Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Pertanian

Pondasi Ekonomi Syari’ah

Pondasi Ekonomi Syari’ah

Pondasi Ekonomi Syari’ahPondasi Ekonomi Syari’ah

Ekonomi Syari’ah berdiri atas tiga pondasi, yaitu:

  1. Milkiyah Muzdawijah(kepemilikan ganda).

Adapun kepemilikan dalam Islam pada asalnya adalah milik Allah SWT. Dalam al-Quran dikatakan (dan milik Allah kerajaan langit dan bumi, dan Allah berkuasa atas segala sesuatu) {al-Imran:189}. Manusia hanya menjadi pengganti dalam kerajaan Allah di langit dan bumi dan mengelola serta memanfaatkannya demi keberlangsungan hidup. Karena itu, walaupun seorang muslim memiliki hak pemilikan, tapi ia harus tunduk dengan ketentuan syariat Islam. Islam juga membolehkan kepemilikan bersama atau umum, dimana seseorang dilarang memilikinya karena terikat dengan kepemilikan bersama, dan harus memanfaatkannya secara bersama. Seperti jembatan, lalu lintas, dan taman-taman.

  1. Al-Hurriyah al-Muqayyadah (kebebasan yang dibatasi).

Asal muamalah dalam ekonomi Islam adalah mubah dan bebas kecuali jika ada nash atau dalil yang mengharamkannya. Maka, seorang muslim bebas melakukan muamalah yang ia sukai dan tidak ada yang melarangnya kecuali jika didapati hal tersebut bertentangan dengan syariat Islam. Kebebasan dalam Islam tidak mutlak atau absolute, tapi terkait dan dibatasi oleh nilai-nilai akhlak dan syariat. Jika terjadi pertentangan antara maslahat individu dengan maslahat umum maka didahulukan maslahat umum.

  1. Al-‘adalah Ijtima’iyah (keadilan sosial).

Keadilan sosial merupakan salah satu asas ekonomi Islam, karena masyarakat sosial adalah makhluk terhormat dan mulia. Keluarga diikat dengan kasih sayang dan hubungan erat, masyarakat saling tolong menolong dalam kebaikan dan manfaat, yang kuat menolong yang lemah, yang berilmu mengajarkan yang bodoh.

Sumber :

https://rakyatlampung.co.id/

Categories:
Pertanian
You Might Also Like