Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Perkebunan

Penyakit Fibrokistik Payudara

Penyakit Fibrokistik Payudara

Penyakit Fibrokistik Payudara

Ada sejumlah perubahan jaringan payudara yng berhubungan dengan penyakit fibrokistik.Yang termasuk didalamnya adalah pembentukan kista, proliferasi duktus epitelial, papilomatosis difusa, dan adenosis duktus dengan pembentukan jaringan fibrosa. Secara klinis, perubahan-perubahan ini dapat menimbulkan nodula yang teraba, massa, dan keluarnya cairan dari puting. Penyakit fibrokistik payudara terjadi pada masa dewasa; sebabnya kemungkinan besar berhubungan dengan kelebihan estrogen dan defisiensi progesteron selama fase luteal dari siklus menstruasi.Sekitar 50% wanita mengalami penyakit fibrokistik payudara.Keadaan ini biasanya terjadi bilateral.

Gejala-gejalanya berupa pembengkakan dan ketegangan payudara menjelang periode menstruasi. Tanda-tandanya adalah teraba massa yang bergerak bebas payudara, dan kadang-kadang keluar cairan yang tidak berdarah dari puting. Banyak wanita tidak mengeluhkan gejala dan baru mencari pemeriksaan kesehatan setelah meraba adanya massa.

Penanganannya adalah meredakan gejala nyeri payudara dengan analgesik ringan dan pemanasan lokal.Perbaikan dapat dicapai dengan menghindari kopi, teh, kola, dan coklat (mengandung metilxantin); keju, anggur minuman, kacang-kacangan, jamur, dan pisang (mengandung tiramin); dan tembakau (mengandung nikotin).Kira-kira 30% wanita dengan penyakit fibrokistik yang terbukti dengan biopsi mengalami hiperplasia proliferatif, yang meningkatkan risiko kanker payudara hingga tiga kali risiko pada umumnya.Masalah utama pada klinisis adalah membedakan masa yang disebabkan penyakit fibrokistik dengan keganasan.

2.3         Ca Mammae

2.3.1   Definisi

Kanker payudara adalah suatu penyakit pertumbuhan sel, akibat adanya onkogen yang menyebabkan sel normal menjadi sel kanker pada jaringan payudara (Karsono, 2006).

Kanker payudara merupakan tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa tumbuh di dalam jaringan susu, saluran susu, jaringan lemak, maupun jaringan ikat pada payudara (Wijaya, 2005).

2.3.2   Klasifikasi

Berdasarkan WHO Histological Classification of breast tumor, kanker payudara diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Non invasive karsinoma

          Non invasive karsinoma adalah kanker yang masih berada pada tempatnya, merupakan kanker dini yang belum menyebar atau menyusap keluar dari tempat asalnya. Non invasive karsinoma dibedakan menjadi dua, yaitu :

  1. Non invasive ductal karsinoma.
  2. Lobular karsinoma in situ.
  3. Invasive karsinoma

          Invasive karsinoma adalah kanker yang telah menyebar dan merusak jaringan lainnya, bisa terlokalisir (terbatas pada payudara) maupun metastasik (menyebar ke bagian tubuh lainnya).Sekitar 80% kanker payudara invasive adalah kanker ductal dan 10% adalah kanker lobuler. Invasive karsinoma terdapat beberapa jenis, diantara lain:

  1. Invasive ductal karsinoma

1)      Papilobular karsinoma

2)      Solid tubular karsinoma

3)      Scirrhous karsinoma

4)      Special types

5)      Mucinous karsinoma

6)      Medulare karsinoma

  1. Invasive lobular karsinoma

1)      Adenoid systic karsinoma

2)      Karsinoma sel squamous

3)      Karsinoma sel spindle

4)      Apocrine karsinoma

5)      Karsinoma dengan metaplasia kartilago atau asseus metaplasia.

6)      Tubular karsinoma

7)      Sekretori karsinoma

sumber :

http://www.unmermadiun.ac.id/sewulan/index.php/2020/05/seva-mobil-bekas/

Categories:
Perkebunan
You Might Also Like