Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Perkebunan

Metode Simulasi

Metode Simulasi

Metode Simulasi

Metode Simulasi

Metode simulasi adalah bentuk metode praktek yang sifatnya untukmengembangkan ketermpilan peserta belajar (keterampilan mental maupunfisik/teknis). Metode ini memindahkan suatu situasi yang nyata ke dalam kegiatan atau ruang belajar karena adanya kesulitan untuk melakukan praktek didalam situasi yang sesungguhnya. Misalnya: sebelum melakukan praktek penerbangan, seorang siswa sekolah penerbangan melakukan simulasi penerbangan terlebih dahulu (belum benar-benar terbang). Situasi yang dihadapi dalam simulasi ini harus dibuat seperti benar-benar merupakan keadaan yang sebenarnya (replikasi kenyataan).Contoh lainnya, dalam sebuah pelatihan fasilitasi, seorang peserta melakukan simulasi suatu metode belajar seakan-akan tengah melakukannya bersama kelompok dampingannya. Pendamping lainnya berperan sebagai kelompok dampingan yang benar-benar akan ditemui dalam keseharian peserta (ibu tani, bapak tani, pengurus kelompok, dsb.). Dalamcontoh yang kedua, metode ini memang mirip dengan bermain peran. Tetapi dalam simulasi, peserta lebih banyak berperan sebagai dirinya sendiri saatmelakukan suatu kegiatan/tugas yang benar-benar akan dilakukannya.

  1. Metode Langsung                                                                                      

Metode langsung menekankan tujuan pembelajaran yang berorientasi kepada siswa dan spesifik, mengandung uraian yang jelas tentang situasi penilaian (kondisi evaluasi), dan mengandung tingkat ketercapaian yang diharapkan (kriteria keberhasilan). Untuk merumuskan tujuan pembelajaran pada metode pembelajaran langsung, metode Mager dapat digunakan.Langkah-langkah pada metode pembelajaran langsung.

  1. Pembelajaran dimulai dengan dialog atau humor yang pendek dalam bahasa Indonesia dengan gaya bahasa yang santai dan non formal.
  2. Materi mula-mula disajikan secara lisan dengan gerakan atau isyarat tertentu, dramatisasi dan gambar-gambar.
  3. Tanya jawab berdasarkan bahasa yang dipelajari dengan memberikan contoh untuk merangsang siswa.
  4. Tata bahasa diajarkan secara indukatif.
  5. Kata-kata digunakan dalam percakapan-percakapan.
  6. Siswa yang sudah maju diberikan bacaan sastra untuk pemahaman tetapi bahasa dalam bacaan tidak dianalisis secara struktural atau sistematis dan budaya yang relevan diajarkan secara indukatif.

sumber :
https://hopalleybrew.com/seva-mobil-bekas/

Categories:
Perkebunan
You Might Also Like