Pemprov Jabar Bentuk Tim Khusus PPDB 2019

Pemprov Jabar Bentuk Tim Khusus PPDB 2019

Pemprov Jabar Bentuk Tim Khusus PPDB 2019

Pemprov Jabar Bentuk Tim Khusus PPDB 2019
Pemprov Jabar Bentuk Tim Khusus PPDB 2019

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) membentuk tim khusus

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) tahun ajaran 2019-2020. Tim tersebut diketuai Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Iwa Karniwa yang nantinya akan melibatkan inspektorat dan badan kepegawaian daerah (BKD).

Dilansir dari Pikiran Rakyat, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan, pembentukan tim ini disebabkan kompleksitas PPDB. Sehingga, kebijakan PPDB tidak menjadi domain Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar saja.

Dalam waktu dekat, Ridwan Kamil menyatakan, pihaknya akan menerbitkan Peraturan Gubernur tentang Pelaksanaan PPDB. “Pergub PPDB sedang diproses. Mungkin 2 hari ini,” ujarnya, usai rapat pimpinan di Gedung Sate, Jln. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Senin (22/4/2019).

Dikatakan Gubernur, pada pekan ini akan diumumkan terkait tipe

dan prosedur PPDB. Dalam sebulan akan disosialisasikan, baru kemudian mulai proses pendaftaran. “Kita mengikuti edaran zonasi 90% yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tentunya dengan terjemahan-terjemahan lokal yang tidak sama di seluruh Indonesia, bagaimana menghitung jarak dan seterusnya. Khusus PPDB, saya titip ke media seluruh sumber informasi ada di Pak Sekda,” jelasnya.

Untuk pengawasan, Ridwan Kamil menegaskan, akan ada tim aduan yang nantinya bisa menindaklanjuti kasus per kasus. “Dari pengalaman saya, banyak yang marah dan demo karena tidak baca aturan di tahun itu. Maka sosialisasi menjadi penting,” imbuhnya.

Sementara itu, Iwa karniwa menyatakan, tim dibentuk karena PPDB

merupakan masalah krusial. “Gubernur ingin prosesnya berjalan sesuai ketentuan dan adil. Untuk mencapai hasil itu, basis data menjadi patokan. Basis data ini yang kita dorong, baik dari jumlah siswa maupun zonasi untuk dipetakan lebih jauh,” tuturnya.

Iwa menambahkan, saat ini pihaknya tengah melakukan pendalaman materi. Ia pun memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan untuk mematangkan semua aturan yang mengacu pada aturan lebih tinggi dan mengutamakan prinsip keadilan.

“Walaupun hal ini tidak bisa memuaskan semua pihak, tetapi kita akan berupaya semaksimal mungkin mendekati keadilan. Karena itu, saya tugaskan Kadisdik merekapitulasi berbagai simulasi untuk besok kita umumkan,” pungkasnya.***

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/