Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Kategori: Umum

Umum

CARA MENGUKUR HASIL LEMPARAN LEMPAR CAKRAM

CARA MENGUKUR HASIL LEMPARAN LEMPAR CAKRAM

Sebelum melakukan pengukuran terhadap hasil lemparan lempar cakram ada beberapa bagian penting yang harus dipahami oleh anak-anak yakni, si pelempar tidak boleh keluar dari tempat dimana ia diberikan kesempatan untuk melempar. Kedua, hasil lemparan tidak keluar dari garis tepi kanan dan tepi kiri atau garis pembatas pinggir dari lapangan lempar cakram.
Apabila sudah melakukan dengan cara melempar yang benar, tidak keluar dari tempat lemparan dan tidak keluar dari area melempar pengukuran dapat dilakukan dari tempat dimana cakram jatuh pertama kali di tanah kemudian ditarik ke garis terdepan bagian pinggir dari lapangan lempar cakram maka akan diperoleh berapa meter hasil lemparan tersebut.
Setiap diberi kesempatan sampai tiga kali untuk melakukan lemparan cakram, lemparan terjauh dapat diukur artinya itulah lemparan terbaik yang dapat dilakukan oleh anak-anak.

 

PERATURAN KESELAMATAN DALAM MELAKUKAN LEMPAR CAKRAM

Melakukan aktivitas gerak atletik khusus untuk lempar cakram membutuhkan beberapa aturan keselamatan, aturan keselamatan ini penting diketahui dan dipraktikkan sehingga aman dan terhindar dari kecelakaan. Adapun beberapa aturan tersebut adalah
1. Aturan keselamatan sebelum melakukan aktivitas gerak lempar cakram;
a.    Melakukan pemanasan yang cukup khususnya untuk lengan dan pergelangan tangan;
b.    Cakram kondisi baik dan siap digunakan;
c.    Kondisi lapangan tidak dalam keadaan becek atau basah;
d.    Setiap anak mengikuti semua instruksi dari guru;
2. Aturan keselamatan pada saat melakukan aktivitas gerak lempar cakram;
a.    Setiap anak yang akan melakukan lempar cakram harus masuk ke dalam tempat untuk melempar dan tidak boleh ada dua orang yang bersamaan;
b.    Ketika ada satu anak yang melempar cakram, anak-anak yang lain harus berada di belakang si pelempar dengan jarak yang cukup aman;
c.    Para pelempar sudah memperoleh pengetahuan yang memadai cara atau teknik melempar yang benar;
d.    Pada saat cakram terlepas dari pegangan tidak ada satupun anak yang berlari ke arah dimana cakram itu akan jatuh;

 

Sumber: https://carbomark.org/

Umum

CARA AWALAN YANG BAIK DAN BENAR DALAM BERMAIN LEMPAR CAKRAM

CARA AWALAN YANG BAIK DAN BENAR DALAM BERMAIN LEMPAR CAKRAM

Awalan yang baik dalam melakukan lemparan cakram adalah diawali dengan bagaiman posisi pertama ketika akan melempar. Posisi awal ketika akan melakukan lemparan adalah berdiri tegak dengan melangkahkan kaki kiri ke depan kemudian posisi kaki kanan berada di belakang, setelah itu diikuti dengan posisi badan yang menghadap ke arah lemparan atau dimana cakram itu nantinya akan jatuh setelah dilempar. Tangan kanan memegang cakram dengan baik dan benar serta tidak kaku, sedangkan tangan kiri menjaga keseimbangan badan dan ini dapat dilakukan sebaliknya apabila pelempar cakram kidal. Cara melakukan awalan lemparan cakram adalah:
1.    Mencondongkan badan ke depan;
2.    Kaki kiri melangkah ke depan kemudian lutut kaki kiri ditekuk;
3.    Perlahan namun pasti ayunkan cakram ke depan dan ke belakang dengan tangan kanan dan tangan kiri menjaga keseimbangan badan dengan baik;
4.    Apabila hasil ayunan lengan sudah maksimal artinya cakram siap dilemparkan dimulai dari posisi cakram berada di belakang, setelah itu diikuti dengan putaran badan ke kiri dimana hasil dari putaran itu badan akan menghadap ke arah lemparan, posisi tangan terus mengayunkan cakram dari belakang, ke samping, ke atas, ke depan.

CARA DAN TEKNIK MELEMPAR CAKRAM

Cara melempar cakram dengan awalan dua kali putaran badan caranya yaitu: memegang cakram ada 3 cara, berdiri membelakangi arah lemparan, lengan memegang cakram diayunkan ke belakang kanan diikuti gerakan badan, kaki kanan agak ditekuk, berat badan sebagian besar ada dikanan, cakram diayunkan ke kiri, kaki kanan kendor dan tumit diangkat, lemparan cakram 30 derajat lepas dari pegangan, ayunan cakram jangan mendahului putaran badan, lepasnya cakram diikuti badan condong ke depan.
Pada posisi terakhir si pelempar akan melepaskan cakram ketika cakram sudah diayunkan dari belakang ke depan beberpa kali dan cakram terakhir berada di depan wajah si pelempar. Adapun cara melempar cakram adalah Lepas cakram dari tangan pada saat ayunan lengan maksimal yakni cakram berada di depan muka si pelempar.
1. Cakram lepas dari tangan dengan posisi telapak tangan menghadap ke tanah;
2. Cakram sudah terlepas dari tangan;
Memegang cakram pada saat mengayunkan sampai melempar sehingga terlepas harus dengan pegangan yang kuat dan benar, cara memegang cakram adalah
Cakram diawali dengan tangan kanan;
1.    Tangan kanan diletakkan di atas cakram dengan posisi jari-jari tangan terbuka selebar-selebarnya sehingga mampu memegang pinggiran cakram dengan baik, diperkirakan kalau diayunkan cakram tidak terlepas dari pegangan;
2.    Ruas-ruas jari tangan siap memegang bagian pinggir cakram.
Setelah tahu cara melempar dan posisi akhir dari si pelempar harus diikuti dengan beberapa gerakan yakni gerakan lengan dan badan. Gerakan itu antara lain melakukan lompatan kecil ke depan yakni kaki kanan mendarat dan kaki kiri sebagai penahan keseimbangan badan yang baik dimana badan tidak sampai keluar dari tempat melempar cakram.

Sumber: https://multiply.co.id/

Umum

Sistem Persarafan

Sistem Persarafan

1)    Kesimetrisan raut wajah

2)    Tingkat kesadaran adanya perubahan-perubahan dari otak

  1. a)Tidak semua orang menjadi snile
  2. b)Kebanyakan mempunyai daya ingat menurun dan melemah

3)    Mata: pergerakan, kejelasan melihat, adanya katarak

4)    Pupil: kesamaan, dilatasi

5)    Ketajaman penglihatan menurun karena menua:

  1. a)Jangan dites di depan jendela
  2. b)Pergunakan tangan atau gambar
  3. c)Cek kondisi kacamata

6)    Sensory deprivation (gangguan sensorik)

7)    Ketajaman pendengaran:

  1. a)Apakah menggunakan alat bantu dengar
  2. b)Tinutis
  3. c)Serumen telinga bagian luar jangan dibersihkan

8)    Adanya rasa sakit atau nyeri

Sistem Kardiovaskuler:

  • Sirkulasi perifer, warna dan kehangatan
  • Auskultasi denyut nadi apikal
  • Periksa pembengkakan vena jugularis
  • Pusing
  • Sakit
  • Edema

Sistem Gastrointestinal

  • Status gizi
  • Pemasukan diet
  • Anoreksia, tidak dicerna, mual dan muntah
  • Mengunyah dan menelan
  • Keadaan gigi, rahang dan rongga mulut
  • Auskultasi bising usus
  • Palpasi apakah perut kembung ada pelebaran kolon
  • Apakah ada konstipasi (sembelit), diare, dan inkontinensia alvi

Sistem genitourisiarius:

  • Warna dan bau urine
  • Distensi kandung kemih, inkontinensia (tidak dapat menahan untuk buang air kecil)
  • Frekuensi, tekanan atau desakan
  • Pemasukan dan pengeluaran cairan
  • Disuria
  • Seksualitas

o   Kurang minat untuk melaksanakan hubungan seks

o   Adanya kecacatan sosial yang mengarah keaktifan seksual

Sistem Kulit

  • Kulit

o   Temperatur, tingkat kelembaban

o   Keutuhan luka, luka terbuka, robekan

o   Turgor (kekenyalan kulit)

o   Perubahan pigmen

  • Adanya jaringan perut
  • Keadaan kuku
  • Keadaan rambut
  • Adanya gangguan-gangguan umum

Sistem Muskuloskletal

  • Kontraktur
    • Atrofi otot
    • Mengecilkan tendo
    • Ketidakadekuatannya gerakan sendi
  • Tingkat mobilisasi

o   Ambulasi dengan atau tanpa bantuan / peralatan

o   Keterbatasan gerak

o   Kekuatan otot

o   Kemampuan melangkah atau berjalan

  • Gerakan sendi
  • Paralisis
  • Kifosis

Baca juga:

Umum

Asuhan keperawatan

Asuhan keperawatan

Pengkajian

Tujuan:

1)    Menentukan kemampuan klien untuk memelihara diri sendiri

2)    Melengkapi dasar-dasar rencana perawatan individu

3)    Membantu menghindarkan bentuk dan penandaan klien

4)    Memberi waktu kepada klien untuk menjawab

Meliputi aspek:

  1. a)Fisik

Wawancara:

  • Pandangan lanjut usia tentang kesehatannya
  • Kegiatan yang mampu dilakukan lanjut usia
  • Kebiasaan lanjut usia merawat diri sendiri
  • Kekuatan fisik lanjut usia: otot, sendi, penglihatan dan pendengaran
  • Kebiasaan makan, minum, istirahat / tidur, buang air besar / kecil
  • Kebiasaan gerak badan / olah raga / senam lanjut usia
  • Perubahan-perubahan fungsi tubuh yang sangat bermakna dirasakan
  • Kebiasaan lanjut usia dalam memelihara kesehatan dan kebiasaan dalam minum obat
  • Masalah-masalah seksual yang dirasakan

Pemeriksaan fisik:

  • Pemeriksaan dilakukan dengan cara inspeksi: palpitasi, perkusi dan auskultasi untuk mengetahui perubahan sistem tubuh
  • Pendekatan yang digunakan dalam pemeriksaan fisik, yaitu:

o   Head to toe

o   Sistem tubuh

  1. b)Psikologis
  • Apakah mengenal masalah-masalah utamanya
  • Bagaimana sikapnya terhadap proses penuaan
  • Apakah dirinya merasa dibutuhkan atau tidak
  • Apakah optimis dalam memandang kehidupan
  • Bagaimana mengatasi stres yang dialami
  • Apakah udah dalam menyesuaikan diri
  • Apakah lanjut usia sering mengalami kegagalan
  1. c)Sosial ekonomi
  • Darimana sumber keuangan lanjut usia
  • Apa saja kesibukan lanjut usia dalam mengisi waltu luang
  • Dengan siapa dia tinggal
  • Kegiatan organisasi apa yang diikuti lanjut usia
  • Bagaimana pandangan lanjut usia terhadap lingkungannya
  • Berapa sering lanjut usia berhubungan dengan orang lain di luar rumah
  • Siapa saja yang biasa mengunjungi
  • Seberapa besar ketergantungannya
  • Apakah dapat menyalurkan hobi atau keinginannya dengan fasilitas yang ada
  1. d)Spritual
  • Apakah secara teratur melakukan ibadah sesuai dengan keyakinan agamanya
  • Apakah secara teratur mengikuti atau terikat aktif dalam kegiatan keagamaan, misalnya pengajian dan penyantunan anak yatim atau fakir miskin
  • Bagaimana cara lanjut usia menyelesaikan masalah apakah dengan berdoa
  • Apakah lanjut usia terlihat sabar dan tawakal

Pengkajian Dasar

1)    Temperatur

  1. a)Mungkin serendah 950F (hipotermi) ± 350C
  2. b)Lebih teliti diperiksa di sublingual

2)    Pulse

  1. a)Kecepatan, irama, volume
  2. b)Apical, radial, pedal

3)    Respirasi (pernafasan)

  1. a)Kecepatan, irama dan kedalaman
  2. b)Tidak teraturnya pernafasan

4)    Tekanan darah

  1. a)Saat baring, duduk, berdiri
  2. b)Hipotensi akibat posisi tubuh

5)    Berat badan perlahan-lahan hilang pada tahun-tahun terakhir

6)    Tingkat orientasi

7)    Memory (ingata)

8)    Pola tidur

9)    Penyesuaian psikososial

 

Sumber: https://newsinfilm.com/

Umum

Artritis reumatoid adalah

Artritis reumatoid adalah

Artritis reumatoid adalah suatu penyakit sistematik dengan manifestasi utama poliartritis rematoid terjadi setelah penyakit ini berkembang lebih lanjut sesuai dengan sifat progresifnya. Pasien dapat pula menunjukkan gejala konstitusional berupa kelemahan umum cepat lelah atau gangguan lain.

(Kapita Selekta Kedokteran Edisi III, Jilid I, FKUI, 1999, hal 536)

Anatomi Dan Fisiologi

            Persambungan tulang sendi (artikulasi) adalah pertemuan dua buah tulang atau beberapa tulang dari kerangka, tetapi tidak semua pertemuan tersebut memungkinkan terjadinya pergerakan.

            Sendi dikelompokkan menjadi 3, yaitu:

  • Sendi fibrosa atau sendi mati

Terjadi bila batas dua buah tulang bertemu membentuk pasangan baji dan cekungan yang dipisahkan oleh selapis tipis jaringan fibrosa. Sendi fibrosa yang lain terdapat pada akar-akar gigi yang menyendi dengan rahang atas dan bawah.

  • Sendi kartigirosa atau sendi yang bergerak sedikit

Terjadi bila dua  permukaan tulang dilapisi tulang rawan hialin dan dihubungkan oleh dua bantalan fibrokartilago dan ligamen. Contohnya sendi antara badan-badan vertebra dan antara manubrium dan badan sternum.

  • Sendi sinovial

Terjadi dari dua atau lebih tulang yang ujung-ujungnya dilapisi tulang rawan hialin sendi. Terdapat rongga sendi yang mengandung cairan sinovial. Yang memberi nutrisi pada tulang rawan sendi yang tidak mengandung pembuluh darah dan keseluruhan sendi tersebut dikelilingi kapsul fibrosa yang dilapisi membran sinovual. Jenis sendi sinovial yaitu sendi pelana dan sendi pirot.

            Perubahan fisiologi pada proses menjadi tua pada umumnya adalah:

  • Adanya penurunan yang umum pada tinggi badan sekitar 1 – 10 cm pada maturitas usia lanjut
  • Fleksi terjadi pada lutut dan pinggul
  • Lebar bahu menurun
  • Terjadi penyempitan dan diskus invertebra yang menyebabkan berkurangnya ukuran invertebra dan ruang intercostal.

Hal yang sering terjadi:

  • Patah tulang kompresi dan vertebrata
  • Peningkatan kurvespina thorax
  • Kepala miring ke belakang dan leher memendek mengimbangi kelainan kyposisi
  • Jengkal tangan lebih besar dan tingginya dengan memberi kesan orang tersebut kurus
  • Jalan gagah karena perubahan dalam otot dan fungsi motorik

(Barbara C. Long, Perawatan Medikal Bedah II, hal 302)

Sumber: https://officialjimbreuer.com/

Umum

Ayam Bangkok

Ayam Bangkok

Cara merawat ayam jago, ayam bangkok merupakan ayam aduan yang paling populer diantara ayam aduan jenis lain mungkin karena performanya sangat baik saat bertarung, namun tidak semua ayam bangkok bagus di Indonesia ayam ini banyak di kawin silangkan dengan ayam kampung.
Sehingga anak keturunan yang dihasilkan sangatlah berbeda dilihat dari segi fisik dan cara bertarungnya. Ayam bangkok yang masih original biasa disebut dengan Ayam Bangkok Thailand dinamakan seperti itu karena memang ayam ini berasal dari Negara Thailand hal itulah yang membuat ayam bangkok mahal.
Setiap ayam bangkok mempunyai gaya bertarung masing-masing, gaya tersebut dihasilkan sesuai garis keturunannya beberapa gaya bertarung ialah ngalung, pukul lari, selusup, dan pura-pura lemes. Untuk menghasilkan ayam bangkok yang bagus biasanya si peternak melakukan latihan.
Latihan tersebut dilakukan pada usia ayam mencapai 6-7 bulan biasanya usia segitu ayam mulai keluar warna-warna bulu merah atau hijau mengkilat dan masih belajar berkokok pada tahap itu memang sangat cocok dijadikan sebagai ajang latihan.
Nah bagi kamu yang baru masuk dalam dunia perayaman bangkok alangkah baiknya jika kamu lebih mengetahui mana ayam bangkok asli dan mana yang kurang asli agar kamu tidak kecewa saat membelinya di pasaran. Berikut adalah ciri-ciri ayam bangkok yang wajib kamu ketahui.

Ciri-ciri Anak Ayam Bangkok yang Bagus

  • Badan ramping tegak dan tinggi.
  • Kepala berbentuk menyerupai burung jalak.
  • Leher lebih panjang dibandingkan ayam biasa.
  • Bagian atas paruh terdapat garis tengah mirip burung rajawali.
  • Mata berbentuk bulat dan jernih agak sedikit masuk ke dalam.
  • Tulang alis menonjol.
  • Tulang kaki berbentuk bulat.
  • Tulang leher tersusun rapat, panjang dan berukuran besar.
  • Kaki mempunyai sisik besar-besar kering, jari-jari panjang dan lutut menjorok ke belakang.
  • Tulang badan yang berada di bagian dada besar, tebal dan memanjang dari bagian dada sampai tulang belakang.
  • Tulang badan rapat, kuat dan keras terutama pada bagian tulang penghubung antara tubuh dan ekor.

Ciri-ciri Ayam Bangkok Dewasa Asli

  • Pada bagian batok kepala dan tulang besar.
  • Bulu mengkilap dan agak kaku pada bagian sayap dan ekor.
  • Kepala seperti buah pinang.
  • Mata cekung, sipit masuk ke dalam dan jernih.
  • Paruh besar, kuat, melengkung dan terdapat alur dari hidung sampai muka.
  • Lubang hidung masuk ke dalam.
  • Mempunyai sisik kasar dan besar-besar pada kaki.
  • Jari kecil, panjang dan kuat.
  • Saat bertarung pukulannya kuat dan tepat sasaran.
  • Tulang rapat dan kuat pada bagian pangkal sayap.
  • Bentuk tubuh si ayam tegap dan gagah saat berdiri.

Cara Merawat Ayam Jago Bangkok Aduan

Merawat ayam sebenarnya mudah hanya saja kamu perlu keuletan dalam melakukan pekerjaan yang satu ini, banyak orang yang mempunyai hobi merawat ayam akan tetapi dalam kurun waktu satu minggu ia sudah bosan dengan hobi tersebut. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan saat merawat ayam jago bangkok.
Umum

Perawatan Sesudah Bertarung

Perawatan Sesudah Bertarung

Usai bertarung, ayam jago harus dibersihkan dari segala luka berdarah. Membersihkannya dilakukan seperti ketika membanyoni. Setelah luka bersih, luka-luka berdarah segera ditetesi
“obat merah atau betadin” untuk mencegah infeksi dan menyumbat aliran darah. Bisa juga dengan menggosokkan obat gosok. Bahkan ada yang menaburkan isi kapsul obat antibiotika seperti kapsul tetra.
Lantaran darah sering juga masuk ke tenggorokan, maka kerongkongan ayam perlu dibersihkan juga. Caranya dengan memasukkan bulu ayam betina yang sudah di basahi dan diplirit (ditarik hingga tidak melebar lagi). Bulu basah dan ramping ini, diputar-putar di dalam kerongkongan sementara mulut si jago selalu kita buka. Setelah bulu ditarik keluar dan dibersihkan dari gumpalan darah atau kotoran, segera masukkan lagi sampai kerongkongan ayam jadi bersih, dan boleh istirahat tiga minggu Iamanya.
Setelah tiga sampai empat kali latihan tarung, bisa kelihatan bahwa jago kita benar-benar handal. Maka lamanya tiap ronde juga ditambah, hingga mencapai pertarungan selama satu jam, dengan beberapa istirahat singkat. Barulah kemudian sijago dianggap lulus, dan siap ditarungkan di arena profesional guna meniti karir sebagai jagoan sejati.
Manakala jago kita sedang mencapai puncak kejayaannya, sebaiknya siapkanlah untuknya seekor babon (ayam bangkok betina) yang bagus. Biarkan mereka memadu kasih dan menghasilkan keturunan yang meyakinkan mutunya. Ayam jago memang harus dikawinkan sebelum ia ditundukkan musuh yang lebih perkasa.

9. Empat Sehat Lima Sempurna

Tentu saja semua orang ingin agar seluruh rangkaian latihan mental dan fisik tersebut menghasilkan jago yang hebat. Tapi keinginan itu hanya tinggal harapan kosong, bila kita tidak memberikan makanan bergizi tinggi sebagai faktor penunjang yang utama. Tidak terlalu mewah. Ransum ayam jago tidak berbeda dengan jatah makan ayam bangkok lainnya. Harus cukup mengandung protein, karbohidrat, dan lemak. Ransum ekstra buat si jago, bisa kita lihat dalam tabel berikut ini :
Diberikan 1 kali dalam Jenis Ransum Banyaknya untuk setiap ekor Keterangan
1 hari Jagung 150 gram Diberikan 2 kali sehari : pagi dan sore
1 hari Dedak / tepung rumah siput 50 gram Diberikan 2 kali sehari : pagi dan sore
2 hari Kacang hijau 50 gram Diberikan pada pagi hari dan sore hari
2 hari Cairan susu 10 cc Diberikan setiap pagi hari
2 – 3 hari Daging cincang (kambing atau sapi) 30 gram Diberikan pada pagi hari sebalum makan kacang hijau atau jagung atau makanan lainnya
Telur ayam 1 – 2 butir Diberikan pada pagi hari sebalum makan kacang hijau atau jagung atau makanan lainnya

Catatan : Ransum jitu ini diberikan pada ayam usia 4 bulan ke atas. Tetapi, umumnya, setiap pemelihara ayam jago bangkok mempunyai resep sendiri, untuk ransum ekstra ini.

Sumber: https://gurupendidikan.org/

Umum

Latihan Leher

Latihan Leher

Latihan berikut ialah latihan leher, yang hampir mirip latihan loncat. Caranya dengan mengangkat ayam ke atas juga. Namun yang disangga ialah bagian pantat (tepat di bawah brutu) dan bagian leher (di bawah kepala). Waktu mengangkat dilakukan secara bersamaan dan tekanannya pun sama besar. Pada saat diangkat inilah, otot leher akan menegang. Makin sering dilakukan, maka urat leher akan keras dan kuat. Leher yang kuat merupakan salah satu senjata andalan bila terpalaksa bertarung dalam jarak dekat. Dengan adu leher, si jago bisa merebut posisi menyerang mematuk bagian belakang kepala lawan. Kemenangan dalam adu leher, berarti keunggutan dalam mengumpulkan angka pukulan bersih yang menyakitkan lawan.

6. Latihan Lari

Dengan lari, ayam jadi tambah langsing, tambah lincah, dan pernapasannya pun tambah kuat. Demikian juga dengan otot-otot tubuhnya. Latihan dilakukan dengan cara memegang jago yang lain, sedangkan jago kita dibiarkan bebas di tanah. Lalu kita berlari-lari kecil sambil memancing agar sang jago mengejar lawan. Tetapi jangan sampai dia sempat mematuk ayam jago yang sedang kita pegang. Juga jangan sampai si jago salah sasaran malah mematuk tangan kita, bisa luka berdarah nanti. Selagi si jago hampir melabrak, segeralah hindarkan tangan kita. Tapi cepat-cepat dekatkan lagi. Begitu berkali-kali sambil terus jalan mengitari halaman. Ini dimaksudkan untuk melatih refleks ayam. Begitu lawan mendekat, ia langsung bereaksi siap menghantam. Latihan semacam ini harap hati-hati, jangan sampai jago yang kita pegangi menjadi tertekan jiwanya, dan ketakutan. Ia tak mau berlama-lama jadi bulan-bulanan pameran kekuatan lawan tanpa sempat mencoba membalas.

7. Latihan Tarung

Ini merupakan latihan tahap akhir. Dengan memberi kesempatan kepada jago kita untuk sungguh-sungguh menjajal kekuatan lawan, maka kita pun tahu sampai tingkat mana keunggulan jago kita. Dalam latihan ini, sebaiknya kedua jago masih tergolong kelas pemula, jadi setingkat kekuatannya.Dalam latihan tarung ini, diusahakan agar keduanya tidak rusak baik bulu maupun kulitnya. Karena itu mula-mula pertarungan secara tertutup saja, yaitu membalut (dengan plester) paruh, taji (meski masih pendek dan tumpul), dan jari belakang. Setelah beberapa kali dicoba tarung, dengan tiap “ronde” paling-paling satu menit saja, maka plester boleh dibuka.
Penutupan bagian-bagian berbahaya dengan plester, bermaksud melindungi jago dari kemungkinan luka, juga untuk melatih si jago agar membiasakan diri memukul tanpa mematuk lebih dulu. Jadi sang jago diberi pelajaran bagaimana memukul tanpa mematuk, supaya nanti, dalam segala posisi, ia bisa memukul meski tak sempat mematuk lawan.
Berikutnya meningkat ke latihan bertarung beneran. Semua plester dibuka kecuali plester taji. Boleh saja taji dibiarkan terbuka, jika kita hendak mengetahui jago kita jalu atau tidak. Maksudnya tajinya berfungsi sebagai senjata pemungkas dengan baik. Tapi jika masih dalam tahap awal, awasilah ketat, jangan sampai taji terbuka ini menyebabkan lawan terluka parah.
Sebetulnya, tanpa membuka taji, kita bisa tahu apakah jago kita jalu atau tidak. Bila balutan taji itu berlumuran darah, jelas jago kita jalu. Sparring partner ini seperti latihan sebelumnya, dilakukan bertahap juga. Mula-mula satu ronde selama dua menit, lantas ditambah lagi di hari berikut dengan waktu yang lebih lama sedikit. Sampai akhirnya mencapai jangka waktu bertarung sebanyonan (15 menit).
Yang perlu kita ingat, latihan tarung ini tidak seperti latihan yang terdahulu. Berhubung si jago seringkali benar-benar luka, meski cuma luka ringan saja, maka latihan tarung tidak boleh dilakukan setiap hari. Paling tidak hanya tiga minggu sekali, bahkan mungkin sebulan sekali. Ini bisa dimaklumi, karena ayam akan pulih lagi dari luka-lukanya setelah masa tiga minggu.
Umum

Anggota DPD minta BPK audit kinerja KPU

Anggota DPD minta BPK audit kinerja KPU

Anggota DPD minta BPK audit kinerja KPU

BPK mengaudit kinerja dan data KPU

Jakarta (ANTARA News) – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Ahmad Subadri meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit kinerja Kementerian Dalam Negeri dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait berlarut-larutnya kisruh Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2014.

“Saya minta BPK mengaudit kinerja dan data KPU untuk melihat sajian data mana yang benar terkait pemutakhiran data,” kata anggota DPD RI Ahmad Subadri dalam diskusi “Dialog Kenegaraan: Mendesak Pembenahan Sistim Administrasi Kependudukan-silang sengkarut DPT” di DPD RI Senayan Jakarta, Rabu.

 

 

Diskusi  kebijakan politik Andrinof Chaniago dan Wasekjen PDI-P Hasto Kristanto.

Lebih lanjut Subadri menjelaskan audit BPK tersebut diperlukan untuk melihat bagaimana sebenarnya proses pemutakhiran data pemilih yang selama ini dilakukan.

“Pasalnya Kemendagri punya versi sendiri terkait data pemilih, sedangkan KPU juga punya versi lain sehingga menimbulkan kisruh,” kata Subadri.

Menurut dia, audit tersebut juga bisa dilakukan untuk melihat bagaimana penggunaan dana terkait pemilu mengingat lebih dari Rp6 triliun dana yang digunakan untuk pemutakhiran data pemilih.

Subadri menilai masih banyaknya data pemilih bermasalah menunjukkan Kemendagri dan KPU tidak serius melakukan pendataan penduduk dan pemutakhirannya.

Pihaknya juga mendesak KPU untuk terus membersihkan data pemilih bermasalah, karena kalau tetap dibiarkan, dikhawatirkan akan dimanfaatkan pihak tertentu yang memiliki kekuatan besar untuk memperoleh keuntungan.

 

Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2014 bermasalah

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago menilai Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2014 bermasalah karena sistem adminitrasi kependudukan di Indonesia yang dikelola Kementerian Dalam Negeri masih jauh dari sempurna.

“Data pemilih yang masih banyak bermasalah ketika ditetapkan menjadi DPT menunjukkan sistem administrasi kependudukan di Indonesia masih buruk,” katanya.

Menurut dia, daftar pemilih bermasalah sebesar 10,4 juta pemilih pada saat ditetapkan menjadi DPT masih terlalu tinggi.

Andrinof mengatakan, data pemilih bermasalah yang jumlahnya 5,6% masih di atas toleransi publik, apalagi jika dibandingkan dengan batas ambang perolehan suara sebuah partai politik untuk berada di parlemen atau “parliamentary threshold” yakni 3,5 persen.

 

 

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :