Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Agama

Masalah Khilafiyah Pada Masa Imam Mujtahid

Masalah Khilafiyah Pada Masa Imam Mujtahid

Masalah Khilafiyah Pada Masa Imam Mujtahid

Masalah Khilafiyah Pada Masa Imam Mujtahid

Latar belakang khilafah pada masa Mujtahid

ini didahului dengan pecahnya umat Islam menjadi tiga golongan yakni Khawarij, Syi’ah dan Jumhur Muslimin.

Pengelompokan tersebut membawa akibat yang sangat luas didalam pertumbuhan hukum Islam. Terutama didalam masalah fiqih yang diwarnai golongan-golongan tersebut. Masing-masing kelompok membuat gaya fiqih sendiri untuk mempertahankan pendapatnya.
Misalnya golongan Khawarij berpendapat:

a. Pemerintah yang diakui oleh mereka ialah yang dipilih kaum muslimin, walaupun bukan dari golongan Quraisy. Apabila pilihan ini jatuh pada seseorang maka wajib menerimanya. Kalau ternyata dia bertindak dhalim wajiblah dipecat.

b. Amal ibadah berupa shalat, puasa, zakat dan haji adalah salah satu rukun islam. Oleh karena itu tidak dianggap iman seseorang yang hanya dengan tasdik di hati dan ikrar di lidah jika tidak disertai amal perbuatan.

Golongan Syi’ah juga mengeluarkan pendapat, antara lain

a. Tafsiran al-Qur’an yang dijadikan pegangan mereka ialah apa-apa yang sudah disetujui atau dibenarkan oleh imam-imam mereka. Karena menurut mereka al-Qur’an itu mempunyai arti dhahir dan bathin. Yang diketahui oleh umum adalah arti yang dhahir. Sedangkan arti batin hanya dapat diketahui oleh imam-imam mereka.

b. Hadist-hadist yang dipandang sah ialah hadist-hadist yang diriwayatkan oleh imam-imam mereka.

c. Masalah ijma’, mereka bersedia memakainya dengan syarat imam mereka ikut didalamnya.tanpa ikut sertanya imam mereka ijma’ tidak dianggap hujjah oleh mereka, karena pendapat orang banyak sama saja dengan pendapat perseorangan.

d. Mereka memandang bahwa nikah mut’ah itu halal dalam agama islam sampai hari kiamat. Bahkan mereka memandang bahwa nikah itu adalah suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.

e. Mereka memandang tidak syah perkawinan seorang muslim dengan perempuan kafir kitabi.
Sedangakn dari kelompok jumhur kaum muslimin didalam melahirkan hukum islam itu terbagi menjadi dua golongan, yaitu:

a. Golongan yang terpengaruh kepada cara berfikir ulama’ Hijaz.
Ulama’ Hijaz didalam berfatwa terpengaruh cara berfikir Ibnu Abbas dan Ibnu Umar ynag keduanya adalah sahabat Nabi yang sangat berpegang kepada nash dan jika terpaksa sekali baru mau menggunakan ra’yu atau ma’qul nash (ketika menghadapi suatu perkara yang sudah terjadi yang tidak ada nashnya).

b. Golongan yang terpengaruh cara berfikir ulama’ Irak.
Adapun golongan ulama’ Irak dalam memberikan fatwa mereka adalah sangat terpengaruh oleh cara berfikir Syayidina Umar, Syayidina Ali dan Ibnu Mas’ud. Mereka ini adalah sahabat Nabi yang terkenal terlalu banyak menggunakan ra’yu.
Sesuai denagn perkembangan situasi pada saat imam-imam Mujtahid ini maka masalah khilafiyah lebih meluas dan mencakup masalah Ushul (dasar hukum).

Baca Juga:

Categories:
Agama
You Might Also Like