politik dari bangsa. Ekonomi Islam mampu menangkap nilai fenomena masyarakat sehingga dalam perjalanannya tanpa meninggalkan sumber hukum teori ekonomi Islam, bisa berubah.

  1.      Prinsip-prinsip Dasar Ekonomi Syari’ah

Adapun prinsip-prinsip keuangan syariah meliputi:

  1. Penghindaran Riba

Riba adalah pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual beli maupun pinjam-meminjam yang bertentangan dengan prinsip dalam Islam.

Secara garis besar, riba dikelompokkan menjadi dua. Masing-masing adalah riba utang-piutang dan riba jual beli. Kelompok pertama terbagi lagi menjadi riba qardh dan riba jahiliyyah. Adapun kelompok kedua, riba jual beli terbagi lagi menjadi riba fadhl dan riba nasiah.

                        Riba Qardh adalah suatu manfaat atau tingkat kelebihan tertentu yang disyaratkan terhadap yang berhutang. Riba Jahiliyyah adalah utang yang dibayar lebih dari pokoknya karena si peminjam tidak mampu membayar utang pada waktu yang telah ditetapkan

Riba Fadhl adalah pertukaran antar barang sejenis dengan kadar atau takaran berbeda, sedangkan barang yang dipertukarkan itu termasuk dalam jenis barang ribawi. Riba Nasiah adalah penangguhan penyerahan atau penerimaan jenis barang ribawi yang dipertukarkan dengan jenis barang ribawi lainnya. Riba nasiah muncul karena adanya perbedaan, perubahan, atau penambahan antara yang diserahkan saat ini dan yang diserahkan kemudian.

  1. Menjalankan Zakat

Zakat adalah jumlah harta tertentu yang wajib di keluarkan oleh orang muslim dan diberikan kepada segolongan yang berhak menerimanya menurut yang telah ditetapkan oleh syarak[6]. Zakat juga merupakan instrumen keadilan dan kesetaraan dalam Islam, yang berarti setiap orang harus memiliki peluang yang sama dan tidak berarti bahwa mereka harus sama-sama miskin atau sama-sama kaya..

  1. 3.Penghindaran Haram

Sesuatu yang diharamkan adalah sesuatu yang dilarang oleh Allah sesuai yang telah diajarkan dalam Alquran dan Hadist. [7]Atau Sesuatu yang dikerjakan akan mendapat dosa dan di tinggalkan akan mendapat pahala, itu yang dimaksud dengan haram.

  1. 4.Penghindaran Gharar dan Maysir

Alquran melarang secara tegas segala bentuk perjudian (maysir) (QS. 5:90-91). Selain mengharamkan judi, Islam juga mengharamkan setiap aktivitas bisnis yang mengandung unsur judi. Hukum Islam menetapkan bahwa demi kepentingan transaksi yang adil dan etis, pengayaan diri melalui permainan judi harus dilarang.

Islam juga melarang transaksi ekonomi yang melibatkan unsur spekulasi, gharar (secara harfiah berarti resiko). Menurut istilah bisnis, gharar artinya menjalankan suatu usaha tanpa pengetahuan yang jelas, atau menjalankan transaksi dengan resiko yang berlebihan. Jika unsur ketidakpastian tersebut tidak terlalu besar dan tidak terhindarkan, maka Islam membolehkannya (Algaoud dan Lewis, 2007).

  1. Takaful

Takaful adalah kata benda yang berasal dari kata kerja bahasa arab kafala, yang berarti memperhatikan kebutuhan seseorang. Jika ada anggota partisipan ditimpa malapetaka atau bencana, ia akan menerima manfaat finansial dari dana sebagaimana ditetapkan dalam kontrak asuransi untuk membantu menutup kerugian atau kerusakan tersebut (Algaoud dan Lewis, 2007).

 

 

Perkebunan

TEORI-TEORI GEOGRAFI

TEORI-TEORI GEOGRAFI

1)      Teori Ledakan Penduduk => (Thomas Robert Malthus)

Thomas Robert Malthus lahir di Ruckery-St. Catherina Inggeris pada tanggal 14 Februari 1766 dan meninggal pada tanggal 23 Desember 1834. Ia seorang ahli ekonomi yang tergolong ekonomi Mazhab Klasik bersama-sama Adam Smith. Ajaran-ajarannya banyak mempengaruhi pemikiran ekonom lainnya  seperti  Ricardo, di mana perkembangan ekonomi diasumsikan cukup suram itu berpengaruh besar pada abad ke-19. Dalam ilmu geografi ekonomi dan populasi nama dia juga dikenal sebagai seorang pelopor yang mengukir pada mazhab geografi tersebut. Selain itu nama Malthus kemudian diabadikan juga dalam istilah ”neomalthusianisme”.

Adapun teori Malthus tentang ledakan penduduk ditulis dalam bukunya An Essay on the Principles of Population (1798).Dalam teorinya tersebut Malthus berpendapat, bahwa :

  1. a)Masyarakat manusia akan tetap miskin karena terdapat kecenderungan pertambahanpenduduk berjalan lebih cepat dari pada persediaan m
  2. b)Pertambahan penduduk dapat diibaratkan deret  kali atau deret ukur sehingga pelipat gandaan jumlah penduduk dalam setiap 25 tahun, sedangkan peningkatan sarana-sarana kehidupan berjalan lebih lambat, yankni menurut deret hitung atau deret tambah.
  3. c)Melalui tindakan pantang seksual/pantangan kawin, perang, bahaya kelaparan, dan bencana alam, jumlah penduduk setiap kali memang diusahakan sesuai dengan sarana kehidupan yang tersedia. Namun cara itu tidak cukup untuk meningkatkan kehidupan masarakat sampai di atas batas minimu

2)      Teori Pengaruh Iklim Terhadap Peradaban => (Ellswort Huntington)

Ellswort Huntington adalah seorang ahli geografi Amerika yang produktif menulis berbagai buku ternama dan teorinya tergolong fantastis imajiner dan kadang dinilai bombaptis. Inti teori-teorinya itu terdapat dalam tiga buku yakni: The Pulse of Asia (1907); Palestine and Its Transformation (1911), Civilization and Climate (1915), yang secara garis besar pokok-pokok pikirannya sebagai berikut :

  1. a)Peradaban besar yang ada di kawasan Asia Tengah dan Asia Barat Daya pada zaman kuno, sekarang kondisi dari daerah-daerah tersebut mengerikan, pada awal abad ke-20 diperkirakan terjadinya kemerosotan peradaban yang disebabkan oleh perubahan iklim .
  2. b)Mengeringnya wilayah itu saat ini, kelihatannya tidak sesuai posisinya dahulu sebagai pusat kerajaan. Menurutnya, iklim yang dahulu jauh lebih lembap dan pada wilayah itu terjadi suatu proses pengeringan yang terus-menerus dan progresif .
  3. c)Proses semacam ini menjadi bagian dari suatu proses yang lebih besar dari fenomena-fenomena yang lebih umum. Sesuai dengan hal itu, ia terdorong untuk membuat postulat tentang mengeringnya bumi yang terjadi dalam pulsasi ritmik , dengan periode-periode dari udara kering dan basah.
  4. d)Begitu pun cerita pengembaraan bangsa Ibrahim (Yahudi) dalam kitab suci ber hubungan dengan titik tengah antara masa kekeringan dan masa kebasahan. Ekspansi  kerajaan  Moghul,  ekspansi  kerajaan  barbar  Mongol  sampai  ke Eropa, adalah akibat dari mengeringnya tempat tinggal asli dari kaum penyerbu.
  5. e) Proses pengeringan yang progresif dari bumi mengikuti arah tertentu,umumnya dari timur ke barat .Inilah yang menjelaskan pergantian pusat-pusat peradaban besar dari Babilonia, Mesir ke Yunani, ke Roma, dari Roma ke Prancis, dan dari Prancis ke Inggeris, serta dari Inggeris ke Amerika Serikat..

 

Sumber :

https://furnituremebeljepara.co.id/facebook-tutup-aplikasi-remaja-lifestage/