Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Kategori: Tak Berkategori

Tak Berkategori

Faktor dan unsur pembentuk terciptanya kerukunan

Faktor dan unsur pembentuk terciptanya kerukunanFaktor dan unsur pembentuk terciptanya kerukunan

  1. Nilai dan norma

Dalam kehidupan berkeluarga, beragama, berbudaya, berbangsa dan bernegara, terdapat sitem nilai atau norma baik itu yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Nilai dan  norma ini merupakan pedoman hidup yang diterima dan diakui bersama oleh masyarakat. Keberadaan nilai dan norma ini sangat penting untuk mengatur hubungan dan tata kelakuan dalam hidup bersama.

  1. UUD’45, UU (Undang-undang), dan PP (Peraturan Pemerintah)
    Selain sistem nilai dan norma, UUD’45, UU,PP, juga menjadi unsur pembentuk terciptanya kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Mengapa ketiga hal ini perlu? Dalam kehidupan bermasyarakat, ada saat dimana nilai dan norma kehilangan kewibawaannya. Masyarakat tidak lagi menghormati nilai dan norma yang ada, maka dalam upaya menyelesaikan masalah ini, UUD’45, UU, dan PP menjadi acuan.

 

Tak Berkategori

Cakupan Kerukunan

Cakupan KerukunanCakupan Kerukunan

  1. Kerukunan dalam Keluarga

Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu. Keluarga inti (“nuclear family”) terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka.

  1. Kerukunan dalam hidup beragama

Dalam hidup beragama, kerukunan lebih dilihat sebagai suatu keadaan dimana tercipta saling pengertian, saling menghormati antar pemeluk agama. Kerukunan dalam hidup beragama manjadi suatu hal yang penting manakala kita dalam kehidupan bersama, kebersamaan kita dalam berbangsa dan bernegara.

  1. Kerukunan dalam hidup bermasyarakat

Dalam kehidupan bermasyarakat, sikap saling menghormati terjadi antar individu dalam masyarakat.

  1. Kerukunan dalam berbudaya

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki begitu banyak kebudayaan sehingga kemudian munculah istilah majemuk, Budaya yang beranekaragam ini membawa keuntungan bagi negara terutama pemasukan dari sector pariwisata. Kemajemukan Budaya ini memberikan kontribusi yang tak ternilai bagi terbentuknya identitas nasiolal negara Indonesia.

sumber :

http://blog.dinamika.ac.id/arya/2020/07/08/jasa-penulis-artikel/

Tak Berkategori

Konsumsi dan tabungan

Konsumsi dan tabunganKonsumsi dan tabungan

Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.

Ø  Investasi

Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

5.3   Perhitungan Pendapatan Nasional

Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:

Ø  Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.

 

Sumber :

http://dewi_marisa12u.staff.ipb.ac.id/2020/07/12/jasa-penulisan-artikel/

Tak Berkategori

Depresi dan Bunuh Diri

Depresi dan Bunuh DiriDepresi dan Bunuh Diri

Remaja dan orang dewasa lebih berpotensi untuk terkena depresi mayor dibanding anak anak, terutama pada usia 12 -15 y.o, dan remaja putri yang beranjak dewasa cenderung memiliki mood depresif lebih tinggi dari pada remaja laki laki. Akibatnya, remaja perempuan mengalami akumulasi perubahan dan pengalaman hidup pada tahun tahun sekolah menengah atas yang dapat meningkatkan depresi. Diantara yang dapat meningkatkan mood depresif remaja adalah :

  • Faktor keluarga yang tidak harmonis
  • Pertemanan sebaya
  • Lingkungan yang tidak kondusif

Sementara salah satu dampak dari depresi tersebut adalah bunuh diri, beberapa tahun terakhir fenomena bunuh diri merepukan salah satu penyebeb kematian paling tinggi di Amerika dan dibeberapa negara di Asia,diantara faktor yang mendorong mereka untuk bunuh diri selain akibat depresi itu sendiri diantaranya adalah rasa putus asa, rendah diri, rasa menyalahkan diri sendiri, rasa menjadi beban terhadap orang lain juga rasa kecewa terhadap kehidupan, cenderung lebih memiliki dorongan yang kuat untuk bunuh diri.

Untuk mengurangi tingkat depresi pada remaja , diantaranya dengan memberikan terapi kognitif, dengan mengingatkan mereka akan kemampuannya untuk bertahan hidup, mengkondisikan keadaan lingkungan agar sesuai dengan suhu psikologis anak, serta menjadi teman berbagi untuk remaja tersebut. Selain itu  berikut adalah beberapa program yang dapat menekan masalah remaja .

 

Tak Berkategori

Masalah Psikologi dan Sosio-Emosional Pada Remaja

Masalah Psikologi dan Sosio-Emosional Pada RemajaMasalah Psikologi dan Sosio-Emosional Pada Remaja

  1. Penyimpangan Remaja

Mussen dkk, mendefinisikan penyimpangan remaja sebagai perilaku yang melanggar hukum atau kejahatan yang biasanya dilakukan oleh anak remaja yang berusia 16-18 tahun, jika perbuatan ini dilakukan oleh orang dewasa maka akan mendapat sangsi hukum. Hurlock (1973) juga menyatakan penyimpangan remaja adalah tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh remaja, dimana tindakan tersebut dapat membuat seseorang individu yang melakukannya masuk penjara.

Menurut Kartono (2003), bentuk-bentuk perilaku penyimpangan remaja dibagi

menjadi empat, yaitu :

  1. penyimpangan terisolir (Delinkuensi terisolir)

Kelompok ini merupakan jumlah terbesar dari remaja nakal. Pada umumnya mereka tidak menderita kerusakan psikologis.

  1. Penyimpangan neurotik (Delinkuensi neurotik)

Remaja nakal tipe ini menderita gangguan kejiwaan yang cukup serius, antara lain berupa kecemasan, merasa selalu tidak aman, merasa bersalah dan berdosa dan lain sebagainya.

  1. Penyimpangan psikotik (Delinkuensi psikopatik)

Delinkuensi psikopatik ini sedikit jumlahnya, akan tetapi dilihat dari kepentingan umum dan segi keamanan, mereka merupakan oknum criminal yang paling berbahaya.

  1. Penyimpangan defek moral (Delinkuensi defek moral)

Defek (defect, defectus) artinya rusak, tidak lengkap, salah, cedera, cacat, kurang.

Faktor-faktor penyimpangan remaja menurut Santrock, lebih rinci dijelaskan sebagai berikut

  1. Identitas

Menurut teori perkembangan yang dikemukakan oleh Erikson (Santrock, 1996) masa remaja ada pada tahap di mana krisis identitas versus difusi identitas harus di atasi.

  1. Kontrol diri

Kenakalan remaja juga dapat digambarkan sebagai kegagalan untuk mengembangkan kontrol diri yang cukup dalam hal tingkah laku.

  1. Usia

Munculnya tingkah laku anti sosial di usia dini berhubungan dengan penyerangan serius nantinya di masa remaja, namun demikian tidak semua anak yang bertingkah laku seperti ini nantinya akan menjadi pelaku kenakalan

 

Sumber :

http://rahmad.blog.unismuhpalu.ac.id/jasa-penulis-artikel/

 

Tak Berkategori

Hubungan Teman Sebaya yang Penting pada Masa Remaja

Hubungan Teman Sebaya yang Penting pada Masa RemajaHubungan Teman Sebaya yang Penting pada Masa Remaja

  1. Pertemanan

Pada kebanyakan anak, menjadi populer diantara teman sebaya mereka adalah motivator yang sangat kuat. Bagimanapun remaja lebih memilih untuk memiliki pertemanan yang lebih intens dengan sejumlah anak sebayanya. Dalam usia remaja, individu cenderung lebih mempercayai teman daripada orangtuanya, bahkan akan ada suatu keadaan dimana remaja memusuhi orangtuanya karena membela temannya.

Menurut Harry Stack Sullivan, teman menjadi sangat penting dalam memenuhi kebutuhan sosial remaja. Secara khusus Sullivan berpendapat bahwa kebutuhan akan keintiman semakin intensif selama masa remaja awal, memotivasi remaja untuk mencari teman dekat, jika remaja gagal menjalin pertemanan dekat, mereka mengalami kesepian dan rasa penghargaannya terhadap diri akan berkurang.

Fase ini sangat memerlukan bimbingan orang tua, karena bagi remaja yang belum memiliki kepastian identita sosial yang menjadi sangat patuh pada teman sebayanya karena menganggap mereka memilki kedudukan yang lebih tinggi dari pada dirinya, sehingga mengarahkan dirinya sendiri menjadi korban bullying, terlebih jika remaja itu sudah terlibat dalam suatu perkumpulan.

  1. Kencan

Ada tiga tahap yang menandai perkembangan hubungan romantis pada masa remaja, yaitu :

  • Ketertarikan terhadap hubungan romantis (11 – 13 y.o), hal ini dipicu oleh pubertas, dimana anak menjadi sangat tertarik dengan hubungan percintaan dan mulai menyukai obrolan dengan lawan jenis.
  • Mengeksplor hubungan romantis (14 – 16 y.o), pada tahap ini individu mulai melakukan hubungan romantis yang disebut kencan.
  • Menguatkan ikatan pasangan romantis (17 – 19 y.o), diusia ketika masa sekolah menengah ahir hungun romantis mulai beranjak serius dan mendekati hubungan romantis dewasa.

Sumber :

https://civitas.uns.ac.id/kasiono/jasa-penulis-artikel/

 

Tak Berkategori

Karya- karya Ibnu Khaldun

  1. Karya- karya Ibnu KhaldunKarya- karya Ibnu Khaldun

Karya terbesar Ibn khaldun adalah Al-Ibar (Sejarah Dunia ).karya ini terdiri  dari tiga buah buku yang terbagi ke dalam tujuh volume, yakni Muqaddimah (satu volume), Al ibar (4 volume) dan Al Ta’rif bi ibn Khaldun (2 volume). Secara garis besar ,karya ini merupakan sejarah umum tentang kehidupan bangsa Arab ,Yahudi, Yunani, Romawi ,Bizantium, Persia, Gorth,dan semua bangsa yang di kenal masa itu. Ibn khaldun mencampur pertimbangan-pertimbangan filosofis, sosiologis, etis dan ekonomis dalam tulisan-tulisannya. Selain itu ia juga menulis banyak buku, antara lain: Syarh Al Burdah, sejumlah ringkasan atas buku-buku karya Ibnu Rasyd, Sebuah catatan atas buku Matiq, Mukhtasar kitab Al- Mahsul karya Fakhr al-Din al-Razi (Usul Fiqh), sebuah buku tentang matematika.[4]

  1. Pemikiran Ekonomi Islam Ibnu Khaldun

Menurut Spegler, pemikiran ekonomi Ibnu Khaldun sangat penting tidak saja karena telah banyak mendahului pemikiran ekonom barat, tetapi karena ia memiliki penguasaan ilmu pengetahuan yang luas dan mendalam sehingga mampu menulis pemikiran ekonomi dalam perspektif yang lengkap.[5] Berikut ini beberapa pemikiran ekonomi menurut ibnu khaldun:

 

Tak Berkategori

Riwayat Hidup

  1. Riwayat HidupRiwayat Hidup

Ibnu Khaldun lahir di Faghirzadeh, Tunisia, Afrika Utara, pada awal bulan Ramadhan 732 H atau 27 Mei 1332. Ia mempunyai nama lengkap Abdur- Rahman abu Zaid Waliuddin Ibnu Muhammad Ibnu Khaldun (1332-1406 M). Abdur-Rahman adalah nama kecilnya dan Abu Zaid adalah nama panggilan keluarganya, sedangkan Waliuddin adalah gelar yang diberikan kepadanya sewaktu menjabat sebagai qadhi di Mesir. Selanjutnya lebih populer dengan sebutan Ibnu Khaldun.[1]

Ibnu Khaldun meninggal dunia pada tanggal 26 Ramadhan 808 H/16 Maret 1406 M dalam usia 74 tahun menurut hitungan tahun masehi atau 76 tahun menurut hitungan Hijriah. Selama 24 tahun menetap di Mesir. Ibnu Khaldun adalah raksasa intelektual Muslim terkemuka di dunia. Lahir dari keluarga terpelajar, Ibnu Khaldun mengawali pelajaran dari ayah kandungnya sendiri. Setelah itu, ia pergi berguru kepada para ulama terkemuka, seperti Abu Abdillah Muhammad bin al-Arabi al-Hashayiri, Abu Abbas Ahmad ibn al- Qushshar, Abu Abdillah Muhammad al-Jilani dan Abu abdillah Muhammad ibn Ibrahim al-Abili, untuk mempelajari berbagai ilmu pengetahuan, seperti tata bahasa Arab, hadis, fiqih, teologi, ilmu alam, matematika dan astronomi.

 

Sumber :

https://menitpertama.id/

Tak Berkategori

LPS Sebagai Sarana Penunjang Likuiditas Perbankan

LPS Sebagai Sarana Penunjang Likuiditas PerbankanLPS Sebagai Sarana Penunjang Likuiditas Perbankan

                 Setiap Bank yang melakukan kegiatan usaha di wilayah Republik Indonesia wajib menjadi peserta Penjaminan LPS. Jenis Bank tersebut meliputi bank umum dan BPR, termasuk bank nasional, bank campuran dan bank asing, serta bank konvensional dan bank Syariah. LPS adalah badan hukum yang independent yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (UU LPS) yang ditetapkan tanggal 22 September 2004. Pendirian dan operasional LPS dimulai sejak UU LPS berlaku efektif yakni tanggal 22 September 2005. LPS menjamin simpanan nasabah bank yang berbentuk tabungan, deposito, giro, sertifikat deposito dan bentuk lain yang dipersamakan dengan itu. LPS juga menjamin simpanan di bank Syariah yang berbentuk giro wadiah, tabungan wadiah, tabungan mudharabah dan deposito mudharabah. LPS hanya akan menjamin pembayaran simpanan nasabah tersebut sampai dengan jumlah Rp 2 milyar sedangkan sisanya akan dibayarkan dari hasil likuiditasi bank.

Sumber :

https://tokopediaaplikasi.id/

Tak Berkategori

Macam- macam bentuk jualbeli

Macam- macam bentuk jualbeliMacam- macam bentuk jualbeli

  1. Bai’ al mutlaqah,

 

  1. yaitu pertukaran antara barang atau jasa dengan uang.Uang berperan sebagai alat tukar.semacam ini menjiwai semua produk-produk lembaga keuangan yang didasarkan atas prinsip jual-beli.
  2. Bai’ al muqayyadah, yaitu jual-beli di mana pertukaran terjadi antara barang dengan barang (barter). Aplikasi jual-beli semacam ini dapat dilakukan sebagai jalan keluar bagi transaksi ekspor yang tidak dapat menghasilkan valuta asing (devisa). Karena itu dilakukan pertukaran barang dengan barang yang dinilai dalam valuta asing. Transaksi semacam ini lazim disebut counter trade.
  3. Bai’ al sharf; yaitu jual-beli atau pertukaran antara saw mata uang asing dengan mata uang asing lain, seperti antara rupiah dengan dolar, dolar dengan yen dan sebagainya. Mata uang asing yang diperjualbelikan itu dapat berupa uang kartal (bank notes) ataupun dalam bentuk uang giral (telegrafic transfer atau mail transfer).
  4. Bai’ al murabahah adalah akad jual-beli barang tertentu.Dalam transaksi jual-beli tersebut penjual menyebutkan dengan jelas barang yang diperjualbelikan, termasuk harga pembelian dan keuntungan yang diambil.
  5. Bai’ al musawamah adalah jual-beli biasa, di mana penjual tidak memberitahukan harga pokok dan keuntungan yang didapatnya.
  6. Bai’ al muwadha’ah yaitu jual-beli di mana penjual melakukan penjualan dengan harga yang lebih rendah daripada harga pasar atau dengan potongan (discount).Penjualan semacam ini biasanya hanya dilakukan untuk barang-barang atau aktiva tetap yang nilai bukunya sudah sangat rendah.
  7. Bai’ as salam adalah akad jual-beli di mana pembeli membayar uang (sebesar harga) atas barang yang telah disebutkan spesifikasinya, sedangkan barang yang diperjualbelikan itu akan diserahkan kemudian, yaitu pada tanggal yang disepakati. Bai’ as salam biasanya dilakukan untuk produk-produk pertanian jangka pendek.
  8. Bai’ al istishna’ hampir sama dengan bai’ as salam, yaitu kontrak jual-beli di mana harga atas barang tersebut dibayar lebih dulu tapi dapat diangsur sesuai dengan jadwal dan syarat-syarat yang disepakati bersama, sedangkan barang yang dibeli diproduksi dan diserahkan kemudian.