Pemerintah Harus Belajar dari Melesetnya Asumsi Dasar APBN-P 2015

Pemerintah Harus Belajar dari Melesetnya Asumsi Dasar APBN-P 2015

Pemerintah Harus Belajar dari Melesetnya Asumsi Dasar APBN-P 2015

Pemerintah Harus Belajar dari Melesetnya Asumsi Dasar APBN-P 2015
Pemerintah Harus Belajar dari Melesetnya Asumsi Dasar APBN-P 2015

 

Jakarta (22/9) –  Pemerintah bersama Komisi XI DPR-RI baru saja

menyepakati asumsi-asumsi makro yang menjadi dasar untuk Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016. Rapat kerja yang dilaksanakan pada hari Selasa malam (22/9).

Di kompleks Senayan tersebut dihadiri oleh Menteri Keuangan, Menteri PPN/ Kepala Bappenas, serta Gubernur BI. Asumsi-asumsi makro yang menjadi dasar penyusunan RAPBN 2016 tersebut disepakati sebagai berikut: pertumbuhan ekonomi 5,3%, target inflasi 4,7%, rata-rata nilai tukar rupiah Rp13.900 per dollar AS, serta suku bunga SPN 3 bulan sebesar 5,5%.

Adapun target terkait indikator pembangunan ialah penurunan angka kemiskinan menjadi 9%-10%, gini ratio sebagai indikator kesenjangan menjadi 0,39, tingkat pengangguran sebesar 5,2-5,5%, serta IPM sebesar 70,10.

Anggota Komisi XI DPR RI,  Ecky Awal Mucharam, terkait hal tersebut

, dalam release yang diterima jabarprov.go.id, Rabu (23/9) mengungkapkan diharapkan pemerintah agar bekerja keras untuk merealisasikan hal tersebut dan harapannya hal tersebut bisa dicapai.

Untuk mengejar harapan tersebut,  pemerintah harus konsisten memperkuat kepercayaan pasar dan publik

. pemerintah harus fokus dan bekerja sama dengan BI untuk mewujudkanya. Selain itu,
pemerintah diharapkan dapat belajar dari pengalaman realisasi APBN-P 2015

yang banyak meleset dari asumsinya.

“Pemerintah harus belajar dari pengalaman realisasi APBN-P 22015 yang banyak meleset dari asumsinya. Jangan ada lagi kegaduhan-kegaduhan politik dari mulai intrik antar penegak hukum, hingga perang statemen di publik antar menteri  yang membawa sentimen negatif kepada publik dan pasar.

Pemerintah juga diharapkan dapat  mendorong belanja negara yang efektif. Anggaran perlu terserap dengan baik sebab belanja pemerintah akan memberi stimulus bagi perekonomian serta  pemerintah perlu menjaga daya beli masyarakat dan memberikan dukungan yang maksimal bagi sektor rii.

 

Sumber :

https://www.diigo.com/item/note/4x55f/s2rn?k=01f30fdd98ac070e16bd5c5d7dfac91f