Guru Takkan Terganti Oleh Teknologi

Guru Takkan Terganti Oleh Teknologi

 

Guru Takkan Terganti Oleh Teknologi

Dalam revolui industri 4.0, pekerjaan manusia banyak digantikan oleh kecanggihan teknologi

Namun tidak untuk profesi guru. Melalui kebijakan pendidikan nasional, guru harus mampu menerapkan pendidikan karakter kepada peserta didik, sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh teknologi.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat Wilayah VII

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat Wilayah VII, Hasan Rahadian Husein dalam acara Pendampingan Implementasi Pendidikan Berbasis Nilai dan Kegiatan Penyusunan Bahan Ajar dan Penilaian untuk Guru SLB Gugus Kota Bandung di SLB A Kota Bandung Rabu, (16/1/2019). Dia menjelaskan ada tiga hal yang harus dicapai dalam rangka optimalisasi peran guru.

Pertama, menguasai subtansi yang akan diajarkan kepada siswa dan ditunjang oleh jenjang pendidikan yang guru tersebut jalani. “Kita ingin guru di Bandung dan Cimahi secara kualifikasi tak ada satu pun yang tamatannya di bawah S1,” tuturnya.

Pembeharuan di berbagai aspek pendidikan

Selanjutnya adalah meningkatkan kompetensi guru dengan melakukan pembeharuan di berbagai aspek pendidikan, baik kurikulum, bahan ajar, maupun metedologi pendidikan. “Kurikulum dan metedologi sering berubah dari masa ke masa, kita juga harus melalukan pembaharuan sebagai tenaga pendidik,” tambahnya.

Terakhir adalah implementasi pendidikan yang berfokus pada pendidikan karakter

Menurutnya, guru adalah bagian penting dalam pendidikan karakter, sehingga kompetensi yang dimiliki lebih dari pemberian bahan ajar kepada siswa. Hal tersebut pun di dukung Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang meluncurkan program Jabar Masagi.

“Kita harus implementasikan pendidikan karakter, terlebih di dukug oleh program Jabar Masagi yang mengajak pelajar cinta agama, cinta budaya, cinta negara dan cinta lingkungan. Kita harus berkolaborasi untuk mewujudkan visi tersebut,” katanya.

 

Artikel Terkait: