Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Umum

Cluster Sampling (Area Sampling)

Cluster Sampling (Area Sampling)

Cluster Sampling (Area Sampling)

Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang diteliti atau sumber data sangat luas, misalnya penduduk dari suatu negara, propinsi atau kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya berdasarkan daerah populasi yaang telah ditetapkan.

Misalnya, di Indonesia terdapat 30 propinsi, dan sampelnya akan menggunakan 15 propinsi, maka pengambilan 15 propinsi itu itu dilakukan secara random. Tetapi perlu diingat, karena propinsi-propinsi di Indonesia itu berstrata (tidak sama) maka pengambilan sampelnya perlu menggunakan stratified random sampling. Propinsi di Indonesia ada yang penduduknya padat, ada yang tidak, ada yang mempunyai hutan banyak ada yang tidak, ada yang kaya bahan tambang, ada yang tidak. Karakteristik semacam ini perlu diperhatikan sehingga pengambilan sampel menurut strata populasi itu dapat ditetapkan.

Teknik sampling daerah ini sering digunakan melalui 2 tahap, yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah, dan tahap berikutnya menentukan orang-orang yang ada pada daerah itu secara sampling juga.[9][9]

Non Probability Sampling (Non Random Sampling)

Non Probability Sampling (Non Random Sampling) merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel penelitian, atau pengambilan sampel yang dipilih dengan non random, biasanya disebut dengan sampel tetap (fixed).[10][10]

Pada teknik ini, yang diteliti hanya individu-individu atau kelompok- kelompok yang kebetulan dijumpai saja. Misalnya dalam bidang sosial, pendapat umum diteliti dari orang-orang yang kebetulan dijumpai  dipinggir jalan, toko, atau ditempat-tempat yang dapat dicapai dengan mudah. Sudah tentu generalisasi dari non random sampling tidak dapat memberikan taraf keyakinan yang tinggi kecuali apabila peneliti beranggapan atau dapat membuktikan bahwa populasi penelitian yang diteliti relatif sangat homogen. Oleh karena itu peneliti perlu berhati-hati dalam menarik garis generalisasi dari sampel non random ini.[11][11]

Teknik ini terdiri dari beberapa macam, antara lain:

  1. Sampling Sistematis

Sampling Sistematis adalah teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara sistematis berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Misalnya, anggota populasi yang terdiri dari 100 orang. Dari semua anggota  itu diberi nomor urut, yaitu nomor 1 sampai 100. Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor  ganjil saja, genap saja atau kelipatan dari bilangan tertentu, misalnya kelipatan dari bilangan lima. Untuk ini maka yang diambil sebagai sampel adalah nomor 1, 5, 10, 15, 20 dan seterusnya sampai 100.

  1. Sampling Kuota

Sampling Kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang di inginkan. Sebagai contoh, akan melakukan penelitian tentang pendapat masyarakat terhadap pelayanan masyarakat dalam unsur Ijin Mendirikan Bangunan. Jumlah sampel yang ditentukan 500 orang, kalau pengumpulan data belum didasarkan pada 500 orang tersebut, maka penelitian dipandang belum selesai, karena belum memenuhi kuota yang ditentukan.

  1. Macam-Macam Teknik Random Sampling
  2. Probability Sampling dan Non Probability Sampling.
  3. Kondisi Indonesia Pasca Pengakuan Kedaulatan
Categories:
Umum
You Might Also Like