Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Kategori: Perkebunan

Perkebunan

Perkembangan COS di Inggeris

Perkembangan COS di InggerisPerkembangan COS di Inggeris

    1. Berkembangnya metode pemberian bantuan secara individu dan pengorganisasian masyarakat.
    2. Prinsip-prinsip bimbingan sosial perorangan selanjutnya dikembangkan  oleh COS sehingga menjadi satu lembaga yaitu Family Welfare Association.
    3. Bentuk bimbingan sosial perorangan yang penting adalah dalam bidang pekerjaan sosial medis atau almoner. Memunculkan prinsip-prinsip individualisasi, sikap tidak menghakimi, menentukan diri sendiri, kerahasiaan.

Perkembangan COS di Amerika:

  1. Bimbingan sosial perorangan berkembang dalam COS, dengan pelopornya adalah Mary Ellen Richmond (1861-1928), yaitu meletakkan dasar dalam bimbingan sosial perorangan. Menerbitkan buku Friendly visiting among the poor (1899); social diagnosis (1917); dan what is social casework (1922). Hal ini muncul sebagai respons atas: kebutuha untuk mengkhususkan basis dan teknik pengetahuan yang membedakan pekerja sosial terlatih dari sukarelawan yang berniat baik dan untuk mengidentifikasi berbagai keahlian umum yang pekerja sosial bisa gunakan di berbagai aspek.

 

Sumber :

https://kaosfullprint.co.id/

Perkebunan

Ciri – Ciri Ekonomi Syari’ah

Ciri – Ciri Ekonomi Syari’ah

                             Tidak banyak yang dikemukakan dalam Al Qur’an, dan hanya prinsip-prinsip yang mendasar saja. Karena alasan-alasan yang sangat tepat, Al Qur’an dan Sunnah banyak sekali membahas tentang bagaimana seharusnya kaum Muslim berprilaku sebagai produsen, konsumen dan pemilik modal, tetapi hanya sedikit tentang sistem ekonomi yang berbasis Islam. Sebagaimana diungkapkan dalam pembahasan diatas, ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. Selain itu, ekonomi syariah menekankan empat sifat, antara lain:

  1. Kesatuan (unity)
  2. Keseimbangan (equilibrium)
  3. Kebebasan (free will)
  4. Tanggungjawab (responsibility)
  5.        Tujuan Ekonomi Islam

                             Ekonomi Islam mempunyai tujuan untuk memberikan keselarasan bagi kehidupan di dunia. Nilai Islam bukan semata-semata hanya untuk kehidupan muslim saja, tetapi seluruh mahluk hidup di muka bumi. Esensi proses Ekonomi Islam adalah pemenuhan kebutuhan manusia yang berlandaskan nilai-nilai Islam guna mencapai pada tujuan agama (falah). Ekonomi Islam menjadi rahmat seluruh alam, yang tidak terbatas oleh ekonomi, sosial, budaya dan politik dari bangsa. Ekonomi Islam mampu menangkap nilai fenomena masyarakat sehingga dalam perjalanannya tanpa meninggalkan sumber hukum teori ekonomi Islam, bisa berubah.

  1.      Prinsip-prinsip Dasar Ekonomi Syari’ah

Adapun prinsip-prinsip keuangan syariah meliputi:

  1. Penghindaran Riba

Riba adalah pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual beli maupun pinjam-meminjam yang bertentangan dengan prinsip dalam Islam.

Secara garis besar, riba dikelompokkan menjadi dua. Masing-masing adalah riba utang-piutang dan riba jual beli. Kelompok pertama terbagi lagi menjadi riba qardh dan riba jahiliyyah. Adapun kelompok kedua, riba jual beli terbagi lagi menjadi riba fadhl dan riba nasiah.

                        Riba Qardh adalah suatu manfaat atau tingkat kelebihan tertentu yang disyaratkan terhadap yang berhutang. Riba Jahiliyyah adalah utang yang dibayar lebih dari pokoknya karena si peminjam tidak mampu membayar utang pada waktu yang telah ditetapkan

Riba Fadhl adalah pertukaran antar barang sejenis dengan kadar atau takaran berbeda, sedangkan barang yang dipertukarkan itu termasuk dalam jenis barang ribawi. Riba Nasiah adalah penangguhan penyerahan atau penerimaan jenis barang ribawi yang dipertukarkan dengan jenis barang ribawi lainnya. Riba nasiah muncul karena adanya perbedaan, perubahan, atau penambahan antara yang diserahkan saat ini dan yang diserahkan kemudian.

  1. Menjalankan Zakat

Zakat adalah jumlah harta tertentu yang wajib di keluarkan oleh orang muslim dan diberikan kepada segolongan yang berhak menerimanya menurut yang telah ditetapkan oleh syarak[6]. Zakat juga merupakan instrumen keadilan dan kesetaraan dalam Islam, yang berarti setiap orang harus memiliki peluang yang sama dan tidak berarti bahwa mereka harus sama-sama miskin atau sama-sama kaya..

  1. 3.Penghindaran Haram

Sesuatu yang diharamkan adalah sesuatu yang dilarang oleh Allah sesuai yang telah diajarkan dalam Alquran dan Hadist. [7]Atau Sesuatu yang dikerjakan akan mendapat dosa dan di tinggalkan akan mendapat pahala, itu yang dimaksud dengan haram.

  1. 4.Penghindaran Gharar dan Maysir

Alquran melarang secara tegas segala bentuk perjudian (maysir) (QS. 5:90-91). Selain mengharamkan judi, Islam juga mengharamkan setiap aktivitas bisnis yang mengandung unsur judi. Hukum Islam menetapkan bahwa demi kepentingan transaksi yang adil dan etis, pengayaan diri melalui permainan judi harus dilarang.

Islam juga melarang transaksi ekonomi yang melibatkan unsur spekulasi, gharar (secara harfiah berarti resiko). Menurut istilah bisnis, gharar artinya menjalankan suatu usaha tanpa pengetahuan yang jelas, atau menjalankan transaksi dengan resiko yang berlebihan. Jika unsur ketidakpastian tersebut tidak terlalu besar dan tidak terhindarkan, maka Islam membolehkannya (Algaoud dan Lewis, 2007).

  1. Takaful

Takaful adalah kata benda yang berasal dari kata kerja bahasa arab kafala, yang berarti memperhatikan kebutuhan seseorang. Jika ada anggota partisipan ditimpa malapetaka atau bencana, ia akan menerima manfaat finansial dari dana sebagaimana ditetapkan dalam kontrak asuransi untuk membantu menutup kerugian atau kerusakan tersebut (Algaoud dan Lewis, 2007).

 

 

Perkebunan

TEORI-TEORI GEOGRAFI

TEORI-TEORI GEOGRAFI

1)      Teori Ledakan Penduduk => (Thomas Robert Malthus)

Thomas Robert Malthus lahir di Ruckery-St. Catherina Inggeris pada tanggal 14 Februari 1766 dan meninggal pada tanggal 23 Desember 1834. Ia seorang ahli ekonomi yang tergolong ekonomi Mazhab Klasik bersama-sama Adam Smith. Ajaran-ajarannya banyak mempengaruhi pemikiran ekonom lainnya  seperti  Ricardo, di mana perkembangan ekonomi diasumsikan cukup suram itu berpengaruh besar pada abad ke-19. Dalam ilmu geografi ekonomi dan populasi nama dia juga dikenal sebagai seorang pelopor yang mengukir pada mazhab geografi tersebut. Selain itu nama Malthus kemudian diabadikan juga dalam istilah ”neomalthusianisme”.

Adapun teori Malthus tentang ledakan penduduk ditulis dalam bukunya An Essay on the Principles of Population (1798).Dalam teorinya tersebut Malthus berpendapat, bahwa :

  1. a)Masyarakat manusia akan tetap miskin karena terdapat kecenderungan pertambahanpenduduk berjalan lebih cepat dari pada persediaan m
  2. b)Pertambahan penduduk dapat diibaratkan deret  kali atau deret ukur sehingga pelipat gandaan jumlah penduduk dalam setiap 25 tahun, sedangkan peningkatan sarana-sarana kehidupan berjalan lebih lambat, yankni menurut deret hitung atau deret tambah.
  3. c)Melalui tindakan pantang seksual/pantangan kawin, perang, bahaya kelaparan, dan bencana alam, jumlah penduduk setiap kali memang diusahakan sesuai dengan sarana kehidupan yang tersedia. Namun cara itu tidak cukup untuk meningkatkan kehidupan masarakat sampai di atas batas minimu

2)      Teori Pengaruh Iklim Terhadap Peradaban => (Ellswort Huntington)

Ellswort Huntington adalah seorang ahli geografi Amerika yang produktif menulis berbagai buku ternama dan teorinya tergolong fantastis imajiner dan kadang dinilai bombaptis. Inti teori-teorinya itu terdapat dalam tiga buku yakni: The Pulse of Asia (1907); Palestine and Its Transformation (1911), Civilization and Climate (1915), yang secara garis besar pokok-pokok pikirannya sebagai berikut :

  1. a)Peradaban besar yang ada di kawasan Asia Tengah dan Asia Barat Daya pada zaman kuno, sekarang kondisi dari daerah-daerah tersebut mengerikan, pada awal abad ke-20 diperkirakan terjadinya kemerosotan peradaban yang disebabkan oleh perubahan iklim .
  2. b)Mengeringnya wilayah itu saat ini, kelihatannya tidak sesuai posisinya dahulu sebagai pusat kerajaan. Menurutnya, iklim yang dahulu jauh lebih lembap dan pada wilayah itu terjadi suatu proses pengeringan yang terus-menerus dan progresif .
  3. c)Proses semacam ini menjadi bagian dari suatu proses yang lebih besar dari fenomena-fenomena yang lebih umum. Sesuai dengan hal itu, ia terdorong untuk membuat postulat tentang mengeringnya bumi yang terjadi dalam pulsasi ritmik , dengan periode-periode dari udara kering dan basah.
  4. d)Begitu pun cerita pengembaraan bangsa Ibrahim (Yahudi) dalam kitab suci ber hubungan dengan titik tengah antara masa kekeringan dan masa kebasahan. Ekspansi  kerajaan  Moghul,  ekspansi  kerajaan  barbar  Mongol  sampai  ke Eropa, adalah akibat dari mengeringnya tempat tinggal asli dari kaum penyerbu.
  5. e) Proses pengeringan yang progresif dari bumi mengikuti arah tertentu,umumnya dari timur ke barat .Inilah yang menjelaskan pergantian pusat-pusat peradaban besar dari Babilonia, Mesir ke Yunani, ke Roma, dari Roma ke Prancis, dan dari Prancis ke Inggeris, serta dari Inggeris ke Amerika Serikat..

 

Sumber :

https://furnituremebeljepara.co.id/facebook-tutup-aplikasi-remaja-lifestage/

PerkebunanPerternakan

Berdasarkan prioritasnya, pasar tenaga kerja dapat digolongkan menjadi

Berdasarkan prioritasnya, pasar tenaga kerja dapat digolongkan menjadi

  1. Pasar kerja utama(Primary Labour Market)
  • Adalah pasar tenaga kerja yang menawarkan jabatan atau posisi dengan tingkat upah atau gaji yang tinggi, pekerjaan yang baik dan dengan kondisi yang stabil. Pasar ini dapat ditemukan pada sektor usaha yang menggunakan padat modal.
  1. Pasar kerja Sekunder(Secondary Labour Market)
  • Adalah pasar tenaga kerja yang menawarkan jabatan atau posisi dengan tingkat upah atau gaji yang rendah, posisi yang kurang stabil dan kurang memberi kesempatan untuk pengembangan karir karyawan. Biasanya ini dapat dilihat pada industri restoran dan jasa hotel, kasir dan penjualan ritel.

Berdasarkan pendidikannya, pasar tenaga kerja dapat digolongkan menjadi :

  1. Pasar tenaga kerja terdidik(Skilled Labour Market)
  • Adalah pasar tenaga kerja yang membutuhkan karyawan yang berpendidikan dan memiliki keterampilan yang memadai. Pasar tenaga kerja ini biasanya dibutuhkan pada sektor usaha formal, misalnya, dokter, akuntan, pengacara, dan sebagainya.
  1. Pasar tenaga kerja tidak terdidik(Unskilled Labour Market)

  • Adalah pasar tenaga kerja yang menawarkan pekerjaan yang tidak mementingkan pendidikan maupun keterampilan – keterampilan khusus tertentu. Pasar tenaga kerja ini biasanya ditemui pada sektor usaha informal, misalnya, pedagang asongan, loper koran dan majalah, juru parkir dan sebagainya.
  1. Kelebihan & Kekurangan Tenaga Kerja
  2. Kelebihan adanya pasar tenaga kerja adalah:
Perkebunan

Definisi Pasar Tenaga Kerja

  1. Definisi Pasar Tenaga Kerja

Dalam sebuah buku Hj. Ike Kusdyah Rachmawati, SE, MM menjelaskan bahwa pasar kerja merupakan seluruh aktivitas yang mempertemukan pencari kerja dan lowongan kerja, yaitu pengusaha atau produsen, pencari kerja, perantara atau pihak ketiga dimana terdapat kemudahan bagi kedua pihak untuk saling berhubungan. Pihak ketiga bisa pemerintah, lembaga informal atau formal, konsultan, dan badan swasta.

Sedangkan menurut Simanjuntak (2001 : 101), pasar kerja adalah seluruh aktivitas dari pelaku-pelaku yang mempertemukan pencari kerja dan lowongan kerja. Pelaku ini terdiri dari :

  1. Yang membutuhkan Pengusaha tenaga.
  2. Pencari Kerja
  3. Perantara atau pihak ketiga yang memberikan kemudahan bagi pengusaha dan pencari kerja untuk saling berhubungan.

Menurut Suroto (1992: 193) masalah dalam pasar kerja pada dasarnya dapat disebut sebagai ketidakseimbangan antara pesediaan dengan kebutuhan tenaga kerja dan dapat digolongkan dalam 4 (empat) kelompok yaitu :

  1. Masalah kelebihan tenaga kerja yang timbul apabila persediaan tenaga kerja lebih besar dari pada kebutuhan tenaga kerja dalam masyarakat.
  2. Masalah kekurangan tenaga kerja yang timbul apabila persediaan tenaga kerja daripada kebutuhan.
  3. Masalah rintangan pasar kerja yang timbul apabila persediaan tenaga kerja sebenarnya sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja dalam masyarakat, akan tetapi nyatanya karena adanya suatu rintangan, keduanya tidak bertemu pada tempat dan waktu yang sama. Disini masalahnya terletak dalam mekanisme penyalurannya.
  4. Semua masalah dalam ketiga golongan a,b,c, diatas terjadi sebelum orang memiliki atau masuk dalam pekerjaaan, baik pekerjaan mandiri. Massalah disini antara lain menyangkut pendapatan, kepastian tenaga kerja untuk memiliki dan mempertahankan pekerjaan, keselamatan jasmani, ketentraman, perlakuan adil dan produktivitas kerja. Kelompok masalah ini disebut ketidaklayakan dalam lingkungan kerja.

Pasar tenaga kerja dapat diartikan sebagai suatu pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli tenaga kerja. Sebagai penjual tenaga kerja di dalam pasar ini adalah para pencari kerja (Pemilik Tenaga Kerja), sedangkan sebagai pembelinya adalah orang-orang atau lembaga yang memerlukan tenaga kerja. Pasar tenaga kerja diselenggarakan dengan maksud untuk mengkoordinasi pertemuan antara para pencari kerja dan orang-orang atau lembaga-lembaga yang membutuhkan tenaga kerja. Dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan, maka pasar tenaga kerja ini dirasakan dapat memberikan jalan keluar bagi perusahaan untuk memenuhinya. Dengan demikian tidak terkesan hanya pencari kerja yang mendapat keuntungan dari adanya pasar ini. Untuk menciptakan kondisi yang sinergi antara kedua belah pihak, yaitu antara penjual dan pemberi tenaga kerja maka diperlukan kerjasama yang baik antara semua pihak yang terkait, yaitu penjual tenaga kerja, pembeli tenaga kerja, dan pemerintah.

  1. Penyelenggara Pasar Tenaga Kerja

Di Indonesia, penyelenggaraan bursa tenaga kerja ditangani oleh Departemen Tenaga Kerja (Depnaker). Orang-orang atau lembaga-lembaga yang membutuhkan tenaga kerja dapat melapor ke Depnaker dengan menyampaikan jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan beserta persyaratannya. Kemudian Depnaker akan mengumumkan kepada masyarakat umumnya tentang adanya permintaan tenaga kerja tersebut.

Sementara itu, para pencari kerja (Pemilik Tenaga Kerja) dapat mendaftarkan dirinya kepada Depnaker dengan menyampaikan keterangan-keterangan tentang dirinya. Keterangan tentang diri pribadi si pencari kerja ini sangat penting untuk dasar penyesuaian dengan kebutuhan tenaga kerja dari orang-orang atau lembaga-lembaga yang bersangkutan. Apabila ada kesesuaian, Depnaker akan mempertemukan si pencari kerja dengan orang atau lembaga yang membutuhkan tenaga kerja tersebut untuk transaksi lebih lanjut.

Selain Depnaker, di Indonesia juga berkembang penyelenggaraan bursa tenaga kerja swasta yang biasa disebut Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja. Perusahaan swasta yang berusaha mengumpulkan dan menampung pencari kerja, kemudian menyalurkan kepada orang-orang atau lembaga – lembaga yang membutuhkan tenaga kerja, baik di dalam maupun di luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Hongkong dan Arab Saudi. Sebelum diadakan penyaluran, perusahaan ini juga sering menyelenggarakan pelatihan kepada para pencari kerja yang ditampungya. Apabila ada kesesuaian antara pencari kerja dengan orang atau lembaga yang membutuhkan, dapat dilakukan transaksi. Atas jasanya menyalurkan tenaga kerja ini, perusahaan tersebut akan mendapatkan komisi.

Beberapa kegiatan Departemen Tenaga Kerja yang berkaitan dengan tenaga kerja di Indonesia antara lain adalah:

  • AKAD (Antar Kerja Antar Daerah) yaitu mengurusi pengiriman tenaga kerja dari daerah satu ke daerah lain yang membutuhkan.
  • AKAR (Antar Kerja Antar Regional) yaitu mengurusi pengiriman tenaga kerja di kawasan regional seperti ASEAN, Singapura, Malaysia, Brunai, dan lain-lain.
  • AKAN (Antar Kerja Antar Negara) yaitu mengurusi pengiriman tenaga kerja ke luar negeri seperti ke Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, dan sebagainya.Sumber :https://vhost.id/instagram-kini-kelompokkan-komentar-seperti-facebook/
Perkebunan

Fungsi Kredit

Fungsi Kredit

Fungsi Kredit

 Adapun fungsi kredit yang dikemukakan Muchdarsah Sinaungan yang dikutip Faisal Abdullah dalam bukunya Manajemen Perbankan diantaranya :

  1.   Meningkatkan Peredaran Uang dalam Lalu lintas Uang

Uang yang disalurkan akan beredar dari satu wilayah ke wilayah lain   sehingga suatu daerah yang kekurangan uang dengan memperoleh kredit maka daerah tersebut akan memperoleh tambahan uang dari wilayah lainnya.

  1.   Meningkatkan Daya Guna Uang

Maksudnya jika uang hanya disimpan dirumah saja tidak akan menghasilkan sesuatu yang berguna. Dengan digunakan dalam bentuk kredit, maka uang tersebut akan menjadi berguna untuk menghasilkan barang atau jasa bagi penerima (debitur) dan pendapatan bagi bank (kreditur).

  1.   Menigkatkan Peredaran Uang

Dalam hal ini uang yang diberikan atau disalurkan akan beredar dari satu wilayah ke wilayah lainnya sehingga, suatu daerah yang kekurangan uang dengan memperoleh kredit maka daerah tersebut akan memperoleh tambahan uang dari daerah lainnya.

  1. Untuk Meningkatkan Usaha Nasabah

Bagi debitur kredit tentu akan meningkatkan gairah usaha apalagi nasabah dengan modal kecil. Dengan tambahan dana dari bank maka usaha debitur (nasabah) akan ditingkatkan dan diperluas. (2005:84)


Sumber: https://apartemenjogja.id/385-perangkat-apple-telah-jalankan-ios-11/

Perkebunan

Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM)

Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM)

Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki oleh setiap pribadi manusia secara kodrati  sebagai anugerah dari Tuhan, mencangkup hak hidup, hak kemerdekaan/kebebasan dan hak memiliki sesuatu. Ini berarti bahwa sebagai anugerah dari Tuhan kepada makhluknya, hak asasi tidak dapat dipisahkan dari eksistensi pribadi manusia itu sendiri. Hak asasi tidak dapat dicabut oleh suatu kekuasaan atau oleh sebab-sebab lainnya, karena jika hal itu terjadi maka manusia kehilangan martabat yang sebenarnya menjadi inti nilai kemanusiaan. Hak asasi manusia (HAM) adalah hak-hak yang dipunyai oleh semua orang sesuai dengan kondisi yang manusiawi. Hak asasi manusia ini selalu dipandang sebagai sesuatu yang mendasar, fundamental dan penting. Oleh karena itu, banyak pendapat yang mengatakan bahwa hak asasi manusia itu adalah “kekuasaan dan keamanan” yang dimiliki oleh setiap individu dan wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara  hukum, Pemerintahan, dan setiap  orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

Walau demikian, bukan berarti bahwa perwujudan hak asasi manusia dapat dilaksanakan  secara  mutlak  karena  dapat  melanggar  hak  asasi  orang  lain. Memperjuangkan hak sendiri sampai-sampai mengabaikan hak orang lain, ini merupakan tindakan yang tidak manusiawi. Kita wajib menyadari bahwa hak-hak asasi kita selalu berbatasan dengan hak-hak asasi orang lain.

Definisi hak asasi manusia menurut para ahli, antara lain :

  1. John Locke menyatakan macam-macam Hak Asasi Manusia yang pokok adalah:
  2. Hak hidup (the rights to life),
  3. Hak kemerdekaan (the rights of liberty),
  4. Hak milik (the rights to property).
  5. Thomas Hobbes menyatakanbahwa satu-satunya Hak Asasi Manusia adalah hak hidup.

 2.2   Macam-Macam Hak Asasi Manusia (HAM)

  1. Hak asasi pribadi(personal right). Contohnya :
  2. a)Hak mengemukakan pendapat
  3. b)Hak memeluk agama
  4. c)Hak beribadah
  5. d)Hak kebebasan berorganisasi/berserikat
  6. Hak asasi ekonomi (property right). Contohnya :
  7. a)Hak memiliki sesuatu
  8. b)Hak membeli dan menjual
  9. c)Hak mengadakan suatu perjanjian/kontrak Hak memilih pekerjaan
  10. Hak asasi untuk mendapatkan pengayoman dan perlakuan yang sama dalam keadilan hukum  dan pemerintahan(right of legal equality). Contohnya :
  11. a)Hak persamaan hukum
  12. b)Hak asas praduga tak bersalah
  13. c)Hak untuk diakui sebagai WNI
  14. d)Hak ikut serta dalam pemerintahan
  15. e)Hak untuk dipilih dan memilih dalam pemilu Hak mendirikan partai politik
    Sumber :https://teknologia.co.id/isi-segmen-menengah-oppo-luncurkan-a71/
Perkebunan

Sebab-sebab Kegagalan dalam Berwirausaha

Sebab-sebab Kegagalan dalam Berwirausaha

Dalam berwirausaha, tentunya mengalami pasang surut dalam melaksanakannya. Adapun penyebab-penyebab suatu usaha mengalami kegagalan adalah sebagai berikut:

1.      Kurang ulet dan cepat putus asa, sedangkan kita harus dituntut untuk rajin, tekun, sabar, dan jangan putus asa.

2.      Kurang tekun dan teliti.

3.      Kurangnya pengawasan.

4.      Kemacetan yang sering terjadi.

5.      Pelayanan yang kurang baik.

6.      Tidak jujur dan kurang cekatan.

7.      Kurang inisiatif dan kurang kreatif.

8.      Kekeliruan dalam memilih lapangan usaha.

9.      Menyamakan perusahaan sebagai badan sosial, karena salah satu ciri-ciri kalau orang berbisnis harus kikir, kalau badan sosial, ikhlas beramal, karena apabila perusahaan jadi kikir maka ia jelas irit.

10.  Banyak pemborosan dan penyimpangan.

11.  Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen.

12.  Sulit memisahkan antara harta pribadi dengan harta perusahaan.

13.  Mengambil kredit tanpa pertimbangan yang matang.

14.  Memulai usaha tanpa pengalaman dan modal pinjaman.

15.  Banyaknya piutang ragu-ragu.

16.  Kekeliruan menghitung harga pokok. Dalam melakukan suatu usaha penjualan harus menghitung berapa banyak harga pokok.

Sumber :

https://41914110003.blog.mercubuana.ac.id/vivo-gandeng-mobile-legends-hadirkan-skin-spesial/

Perkebunan

Paham Serta Ajaran Aliran Wahabi

Paham Serta Ajaran Aliran Wahabi

Sebelum Muhammad Bin Abdul Wahab muncul, keadaan kaum muslimin dijazirah arab sangat memprihatinkan. Baik dalam segi akidah maupun dari segi peribadatan, sudah tidak lagi sesuai dengan ajaran islam yang sebenarnya, bahkan kembali kepada karakter jahiliyah. Hamid (2010/106).  Setelah Abdul Wahab hadir dikalangan tersebut, beliau mengamati keadaan dan berkeinginan untuk merubah keadaan tersebut kembali ke islam murni.

Menurut Nasir (2010/292), akidah-akidah yang pokok dari aliran wahabi pada hakikatnya tidak berbeda dengan apa yang dikemukakan oleh Ibnu Taimiyah. Perbedaan yang ada hanya dalam cara melaksanakan dan menafsirkan beberapa persoalan tertentu. Akidah-akidahnya dapat disimpulkan dalam dua bidang, yaitu bidang tauhid (pengesaan) dan bidang bid’ah.

Gerakan wahabi dimotori oleh para juru dakwah yang radikal dan ekstrim, mereka menebarkan kebencian permusuhan dan didukung oleh keuangan yang cukup besar. Mereka gemar menuduh golongan Islam yang tak sejalan dengan mereka dengan tuduhan kafir, syirik dan ahli bid’ah. Itulah ucapan yang selalu didengungkan di setiap kesempatan, mereka tak pernah mengakui jasa para ulama Islam manapun kecuali kelompok mereka sendiri. Di negeri kita ini mereka menaruh dendam dan kebencian mendalam kepada para Wali Songo yang menyebarkan dan meng-Islam-kan penduduk negeri ini.

  1. Doktrin-doktrin wahabi

Secara umum tujuan gerakan wahabi adalah mengikis habis segala  bentuk takhayul, bid’ah, khurafat dan bentuk-bentuk penyimpangan pemikiran dan praktik keagamaan umat islam yang dinilainya telah keluar dari ajaran islam yang sebenarnya. Ada beberapa yang didoktrinkan atau diajarkan dalam praktik gerakan ini, yaitu sebagai berikut :

  1. Semua objek peribadatan selain allah adalah palsu dan siapa saja yang melakukannya harus menerima hukuman mati atau dibunuh.
  2. Orang yang berusaha memperoleh kasih tuhannya dengan cara mengunjungi kuburan orang-orang suci bukanlah orang orang yang bertauhid, tetapi termasuk orang musyrik.
  3. Bertawassul kepada nabi dan orang saleh dalam berdoa kepada allah termasuk perbuatan syirik.

Sumber :

https://menitpertama.id/faces-of-illusion-apk/

Perkebunan

Akhir Masa Demokrasi Liberal di Indonesia.

Akhir Masa Demokrasi Liberal di Indonesia.

Kekacauan politik ini membuat keadaan negara menjadi dalam keadaan darurat. Hal ini diperparah dengan Dewan Konstituante yang mengalami kebuntuan dalam menyusun konstitusi baru, sehingga Negara Indinesia tidak memiliki pijakan hukum yang mantap. Kegagalan konstituante disebabkan karena masing-masing partai hanya mengejar kepentingan partainya saja tanpa mengutamakan kepentingan negara dan Bangsa Indonesia secara keseluruhan. Masalah utama yang dihadapi konstituante adalah tentang penetapan dasar negara. Terjadi tarik-ulur di antara golongan-golongan dalam konstituante. Sekelompok partai menghendaki agar Pancasila menjadi dasar negara, namun sekelompok partai lainnya menghendaki agama Islam sebagai dasar negara. Pemungutan suara dilakukan 3 kali dan hasilnya yaitu suara yang setuju selalu lebih banyak dari suara yang menolak kembali ke UUD 1945, tetapi anggota yang hadir selalu kurang dari dua pertiga. Hal ini menjadi masalah karena masih belum memenuhi syarat. Dengan kegagalan konstituante mengambil suatu keputusan, maka sebagian aanggotanya menyatakan tidak akan menghadiri siding konstituante lagi. Sampai tahun 1959 Konstituante tidak pernah berhasil merumuskan UUD baru. Keadaan itu semakin mengguncang situasi politik Indonesia saat itu.

Dalam situasi dan kondisi seperti itu, beberapa partai politik mengajukan usul kepada Presiden Soekarno agar mendekritkan berlakunya kembali UUD 1945 dan pembubaran Konstituante. Oleh karena itu pada tanggal 5 Juli 1959, Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit yang berisi sebagai berikut;

  1. Pembubaran Konstituante.
  2. Berlakunya kembali UUD 1945.
  3. Tidak berlakunya UUDS 1950.
  4. Pembentukan MPRS dan DPAS.

Setelah keluarnya dekrit Presiden 5 Juli 1959 dan tidak diberlakukannya lagi UUDS 1950, maka secara otomatis sistem pemerintahan Demokrasi Liberal tidak berlaku lagi di Indonesia.