Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Tak Berkategori

  Pengertian Organisasi Kurikulum

  Pengertian Organisasi Kurikulum

  Pengertian Organisasi Kurikulum

Organisasi Kurikulum merupakan struktur program kurikulum yang berupa kerangka umum pendidikan atau pembelajaran yang hendak disampaikan kepada peserta didik guna tercapainya tujuan pendidikan atau pembelajaran yang ditetapkan.[1]

  1. Pemilihan dan Penentuan Isi Kurikulum

Isi kurikulum terdiri atas bahan-bahan pengajaran dan berbagai pengalaman yang diperlukan dalam tercapainya tujuan pendidikan. Para perencana kurikulum sering kali mengalami berbagai kesulitan dalam menyusun dan merencanakan isi kurikulum yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai. Sebabnya, masyarakat senantiasa terus berubah dan berkembang, sehingga banyak bermunculan masalah kehidupan baru yang perlu dipecahkan. Selain itu, muncul pula berbagai macam perbedaan dan perubahan minat, kebutuhan, dan masalah yang dihadapi anak-anak atau remaja. Berbagai perubahan dalam bidang sosial, ekonomi, budaya, politik, dan yang lainnya, ikut pula memengaruhi peentuan isi kurikulum.

Untuk mencegah kebingungan atau ketidakpastian di kalangan para perencana kurikulum dalam hal penentuan isi kurikulum, beberapa ahli kurikulum menganggap perlu adanya sejumlah kriteria yang digunakan sebagai pedoman, patokan, dan ukuran isi kurikulum tersebut. Sebagai contoh Caswell dan Campbell telah merumuskan kriteria berikut:

  1. Kegunaan isi kurikulum dalam menafsirkan, memahami dan menilai kehidupan yang kontemporer
  2. Kegunaan isi kurikulum dalam memuaskan minat dan kebutuhan para siswa
  3. Nilai isi kurikulum dalam mengembangkan kemampuan sikap, dan sebagainya, yang dipandang bermanfaat dalam kehidupan orang dewasa
  4. Isi kurikulum hendaknya signifikan bagi bidang mata pelajaran tertentu

Meskipun diatas telah dirumuskan kriteria penentuan isi kurikulum, tampaknya Morine merasa bahwa kriteria tersebut masih belum lengkap dan terperinci. Dikaji dari sudut pandang yang lebih luas, sesungguhnya penentuan kriteria tersebut hendaknya bertitik tolak dari aspek tujuan pendidikan, proses pendidikan, dan keadaan para siswa sendiri. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, dirumuskanlah sejumlah kriterian berikut:

baca ajgua :

Categories:
Tak Berkategori
You Might Also Like