Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

pendidikan

Menikah mendatangkan Rahmat dan Rizki KaruniaNya.

Menikah mendatangkan Rahmat dan Rizki KaruniaNya.

Menikah mendatangkan Rahmat dan Rizki KaruniaNya

Menikah mendatangkan Rahmat dan Rizki KaruniaNya.

Sebagian orang menduga bahwa hidup berumah tangga akan mengakibatkan pengeluaran yang lebih besar dibanding hidup melajang. Hal ini tidak sepenuhnya benar karena pengeluaran yang dikelola seorang isteri biasanya lebih terarah dan lebih hemat. Isteri umumnya lebih tahu dimana barang kebutuhan dijual lebih murah, bagaimana menghemat pengeluaran untuk menyediakan makan dengan memasak sendiri serta suami lebih sedikit keluar rumah untuk tujuan yang kurang bermanfaat dan sebagainya. Bahkan bagi mereka yang belum mampu finansial atau merasa miskin Allah swt. menjanjikan pemberian rizki bagi kelangsungan hidup berumah tangga sebagai karuniaNya atas usaha untuk menjaga kehormatannya melalui pernikahan.

Dalam surat An Nahl ayat 72, Allah swt. berfirman:

“Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, dan menjadikan bagimu dari isteri-isterimu itu anak- cucu, dan memberimu rizki dari yang baik-baik”.

Diatas segalanya keuntungan terbesar dari pernikahan dibanding sewaktu masih sendirian adalah meningkatnya pahala ibadah, shalat berjamaah suami isteri membuahkan pahala duapuluh tujuh kali dibanding shalat sendirian. Saling membangunkan untuk melaksanakan shalat tahajud merupakan kebajikan tersendiri disamping karunia dan berbagi macam keutamaan yang dijanjikan Allah swt. bagi mereka yang melaksanakannya. Suasana bulan Ramadhan terasa lebih nikmat dan indah bersama keluarga dalam sebuah rumah tangga terlebih bila sudah dikaruniai anak yang kadang ikut meramaikan suasana makan sahur.

Seorang suami yang bekerja untuk kelangsungan hidup keluarganya atau seorang isteri yang mempersiapkan makanan serta pakaian bersih untuk suami dan anaknya, akan memperoleh tambahan semangat bila memperoleh rasa atau ucapan terima kasih atas jerih payahnya.

Tanpa disadari terjadi proses multiplier yang disebabkan oleh bertambahnya kekuatan motivasi ‘client dan server’ dalam mekanisme saling melayani hingga produktivitas keluarga dalam berbagai aspeknya semakin meningkat seiring do’a dan dzikir yang terus menerus dipanjatkan ke hadiratNya.

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian (laki-laki yang belum beristeri dan perempuan yang belum bersuami) diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-sahayamu yang laki-laki dan perempuan . Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karuniaNya, Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui (Surat An Nur ayat 32).

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits dari Anas r.a, yang menceriterakan kunjungan tiga orang laki-laki menghadap Rasulullah saw. bertanya tentang amal dan ibadah beliau. Mereka kemudian menafsirkan penjelasan Rasulullah saw. secara kurang proporsional dan berkata: “Bagaimana dengan kita ini? Beliau telah diampuni dosanya, baik yang lampau maupun yang akan datang”. Satu persatu dari mereka memberi tanggapan: “Saya akan shalat tahajud sepanjang malam”. Lainnya berkata: “Kalau begitu saya akan berpuasa sepanjang tahun tanpa berhenti”. “Kalau saya akan menjauhi wanita, dan tidak akan kawin untuk selama-lamanya”.

Menganggapi persepsi yang kurang tepat itu, Rasulullah saw. bersabda:

“Kalian berkata begitu, ketahuilah, demi Allah, saya adalah orang yang paling takut kepada Allah diantara kalian dan yang paling takwa kepadaNya, tetapi saya berpuasa dan kadang-kadang tidak berpuasa; saya shalat dan saya tidur, saya juga kawin dengan perempuan. Orang yang tidak suka dengan sunnahku dia bukan pengikutku”.

Sumber : https://galleta.co.id/

Categories:
pendidikan
You Might Also Like