Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Kategori: Umum

Umum

Cross over

Cross over

Crissover merupakan cara dribble dengan cara memantulkan bola dari tangan kiri ke tangan kanan atau sebaliknya. bahwa, “tujuan dribbling adalak agar (1) lebih cepat menuju ke daerah lawan dalam usaha memasukkan bola ke dalam keranjang lawan, (2) lebih mudah menyusup dan menerobos ke daerah pertahanan lawan, dan untuk mengacaukan pertahanan lawan dan, (3) permainan lawan menjadi tidak berkembang, sehingga permainan menjadi terhambat”.

  1. Lay-up
    Lay-up adalah usaha memasukkan bola ke ring atau keranjang basket dengan dua langkah dan meloncat agar dapat meraih poin. Lay-up disebut juga dengan tembakan melayang.
  1. Pivot
    Pivot atau memoros adalah suatu usaha menyelamatkan bola dari jangkauan lawan dengan salah satu kaki sebagai porosnya, sedangkan kaki yang lain dapat berputar 360 derajat.
  1. Shooting
    Shooting adalah usaha memasukkan bola ke dalam keranjang atau ring basket lawan untuk meraih poin. Dalam melakukan shooting ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan shooting dengan dua tangan serta shooting dengan satu tangan.

KESIMPULAN

Berdasarkan uraian diatas bahwa olahraga basket baik itu di kampus maupun di tingkat Nasional telah melakukan fungsinya. Namun demikian agar olahraga basket ini arif dan bijaksana, maka perlu ada peningkatan sistem penyelenggaraan yaitu selain memberikan layanan dalam bentuk ekstra kulikuler juga memberikan layanan dalam pertandingan. Hal ini merupakan  bentuk kepedulian Nasional untuk ikut menyehatkan kehidupan bangsa melalui olahraga basket yang tepat, cepat, akurat dan relatif dapat dijangkau oleh kebutuhan masyarakat dan diharapkan mampu menciptakan atlit basket professional khususnya pada cabang olahraga basket yang dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia.

https://movistarnext.com/

Umum

Peraturan Permainan Bola Basket

Peraturan Permainan Bola Basket

Peraturan Permainan Bola Basket
Aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh pemain dalam permainan Bola Basket adalah sebagai berikut :
·    Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
·    Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
·    Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
·    Bola harus dipegang di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
·    Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Dan pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.
·    Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
·    Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
·    Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan.
·    Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum diatas.
·    Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka

wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.
·    Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.

(Sumber: PERBASI,2004:5/ Bola Basket.com/26 Desember 2013)

  •  Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit

Teknik Dasar Permainan Bola Basket

Cara memegang bola basket adalah sikap tangan membentuk mangkok besar. Bola berada di antara kedua telapak tangan. Telapak tangan melekat di samping bola agak ke belakang, jari-jari terentang melekat pada bola. Ibu jari terletak dekat dengan badan di bagian belakang bola yang menghadap ke arah tengah depan. Kedua kaki membentuk kuda-kuda dengan salah satu kaki di depan. Badan sedikit condong ke depan dan lutut rileks.
Dalam menangkap bola harus diperhatikan agar bola berada dalam penguasaan. Bola dijemput telapak tangan dengan jari-jari tangan terentang dan pergelangan tangan rileks. Saat bola masuk di antara kedua telapak tangan, jari tangan segera melekat ke bola dan ditarik ke belakang atau mengikuti arah datangnya bola. Menangkap bola (catching ball) terdiri dari dua macam cara yaitu menangkap bola di atas kepala dan menangkap bola di depan dada.

https://haciati.co/

Umum

Pengertian bola basket

Pengertian bola basket

bola basket merupakan olahraga permainan yang menggunakan bola besar, dimainkan dengan tangan. Bola boleh dioper (dilempar ke teman), dipantulkan ke lantai (ditempat atau sambil berjalan) dan tujuannya adalah memasukkan bola ke basket lawan. Permainan dilakukan oleh dua regu masing-masing terdiri dari 5 pemain,setiap regu berusaha memasukkan bola ke keranjang lawan dan menjaga (mencegah) keranjangnya sendiri kemasukan sedikit mungkin. Sedangkan menurut PERBASI, setiap regu berusaha mencetak angka ke basket lawan dan mencegah regu lain mencetak angka.

                   permainan bola basket mempunyai tujuan memasukkan bola sebanyak mungkin ke kerangjang lawan, serta menahan lawan agar tidak memasukkan bola ke keranjang sendiri dengan cara lempar tangkap, menggiring, dan menembak.

Bolabasket adalah permainan olahraga beregu yang memiliki daya tarik yang lebih dibandingkan dengan cabang olahraga lainnya. Bola dimasukkan ke keranjang lawan dengan strategi dan teknik yang benar kemudian mecegah lawan untuk memasukkan bola ke keranjang kita dengan dibatasi oleh waktu.

Lapangan, Waktu, dan Jumlah Pemain Bola Basket

·    Lapangan yang digunakan untuk permainan bola basket adalah persegi panjang dengan ukuran panjang lapangan yaitu 26 meter serta lebar lapangan yaitu 14 meter. Tiga buah lingkaran yang terdapat di dalam lapangan basket memiliki panjang jari-jari yaitu 1,80 meter.
·    Jumlah pemain dalam permainan bola basket adalah 5 orang dalam satu regu dengan cadangan 5 orang. Sedangkan jumlah wasit dalam permainan bola basket adalah 2 orang. Wasit 1 disebut Referee sedangkan wasit 2 disebut Umpire.
·    Waktu permainan 4 X 10 menit. Di antara babak 1, 2, 3, dan babak 4 terdapat waktu istirahat selama 10 menit. Bila terjadi skor yang sama pada akhir pertandingan harus diadakan perpanjangan waktu sampai terjadi selisih skor. Di antara dua babak tambahan terdapat waktu istirahat selama 2 menit. Waktu untuk lemparan ke dalam yaitu 5 detik.

  •  Keliling bola yang digunakan dalam permainan bola basket adalah 75 -78 cm. Sumber: (PERBASI,2004:4)
    ·    Sedangkan berat bola adalah 600 – 650 gram. Jika bola dijatuhkan dari ketinggian 1,80 meter pada lantai papan, maka bola harus kembali pada ketinggian antara 1,20 – 1,40 meter.
    ·    Panjang papan pantul bagian luar adalah 1,80 meter sedangkan lebar papan pantul bagian luar adalah 1,20 meter. Dan panjang papan pantul bagian dalam adalah 0,59 meter sedangkan lebar papan pantul bagian dalam adalah 0,45 meter.
    ·    Jarak lantai sampai ke papan pantul bagian bawah adalah 2,75 meter. Sementara jarak papan pantul bagian bawah sampai ke ring basket adalah 0,30 meter. Ring basket memiliki panjang yaitu 0,40 meter. Sedangkan jarak tiang penyangga sampai ke garis akhir adalah 1 meter.
  •  Panjang garis tengah lingkaran pada lapangan basket adalah 1,80 meter dengan ukuran lebar garis yaitu 0,05 meter. Panjang garis akhir lingkaran daerah serang yaitu 6 meter. Sedangkan panjang garis tembakan hukuman yaitu 3,60 meter.

Baca juga:

  1. CARA MENGUKUR HASIL LEMPARAN LEMPAR CAKRAM
  2. CARA AWALAN YANG BAIK DAN BENAR DALAM BERMAIN LEMPAR CAKRAM
  3. Model Pembinaan Life Skill dalam Pembelajaran di Lembaga Pendidikan Islam
Umum

CARA MENGUKUR HASIL LEMPARAN LEMPAR CAKRAM

CARA MENGUKUR HASIL LEMPARAN LEMPAR CAKRAM

Sebelum melakukan pengukuran terhadap hasil lemparan lempar cakram ada beberapa bagian penting yang harus dipahami oleh anak-anak yakni, si pelempar tidak boleh keluar dari tempat dimana ia diberikan kesempatan untuk melempar. Kedua, hasil lemparan tidak keluar dari garis tepi kanan dan tepi kiri atau garis pembatas pinggir dari lapangan lempar cakram.
Apabila sudah melakukan dengan cara melempar yang benar, tidak keluar dari tempat lemparan dan tidak keluar dari area melempar pengukuran dapat dilakukan dari tempat dimana cakram jatuh pertama kali di tanah kemudian ditarik ke garis terdepan bagian pinggir dari lapangan lempar cakram maka akan diperoleh berapa meter hasil lemparan tersebut.
Setiap diberi kesempatan sampai tiga kali untuk melakukan lemparan cakram, lemparan terjauh dapat diukur artinya itulah lemparan terbaik yang dapat dilakukan oleh anak-anak.

 

PERATURAN KESELAMATAN DALAM MELAKUKAN LEMPAR CAKRAM

Melakukan aktivitas gerak atletik khusus untuk lempar cakram membutuhkan beberapa aturan keselamatan, aturan keselamatan ini penting diketahui dan dipraktikkan sehingga aman dan terhindar dari kecelakaan. Adapun beberapa aturan tersebut adalah
1. Aturan keselamatan sebelum melakukan aktivitas gerak lempar cakram;
a.    Melakukan pemanasan yang cukup khususnya untuk lengan dan pergelangan tangan;
b.    Cakram kondisi baik dan siap digunakan;
c.    Kondisi lapangan tidak dalam keadaan becek atau basah;
d.    Setiap anak mengikuti semua instruksi dari guru;
2. Aturan keselamatan pada saat melakukan aktivitas gerak lempar cakram;
a.    Setiap anak yang akan melakukan lempar cakram harus masuk ke dalam tempat untuk melempar dan tidak boleh ada dua orang yang bersamaan;
b.    Ketika ada satu anak yang melempar cakram, anak-anak yang lain harus berada di belakang si pelempar dengan jarak yang cukup aman;
c.    Para pelempar sudah memperoleh pengetahuan yang memadai cara atau teknik melempar yang benar;
d.    Pada saat cakram terlepas dari pegangan tidak ada satupun anak yang berlari ke arah dimana cakram itu akan jatuh;

 

Sumber: https://carbomark.org/

Umum

CARA AWALAN YANG BAIK DAN BENAR DALAM BERMAIN LEMPAR CAKRAM

CARA AWALAN YANG BAIK DAN BENAR DALAM BERMAIN LEMPAR CAKRAM

Awalan yang baik dalam melakukan lemparan cakram adalah diawali dengan bagaiman posisi pertama ketika akan melempar. Posisi awal ketika akan melakukan lemparan adalah berdiri tegak dengan melangkahkan kaki kiri ke depan kemudian posisi kaki kanan berada di belakang, setelah itu diikuti dengan posisi badan yang menghadap ke arah lemparan atau dimana cakram itu nantinya akan jatuh setelah dilempar. Tangan kanan memegang cakram dengan baik dan benar serta tidak kaku, sedangkan tangan kiri menjaga keseimbangan badan dan ini dapat dilakukan sebaliknya apabila pelempar cakram kidal. Cara melakukan awalan lemparan cakram adalah:
1.    Mencondongkan badan ke depan;
2.    Kaki kiri melangkah ke depan kemudian lutut kaki kiri ditekuk;
3.    Perlahan namun pasti ayunkan cakram ke depan dan ke belakang dengan tangan kanan dan tangan kiri menjaga keseimbangan badan dengan baik;
4.    Apabila hasil ayunan lengan sudah maksimal artinya cakram siap dilemparkan dimulai dari posisi cakram berada di belakang, setelah itu diikuti dengan putaran badan ke kiri dimana hasil dari putaran itu badan akan menghadap ke arah lemparan, posisi tangan terus mengayunkan cakram dari belakang, ke samping, ke atas, ke depan.

CARA DAN TEKNIK MELEMPAR CAKRAM

Cara melempar cakram dengan awalan dua kali putaran badan caranya yaitu: memegang cakram ada 3 cara, berdiri membelakangi arah lemparan, lengan memegang cakram diayunkan ke belakang kanan diikuti gerakan badan, kaki kanan agak ditekuk, berat badan sebagian besar ada dikanan, cakram diayunkan ke kiri, kaki kanan kendor dan tumit diangkat, lemparan cakram 30 derajat lepas dari pegangan, ayunan cakram jangan mendahului putaran badan, lepasnya cakram diikuti badan condong ke depan.
Pada posisi terakhir si pelempar akan melepaskan cakram ketika cakram sudah diayunkan dari belakang ke depan beberpa kali dan cakram terakhir berada di depan wajah si pelempar. Adapun cara melempar cakram adalah Lepas cakram dari tangan pada saat ayunan lengan maksimal yakni cakram berada di depan muka si pelempar.
1. Cakram lepas dari tangan dengan posisi telapak tangan menghadap ke tanah;
2. Cakram sudah terlepas dari tangan;
Memegang cakram pada saat mengayunkan sampai melempar sehingga terlepas harus dengan pegangan yang kuat dan benar, cara memegang cakram adalah
Cakram diawali dengan tangan kanan;
1.    Tangan kanan diletakkan di atas cakram dengan posisi jari-jari tangan terbuka selebar-selebarnya sehingga mampu memegang pinggiran cakram dengan baik, diperkirakan kalau diayunkan cakram tidak terlepas dari pegangan;
2.    Ruas-ruas jari tangan siap memegang bagian pinggir cakram.
Setelah tahu cara melempar dan posisi akhir dari si pelempar harus diikuti dengan beberapa gerakan yakni gerakan lengan dan badan. Gerakan itu antara lain melakukan lompatan kecil ke depan yakni kaki kanan mendarat dan kaki kiri sebagai penahan keseimbangan badan yang baik dimana badan tidak sampai keluar dari tempat melempar cakram.

Sumber: https://multiply.co.id/

Umum

Sistem Persarafan

Sistem Persarafan

1)    Kesimetrisan raut wajah

2)    Tingkat kesadaran adanya perubahan-perubahan dari otak

  1. a)Tidak semua orang menjadi snile
  2. b)Kebanyakan mempunyai daya ingat menurun dan melemah

3)    Mata: pergerakan, kejelasan melihat, adanya katarak

4)    Pupil: kesamaan, dilatasi

5)    Ketajaman penglihatan menurun karena menua:

  1. a)Jangan dites di depan jendela
  2. b)Pergunakan tangan atau gambar
  3. c)Cek kondisi kacamata

6)    Sensory deprivation (gangguan sensorik)

7)    Ketajaman pendengaran:

  1. a)Apakah menggunakan alat bantu dengar
  2. b)Tinutis
  3. c)Serumen telinga bagian luar jangan dibersihkan

8)    Adanya rasa sakit atau nyeri

Sistem Kardiovaskuler:

  • Sirkulasi perifer, warna dan kehangatan
  • Auskultasi denyut nadi apikal
  • Periksa pembengkakan vena jugularis
  • Pusing
  • Sakit
  • Edema

Sistem Gastrointestinal

  • Status gizi
  • Pemasukan diet
  • Anoreksia, tidak dicerna, mual dan muntah
  • Mengunyah dan menelan
  • Keadaan gigi, rahang dan rongga mulut
  • Auskultasi bising usus
  • Palpasi apakah perut kembung ada pelebaran kolon
  • Apakah ada konstipasi (sembelit), diare, dan inkontinensia alvi

Sistem genitourisiarius:

  • Warna dan bau urine
  • Distensi kandung kemih, inkontinensia (tidak dapat menahan untuk buang air kecil)
  • Frekuensi, tekanan atau desakan
  • Pemasukan dan pengeluaran cairan
  • Disuria
  • Seksualitas

o   Kurang minat untuk melaksanakan hubungan seks

o   Adanya kecacatan sosial yang mengarah keaktifan seksual

Sistem Kulit

  • Kulit

o   Temperatur, tingkat kelembaban

o   Keutuhan luka, luka terbuka, robekan

o   Turgor (kekenyalan kulit)

o   Perubahan pigmen

  • Adanya jaringan perut
  • Keadaan kuku
  • Keadaan rambut
  • Adanya gangguan-gangguan umum

Sistem Muskuloskletal

  • Kontraktur
    • Atrofi otot
    • Mengecilkan tendo
    • Ketidakadekuatannya gerakan sendi
  • Tingkat mobilisasi

o   Ambulasi dengan atau tanpa bantuan / peralatan

o   Keterbatasan gerak

o   Kekuatan otot

o   Kemampuan melangkah atau berjalan

  • Gerakan sendi
  • Paralisis
  • Kifosis

Baca juga:

Umum

Asuhan keperawatan

Asuhan keperawatan

Pengkajian

Tujuan:

1)    Menentukan kemampuan klien untuk memelihara diri sendiri

2)    Melengkapi dasar-dasar rencana perawatan individu

3)    Membantu menghindarkan bentuk dan penandaan klien

4)    Memberi waktu kepada klien untuk menjawab

Meliputi aspek:

  1. a)Fisik

Wawancara:

  • Pandangan lanjut usia tentang kesehatannya
  • Kegiatan yang mampu dilakukan lanjut usia
  • Kebiasaan lanjut usia merawat diri sendiri
  • Kekuatan fisik lanjut usia: otot, sendi, penglihatan dan pendengaran
  • Kebiasaan makan, minum, istirahat / tidur, buang air besar / kecil
  • Kebiasaan gerak badan / olah raga / senam lanjut usia
  • Perubahan-perubahan fungsi tubuh yang sangat bermakna dirasakan
  • Kebiasaan lanjut usia dalam memelihara kesehatan dan kebiasaan dalam minum obat
  • Masalah-masalah seksual yang dirasakan

Pemeriksaan fisik:

  • Pemeriksaan dilakukan dengan cara inspeksi: palpitasi, perkusi dan auskultasi untuk mengetahui perubahan sistem tubuh
  • Pendekatan yang digunakan dalam pemeriksaan fisik, yaitu:

o   Head to toe

o   Sistem tubuh

  1. b)Psikologis
  • Apakah mengenal masalah-masalah utamanya
  • Bagaimana sikapnya terhadap proses penuaan
  • Apakah dirinya merasa dibutuhkan atau tidak
  • Apakah optimis dalam memandang kehidupan
  • Bagaimana mengatasi stres yang dialami
  • Apakah udah dalam menyesuaikan diri
  • Apakah lanjut usia sering mengalami kegagalan
  1. c)Sosial ekonomi
  • Darimana sumber keuangan lanjut usia
  • Apa saja kesibukan lanjut usia dalam mengisi waltu luang
  • Dengan siapa dia tinggal
  • Kegiatan organisasi apa yang diikuti lanjut usia
  • Bagaimana pandangan lanjut usia terhadap lingkungannya
  • Berapa sering lanjut usia berhubungan dengan orang lain di luar rumah
  • Siapa saja yang biasa mengunjungi
  • Seberapa besar ketergantungannya
  • Apakah dapat menyalurkan hobi atau keinginannya dengan fasilitas yang ada
  1. d)Spritual
  • Apakah secara teratur melakukan ibadah sesuai dengan keyakinan agamanya
  • Apakah secara teratur mengikuti atau terikat aktif dalam kegiatan keagamaan, misalnya pengajian dan penyantunan anak yatim atau fakir miskin
  • Bagaimana cara lanjut usia menyelesaikan masalah apakah dengan berdoa
  • Apakah lanjut usia terlihat sabar dan tawakal

Pengkajian Dasar

1)    Temperatur

  1. a)Mungkin serendah 950F (hipotermi) ± 350C
  2. b)Lebih teliti diperiksa di sublingual

2)    Pulse

  1. a)Kecepatan, irama, volume
  2. b)Apical, radial, pedal

3)    Respirasi (pernafasan)

  1. a)Kecepatan, irama dan kedalaman
  2. b)Tidak teraturnya pernafasan

4)    Tekanan darah

  1. a)Saat baring, duduk, berdiri
  2. b)Hipotensi akibat posisi tubuh

5)    Berat badan perlahan-lahan hilang pada tahun-tahun terakhir

6)    Tingkat orientasi

7)    Memory (ingata)

8)    Pola tidur

9)    Penyesuaian psikososial

 

Sumber: https://newsinfilm.com/

Umum

Artritis reumatoid adalah

Artritis reumatoid adalah

Artritis reumatoid adalah suatu penyakit sistematik dengan manifestasi utama poliartritis rematoid terjadi setelah penyakit ini berkembang lebih lanjut sesuai dengan sifat progresifnya. Pasien dapat pula menunjukkan gejala konstitusional berupa kelemahan umum cepat lelah atau gangguan lain.

(Kapita Selekta Kedokteran Edisi III, Jilid I, FKUI, 1999, hal 536)

Anatomi Dan Fisiologi

            Persambungan tulang sendi (artikulasi) adalah pertemuan dua buah tulang atau beberapa tulang dari kerangka, tetapi tidak semua pertemuan tersebut memungkinkan terjadinya pergerakan.

            Sendi dikelompokkan menjadi 3, yaitu:

  • Sendi fibrosa atau sendi mati

Terjadi bila batas dua buah tulang bertemu membentuk pasangan baji dan cekungan yang dipisahkan oleh selapis tipis jaringan fibrosa. Sendi fibrosa yang lain terdapat pada akar-akar gigi yang menyendi dengan rahang atas dan bawah.

  • Sendi kartigirosa atau sendi yang bergerak sedikit

Terjadi bila dua  permukaan tulang dilapisi tulang rawan hialin dan dihubungkan oleh dua bantalan fibrokartilago dan ligamen. Contohnya sendi antara badan-badan vertebra dan antara manubrium dan badan sternum.

  • Sendi sinovial

Terjadi dari dua atau lebih tulang yang ujung-ujungnya dilapisi tulang rawan hialin sendi. Terdapat rongga sendi yang mengandung cairan sinovial. Yang memberi nutrisi pada tulang rawan sendi yang tidak mengandung pembuluh darah dan keseluruhan sendi tersebut dikelilingi kapsul fibrosa yang dilapisi membran sinovual. Jenis sendi sinovial yaitu sendi pelana dan sendi pirot.

            Perubahan fisiologi pada proses menjadi tua pada umumnya adalah:

  • Adanya penurunan yang umum pada tinggi badan sekitar 1 – 10 cm pada maturitas usia lanjut
  • Fleksi terjadi pada lutut dan pinggul
  • Lebar bahu menurun
  • Terjadi penyempitan dan diskus invertebra yang menyebabkan berkurangnya ukuran invertebra dan ruang intercostal.

Hal yang sering terjadi:

  • Patah tulang kompresi dan vertebrata
  • Peningkatan kurvespina thorax
  • Kepala miring ke belakang dan leher memendek mengimbangi kelainan kyposisi
  • Jengkal tangan lebih besar dan tingginya dengan memberi kesan orang tersebut kurus
  • Jalan gagah karena perubahan dalam otot dan fungsi motorik

(Barbara C. Long, Perawatan Medikal Bedah II, hal 302)

Sumber: https://officialjimbreuer.com/

Umum

Ayam Bangkok

Ayam Bangkok

Cara merawat ayam jago, ayam bangkok merupakan ayam aduan yang paling populer diantara ayam aduan jenis lain mungkin karena performanya sangat baik saat bertarung, namun tidak semua ayam bangkok bagus di Indonesia ayam ini banyak di kawin silangkan dengan ayam kampung.
Sehingga anak keturunan yang dihasilkan sangatlah berbeda dilihat dari segi fisik dan cara bertarungnya. Ayam bangkok yang masih original biasa disebut dengan Ayam Bangkok Thailand dinamakan seperti itu karena memang ayam ini berasal dari Negara Thailand hal itulah yang membuat ayam bangkok mahal.
Setiap ayam bangkok mempunyai gaya bertarung masing-masing, gaya tersebut dihasilkan sesuai garis keturunannya beberapa gaya bertarung ialah ngalung, pukul lari, selusup, dan pura-pura lemes. Untuk menghasilkan ayam bangkok yang bagus biasanya si peternak melakukan latihan.
Latihan tersebut dilakukan pada usia ayam mencapai 6-7 bulan biasanya usia segitu ayam mulai keluar warna-warna bulu merah atau hijau mengkilat dan masih belajar berkokok pada tahap itu memang sangat cocok dijadikan sebagai ajang latihan.
Nah bagi kamu yang baru masuk dalam dunia perayaman bangkok alangkah baiknya jika kamu lebih mengetahui mana ayam bangkok asli dan mana yang kurang asli agar kamu tidak kecewa saat membelinya di pasaran. Berikut adalah ciri-ciri ayam bangkok yang wajib kamu ketahui.

Ciri-ciri Anak Ayam Bangkok yang Bagus

  • Badan ramping tegak dan tinggi.
  • Kepala berbentuk menyerupai burung jalak.
  • Leher lebih panjang dibandingkan ayam biasa.
  • Bagian atas paruh terdapat garis tengah mirip burung rajawali.
  • Mata berbentuk bulat dan jernih agak sedikit masuk ke dalam.
  • Tulang alis menonjol.
  • Tulang kaki berbentuk bulat.
  • Tulang leher tersusun rapat, panjang dan berukuran besar.
  • Kaki mempunyai sisik besar-besar kering, jari-jari panjang dan lutut menjorok ke belakang.
  • Tulang badan yang berada di bagian dada besar, tebal dan memanjang dari bagian dada sampai tulang belakang.
  • Tulang badan rapat, kuat dan keras terutama pada bagian tulang penghubung antara tubuh dan ekor.

Ciri-ciri Ayam Bangkok Dewasa Asli

  • Pada bagian batok kepala dan tulang besar.
  • Bulu mengkilap dan agak kaku pada bagian sayap dan ekor.
  • Kepala seperti buah pinang.
  • Mata cekung, sipit masuk ke dalam dan jernih.
  • Paruh besar, kuat, melengkung dan terdapat alur dari hidung sampai muka.
  • Lubang hidung masuk ke dalam.
  • Mempunyai sisik kasar dan besar-besar pada kaki.
  • Jari kecil, panjang dan kuat.
  • Saat bertarung pukulannya kuat dan tepat sasaran.
  • Tulang rapat dan kuat pada bagian pangkal sayap.
  • Bentuk tubuh si ayam tegap dan gagah saat berdiri.

Cara Merawat Ayam Jago Bangkok Aduan

Merawat ayam sebenarnya mudah hanya saja kamu perlu keuletan dalam melakukan pekerjaan yang satu ini, banyak orang yang mempunyai hobi merawat ayam akan tetapi dalam kurun waktu satu minggu ia sudah bosan dengan hobi tersebut. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan saat merawat ayam jago bangkok.
Umum

Perawatan Sesudah Bertarung

Perawatan Sesudah Bertarung

Usai bertarung, ayam jago harus dibersihkan dari segala luka berdarah. Membersihkannya dilakukan seperti ketika membanyoni. Setelah luka bersih, luka-luka berdarah segera ditetesi
“obat merah atau betadin” untuk mencegah infeksi dan menyumbat aliran darah. Bisa juga dengan menggosokkan obat gosok. Bahkan ada yang menaburkan isi kapsul obat antibiotika seperti kapsul tetra.
Lantaran darah sering juga masuk ke tenggorokan, maka kerongkongan ayam perlu dibersihkan juga. Caranya dengan memasukkan bulu ayam betina yang sudah di basahi dan diplirit (ditarik hingga tidak melebar lagi). Bulu basah dan ramping ini, diputar-putar di dalam kerongkongan sementara mulut si jago selalu kita buka. Setelah bulu ditarik keluar dan dibersihkan dari gumpalan darah atau kotoran, segera masukkan lagi sampai kerongkongan ayam jadi bersih, dan boleh istirahat tiga minggu Iamanya.
Setelah tiga sampai empat kali latihan tarung, bisa kelihatan bahwa jago kita benar-benar handal. Maka lamanya tiap ronde juga ditambah, hingga mencapai pertarungan selama satu jam, dengan beberapa istirahat singkat. Barulah kemudian sijago dianggap lulus, dan siap ditarungkan di arena profesional guna meniti karir sebagai jagoan sejati.
Manakala jago kita sedang mencapai puncak kejayaannya, sebaiknya siapkanlah untuknya seekor babon (ayam bangkok betina) yang bagus. Biarkan mereka memadu kasih dan menghasilkan keturunan yang meyakinkan mutunya. Ayam jago memang harus dikawinkan sebelum ia ditundukkan musuh yang lebih perkasa.

9. Empat Sehat Lima Sempurna

Tentu saja semua orang ingin agar seluruh rangkaian latihan mental dan fisik tersebut menghasilkan jago yang hebat. Tapi keinginan itu hanya tinggal harapan kosong, bila kita tidak memberikan makanan bergizi tinggi sebagai faktor penunjang yang utama. Tidak terlalu mewah. Ransum ayam jago tidak berbeda dengan jatah makan ayam bangkok lainnya. Harus cukup mengandung protein, karbohidrat, dan lemak. Ransum ekstra buat si jago, bisa kita lihat dalam tabel berikut ini :
Diberikan 1 kali dalam Jenis Ransum Banyaknya untuk setiap ekor Keterangan
1 hari Jagung 150 gram Diberikan 2 kali sehari : pagi dan sore
1 hari Dedak / tepung rumah siput 50 gram Diberikan 2 kali sehari : pagi dan sore
2 hari Kacang hijau 50 gram Diberikan pada pagi hari dan sore hari
2 hari Cairan susu 10 cc Diberikan setiap pagi hari
2 – 3 hari Daging cincang (kambing atau sapi) 30 gram Diberikan pada pagi hari sebalum makan kacang hijau atau jagung atau makanan lainnya
Telur ayam 1 – 2 butir Diberikan pada pagi hari sebalum makan kacang hijau atau jagung atau makanan lainnya

Catatan : Ransum jitu ini diberikan pada ayam usia 4 bulan ke atas. Tetapi, umumnya, setiap pemelihara ayam jago bangkok mempunyai resep sendiri, untuk ransum ekstra ini.

Sumber: https://gurupendidikan.org/