Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Tak Berkategori

  Karakter kaum Ahlussunnah Waljamaah

  Karakter kaum Ahlussunnah Waljamaah

  Karakter kaum Ahlussunnah Waljamaah

Karakter kemasyarakatan yang digariskan oleh para ulama’ NU selalu identik dan segaris dengan karakter masyarakat yang digariskan oleh para ulama Ahlussunnah Waljamaah

Ada lima istilah yang diambil dari Al-Qur’an maupun Al-hadits dalam menggambarkkaan karakteristik Ahlussunnah Waljamaah, yakni

  1. At-Tawasuth

Berarti pertengahan maksudnya menempatkan diri antara dua kutub dalam berbagai masalah dan keadaan untuk mencapai kebenaran serta menghindari keterlanjutan ke kiri atau ke kanan secara berlebihan. Hal ini didasarkan pada firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 143.

وَكَذَٰلِكَ جَعَلۡنَٰكُمۡ أُمَّةٗ وَسَطٗا لِّتَكُونُواْ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيۡكُمۡ شَهِيدٗاۗ

Artinya :” dan demikian kami telah menjadikan kamu umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia dan Rosul (Muhammad) menjadi saksi atas kamu.”

  1. Al-I’tidal

Berarti tegak lurus, tidak condong ke kanan dan tidak condong ke kiri. I’tidal juga berlaku adil, tidak berpihak kecuali pada yang benar yang harus dibela. Kata I’tidal diambil dari kata adu pada surat Al-Maidah ayat 8.

ۚ ٱعۡدِلُواْ هُوَ أَقۡرَبُ لِلتَّقۡوَىٰۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ

Artinya : “Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

  1. At-Tasamuh

Berarti sikap toleran kepada pihak lain, lapang dada, mengerti dan menghargai sikap pendirian dan kepentingan pihak lain, tanpa mengorbankan penndirian dan harga diri, bersedia berbeda pendapat, baik dalam masalah keagamaan maupun masalah kebangsaan, kemasyarakatan dan kebudayaan.

Berdasarkan surat Al-Kafirun ayat 1-6

قُلۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡكَٰفِرُونَ )١ ( لَآ أَعۡبُدُ مَا تَعۡبُدُونَ )٢ ( وَلَآ أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ )٣ ( وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٞ مَّا عَبَدتُّمۡ )٤ (وَلَآ أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ )٥ ( لَكُمۡ دِينُكُمۡ وَلِيَ دِينِ) ٦ (

Artinya : “Katakanlah: “Hai orang-orang kafir Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”

  1. At-Tawazun

Berarti keseimbangan, tidak berat sebelah, tidak berlebihan satu unsur atau kekurangan unsur lain. Kata Tawazun diambil dari kata Al-Waznu atau Mizan dari surat Al-Hadid ayat 25

لَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا رُسُلَنَا بِٱلۡبَيِّنَٰتِ وَأَنزَلۡنَا مَعَهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡمِيزَانَ لِيَقُومَ ٱلنَّاسُ بِٱلۡقِسۡطِ

Artinya : “Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.”

  1. Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Artinya selalu memiliki kepekaan untuj mendorong perbuatan baik dan bermanfaat bagi kehidupan bersama, serta menolak dan mencegah sikap perilaku yang tidak baik yang dapat menjerumuskan dan merendahkan martabat kehidupan manusia.

Dengan lima ciri aswaja diatas, kehidupan umat Islam (khususnya NU) diharapkan dapat terpelihara dengan baik dan terjalin secara harmonis, baik dalam kegiatan berorganisasi maupun dalam kehidupan bemasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Hal ini sesuai dengan firman Allah sal Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 110

كُنتُمۡ خَيۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِۗ

Artinya : “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma´ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.”

sumbe r:

The Last Commando II 3.0 Apk + Mod for android

Categories:
Tak Berkategori
You Might Also Like