Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Kategori: Tak Berkategori

Tak Berkategori

Model Hubungan Kemanusiaan

Model Hubungan Kemanusiaan

 

Tokoh yang menyumbangkan pemikiran-pemikirannya dalam model ini diantaranya adalah Mcgregor dan Argyris.

Model hubungan kemanusiaan mengkritik model-model birokrasi.pemerintahan yang ada sebelumnya, yakni model birokrasi klasik dan model neo-birokrasi yang terlalu memformalkan seluruh kegiatan dalam organisasi pemerintahan. Model hubungan kemanusiaan melihat secara empiris, bahwa ternyata aturan yang terlalu kaku, dapat menimbulkan kebosanan orang (birokrat) bekerja dalam organisasi.

Ciri-ciri model ini, antara lain melihat perlunya diperhatikan; hubungan antarpribadi, dinamika kelompok, komunikasi, sanksi yang tidak perlu merata, pelatihan, motivasi kerja dalam penyelenggaraan birokrasi pemerintahan. Sejalan dengan ciri-ciri tersebut, maka nilai yang dimaksimalkan adalah kepuasan kerja, perkembangan pribadi, harga diri individu dalam organisasi pemerintahan.Model ini tetap menganjurkan perlunya pengawasan, namun tidak perlu dilakukan secara ketat dan merata kepada semua anggota organisasi.Hanya mereka yang memerlukan pengawasan adalah yang perlu diberikan.Hal yang paling penting dilakukan adalah memperbaiki sistem organisasi agar tercipta suasana kerja yang memungkinkan anggota organisasi dapat berhubungan secara baik dengan rekan kerjanya agar tercipta suasana yang dapat meningkatkan inovasi aparatur pemerintahan.

  1. Model Hubungan Publik

Tokoh yang menyumbangkan pemikiran-pemikirannya dalam model ini diantaranya adalah Ostrom, Buchanan, Olson dan Oppenheimer.

Model birokrasi pilihan publik merupakan pendekatan yang paling mutakhir dalam penyelenggaraan pemerintahan.Pendekatan ini masih banyak bersifat teoretis dibanding bukti empiris di lapangan.Resep-resep yang ada dalam penyelenggaraan pemerintahan kebanyakan bersifat ideal, namun bukti penerapannya, masih tergolong langka. Hal ini antara lain disebabkan karena pendekatan ini memang relatif masih muda usianya.

Ciri-cirinya, antara lain; lebih bersifat anti birokratis, berdasar pada distribusi pelayanan, desentralisasi, dan tawar-menawar yang berorientasi kepada klien. Ada berbagai prasyarat yang seharusnya terpenuhi dalam penerapan model ini, antara lain: (1) sistem politik harus dapat menjamin partisipasi dalam mengemukakan pendapat secara objektif dan bertanggung jawab; (2) sistem administrasi pemerintahan yang selalu dinamis, mampu menyesuaikan diri dengan fungsi yang terus berubah; (3) birokrat harus mampu mengoreksi diri sendiri, dan; (4) perlu ada langkah kongkrit yang dapat dilakukan dalam mengefektifkan pemberdayaan masyarakat, antara lain adalah meningkatkan kesadaran kritis dalam hal politik pada berbagai lapisan masyarakat. Langkah ini terlaksana apabila terjadi komunikasi yang “dialogis” antara perumus kebijaksanaan dan masyarakat pengguna pelayanan.

sumber :

https://radiomarconi.com/

Tak Berkategori

   Jenis-jenis evaluasi pembelajaran

   Jenis-jenis evaluasi pembelajaran

Berikut ini beberapa bentuk evaluasi pembelajaran yang lazim dilakukan dalam kegiatan pembelajaran;

  1. Evaluasi Formatif

Evaluasi formatif seringkali diartikan sebagai kegiatan evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir pembahasan suatu pokok bahasan. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui sejauhmana suatu proses pembelajaran telah berjalan sebagaimana yang direncanakan. Winkel menyatakan bahwa yang dimaksud evaluasi formatif  adalah penggunaan tes-tes selama proses pembelajaran yang masih berlangsung, agar siswa dan guru memperoleh informasi (feedback) mengenai kemajuan yang telah dicapai.

Dari hasil evaluasi ini akan diperoleh gambaran siapa saja yang telah berhasil dan siapa yang dianggap belum berhasil untuk selanjutnya diambil tindakan-tindakan yang tepat. Tindak lanjut dari evaluasi ini adalah bagi para siswa yang belum berhasil, anak akan diberikan remidial. Sementara bagi siswa yang telah berhasil akan melanjutkan pada topik berikutnya, bahkan bagi mereka yang memiliki kemampuan yang lebih akan diberikan pengayaan, sehingga memungkinkan untuk mencapai standar yang lebih tinggi.

  1. Evaluasi Sumatif

Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir satu satuan waktu yang di dalamnya tercakup lebih dari satu pokok bahasan, dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana peserta didik telah dapat berpindah dari suatu unit ke unit berikutnya. Winkell mendefinisikan evaluasi sumatif sebagai penggunaan tes-tes pada akhir suatu periode pengajaran tertentu, yang meliputi beberapa atau semua unit pelajaran yang diajarkan dalam satu semester, bahkan setelah selesai pembahasan suatu bidang studi.

  1. Diagnotik

Evaluasi diagnotik adalah evaluasi yang digunakan untuk mengetahui kelebihan-kelebihan dan kelemahan-kelemahan yang ada pada siswa, sehingga dapat diberikan  perlakuan yang tepat. Evaluasi diagnotik dapat dilakukan dalam beberapa tahapan, baik pada tahap awal, selama proses, maupun akhir pembelajaran.[5]

 

https://ijateng.id/alliance-wars-apk/

Tak Berkategori

Contoh Pemasaran Media Online

Contoh Pemasaran Media Online

Contoh yang saya ambil dari pemasaran media ini adalah sebuah bisnis online dari seorang penulis novel bernama Ollie didalam novelnya yang berjudul “Alphawife” yang belum lama saya baca yaitu www.kutukutubuku.com. Setelah saya buka alamat tersebut persis seperti dugaan saya bahwa bisnis online tersebut merupakan bisnis penjualan buku, novel, dan komik yang menggunakan pemasaran media online.

Berawal dari hoby baca buku dan merealisasikannya dengan membuat website kutukutubuku.com dengan tujuan untuk berbagi keajaiban sebuah buku dengan lebih banyak orang dengan janji pelayanan yang cepat serta pengiriman tanpa keringat, kami berharap tidak akan membuat pelanggan menunggu lebih lama untuk membaca buku murah namun berkualitas.

Cara belanja di toko buku online kutukutubuku.com ini adalah dengan cara :

  1. Daftar Jadi Anggota Kutukutubuku.com (bagi yang belum daftar saja)
  2. Login Anggota di sebelah kanan atas homepage
  3. Cari Buku berdasarkan judul atau pengarang di kolom search maupun lewat kategori genre buku
  4. Untuk membeli, klik tombol BUY
  5. Di halaman Shopping Cart, konsumen dapat mengedit jumlah buku yang hendak dibeli atau mengeluarkan buku dari shopping cart dengan klik tulisan take out
  6. Untuk lanjut berbelanja, klik tombol CONTINUE SHOPPING
  7. Klik tombol CHECKOUT jika sudah selesai berbelanja.
  8. Isi formulir data alamat pengiriman, pilih Cara Pembayaran, Gift Wrap Setting, dll. Klik PROCEED jika sudah selesai.
  9. Di halaman Order Confirmation, cek ulang order, pastikan, jenis/jumlah buku, ongkos kirim & alamat pengiriman sudah benar. Klik PROCEED lagi.

sumber :

https://compatibleone.org/jasa-penulis-artikel/

Tak Berkategori

Pengelolaan sistem informasi

Pengelolaan sistem informasi

Salah satu perangkat yang paling penting dari sistem informasi adalah manusia sebagai pengelola informasi. Oleh karena itu hubungan antara sistem informasi dengan pengelolanya sangat erat. Sistem informasi yang dibutuhkan sangat tergantung dari kebutuhan pengelolanya.


Pengelola sistem informasi terorganisasi dalam suatu struktur manajemen. Oleh karena itu bentuk atau jenis sistem informasi yang diperlukan sesuai dengan level manajemennya.

  1. Manajemen Level Atas: untuk perencanaan strategis, kebijakan dan pengambilan keputusan.
  2. Manejemen Level Menengah: untuk perencanaan taktis dan pengambilan keputusan.
  3. Manejemen Level Bawah: untuk perencanan dan pengawasan operasi dan pengambilan keputusan.
  4. Operator: untuk pemrosesan transaksi dan merespon permintaan.

            Kemudian pada perkembangannya, dengan semakin besarnya lingkup sebuah sistem informasi memerlukan adanya penataan kembali personel dengan baik terutama pada struktur manajemen organisasi personil. Lihat contoh penataan struktur organisasi pada departemen Sistem Informasi pada gambar di atas. Tetapi struktur organisasi seperti pada gambar tersebut dapat dimodifikasi sesuai dengan kondisi real perusahaan.Variasi struktur manajemen tersebut sangat tergantung pada Managerial Efficiency yang dibandingkan dengan tingkat User Service.

            Manajemen sumber daya manusia perlu dilakukan dengan benar agar sistem informasi dapat berjalan dengan baik. Hal itu dilakukan untuk mengurangi terjadinya kesalahan-kesalahan yang bersifat manusiawi yang dapat mengurangi mutu informasi yang dihasilkan sebuah sistem.

Gordon B. Davis memberikan contoh kesalahan-kesalahan tersebut seperti misalnya :

  • Metode pengumpulan dan pengukuran data yang tidak tepat.
  • Operator sistem tidak mengikuti prosedur pengolahan yang benar.
  • Kehilangan data atau data tidak terolah.
  • Pemeriksaan atau pencatatan data yang salah.
  • Salah dalam menggunakan dokumen induk/file induk.
  • Kesalahan dalam prosedur pengolahan.
  • Kesalahan yang dilakukan dengan sengaja.

sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/seva-mobil-bekas/

Tak Berkategori

PENGERTIAN PROFESIONALISME

PENGERTIAN PROFESIONALISME

PENGERTIAN PROFESIONALISME
PENGERTIAN PROFESIONALISME

PENGERTIAN PROFESIONALISME

Profesionalisme (profésionalisme) ialah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya terdapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional. Profesionalisme berasal daripada profesion yang bermakna berhubungan dengan profesion dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional (Longman, 1987).

 

CIRI-CIRI PROFESIONALISME

Seseorang yang memiliki jiwa profesionalisme senantiasa mendorong dirinya untuk mewujudkan kerja-kerja yang profesional. Kualiti profesionalisme didokong oleh ciri-ciri sebagai berikut:

1. Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati piawai ideal.

Seseorang yang memiliki profesionalisme tinggi akan selalu berusaha mewujudkan dirinya sesuai dengan piawai yang telah ditetapkan. Ia akan mengidentifikasi dirinya kepada sesorang yang dipandang memiliki piawaian tersebut. Yang dimaksud dengan “piawai ideal” ialah suatu perangkat perilaku yang dipandang paling sempurna dan dijadikan sebagai rujukan.

2. Meningkatkan dan memelihara imej profesion

Profesionalisme yang tinggi ditunjukkan oleh besarnya keinginan untuk selalu meningkatkan dan memelihara imej profesion melalui perwujudan perilaku profesional. Perwujudannya dilakukan melalui berbagai-bagai cara misalnya penampilan, cara percakapan, penggunaan bahasa, sikap tubuh badan, sikap hidup harian, hubungan dengan individu lainnya.

3. Keinginan untuk sentiasa mengejar kesempatan pengembangan profesional yang dapat meningkatkan dan meperbaiki kualiti pengetahuan dan keterampiannya.

Sumber : https://student.blog.dinus.ac.id/blogtekno/seva-mobil-bekas/

Tak Berkategori

Model Integrasi (Confirmation)

Model Integrasi (Confirmation)

Alternatif lain hubungan antara agama dan sains yang dipandang paling ideal adalah model integrasi. Model ini berusaha mencari titik temu pada masalah-masalah yang dianggap bertentangan antara keduanya. Contoh model ini adalah pada bidang Natural Theology yang menyatakan bahwa bukti adanya desain pada alam semesta membuktikan adanya Tuhan, sementara Drees menyodorkan sample tentang konsep teologi evolusi ala Piere Teilhard da Chardin dan filsafat proses Alfred N. Whitehead yang dianggap telah menghasilkan konsep metafisika yang inklusif. Pada model ini posisi sains adalah memberikan konfirmasi (memperkuat atau mendukung) keyakinan tentang Tuhan sebagai pencipta alam semesta,

Kendati Haught mengingatkan agar agamawan tidak membiarkan agama terlibat (intrude) dalam kerja-kerja aktual sains (the actual work of science). Lebih dari itu, posisi agama menurut Haught lebih sebagai akar epistemologis bagi penemuan ilmiah. Dengan demikian agama memberikan dasar bagi keyakinan saintis akan adanya rasionalitas dalam sains.

sumber :

Tak Berkategori

Macam-Macam Pengeluaran Negara

Macam-Macam Pengeluaran Negara

  1. Macam-macam Pengeluaran Pemerintah Pusat

Belanja negara dan daerah dipergunakan untuk keperluan penyelenggaraan tugas pemerintahan pusat dan daerah serta pelaksanaan perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. Belanja negara dan daerah menurut organisasi disesuaikan dengan susunan kementerian negara atau lembaga pemerintahan pusat.

Belanja pemerintah pusat dikelompokkan sebagai berikut.

  • Belanja pemerintah pusat menurut organisasi atau bagian anggaran.
  • Belanja pemerintah pusat menurut fungsi. Rincian belanja negara dan daerah menurut fungsi, terdiri atas pelayanan umum, pertahanan, ketertiban dan keamanan, ekonomi, lingkungan hidup, perumahan, dan fasilitas umum, kesehatan, pariwisata, budaya, agama, pendidikan, serta perlindungan sosial.
  • Belanja pemerintah pusat menurut jenis belanja, meliputi:
  1. belanja pegawai;
  2. belanja barang;
  3. belanja modal;
  4. pembayaran bunga utang;
  5. subsidi;
  6. belanja hibah;
  7. sosial;
  8. belanja lain-lain.

Jika dilihat dari sifatnya, belanja atau pengeluaran negara dapat dibedakan menjadi dua macam:

  • Pengeluaran yang bersifat ekskausatif, yaitu pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang dapat langsung dikonsumsi atau dapat menghasilkan barang lain.
  • Pengeluaran yang bersifat transfer, yaitu pengeluaran yang berbentuk dana bantuan sosial, seperti subsidi atau sumbangan kepada korban bencana alam dan hadiah-hadiah kepada negara lain.

sumber :

https://solopellico3p.com/beli-mobil-bekas/

Tak Berkategori

Bai’ As-salam

Bai’ As-salam

Bai’ as-salam adalah pembelian suatu barang yang penyerahannya (delivery) dilakukan kemudian hari sedangkan pembayaran dilaksanakan di muka secara tunai Bai’ as-salam dalam perbankan biasanya diaplikasikan pada pembiayaan berjangka pendek untuk produksi agribisnis atau hasil pertanian atau industri lainnya/Barang yang dibeli harus diketahui secara jelas jenis, macam, ukuran, mutu, dan jumlahnya. Harga jual yang disepakati harus dicantumkan dalam akad dan tidak boleh berubah selama berlakunya akad. Apabila barang atau hasil produksi yang diterima cacat atau tidak sesuai dengan akad, maka penjual atau produsen harus bertanggungjawab dengan cara mengembalikan dana yang telah diterimanya atau mengganti dengan barang yang sesuai pesanan.

Mengingat bank tidak memproduksi atau memiliki persediaan atas barang yang dibeli atau dipesan nasabah, maka dimungkinkan bagi bank untuk melakukan akad as-salam dengan pihak lain yakni pemasok, misalnya bulog, pedagang pasar induk, atau rekanan lain. Mekanisme transaksi as-salam seperti ini disebut dengan Paralel As-Salam.

Transaksi bai’ as-salam ini menyerupai praktik ijon yang masih banyak ditemukan di desa-desa. Kedua transaksi ini sebenarnya sangat jelas perbedaannya. Dalam praktek ijon, barang yang dibeli (diijon) tidak dihitung atau diukur secara spesifik. Penentuan harga

tidak transparan, cenderung sepihak, dan sangat memberatkan pihak penjual sebagai pihak lemah. Harga biasanya ditentukan untuk suatu hasil setelah panen. Sebaliknya, dalam bai’ as-salam kesepakatan antara pembeli dan penjual meliputi harga, ukuran kuantitas, kualitas, dan yang paling penting adalah harga barang dibayar di muka secara tunai. Di samping itu, transaksi as-salam lebih cenderung bersifat suka sama suka.

Bai’ Al-Istishna’ ,

Bai’al-istishna’ pada dasarnya merupakan kontrak penjualan antara pembeli dan pembuat barang dengan pembayaran di muka, baik dilakukan dengan cara tunai,cicil, atau ditangguhkan. Untuk melaksanakan skim Bai’al-istishna’ kontrak dilakukan ditempat pembuat barang menerima pesanan dari pembeli. Pembuat barang dapat saja membuat barang yang dipesan atau dibeli sesuai spesifikasi pesanan yang disebutkan dalam kontrak kemudian menjualnya kembali kepada pembeli. Prinsip Bai’al-istishna’ menyerupai bai as-salam, namun dalam istishna’ pembayarannya dilakukan dimuka,dicicil, atau ditangguhkan. Sementara dalm skim as-salam dilakukan secara tunai.

baca juga :

Tak Berkategori

Peralatan Permainan

Peralatan Permainan

  1. Raket

Raket terbuat dari lapisan kayu tipis yang pada permukaannya dilapisi karet khusus. Ukuran panjangnya adalah 6.5 inchi (16.5 cm) dan lebar 6 inchi (15 cm). Lapisan tipis ini bisa di tambahkan lapisan fiber glas, karbon atau bahan lain sehingga bat menjadi ringan dan tahan getar.

  1. Bola

Bola tenis meja berdiameter 40 mm berat 2,7 gram. Biasanya berwarana putih atau orange dan terbuat dari bahan selluloid yang ringan. Pantulan bola yang baik apabila djatuhkan dari ketinggian 30,5 cm akan menghasilkan ketinggian pantulan pertama antara 24-26 cm. Pada bola pingpong biasanaya ada tanda bintang dari bintang 1 hingga bintang 3, dan tanda bintang 3 inilah yang menunjukan kualitas tertinggi dari bola tersebut yang biasanya digunakan dalam turnamen-turnamen resmi.

  1. Meja lapangan

  1. Ukuran Meja Tenis Meja

– Panjang = 274 cm

– Lebar = 152,5 cm

– Tebal garis sisi = 2 cm

– Tinggi meja dari lantai lapangan = 76 cm

– Luas = 4,1785 meter persegi

  1. Tiang Net dan Jaring Net

– Panjang Net = 183 cm

– Lebar / Tinggi Net = 15,25 cm

– Jarak Meja Ke Tiang = 15,25 cm

– Luas Net = 0,279075 meter persegi

  1. Cara bermain
  2. Permainan tunggal
  • Setiap bola mati menghasilkan nilai satu.
  • Servis berganti pemain setiap mencapai poin kelipatan 5.
  • Pemegang servis bebas menempatkan bola dari segala penjuru lapangan.
  • Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai 11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 kali kemenangan set.
  • Apabila terjadi deuce, permainan berakhir jika selisih nilai adalah 2. misal: 15-13, 18-16

sumber :

https://dogetek.co/seva-mobil-bekas/

Tak Berkategori

Sistem pertandingan Tenis Meja

Sistem pertandingan Tenis Meja

Setiap kontingen diharapkan berpartisipasi di 2 nomor pertandingan yang terdiri dari:

  • Tunggal bebas
  • Ganda putra
  • Jika jumlah tim kurang atau sama dengan 5 maka:
  • Sistem pertandingan yang digunakan adalah kompetisi penuh.
  • Sistem hitungan yang digunakan adalah best of five dengan angka kemenangan 11 rally point.

Jika jumlah tim lebih dari 5 dan kurang atau sama dengan 8 maka:

  • Sistem pertandingan yang digunakan adalah setengah kompetisi.
  • Sistem hitungan yang digunakan adalah best of five dengan angka kemenangan 11 rally point.

Jika jumlah tim lebih dari 8 maka:

  • Sistem pertandingan yang digunakan adalah sistem gugur.
  • Sistem hitungan yang digunakan adalah best of five dengan angka kemenangan 11 rally point.
  • Apabila poin peserta seri (10-10) maka pertandingan akan ditambah 2 poin. Peserta yang pertama kali unggul dengan selisih 2 poin akan memenangi pertandingan.
  • Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner-up akan dilihat dari kualitas angka pada tiap-tiap set yang dimainkan.
  • Poin akan bertambah bagi lawan bila terjadi dobel (bet pingpong menyentuh meja).
  • Saat servis, bila bola mengenai net kemudian masuk maka servis diulang.
  • Saat servis, bila bola mengenai net kemudian tidak masuk, berarti tambahan poin untuk lawan.
  • Netting kedua berarti tambahan poin bagi lawan.
  • Pindah bola tiap dua poin.
  • Khusus untuk permainan ganda servis harus menyilang. Kalau servisnya masuk ke bagian yg salah (salah kamar), berarti tambahan poin untuk lawan.
  • Setiap peserta diwajibkan untuk membawa bet pingpong sendiri-sendiri. Bola Disediakan.
  • Diluar dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan international.

Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner-up akan dilihat dari kualitas angka pada tiap-tiap set yang dimainkan. Poin akan bertambah bagi lawan bila terjadi dobel (bet pingpong menyentuh meja). Saat servis, bila bola mengenai net kemudian masuk maka servis diulang. Saat servis, bila bola mengenai net kemudian tidak masuk, berarti tambahan poin untuk lawan . Netting kedua berarti tambahan poin bagi lawan. Pindah bola tiap dua poin.

sumber :

 

https://thesrirachacookbook.com/seva-mobil-bekas/