Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

pendidikan

Peran Pendidik dalam Proses Belajar-Mengajar

Peran Pendidik dalam Proses Belajar-Mengajar

Peran Pendidik dalam Proses Belajar-Mengajar
Peran Pendidik dalam Proses Belajar-Mengajar

Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Karena Proses belajar-mengajar mengandung serangkaian perbuatan pendidik/guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar-mengajar.

Interaksi dalam peristiwa belajar-mengajar ini memiliki arti yang lebih luas, tidak sekedar hubungan antara guru dengan siswa, tetapi berupa interaksi edukatif. Dalam hal ini bukan hanya penyampaian pesan berupa materi pelajaran, melainkan menanamkan sikap dan nilai pada diri siswa yang sedang belajar.

Peran guru dalam proses belajar-mengajar , guru tidak hanya tampil lagi sebagai pengajar (teacher), seperti fungsinya yang menonjol selama ini, melainkan beralih sebagai pelatih (coach), pembimbing (counselor) dan manager belajar (learning manager). Hal ini sudah sesuai dengan fungsi dari peran guru masa depan. Di mana sebagai pelatih, seorang guru akan berperan mendorong siswanya untuk menguasai alat belajar, memotivasi siswa untuk bekerja keras dan mencapai prestasi setinggi-tingginya.

Kehadiran guru dalam proses belajar mengajar atau pengajaran, masih tetap memegang peranan penting. Peranan guru dalam proses pengajaran belum dapat digantikan oleh mesin, radio, tape recorder ataupun oleh komputer yang paling modern sekalipun. Masih terlalu banyak unsur-unsur manusiawi seperti sikap, sistem, nilai, perasaan, motivasi, kebiasaan dan Iain-lain yang diharapkan merupakan hasil dari proses pengajaran, tidak dapat dicapai melalui alat-alat tersebut. Di sinilah kelebihan manusia dalam hal ini guru dari alat-alat atau teknologi yang diciptakan manusia untuk membantu dan mempermudah kehidupannya.

Namun harus diakui bahwa sebagai akibat dari laju pertumbuhan penduduk yang cepat (di Indonesia 2,0% atau sekitar tiga setengah juta lahir manusia baru dalam satu tahun) dan kemajuan teknologi di lain pihak, di berbagai negara maju bahkan juga di Indonesia, usaha ke arah peningkatan pendidikan terutama menyangkut aspek kuantitas berpaling kepada ilmu dan teknologi.

Misalnya pengajaran melalui radio, pengajaran melalui televisi, sistem belajar jarak jauh melalui sistem modul, mesin mengajar/ komputer, atau bahkan pembelajaran yang menggunak system E-learning (electronic learning) yaitu pembelajaran baik secara formal maupun informal yang dilakukan melalui media elektronik, seperti internet, CD-ROM, video tape, DVD, TV, handphone, PDA, dan lain-lain (Lende, 2004). Akan tetapi, e-learning pembelajaran yang lebih dominan menggunakan internet (berbasis web).

Sungguhpun demikian guru masih tetap diperlukan. Sebagai contoh dalam pengajaran modul, peranan guru sebagai pembimbing belajar justru sangat dipentingkan. Dalam pengajaran melalui radio, guru masih diperlukan terutama dalam menyusun dan mengembangkan disain pengajaran. Demikian halnya dalam pengajaran melalui televisi.

Dengan demikian dalam sistem pengajaran mana pun, guru selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan, hanya peran yang dimainkannya akan berbeda sesuai dengan tuntutan sistem ter­sebut. Dalam pengajaran atau proses belajar mengajar guru memegang peran sebagai sutradara sekaligus aktor. Artinya, pada gurulah tugas dan tanggung jawab merencanakan dan melaksanakan pengajaran di sekolah.

Sebagaimana telah di ungkapkan diatas, bahwa peran seorang guru sangatlah signifikan dalam proses belajar mengajar. Peran guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak hal seperti sebagai pengajar, manajer kelas, supervisor, motivator, konsuler, eksplorator, dsb. Yang akan dikemukakan disini adalah peran yang dianggap paling dominan dan klasifikasi guru sebagai:
1) Demonstrator
2) Manajer/pengelola kelas
3) Mediator/fasilitator
4) Evaluator

Baca juga:

pendidikan

Peran Pendidik dalam Dunia Pendidikan

Peran Pendidik dalam Dunia Pendidikan

Peran Pendidik dalam Dunia Pendidikan
Peran Pendidik dalam Dunia Pendidikan

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 Bab I Pasal 1 ayat 5 bahwa tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Sedangkan menurut ayat 6 Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.

Proses belajar/mengajar adalah fenomena yang kompleks. Segala sesuatunya berarti, setiap kata, pikiran, tindakan, dan asosiasi dan sampai sejauh mana kita mengubah lingkungan, presentasi dan rancangan pengajaran, sejauh itu pula proses belajar berlangsung (Lozanov, 1978).

Dalam hal ini pengaruh dari peran seorang pendidik sangat besar sekali. Di mana keyakinan seorang pendidik atau pengajar akan potensi manusia dan kemampuan semua peserta didik untuk belajar dan berprestasi merupakan suatu hal yang penting diperhatikan. Aspek-aspek teladan mental pendidik atau pengajar berdampak besar terhadap iklim belajar dan pemikiran peserta didik yang diciptakan pengajar. Pengajar harus mampu memahami bahwa perasaan dan sikap peserta didik akan terlihat dan berpengaruh kuat pada proses belajarnya. (Bobbi DePorter : 2001)

Proses pendidikan merupakan totalitas ada bersama pendidik bersama-sama dengan anak didik; juga berwujud totalitas pengarahan menuju ke tujuan pendidikan tertentu, disamping orde normatif guna mengukur kebaikan dan kemanfaatan produk perbuatan mendidik itu sendiri. Maka perbuatan mendidik dan membentuk manusia muda itu amat sukar, tidak boleh dilakukan dengan sembrono atau sambil lalu, tetapi benar-benar harus dilandasi rasa tanggung jawab tinggi dan upaya penuh kearifan.

Barang siapa tidak memperhatikan unsur tanggung jawab moril serta pertimbangan rasional, dan perbuatan mendidiknya dilakukan tanpa refleksi yang arif, berlangsung serampangan asal berbuat saja, dan tidak disadari benar, maka pendidik yang melakukan perbuatan sedemikian adalah orang lalai, tipis moralnya, dan bisa berbahaya secara sosial. Karena itu konsepsi pendidikan yang ditentukan oleh akal budi manusia itu sifatnya juga harus etis.

Tanpa pertanggungjawaban etis ini perbuatan tersebut akan membuahkan kesewenang-wenangan terhadap anak-didiknya. Peran seorang pengajar atau pendidik selain mentransformasikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada anak didik juga bertugas melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Hal ini sesuai dengan UU Republik Indonesia No. 20 Pasal 39 ayat 2. Baca juga: Kata Serapan

Di samping itu merupakan suatu keharusan bagi setiap pendidik yang bertanggung jawab, bahwa di dalam melaksanakan tugasnya harus berbuat dalam cara yang sesuai dengan keadaan peserta didik Di mana selain peran yang telah disebutkan di atas, hal yang perlu dan penting dimiliki oleh pendidik yaitu pendidik harus mengetahui psikologis mengenai peserta didik. Dalam proses pendidikan persoalan psikologis yang relevan pada hakikatnya inti persoalan psikologis terletak pada peserta didik, sebab pendidikan adalah perlakuan pendidik terhadap peserta didik dan secara psikologis perlakuan pendidik tersebut harus selaras mungkin dengan keadaan peserta didik. (Sumardi Suryabrata : 2004)

pendidikan

Tugas dan Peran Guru dalam Proses Belajar-Mengajar

Tugas dan Peran Guru dalam Proses Belajar-Mengajar

Tugas dan Peran Guru dalam Proses Belajar-Mengajar
Tugas dan Peran Guru dalam Proses Belajar-Mengajar

Kegiatan Proses belajar-mengajar meliputi banyak hal sebagaimana yang dikemukakan oleh Adams & Decey dalam Basic Principles Of Student Teaching, antara lain guru sebagai pengajar, pemimpin kelas, pembimbing, pengatur lingkungan, partissipan, ekspeditor, perencana, suvervisor, motivator, penanya, evaluator dan konselor.

Tugas Guru

Guru memiliki tugas yang beragam yang berimplementasi dalam bentuk pengabdian. Tugas tersebut meliputi bidang profesi, bidang kemanusiaan dan bidang kemasyarakatan. Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup dan kehidupan. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan pada siswa.

Tugas guru dalam bidang kemanusiaan adalah memposisikan dirinya sebagai orang tua ke dua. Dimana ia harus menarik simpati dan menjadi idola para siswanya. Adapun yang diberikan atau disampaikan guru hendaklah dapat memotivasi hidupnya terutama dalam belajar. Bila seorang guru berlaku kurang menarik, maka kegagalan awal akan tertanam dalam diri siswa.

Guru adalah posisi yang strategis bagi pemberdayaan dan pembelajaran suatu bangsa yang tidak mungkin digantikan oleh unsur manapun dalam kehidupan sebuah bangsa sejak dahulu. Semakin signifikannya keberadaan guru melaksanakan peran dan tugasnya semakin terjamin terciptanya kehandalan dan terbinanya kesiapan seseorang. Dengan kata lain potret manusia yang akan datang tercermin dari potret guru di masa sekarang dan gerak maju dinamika kehidupan sangat bergantung dari “citra” guru di tengah-tengah masyarakat. Baca juga: PPKI

Peran Seorang Guru

a. Dalam Proses Belajar Mengajar
Sebagaimana telah di ungkapkan diatas, bahwa peran seorang guru sangar signifikan dalam proses belajar mengajar. Peran guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak hal seperti sebagai pengajar, manajer kelas, supervisor, motivator, konsuler, eksplorator, dsb. Yang akan dikemukakan disini adalah peran yang dianggap paling dominan dan klasifikasi guru sebagai:

1) Demonstrator
2) Manajer/pengelola kelas
3) Mediator/fasilitator
4) Evaluator
b. Dalam Pengadministrasian

Dalam hubungannya dengan kegiatan pengadministrasian, seorang guru dapat berperan sebagai:
1) Pengambil insiatif, pengarah dan penilai kegiatan
2) Wakil masyarakat
3) Ahli dalam bidang mata pelajaran
4) Penegak disiplin
5) Pelaksana administrasi pendidikan
c. Sebagai Pribadi

Sebagai dirinya sendiri guru harus berperan sebagai:
1) Petugas sosial
2) Pelajar dan ilmuwan
3) Orang tua
4) Teladan
5) Pengaman
d. Secara Psikologis

Peran guru secara psikologis adalah:
1) Ahli psikologi pendidikan
2) Relationship
3) Catalytic/pembaharu
4) Ahli psikologi perkembangan

pendidikan

Nilai Tinggi Bukan Syarat Utama PPDB Zonasi

Nilai Tinggi Bukan Syarat Utama PPDB Zonasi

Nilai Tinggi Bukan Syarat Utama PPDB Zonasi

Sejumlah daerah memasukkan nilai Ujian Nasional (UN) sebagai salah satu

syarat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan , bahwa nilai UN tidak boleh dijadikan sebagai syarat utama dalam menyeleksi siswa baru.

“Ujian nasional sudah tidak kita jadikan instrumen kelulusan. Bisa saja menjadi salah satu pertimbangan, tapi tidak menjadi satu hal yang wajib,” kata Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Muchlis R.Luddin Pertimbangan jarak antara domisili siswa dengan sekolah dalam zonasi tetap menjadi prioritas utama dalam PPDB. Meski, pendaftar memiliki nilai UN tinggi tetap tak bisa semaunya memilih sekolah yang diinginkan.

Ia tetap saja harus lewat jalur zonasi umum yang sesuai dengan tempat tinggalnya.

“Jangan mentang-mentang anaknya sudah nilai UN tinggi lalu harus masuk di luar zonasi, tidak,” jelas Muchlis. Ia mengingatkan kembali, kebijakan PPDB harus sesuai dengan Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018. Yakni sebanyak 90 persen daya tampung menggunakan seleksi jarak, 5 persen jalur prestasi, dan 5 persem jalur migrasi orangtua.

Pemerintah daerah tidak bisa sembarangan dalam membuat kebijakan tanpa ada alasan

yang tidak rasional. “Pemda membuat skenario teknisnya, tapi tetap tidak boleh melanggar Permendikbud 51 Tahun 2018. Kalaupun ada adjustment yang rasional dan tidak keluar dari prinsip Permendikbud 51,” pungkasnya

 

Baca Juga :

pendidikan

Mendikbud Sebut Skema SNMPTN dengan Kuota tidak Adil

Mendikbud Sebut Skema SNMPTN dengan Kuota tidak Adil

Mendikbud Sebut Skema SNMPTN dengan Kuota tidak Adil

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menuturkan

, kegigihan orangtua mempertahankan sekolah favorit dilakukan karena pertimbangan akan lebih mudah untuk mendapat kesempatan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur undangan atau seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) yang melihat hasil rapor. Apalagi sekolah-sekolah favorit setiap tahun mendapat kuota sangat tinggi.

Menurut Muhadjir, skema SNMPTN dengan kuota ini adalah kebijakan tidak adil

yang seharusnya dihapus. Biarlah anak berjuang sesuai dengan individunya, bukan karena sekolah. Jika memang anak bagus maka meskipun berasal dari sekolah akreditasi C, ia berhak untuk memperebutkan kesempatan masuk SNMPTN, bukan mendapat kesempatan karena berada di sekolah tertentu. Menurut Muhajdir, perlu ada evaluasi menyeluruh agar kebijakan pendidikan sejalan. Sebab, sudah saatnya menghentikan praktik-praktik ketidakadilan. Lanjut dia, orangtua yang ingin anaknya mendapat pendidikan terbaik dan layanan lebih dari kemampuan pemerintah sebaiknya melanjutkan pendidikan sang anak di sekolah swasta. Sebab, negara memberikan fasilitas pendidikan sama kepada seluruh warga masyarakat. Tanpa ada yang mendapat keistimewaan.

Sementara itu, Sekjen Kemdikbud, Didik Suhardi mengatakan, ia dan staf khusus Mendikbud,

Hamid Muhammad, telah melakukan dialog bersama provinsi DKI Jakarta, Jateng, dan beberapa provinsi yang keberatan dengan jalur zonasi. Mereka telah mencapai kesepakatan untuk menerapkan skema penerimaan peserta didik baru (PPDB) sesuai dengan Permendikbud.

Pendapat senada juga disampaikan Hamid. Ia menuturkan, semua provinsi mengikuti Permendikbud tentang PPDB. Dijelaskan dia, provinsi yang sebelumnya menolak dan membuat skema berbeda, setelah dialog ternyata kebijakannnya masih dalam skema PPDB yang dimaksud. Semisalnya, Jawa Tengah yang meminta kuota jalur prestasi ditingkatkan atau DKI yang meminta adanya jalur afirmasi. Semua sebetulnya tidak melanggar Permendikbud. Yang terpenting adalah, calon peserta didik yang diprioritaskan memang benar-benar siswa dalam zona tersebut. Selain itu, sekolah harus fokus memprioritaskan para peserta disabilitas

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/3D5DZ9F

pendidikan

Kemendikbud: Hanya 6.541 Guru Honorer yang Lulus SKD

Kemendikbud: Hanya 6.541 Guru Honorer yang Lulus SKD

Kemendikbud Hanya 6.541 Guru Honorer yang Lulus SKD

Pendaftaran CPNS 2019 nampaknya tak a k a n mengakomodasi honorer K2

usia di atas 35 tahun. Mereka yang usianya tidak memenuhi syarat pendaftaran CPNS disarankan ikut mendaftar seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, menuturkan, guru honorer K2 berjumlah 157.210 orang. Dari angka tersebut, 6.541 orang di antaranya lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada tes CPNS 2018.

Muhadjir pun mempersilakan guru honorer K2 yang memenuhi persyaratan

berkompetisi pada tes CPNS 2019. Yang berusia di atas 35 tahun bisa mengikuti jalur PPPK. “Istilah kami bukan guru honorer, tapi guru pengganti. Saat ini kami membutuhkan sekitar 900.133 guru PNS. Bisa diupayakan jumlahnya kurang dari itu. Caranya, mewajibkan satu guru mengajar dua mata pelajaran,’’ terangnya.

Mengenai soal tes CPNS, Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan

mengatakan, panitia seleksi nasional (panselnas) sedang mengevaluasi soal-soal yang dikeluhkan para peserta dalam seleksi tahun lalu. Meski begitu, tak lantas soal CPNS tahun ini mudah.

“Soal tahun ini memiliki tantangan yang berbeda dari sebelumnya. Istilahnya Kemendikbud dan Kemenristekdikti, bentuk soalnya itu HOTS (high order thinking skill),’’ kata Ridwan

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/37H92C5

Tak Berkategori

Perilaku Konsumen dan Produsen

Perilaku Konsumen dan Produsen

Perilaku Konsumen dan Produsen
PERILAKU KONSUMEN 
Konsumen adalah semua individu yang memakai atau memanfaatkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan. Perilaku konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah pendapatan, selera konsumen, dan harga barang. Perilaku konsumen ini didasarkan pada Teori Perilaku Konsumen yang menjelaskan bahwa bagaimana seseorang dengan pendapatannya dapat membeli berbagai barang dan jasa sehingga tercapai kepuasan tertentu sesuai dengan apa yang diharapkannya.
Ada 2 pendekan untuk memehami / mempelajari perilaku konsumen tersbut, yaitu :
1. Pendekatan Kardinal
2. Pendekatan Ordinal
Asumsi :
Konsumen bersikap rasional, dengan anggaran yang tersedia konsumen berusaha memaksimalkan kepuasannya dari barang yang di konsumsinya.
PENDEKATAN KARDINAL
Kepuasan seorang konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang dapat diukur dengan satuan kepuasa (misal : mata uang). Berlaku hukum tambahan kepuasan yang semakin menurun (The Law Of Diminishing Marginal Utility) yaitu besarnya kepuasan marginal akan selalu menurun dengan bertambahnya jumlah barang yang dikonsumsi terus menerus.
KESIMBANGAN KONSUMEN
Keseimbangan konsumen dapat tercapai jika konsumen memperoleh kepuasan maksimal dari mengkonsumsi suatu barang.
PENDEKATAN ORDINAL
– Kelemahan pendekatan ini terletak pada anggapan yang digunakan bahwa kepuasan konsumen dari mengkonsumsi barang dapat diukur dengan satuan kepuasan. Pada kenyataannya pengukuran semacam ini sulit dilakukan.
– Tingkat kepuasan konsumen di ukur dengan menggunakan kurva indiferensi (kurva yang menunjukan kombinasi jumlah barang yang di konsumsi yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama).
Ciri-ciri kurva indiferens :
– Mempunyai kemiringan yang negatif (konsumen akan mengurangi mengkonsumsi barang yang satu apabila ia ingin menambah jumlah barang lain yang dikonsumsi).
– Cembung ke arah origin, menunjukan adanya perbedaan proporsi jumlah yang harus ia korbankan untuk mengubah kombinasi jumlah masing-masing barang yang dikinsumsi (Marginal Rate of Subtitution).
– Tidak saling berpotongan, tidak mungkin diperoleh kepuasan yang sama pada suatu kurva indiferens yang berbeda.
pendidikan

Rekening Paypal dengan Modus Pencurian Login

Rekening Paypal dengan Modus Pencurian Login

Rekening Paypal dengan Modus Pencurian Login

Untuk melakukan pencurian login dengan modus yang digunakan pada kasus ini tidaklah membutuhkan analisis kriptografi (crypanalityc) dan pengetahuan mengenai bidang informasi yang tinggi. Cukup dengan menjadi orang yang “peka” terhadap kesalahan manusiawi yang sering dilakukan para nasabah. Misalnya hati berniat mengetik http://www.klikbca.com tetapi tangan bergerak lain–mengetik http://www.kilkbca.com. Situs yang terakhir disebutkan sudah ditutup.

Kasus dengan modus yang sama terulang lagi pada kasus http://www.paypalupdate.com. Situs tersebut memiliki antarmuka (antarmuka = interface) yang sama dengan situs www.paypal.com. Paypal adalah sistem transaksi online terbesar yang menggunakan e-mail sebagai “rekening” seseorang. Dengan e-mail yang sudah didaftarkan dan sudah memasukkan data kartu kredit di dalamnya, kita bisa menjadikan Paypal sebagai alat transaksi realtime terpercaya.

Dalam dua kasus tersebut, sang korban bagaikan serangga yang menclok di pinggir daun “lubang maut” tanaman kantong semar. Kantong semar terlihat seperti bunga-bunga biasa yang menjadi ladang nektar bagi para serangga. Korban yang sudah terlanjur menclok, kalau tidak hati-hati bakal kecemplung dan tidak bisa keluar. Saat si korban membuka situs http://www.paypalupdate.com, yang tampilannya mirip www.paypal.com, atau situs http://www.kilkbca.co, yang tampilannya mirip www.klikbca.com, lalu korban yang tak bersalah (kalau bersalah, itu namanya terdakwa!) tersebut memasukkan user name dan password, saat itulah situs “kantong semar” menyimpan user name dan password nasabah. Biasanya, setelah nasabah memasukkan user name dan password, situs “kantong semar” akan membukan situ yang asli sehingga si nasabah/korban hanya merasa dirinya gagal login.

Pencuri login bertujuan mendapatkan identitas diri orang yang loginnya dicuri. Tujuannya bisa bermacam-macam. Ada yang bertujuan mencuri barang/uang miliknya dengan cara mengaku sebagai pemilik barang/uang tersebut (dibuktikan dengan login) atau memberikan informasi yang keliru kepada rekan-rekan korban dengan cara memberi pesan kepada rekan-rekan korban dan mengaku dirinya sebagai korban (bayangkan saya memiliki password email Anda, ………eh,jangan. Ganti, bayang Anda memiliki password email saya. Anda akan bisa berpura-pura menjadi saya di dunia maya.

Ada contoh situs yang tampilannya mirip sekali dengan www.friendster.com, situsnya http://profile.frendster.name. Sayangnya situs-situs ini tidak berumur panjang (kok disayangkan???……..kan harusnya bersyukur??! Maksud saya biar ada yang bisa jadi contoh beneran).

Ya, begitulah. Pencurian jati diri di dunia ghaib (maya kan mirip sama ghaib) bisa menjadi hal yang vital kalau aspek-aspek kehidupan kita sudah tidak bisa lepas lagi dari dunia itu.

 

Kesimpulan :

Dari contoh artikel diatas ternyata banyak sekali tindakan criminal untuk mencuri, dan celakanya pencurian didunia maya ini sangat berbeda dengan di dunia nyata. Dalam dunia maya kita tidak akan sadar bahwa uang kita telah dicuri. Kita baru sadar jika kita menghitung ulang saldo  kita ternyata saldo kita telah berkurang. Dan biasanya si pencuri itu juga susah untuk dilacak, karena merupakan jaringan global. Karena beda Negara maka polisi akan sangat merasa kesulitan untuk melacaknya, misalnya si pencuri yang warga Negara amerika mencuri uang warga Negara Indonesia maka polisi Indonesia akan merasa kesulitan untuk melacak orang tersebut, karena beda Negara, pencuri local saja sulit untuk dilacak apalagi pencuri internasional.

Saran :

Berdasarkan kesimpulan di atas saya memberikan saran sebagai berikut :

1. Periksalah terlebih dahulu dengan teliti url yang anda ketik sudah benarkah url yang dimaksud

2. Jangan menggunakan password yang mudah ditebak seperti tanggal lahir, nama pacar, nama anak dll.

3. Gunakan password yang tidak bermakna dan merupakan kombinasi angka dan huruf kalau bisa password yang tidak bisa di baca misalnya “D3WSKP0”. Jadi mau tidak mau anda harus menghapal password tersebut.

4. Gantilah password anda secara berkala misalnya seminggu sekali ataupun sebulan sekali dan  tentunya password yang tidak bermakna, jadi setiap minggu atau setiap bulan anda harus menghafal password anda.

5. Jika anda males menghafal anda bisa mencatatnya di notepad anda dan jangan sampai lupa file tersebut harus di zip dengan winzip atau winrar dan beri password pada file zipnya. Sehingga jika anda mau membuka file zip akan dipinta password.

Sumber : https://fascinasiansblog.com/

pendidikan

UUD TENTANG PENDAFTARAN HAK CIPTA

UUD TENTANG PENDAFTARAN HAK CIPTA

UUD TENTANG PENDAFTARAN HAK CIPTA

PENDAFTARAN CIPTAAN

Pasal 35

(1) Direktorat Jenderal menyelenggarakan pendaftaran Ciptaan dan dicatat dalam Daftar

Umum Ciptaan.

(2) Daftar Umum Ciptaan tersebut dapat dilihat oleh setiap orang, tanpa dikenai biaya.

(3) Setiap orang dapat memperoleh untuk dirinya sendiri suatu petikan dari Daftar Umum

Ciptaan tersebut dengan dikenai biaya.

(4) Ketentuan tentang pendaftaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak merupakan

kewajiban untuk mendapatkan Hak Cipta.

Pasal 36

Pendaftaran Ciptaan dalam Daftar Umum Ciptaan tidak mengandung arti sebagai

pengesahan atas isi, arti, maksud, atau bentuk dari Ciptaan yang didaftar.

Pasal 37

(1) Pendaftaran Ciptaan dalam Daftar Umum Ciptaan dilakukan atas Permohonan yang

diajukan oleh Pencipta atau oleh Pemegang Hak Cipta atau Kuasa.

(2) Permohonan diajukan kepada Direktorat Jenderal dengan surat rangkap 2 (dua) yang

ditulis dalam bahasa Indonesia dan disertai contoh Ciptaan atau penggantinya dengan

dikenai biaya.

(3) Terhadap Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Direktorat Jenderal akan

memberikan keputusan paling lama 9 (sembilan) bulan terhitung sejak tanggal

diterimanya Permohonan secara lengkap.

(4) Kuasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah konsultan yang terdaftar pada

Direktorat Jenderal.

(5) Ketentuan mengenai syarat-syarat dan tata cara untuk dapat diangkat dan terdaftar

sebagai konsultan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diatur lebih lanjut dalam

Peraturan Pemerintah.

(6) Ketentuan lebih lanjut tentang syarat dan tata cara Permohonan ditetapkan dengan

Keputusan Presiden.

Pasal 38

Dalam hal Permohonan diajukan oleh lebih dari seorang atau suatu badan hukum yang

secara bersama-sama berhak atas suatu Ciptaan, Permohonan tersebut dilampiri salinan

resmi akta atau keterangan tertulis yang membuktikan hak tersebut.

Pasal 39

Dalam Daftar Umum Ciptaan dimuat, antara lain:

a. nama Pencipta dan Pemegang Hak Cipta;

b. tanggal penerimaan surat Permohonan;

c. tanggal lengkapnya persyaratan menurut Pasal 37; dan

d. nomor pendaftaran Ciptaan.

Pasal 40

(1) Pendaftaran Ciptaan dianggap telah dilakukan pada saat diterimanya Permohonan

oleh Direktorat Jenderal dengan lengkap menurut Pasal 37, atau pada saat diterimanya

Permohonan dengan lengkap menurut Pasal 37 dan Pasal 38 jika Permohonan

diajukan oleh lebih dari seorang atau satu badan hukum sebagaimana dimaksud dalam

Pasal 38.

(2) Pendaftaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diumumkan dalam Berita Resmi

Ciptaan oleh Direktorat Jenderal.

Pasal 41

(1) Pemindahan hak atas pendaftaran Ciptaan, yang terdaftar menurut Pasal 39 yang

terdaftar dalam satu nomor, hanya diperkenankan jika seluruh Ciptaan yang terdaftar

itu dipindahkan haknya kepada penerima hak.

(2) Pemindahan hak tersebut dicatat dalam Daftar Umum Ciptaan atas permohonan

tertulis dari kedua belah pihak atau dari penerima hak dengan dikenai biaya.

(3) Pencatatan pemindahan hak tersebut diumumkan dalam Berita Resmi Ciptaan oleh

Direktorat Jenderal.

Pasal 42

Dalam hal Ciptaan didaftar menurut Pasal 37 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasa139, pihak

lain yang menurut Pasal 2 berhak atas Hak Cipta dapat mengajukan gugatan pembatalan

melalui Pengadilan Niaga.

Pasal 43

(1) Perubahan nama dan/atau perubahan alamat orang atau badan hukum yang namanya

tercatat dalam daftar Umum Ciptaan sebagai Pencipta atau Pemegang Hak Cipta,

dicatat dalam Daftar Umum Ciptaan atas permintaan tertulis Pencipta atau Pemegang

Hak Cipta yang mempunyai nama dan alamat itu dengan dikenai biaya.

(2) Perubahan nama dan/atau perubahan alamat tersebut diumumkan dalam Berita Resmi

Ciptaan oleh Direktorat Jenderal.

Pasal 44

Kekuatan hukum dari suatu pendaftaran Ciptaan hapus karena:

a. penghapusan atas permohonan orang atau badan hukum yang namanya tercatat

sebagai Pencipta atau Pemegang Hak Cipta;

b. lampau waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29, Pasal 30, dan, Pasal 31 dengan

mengingat Pasal 32;

c. dinyatakan batal oleh putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum

Sumber : https://usgsprojects.org/

 

pendidikan

Payakumbuh Jalin Kerjasama dengan STP Sahid Jakarta

Payakumbuh Jalin Kerjasama dengan STP Sahid Jakarta

Wakil Walikota Payakumbuh Drs.H. Suwandel Muchtar, mengatakan, Pemko Payakumbuh akan menjalin kerjasama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Sahid Jakarta, sehubungan minimnya sumber daya manusia dibidang kepariwisataan.

“Kedua pihak sepakat untuk memajukan pendidikan kepariwisataan. Kota Payakumbuh akan menjadi pilot projec dalam melahirkan SDM pariwisata Sumatera Barat ke depan, “ujar Wawako Suwandel Muchtar dalam acara di aula SMKN 3 Payakumbuh, Senin (30/5).

Dijelaskan Suwandel Muctar kerjasama Pemko Payakumbuh dengan STP ini untuk mendorong putera-puteri kita untuk melanjutkan pendidikan di STP Jakarta. “Mereka yang bekerja di perhotelan, dikatakan, sosok yang benar-benar amanah dan punya kejujuran yang tinggi. Mereka adalah insan yang dekat dengan Allah SWT, “ujar Wawako Payakumbuh.

Di antara pasal yang diatur dalam nota kesepahaman, dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan SDM di Payakumbuh, pihak STP Sahid melaksanakan program beasiswa pendidikan dan pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan SDM.

Penandatangan kesepakan bersama antara Pemko Payakumbuh dengan STP Sahid Jakarta itu, ditandatangani Walikota H. Riza Falepi, setelah diparaf Wakil Walikota H. Suwandel Muchtar dan Ketua STP Sahid Jakarta, Ir. Kusmayadi, MM,

Lebih kurang seratusan orang tua pelajar SMKN 3, para kepala sekolah, ikut dihadirkan menyaksikan

penandatanganan nota kesepahaman dimaksud. Juga hadir Kepala Bappeda H. Rida Ananda, Kadisdik H. Hasan Basri Sy, Kadisparpora Syahnadel Khairi, dua Staf Ahli Walikota Hj. Ruslayetti, Edvidel, serta sejumlah pejabat eseloan II dan III lainnya.

Sementara itu, dalam acara yang cukup bersejarah tersebut, dari pihak Sahid juga hadir sejumlah petinggi Yayasan Sahid Jaya 1977, seperti Direktur Eksekutif Prof. Dr. Ir. Kohar Sulistyadi, MSIE dan Deputy Direktur Eksekutif Bidang Pengembangan Yayasan Kesejahteraan, Pendidikan dan Sosial Sahid Jaya, Dr. Yohanes Sulisyadi, SP, M.Pd.

Ke depan, untuk melahirkan tenaga yang profesional di bidang pendidikan kepariwisataan, pihak STP

Sahid akan memberikan beasiswa kepada pelajar berprestasi yang ingin melanjutkan pendidikan di STP Sahid. Selain itu, Yayasan Sahid Jaya 1977, juga membuka peluang bagi pelajar di Payakumbuh, terutama sisawa SMKN 3 untuk magang di seluruh perusahaan yang berada di bawah yayasannya.

Seperti disampaikan Ketua STP Sahid Jakarta, Kusmayadi, bagi pelajar yang magang di STP Sahid

termasuk di Hotel Sahid Jaya Jakarta, akan diberikan sertifikat yang diakui seluruh hotel berbintang di negara-negara Asean. Terhadap, pelajar yang punya sertifikat dari Yayasan Sahid Jaya, bakal mudah mendapatkan kesempatan kerja di negara Asean dimaksud.

Baca Juga :