Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Agama

Tata Cara dan Surat Yang Dibaca Sholat Tarawih

Tata Cara dan Surat Yang Dibaca Sholat Tarawih

Tata Cara dan Surat Yang Dibaca Sholat Tarawih
Tata Cara dan Surat Yang Dibaca Sholat Tarawih

Surat Yang Dibaca Pada Shalat Tarawih

Malam Tanggal 1 sampai pertengahan Ramadhan
Setiap rakaat pertama dibaca 1 surat dari surat-surat berikut secara berurutan yaitu :
At-Takaatsur
Al-Ashr
Al-Fiil
Quraisy
Al-Maa;uun
Al-Kautsar
Al-Kaafiruun
An-Nashr
Al-Lahab
Sedangkan setiap rakaat yang kedua membaca surat Al-Ikhlas
Malam Pertengahan Sampai Akhir Ramadhan
Setiap Rakaat pertama membaca surat Al-qadr
Sedangkan Setiap rakaat Kedua dibaca 1 surat dari surat-surat berikut secara berurutan yaitu :
At-Takaatsur
Al-Ashr
Al-Fiil
Quraisy
Al-Maa;uun
Al-Kautsar
Al-Kaafiruun
An-Nashr
Al-Lahab

Tata Cara Mengerjakan Shalat Tarawih

Tiap-tiap dua rakaat diakhiri dengan salam, setelah selesai shalat tarawih hendaknya diteruskan dengan shalat witir, sekurang kurannya satu rakaat. Umumnya shalat witir dikerjakan tiga raka’at dengan dua salam dan boleh juga dikerjakan tiga raka’at satu salam.

Sebaiknya mengikuti tata cara sholat tarawih sesuai yang dilakukan imam. Kalau imam sholat 8 rakaat + 3 rakaat witir, makmum mengikuti itu. Bila ia ingin menambahi jumlah rakaat, sebaiknya dilakukan di rumah. Kalau imam melaksanakan sholat 20 rakaat maka sebaiknya mengikutinya. Bila ia ingin hanya melaksanakan 8 rakaat, maka hendaknya ia undur diri dari jamaah dengan tenang agar tidak mengganggu jamaah yang masih melanjutkan sholat tarawih. Ia bisa langsung pulang atau menunggu di masjid sambil membaca al-Qur’an dengan lirih dan tidak mengganggu jamaah yang sedang sholat.

Disunnahkan membaca Doa Qunut di shalat witir yang 1 rakaat, pada malam ke 15 bulan ramadhan.

Bagi yang berniat untuk sholat malam (tahajud) dan yakin akan bangun malam, sebaiknya undur diri dengan tenang (agar tidak mengganggu yang masih sholat witir) pada saat imam mulai melaksanakan sholat witir. Malam harinya ia bisa melaksanakan sholat witir setelah tahajud. Bagi yang tidak yakin bisa bangun malam untuk sholat malam (tahajud), maka ia sebaiknya mengikuti imam melaksanakan sholat witir dan malam harinya dia masih disunnahkan melaksanakan sholat malam (tahajud) dengan tanpa melaksanakan witir.Dalam melaksanakan salat tarawih juga disunnahkan duduk sebentar setelah salam, pada setiap rakaat keempat. Inilah mengapa disebut tarawih yang artinya “istirahat”, karena ‘mushali’ duduk sebentar beristirahat setiap empat rakaat.

Tidak ada bacaan khusus selama duduk tersebut, namun disunnahkan memperbanyak berzikir. Istilah tarawih sendiri belum ada pada zaman Nabi saw. Pada saat itu salat tarawih hanya disebut dengaan salat malam atau salat ‘qiyam al lail’.
Salat tahajjud adalah salat malam yang dilaksanakan setelah tidur. Apabila salat tarawih dilaksanakan setelah tidur maka ini juga termasuk salat tahajjud.
Disunnahkan juga dalam salat tarawih untuk mengeraskan suara ketika membaca Fatihah dan surah.

Baca Juga: https://www.dutadakwah.co.id/sayyidul-istigfar/

Doa Setelah Sholat Tarawih

Berikut ini adalah Do’a sesudah sholat tarawih tulisan arab dan latin serta terjemahnya
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ : اَلْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًايُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ , اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ , اَللَّهُمَ اجْعَلْنَا بِاْلاِيْمَانِ كَمِلِيْنَ , وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْن . وَللِصَّلاَةِحَافِظِيْنَ , وَللِزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ , وَلِمَاعِنْدَكَ طَالِبِيْنَ , وَلِعَفْوِكَ رَاجِيِّنَ , وَبِاْلهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ , وَعَنِ اللَّغْوِمُعْرِضِيْنَ , وَفىِ الدُّنْيَازَاهِدِيْنَ , وَفىِ اْلاخِرَةِرَاغِبِيْنَ , وَبِالْقَضَاءِرَضِيْنَ , وَبِالنَّعْمَاءِشَاكِرِيْنَ , وَعَلىَ اْلبَلاَءِصَابِرِيْنَ , وَتَحْتَ لِوَءِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍصَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ , وَاِلىَ اْلحَوْضِ وَارِدِيْنَ , وَاِلىَ اْلجَنَّةِدَلخِلِيْنَ , وَمِنَ النَّارِنَاجِيْنَ , وَعَلَ سَرِيْرِاْلكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ , وَمِنْ حُوْرِاْلِعَيْنِ مُتَزَوِّجِيْنَ , وَمِنْ سُنْدُ سٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَّدِيْبَاحٍ مُتَلَبِّسِيْنَ , وَمِنْ طَعَامِ اَلجَنَّةِ آ كِلِيْنَ وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًى شَارِبِيْنَ , بِاَكْواَبٍ وِّاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْن , مَحَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِْدِّ يْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِوَالصَّلِحِيْنَ , وَحَسُنَ اُولَئِكَ رَفِيْقًا , ذَلِكَ اْلَفَضْلُ مِنَ الله وَكَفىَ بِاللهِ عَلِيْم َ وَاْلحَمْدُ لله رَبِّالْعَالَمِيْن

“Ya Allah, jadikanlah kami (orang-orang) yang imannya sempurna, dapat menunaikan segala fardlu, menjaga shalat. Menunaikan zakat, menuntut/mencari segala kebaikan di sisiM, mengharap ampunan-Mu senantiasa memegang teguh petunjuk-petunjukMu, terlepas/terhindar dari segala penyelewengan dan zuhud di dunia dan di akherat dan tabah (sabar) menerima cobaan, mensyukuri segala nikmat-Mu dan semoga nanti pada hari kiamat kami dalam satu barisan di bawahnaungan panji-panji junjungan kita Nabi Muhammad saw, dan melalui talaga yang sejuk, masuk didalam sorga, terhindar dari api neraka dan duduk di tahta kehormatan, didampingi oleh bidadari sorga, dan mengenakan baju-baju kebesaran dari sutra berwarna-warni, menikmati santapan sorga yang lezat, minum susu dan madu yang suci bersih dalam gelas-gelas dan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat pada mereka dari golongan para Nabi, shiddiqin dan orang-orang yang syahid serta orang-orang shahih. Dan baik sekali mereka menjadi teman-teman kami. Demikianlah kemurahan dari Allah SWT, dan kecukupan dari Allah Yang Maha Mengetahui. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam”.

pendidikan

Baru Seminggu Rilis, Orang Ini Siksa Samsung Galaxy S9+

Baru Seminggu Rilis, Orang Ini Siksa Samsung Galaxy S9+

Baru Seminggu Rilis, Orang Ini Siksa Samsung Galaxy S9+

Saat ini Indonesia sedang bersiap menyambut kehadiran dua flagship

Galaxy S9 dan Galaxy S9+. Kedua smartphone ini memiliki beragam fitur terbaru serta peningkatan dari seri sebelumnya, seperti kamera, AR Emoji, Bixby dan masih banyak lagi.

Sehari setelah peluncurannya di MWC 2018 lalu, Samsung sudah membuka

pre-order untuk smartphone dengan kemampuan perekaman video super lambat 960 fps ini, tak terkecuali di Indonesia.

Meski baru diluncurkan dan belum dimiliki banyak orang, terdapat sebuah video yang menampilkan penyiksaan Samsung Galaxy S9+. Adalah TechRax, satu channel YouTube yang sudah biasa menyiksa smartphone ini kembali membuat sebuah video baru.

Dengan model Samsung Galaxy S9+ Lilac Purple, TechRax menggunakan

sebuah pisau dan palu untuk menyiksanya. Awalnya mereka menggoreskan sisi samping smartphone dengan pisau, setelah dirasa cukup barulah mereka mulai menusuk bodi belakang dengan kasar. Karena dilapisi kaca yang kuat, perlu tenaga ekstra untuk membuat bodi belakang rusak.

 

Baca Juga :

pendidikan

Android P Bisa Sulap Smartphone jadi Mouse dan Keyboard

Android P Bisa Sulap Smartphone jadi Mouse dan Keyboard

Android P Bisa Sulap Smartphone jadi Mouse dan Keyboard

Samsung memiliki DeX yang memungkinkan mengubah Galaxy S9 sebagai trackpad. Jauh sebelum itu, Huawei sudah memiliki fitur serupa dalam mode PC-nya sendiri dan Microsoft juga pernah memperlihatkan hal yang sama lewat Continuum yang dikembangkannya.

Kabar terbaru, rupanya Google kepincut dengan hal itu. Gosipnya, raksasa

teknologi asal Mountain View, Amerika Serikat ini akan mengembangkan sistem operasi mobile terbarunya, Android P, dimana akan disisipkan fitur smartphone bisa berfungsi sebagai bluetooth keyboard atau mouse.

Menggunakan smartphone sebagai keyaboard terdengar cukup menarik,

meski kenyamanan untuk mengetik masih dipertanyakan. Namun setidaknya, jika fitur ini benar-benar diimplementasikan, bisa menjadi alternatif dari cara konvensional mengendalikan peralatan “pintar” via Bluetooth. Bagaimana menurut Anda?

Bocoran sebelumnya, digadang-gadang Google bakal merilis Android P

Developer Preview 1 pada pertengahan bulan Maret 2018 ini. Adalah Pixel dan Pixel 2 yang kemungkinan besar bakal menjadi smartphone pertama yang bisa mencicipi Android P Developer Preview 1.

 

sumber :

https://poptype.co/tuponur/medieval-battle-games

pendidikan

OPPO R15 Bakal Dibekali Storage Jumbo

OPPO R15 Bakal Dibekali Storage Jumbo

OPPO R15 Bakal Dibekali Storage Jumbo

Jelang akhir Maret tahun ini OPPO siap merilis smartphone penerus R11 dan

R11s, yakni R15. Satu hal yang menarik, smartphone ini hadir mengikuti tren layar penuh dengan poni di bagian atasnya. Bisa dibilang, OPPO R15 akan masuk ke dalam kategori smartphone kelas atas karena memiliki fitur dan spesifikasi hardware yang mumpuni.

Bagaimana tidak, lewat teaser poster terbarunya, OPPO mau menegaskan bahwa smartphone racikannya ini diperkuat dengan RAM sebesar 6 GB dan internal storage berkapasitas 128 GB. Sebelumnya, hanya OPPO R9 Plus yang memiliki kapasitas internal storage sebesar itu.

Daya tarik lainnya, smartphone yang diperkirakan akan dikemas dengan

layar berukuran 6,28 inci Full HD+ ini akan dibekali chipset MediaTek Helio P60. Ada bocoran lainnya, OPPO juga meneyediakan varian dengan chipset besutan Qualcomm, yakni Snapdragon 660 yang tidak lain adalah OPPO R15 Dream Mirror.

Untuk urusan memotret, OPPO R15 akan disokong dengan kamera depan 20

MP plus artificial intelligent. Sementara, dual-camera belakang yang disematkan memiliki resolusi 16 MP + 5 MP. Tak ketinggalan, smartphone ini akan dibekali dengan baterai berkapasitas 3.450 mAh dan sensor fingerprint di bagian belakang perangkat.

 

sumber :

https://poptype.co/tuponur/ark-survival-evolved

pendidikan

HISTORIS SOSIOLOGI PENDIDIKAN

HISTORIS SOSIOLOGI PENDIDIKAN

HISTORIS SOSIOLOGI PENDIDIKAN

LATAR BELAKANG HISTORIS SOSIOLOGI PENDIDIKAN
Ketika diangkat menjadi Presiden American Sosiological Association pada tahun 1883, Lester Frank Ward, yang berpandangan demokratis, menyampaikan pidato pengukuhan dengan menekankan bahwa sumber utama perbedaan kelas sosial dalam masyarakat Amerika adalah perbedaan dalam memiliki kesempatan, khususnya kesempatan dalam memperoleh pendidikan. Orang berpendidikan lebih tinggi memiliki peluang lebih besar untuk maju dan memiliki kehidupan yang lebih bermutu. Pendidikan dipandang sebagai faktor pembeda antara kelas-kelas sosial yang cukup merisaukan. Untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan tersebut ia mendesak pemerintahnya agar menyelenggarakan wajib belajar. Usulan itu dikabulkan, dan wajib belajar di USA berlangsung 11 tahun, sampai tamat Senior High School (Rochman Natawidjaja, et. al., 2007: 78).
Buah pikiran Ward dijadikan landasan untuk lahirnya Educational Sociology sebagai cabang ilmu yang baru dalam sosiologi pada awal abad ke-20. Ia sering dijuluki sebagai “Bapak Sosiologi Pendidikan”(Rochman Natawidjaja, et. Al., 2007: 79). Fokus kajian Educational Sociology adalah penggunaan pendidikan pendidikan sebagai alat untuk memecahkan permasalahan social dan sekaligus memberikan rekomendasi untuk mendukung perkembangan pendidikan itu sendiri. Kelahiran cabang ilmu baru ini mendapat sambutan luas dikalangan universitas di USA. Hal itu terbukti dari adanya 14 universitas yang menyelenggarakan perkuliahan Educational Sociology, pada tahun 1914. Selanjutnya, pada tahun 1923 dibentuk organisasi professional bernama National Society for the Study of Educational Sociology dan menerbitkan Journal of educational Sociology. Pada tahun 1948, organisasi progesional yang mandiri itu bergabung ke dalam seksi pendidikan dari American Sociological Society.
Pada tahun 1928 Robert Angel mengeritik Educational Sociology dan memperkenalkan nama baru yaitu Sociology of Education dengan focus perhatian pada penelitian dan publikasi hasilnya, sehingga Sociology of Education bisa menjadi sumber data dan informasi ilmiah, serta studi akademis yang bertujuan mengembangkan teori dan ilmu sendiri. Dengan dukungan dana penelitian yang memadai, berhembuslah angin segar
dan menarik para sosiolog untuk melakukan penelitian dalam bidang pendidikan. Maka diubahlah nama Educational Sociology menjadi Sociology of Education dan Journal of Educational Sociology menjadi Journal of the Sociology of Education (1963). Serta seksi Educational Sociology dalam American Sociological Society pun berubah menjadi seksi Sociology of Education yang berlaku sampai sekarang. Penelitian dan publikasi hasilnya menandai kehidupan Sociology of Education sejak pasca Perang Dunia II.
Sosiologi lahir dalam abad ke-19 di Eropa karena pergeseran pandangan tentang masyarakat sebagai ilmu empiris yang memperoleh pijakan yang kokoh. Nama sosiologi untuk pertama kali digunakan oleh August Comte (1798-1857) pada tahun 1839 (Umar Tirtarahardja dan La Sulo, 1994: 96). Di Prancis, pelopor sosiologi pendidikan yang terkemuka adalah Durkheim (1858-1917), merupakan Guru Besar Sosiologi dan Pendidikan pada Universitas Sorbonne.
Di Jerman, Max Weber (1864-1920) menyoroti keadaan dan penyelenggaraan pendidikan pada masyarakat dengan latar belakang sosial budaya serta tingkat kemajuan berbeda. Sedang di Inggris, perhatian sosiologi pada pendidikan pada awalnya kurang berkembang karena pelopor sosiologi-nya, yaitu Herbert Spencer (1820-1903) justru merupakan Darwinisme Sosial. Namun belakangan, di Inggris muncul aliran sosiologi yang memfokuskan perhatiannya akan analisis pendidikan pada level mikro, yaitu mengenai interaksi social yang terjadi dalam ruang belajar. Berstein, misalnya, berusaha dengan jalan menyajikan lukisan tentang kenyataan dan permasalahan yang terdapat dalam sistem persekolahan dengan tujuan agar para pengambil keputusan menentukan langkah-langkah perbaikan yang tepat. Pendekatan Berstein ini oleh Karabel dijuluki sebagai atheoretical, pragmatic, descriptive, and policy focused (Rochman Natawidjaja, et. Al., 2007: 80).
Di Indonesia, perhatian akan peran pendidikan dalam pengembangan masyarakat, dimulai sekitar tahun 1900, saat Indonesia masih dijajah Belanda. Para pendukung politis etis di Negeri Belanda saat itu melihat adanya keterpurukan kehidupan orang Indonesia. Mereka mendesak agar pemerintah jajahan melakukan politik balas budi untuk memerangi ketidakadilan melalui edukasi, irigasi, dan emigrasi. Meskipun pada mulanya program pendidkan itu amat elitis, lama kelamaan meluas dan meningkat ke arah yang makin populis sampai penyelenggaraan wajib belajar dewasa ini. Pelopor pendidikan pada saat itu antara lain: Van Deventer, R.A.Kartini, dan R.Dewi Sartika.

Baca Juga : 

pendidikan

PENGERTIAN LANDASAN SOSIOLOGI

PENGERTIAN LANDASAN SOSIOLOGI

PENGERTIAN LANDASAN SOSIOLOGI

Manusia selalu hidup berkelompok, sesuatu yang juga terdapat pada makhluk hidup lainnya yakni hewan. Meskipun demikian, pengelompokan manusia jauh lebih rumit dari pengelompokan hewan. Pada hewan, hidup berkelompok memiliki ciri-ciri (Wayan Ardhana, 1968) sebagai berikut: (a) ada pembagian kerja, (b) ada ketergantungan antar anggota, (c) ada kerjasama antar anggota, (d) ada komunikasi antar anggota, (e) ada diskriminasi antar individu yang hidup dalam kelompok lain. Ciri-ciri hewan tersebut dapat pula ditemukan pada manusia. Kehidupan sosial manusia tersebut dipelajari oleh filsafat, yang berusaha mencari hakekat masyarakat yang sebenarnya. Filsafat sosial sering membedakan manusia sebagai individu dan manusia sebagai anggota masyarakat. Pandangan aliran-aliran filsafat tentang realitas sosial itu berbeda-beda, sehingga dapat ditemukan bermacam-macam aliran filsafat sosial.
Sosiologi lahir dalam abad ke-19 di Eropa, karena pergeseran pandangan tentang masyarakat, sebagai ilmu empiris yang memperoleh pijakan yang kokoh. Sosiologi sebagai ilmu yang otonom dapat lahir karena terlepas dari pengaruh filsafat. Nama sosiologi untuk pertama kali digunakan oleh August Comte (1798-1857) pada tahun 1839, sosiologi merupakan ilmu pengetahuan positif yang memepelajari masyarakat. Sosiologi mempelajari berbagai tindakan sosial yang menjelma dalam realitas sosial. Mengingat banyaknya realitas social, maka lahirlah berbagai cabang sosiologi seperti sosiologi kebudayaan, sosiologi ekonomi, sosiologi agama, sosiologi pengetahuan, sosiologi pendidikan, dan lain-lain.
Kegiatan pendidikan merupakan suatu proses interaksi antara dua individu, bahkan dua generasi, yang memungkinkan generasi muda memperkembangkan diri. Kegiatan pendidikan yang sistematis terjadi di lembaga sekolah yang dengan sengaja di bentuk oleh masyarakat. Perhatian sosiologi pada pendidikan semakin intensif. Dengan meningkatnya perhatian sosiologi pada kegiatan pendidikan tersebut maka lahirlah cabang sosiologi pendidikan.

Sumber : https://andyouandi.net/

pendidikan

Landasan Sosiologi Pendidikan

Landasan Sosiologi Pendidikan

Landasan Sosiologi Pendidikan

Makalah ini bertujuan untuk mengkaji landasan sosiologis penyelenggaraan pendidikan. Kajian landasan sosiologis pendidikan dibatasi pada pengertian sosiologi, latar belakang histories perkembangan sosiologi pendidikan, landasan, ruang lingkup dan fungsi kajian sosiologi pendidikan, dan kajian tentang masyarakat Indonesia sebagai landasan sosiologi sistem pendidikan nasional. Sosiologi lahir di Eropa pada abad ke-19 oleh seorang sosiologis yang bernama August Comte pada tahun 1839, kemudian diikuti oleh negara-negara lain. Sosiologi sebagai ilmu empiris merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang masyarakat, mempelajari berbagai tindakan sosial yang menjelma dalam realitas sosial. Sosiologis pendidikan bertolak dari perjuangan untuk memperbaiki masyarakat melalui pendidikan, kemudian berkembang ke arah kajian akademik dan perbaikan praksis pendidikan. Landasan sosiologi mengandung norma dasar yang bersumber dari norma kehidupan masyarakat yang dianut oleh suatu bangsa. Ada tiga macam norma yang dianut oleh pengikutnya, yaitu: (1) individualisme, (2) kolektivisme, (3) integralistik. Ruang lingkup sosiologi pendidikan meliputi empat bidang, yaitu: (1) hubungan sistem pendidikan dengan sistem sosial lain, (2) hubungan sekolah dengan komunitas sekitar, (3) hubungan antar manusia dalam sistem pendidikan, (4) pengaruh sekolah terhadap perilaku anak didik. Sosiologi pendidikan dituntut melakukan tiga fungsi pokok, yaitu: fungsi eksplanasi, fungsi prediksi, dan fungsi utilisasi.
Kata-kata kunci: histories, sosial, pendidikan, masyarakat, norma, ruang lingkup, fungsi.

Peta dunia tentang kemakmuran dan kemajuan umat manusia berkembang dan bergeser dari yang diwarnai penguasaan/kekayaan akan Sumber Daya Alam (SDA) kepada pemilikan Sumber Daya Alam (SDA) yang bermutu. Tidak diragukan lagi bahwa mutu SDM merupakan fungsi pendidikan, dalam arti bahwa bangsa yang memiliki sistem pendidikan bermutu akan menjadi bangsa yang maju dan makmur, dan sebaliknya. Ada korelasi positif antara struktur penduduk berdasarkan pendidikan dengan tingkat pendidikan yang dicapai. Selanjutnya bisa dilihat bahwa antara mutu pendidikan dengan tingkat kemakmuran terdapat hubungan yang saling menguatkan.
Pada level individu, pendidikan merupakan proses sosialisasi dan pembudayaan melalui interaksi dengan lingkungan, yang menghasilkan pribadi-pribadi utuh yang menempati status tertentu dalam struktur sosialnya. Pendidikan merupakan proses pelestarian dan perubahan budaya. Melalui pendidikan, berlangsung pewarisan komponen-komponen budaya yang telah dibina dan dipelihara secara turun temurun, namun sejalan dengan itu melalui pendidikan orang diharapkan akan mampu membentuk hari esok yang lebih baik daripada hari ini dan hari kemarin yang dilewatinya. Meskipun secara teknis setiap masyarakat mengembangkan sistem pendidikan sendiri-sendiri sesuai dengan latar belakang sosio-budaya yang berlaku dan karakteristik masyarakatnya, tujuan akhirnya adalah sama yaitu mengembangkan pribadi-pribadi yang utuh, sehat jasmani dan rohani, berbudi pekerti luhur, beriman dan bertakwa, bermental kuat, produktif, kreatif, dan mandiri, bermakna bagi dirinya dan turut bertanggungjawab atas kesejahteraan masyarakat dan manusia pada umumnya.
Interaksi sosial merupakan kata kunci dalam proses pendidikan. Keberhasilan pendidikan ditentukan oleh mutu interaksi itu. Dengan siapa ia berinteraksi, pesan-pesan apa yang disampaikan, bagaimana interaksi itu berlangsung, media dan sarana-prasarana apa yang digunakan, serta bagaimana dampak interaksi itu pada pihak-pihak yang terlibat.
Pendidikan bisa dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda, yaitu sudut pandang/dimensi akademik dan sudut pandang/dimensi praksisnya dalam kehidupan. Apabila dimensi akademik menekankan pada pemahaman dan pengembangan ilmu, dimensi praksis berkaitan dengan implementasinya dalam kehidupan beserta dampak-dampak social yang mengirinya. Sebenarnya kedua dimensi itu tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Antara keduanya terjalin hubungan kesalingtergantungan yang amat erat saling meningkatkan dan saling menguatkan.
Adapun yang menjadi fokus perhatian Sosiologi Pendidikan adalah yang kedua, yaitu dimensi praksis pendidikan itu, yang dalam tulisan ini dibatasi pada pengertian landasan sosiologi, latar belakang histories perkembangannya, landasan sosiologi pendidikan, ruang lingkup dan fungsi kajian sosiologi pendidikan, dan kajian masyarakat Indonesia sebagai landasan sosiologi sistem pendidikan nasional.
TUJUAN
Adapun tujuan penyusunan makalah ini adalah:
1. Untuk mengkaji pengertian landasan sosiologi
2. Untuk mengkaji latar belakang histories sosiologi pendidikan
3. Untuk mengkaji landasan sosiologi pendidikan
4. Untuk mengkaji ruang lingkup dan fungsi kajian sosiologi pendidikan
5. Untuk mengkaji masyarakat Indonesia sebagai Landasan Sosiologi Sistem
Pendidikan Nasional

Sumber : https://aziritt.net/

pendidikan

PENGELOLAAN KELAS TERBAIK

PENGELOLAAN KELAS TERBAIK

PENGELOLAAN KELAS TERBAIK

Pengelolaan kelas merupakan terjemahan dari classroom manajement. Classroom = ruang kelas, management, pengelolaan, ketatalaksanaan. To manage = mengelola, mengatur, mengurus, melaksanakan (Danim, 2002:166). Jadi, pengelolaan kelas dapa­ dikonotasikan dengan mengatur, mengurus, atau melaksanakan kelas. Kelas dapat diberi pengertian secara sempit maupun luas. Arti sempit, kelas adalah ruang di mana terjaadi proses pembelajaran. Arti luas, kelas adalah suatu masyarakat kecil, bagian dari sebuah. sekolah, yang melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Made Pidarta (1997:5)

pengelolaan kelas adalah proses seleksi dan pengunaan aln — alat yang tepat terhadap problem dan situasi kelas. Ini berarti guru bertugas menciptakan memperbaiki, dan memelihara sistem/organisasi kelas. Sehingga anak didik dapat memanfaatkan kemampuannya, bakatnya, dan energinya pada tugas-tugas individual. Sedangkan menurut Sudirman (1991:31), pengelolaan kelas merupakan upaya dalam mendayagunakan potensi kelas. Karena itu, kelas mempuyai peranan dan fungsi tertentu dalam menunjang keberhasilan proses interaksi edukatif. Malta agar memberikan dorongan-dan rangsangan terhadap anak didik untuk belajar, kelas harus dikelola sebaik-baiknnya oleh guru.

Pengelola kelas

adalah suatu upaya memberdayagunakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran (Djamarah, 2000: 173).

Di samping kedua pengertian di atas, Weber sebagaimana dikutip Winataputra, dkk (2005:9.4-9.6) mengemukakan tiga pengertian lain dari pengelolaan kelas. Ketiga pengertian tersebut adalah berikut ini. Pertama, pengelolaan kelas adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan guru untuk mendorong munculnya tingkah laku siswa yang diharapkan dan menghilangkan tingkah laku yang tidak diharapkan. Pengertian ini didasarkan pada pendekatan modifikasi tingkah laku (behavior modification approach). Kedua, pengelolan kelas adalah serangkaian kegiatan yang dilaksanakan guru untuk mengembangkan hubungan. interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif. Pengertian ini didasarkan pada pendekatan iklim sosio-emosionaI (socio emotional climate approach). Ketiga pengelolaan kelas adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan guru untuk menciptakan dan memelihara organisasi kelas yang efektif. Pengertian ini didasarkan pada pendekatanproses kelompok (group processapproach)

Dengan mereviu definisi-definisi tersebut, akhirnya Rachman (1998/1999) mendefinisikan manajemen kelas sebagai semua usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasanna belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi murid untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. Dengan demikian manajemen kelas merupakan usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis. Usaha sadar itu mengarahkan pada penyiapan bahan belajar, penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruang belajar, pewujudan situasi/kondisi proses belajar mengajar dan pengaturan waktu sehingga pemebelajaran berjalan dengan baik dan tujuan kurikuler dapat dicapai

Pengelolaan kelas merupakan suatu usaha yang dilakukan guru secara sistematis yang dimulai dari merencanakan aktivitas pembelajaran, menyiapkan sarana pedukung, mengatur aktivitas anak, menata ruang kelas, serta membangun iklim kelas yang kondusif bagi pembelajaran anak secara efektif (Rusdinal dan Elizar, 2005: 10).

Arikunto (1988: 67)

juga berpendapat bahwa pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau yang membantu dengan maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan. Suharsimi memahami pengelolaan kelas ini dari dua segi, yaitu pengelolaan yang menyangkut siswa, dan pengelolaan fisik (ruangan, perabot, alat pelajaran). Menurutnya membuka jendela agar udara segar dapat masuk ke ruangan atau agar ruangan menjadi terang, menyala lampu listrik, mengeser papan tulis, mengatur meja, merupakan kegiatan pengelolaan kelas fisik. (Djamarah dan Zain, 2006:177).

Wijaya dan Rusyan (1994 : 114)

tujuan pengelolaan kelas itu antara lain adalah: (1) agar pengajaran dapat dilakukan secara maksimal sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien, (2) memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pembelajarannya, (3) untuk memberi kemudahan dalam mengangkat masalah­-masalah penting untuk dibicarakan di kelas guna perbaikan pengajaran pada masa mendatang, misalnya: pada pembahasan sebuah pokok bahasan tumbuhan berbiji tunggal ditemukan masalah penting tenting perbedaannya dengan tumbuhan berbiji belah dua sehingga pengajar berikutnya dilengkapi dengan peragaan tumbuhan berbiji belah dua.

Pengelolaan kelas merupakan sebagian dari tugas seorang guru, di antara tugas-tugas lainnya, yaitu: mendidik, mengajar, dan melatih siswa. Pengelolaan kelas juga menjadi salah situ dari sepuluh kompetensi (kemampuan dasar) guru, yaitu: (1) menguasai bahan, (2) mengelola program pembelajaran, (3) mengelola kelas, (4) menggunakan media/sumber belajar, (5) menguasai landasan-landasan kependidikan, (6) mengelola interaksi pembelajaran, (7) menilai prestasi siswa untuk kependidikan pengajaran, (8) mengenal

Baca juga:

pendidikan

PENDEKATAN PENGELOLAAN KELAS

PENDEKATAN PENGELOLAAN KELAS

PENDEKATAN PENGELOLAAN KELAS

Ada banyak pendekatan pengelolaan kelas. Berikut ini beberapa di antaranya.

1. Pendekatan otoriter

yang memandang pengelolaan. kelas sebagai mengontrol tingkah laku siswa. Dalam hal ini guru berperan sebagai pencipta dan penjaga tata tertib kelas. Tata tertib kelas dapat diciptakan dan dipertahankan melalui disiplin (peraturan) Disiplin dalam hal ini berarti mentaati tatatertib secara tepat.

2. Pendekatan intimidasi

hampir sama dengan pendekatan otoriter, memandang pengelolaan kelas sebagai mengontrol tingkah laku siswa. Tingkah laku siswa dapat dikontrol melalui intimidasi, sindiran (sarkasme), ejekan, paksaan, ancaman, penolakan (tidak menyetujui). Guru berperan untuk menakuti siswa agar bertingkah laku sesuai yang diinginkan guru.

3. Pendekatan permisif

yang memberikan kebebasan penuh kepada siswa untuk ­mengerjakan apa yang diinginkan dengan tempat dan waktu yang sesuai. Guru yang tidak memberikan kebebasan dianggap menghambat perkembangan siswa.

4. Pendekatan “buku resep” (cookbook)

menekankan pada dalil-dalil (rumus, resep), mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan oleh siswa dan juga guru.

5. Pendekatan instruksional

dengan mengupayakan proses pembelajaran sebaik-baiknya sesuai kebutuhan dan minat siswa. Pendekatan ini berasumsi bahwa dengan proses pembelajaran yang baik, sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa, tidak akan menimbulkan masalah, bahkan dapat memecahkan masalah. Maka tugas (peran) guru adalah merancang dan melaksanakan proses pembelajaran dengan sebaik-baiknya.

6. Pendekatan modifikasi tingkah laku (behavior modification)

yang memandang pengelolaan kelas sebagai proses pembentukan dan pengubahan tingkah laku. Guru berperan untuk mempertahankan tingkah laku yang sudah baik dan menghilangkan tingkah laku yang tidak/kurang baik. Dalam hal ini digunakan prinsip penguatan (reinforcement), ganjaran (reward), pujian, penghargaan, pengakuan.

7. Pendekatan iklim sosio emosional (socioemotional climate)

menciptakan iklim sosioemosional yang positif di kelas. Asumsinya, bahwa proses pembelajaran akan berhasil secara maksimal bila didukung oleh suasana kelas yang kondusif. Suasana kondusif dapat diciptakan dengan adanya hubungan baik, akrab, sehat (rapport) antar pribadi (guru dengan siswa dan siswa dengan siswa).

Baca juga: Teks Proklamasi

8. Pendekatan proses kelompok (group process)

yang memandang kelas sebagai sistem sosial di mana terjadi proses interaksi antar anggota kelompoknya. Tingkah laku kelompok merupakan faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran, meskipun belajar itu sendiri adalah proses individual. Guru berperan mewujudkan kelas sebagai kelompok yang kompak dan dinamis.

9. Pendekatan pluralistik atau eklektik

yaitu guru menggunakan beberapa pendekatan (pluralistik) secara terpadu (eklektik) untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas yang kondusif bagi proses pembelajaran. Hal ini mendasarkan pada asumsi bahwa tidak ada satu pendekatan yang paling baik (paling cocok) untuk semua proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang satu menuntut kondisi (persyaratan) yang berbeda dari proses pembelajaran yang lain; faktor tempat, waktu, dan situasi turut menentukan yang memerlukan tindakan antisipasi secara tepat dan cermat. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa pengelolaan kelas adalah “sent”, artinya membutuhkan penanganan secara khusus, unik, dan bersifat subjektif, serta kondisional (sesuai tuntutan persyaratannya).

Perkebunan

Cara Budidaya Belimbing

Cara Budidaya Belimbing

Cara Budidaya Belimbing

Belimbing merupakan tanaman buah berupa pohon yg berasal dari kawasan Malaysia, kemudian menyebar luas ke berbagai negara yg beriklim tropis lainnya di dunia termasuk Indonesia. Pada umumnya belimbing ditanam dlm bentuk kultur pekarangan (home yard gardening), yaitu diusahakan sbg usaha sambilan sbg tanaman peneduh di halaman-halaman rumah. Di kawasan Amerika, buah belimbing dikenal dengan nama /sebutan “star fruits”, & jenis belimbing yg populer & digemari masyarakat adalah belimbing “Florida”.

JENIS TANAMAN BELIMBING

Di Indonesia dikenal cukup banyak ragam varietas belimbing, diantaranya varietas Sembiring, Siwalan, Dewi, Demak kapur, Demak kunir, Demak jingga, Pasar minggu, Wijaya, Paris, Filipina, Taiwan, Bangkok, & varietas Malaysia. Tahun 1987 telah dilepas dua varietas belimbing unggul nasional yaitu: varietas Kunir & Kapur.

MANFAAT TANAMAN BELIMBING

Manfaat utama tanaman ini sbg makan buah segar maupun makanan buah olahan ataupun obat tadisional. Manfaat lainnya sbg stabilisator & pemeliharaan lingkungan, antara lain dpt menyerap gas-gas beracun buangan kendaraan bermotor, dll, menyaring debu, meredam getaran suara, & memelihara lingkungan dari pencemaran karena berbagai kegiatan manusia. Sbg wahana pendidikan, penanaman belimbing di halaman rumah tidak terpisahkan dari program pemerintah dlm usaha gerakan menanam sejuta pohon. Selain itu buah belimbing dapat untuk mengobati jerawat secara alami ataupun untuk mengobati asam urat.

SENTRA PENANAMAN BELIMBING

Sentra/pusat penanaman tanaman belimbing sbg usahatani secara intensif & komersial adalah Malaysia.

SYARAT TUMBUH TANAMAN BELIMBING

Seperti halnya syarat tumbuh tanaman stroberi, belimbing juga harus memperhatikan:

Iklim

Utk pertumbuhan dibutuhkan keadaan angin yg tidak terlalu kencang, karena dpt menyebabkan gugurnya bunga atau buah.
Curah hujan sedang, di daerah yg curah hujannya tinggi seringkali menyebabkan gugurnya bunga & buah, sehingga produksinya akan rendah.
Tempat tanamnya terbuka & mendpt sinar matahari secara memadai dengan intensitas penyinaran 45–50 %, namun juga toleran terhadap naungan (tempat terlindung).

Suhu & kelembaban ataupun iklimnya termasuk tipe A (amat basah), B (agak basah), C (basah), dengan 6–12 bulan basah & 0–6 bulan keing, namun paling baik di daerah yg mempunyai 7,5 bulan basah & 4,5 bulan kering.

Media Tanam

Hampir semua jenis tanah yg digunakan utk pertanian cocok pula utk tanaman belimbing. Tanahnya subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, aerasi & drainasenya baik.
Derajat keasaman tanah utk tanaman belimbing yaitu memiliki pH 5,5–7,5.
Kandungan air dlm tanah atau kedalaman air tanah antara 50–200 cm dibawah permukaan tanah.

Ketinggian Tempat

Ketinggian tempat yg cocok utk tanaman belimbing yaitu di dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl.

Sumber: https://www.kebun.co.id/