Kehidupan Ekonomi dan Sosial Budaya Kerajaan Singasari

Kehidupan Ekonomi dan Sosial Budaya Kerajaan Singasari

Kehidupan Ekonomi dan Sosial Budaya Kerajaan Singasari

Kehidupan Ekonomi dan Sosial Budaya Kerajaan Singasari
Kehidupan Ekonomi dan Sosial Budaya Kerajaan Singasari

KEHIDUPAN EKONOMI

Tidak banyak sumber prasasti dan informasi dari negeri absurd yang sanggup memberi keterangan secara terperinci kehidupan perekonomian rakyat Singasari. Akan tetapi, berdasarkan analisis bahwa pusat Kerajaan Singasari berada di sekitar Lembah Sungai Brantas sanggup diduga bahwa rakyat Singasari banyak menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian. Keadaan itu juga didukung oleh hasil bumi yang melimpah sehingga menjadikan Raja Kertanegara memperluas wilayah terutama tempat-tempat yang strategis untuk kemudian lintas perdagangan.

Keberadaan Sungai Brantas sanggup juga dipakai sebagai sarana kemudian lintas perdagangan dari wilayah pedalaman dengan dunia luar. Dengan demikian, perdagangan juga menjadi andalan bagi pengembangan perekonomian Kerajaan Singasari.

KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA

Peninggalan kebudayaan Kerajaan Singasari, antara lain berupa prasasti, candi, dan patung. Candi peninggalan Kerajaan Singasari, antara lain Candi Jago, Candi Kidal, dan Candi Singasari. Adapun patung-patung yang berhasil ditemukan sebagai hasil kebudayaan Kerajaan Singasari, antara lain Patung Ken Dedes sebagai Dewi Prajnaparamita lambang dewi kesuburan dan Patung Kertanegara sebagai Amoghapasa.

Rakyat Singasari

Rakyat Singasari mengalami pasang surut kehidupan semenjak zaman Ken Arok hingga masa pemerintahan Wisnuwardhana. Pada masa-masa pemerintahan Ken Arok, kehidupan sosial masyarakat sangat terjamin. Kemakmuran dan keteraturan kehidupan sosial masyarakat Singasari kemungkinan yang menjadikan para brahmana meminta proteksi kepada Ken Arok ataskekejaman rajanya.

Akan tetapi, pada masa pemerintahan Anusapati kehidupan masyarakat mulai terabaikan. Hal itu disebabkan raja sangat gemar menyabung ayam hingga melupakan pembangunan kerajaan.

Keadaan Rakyat

Keadaan rakyat Singasari mulai berangsur-angsur membaik sehabis Wisnuwardhana naik takhta Singasari. Kemakmuran makin sanggup dirasakan rakyat Singasari sehabis Kertanegara menjadi raja. Pada masa pemerintahan Kertanegara, kerajaan dibangun dengan baik. Dengan demikian, rakyat sanggup hidup kondusif dan sejahtera.

Dengan kerja keras dan perjuangan yang tidak henti-henti, impian Kertanegara ingin menyatukan seluruh wilayah Nusantara di bawah naungan Singasari tercapai juga walaupun belum sempurna. Daerah kekuasaannya, mencakup Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Melayu, Semenanjung Malaka, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

Demikianlah penjelasan mengenai Kehidupan Ekonomi dan Sosial Budaya Kerajaan Singasari. Terimakasih

Baca Juga: