Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Umum

Sel Pembuluh atau Pori (Vessel Cell)

Sel Pembuluh atau Pori (Vessel Cell)

Sel Pembuluh atau Pori (Vessel Cell)Sel Pembuluh atau Pori (Vessel Cell)

Sel pembuluh kayu dau lebar merupakan sel yang memiliki bentuk seperti tabung dengan kedua ujung dinding terletak horizontal sampai miring dan berfungsi untuk menyalurkan cairan dan hara mineral ke dalam pohon dengan susuanan secara vertikal (Pandit & Ramdan, 2002). Bentuk sel pembuluh dapat dilihat dengan bentuk lingkaran sampai oval pada keadaan melintang. Sistem struktur saluran pembukuha akan diuraikan seperti di bawah ini.
Sel pembuluh kayu daun lebar memiliki bidang perforasi (perforation plate) yakni suatu bidang yang bertemu antara sel pembuluh yang terletak di atas dan di bawah. Bentuk bidang perforasi pada umumnya terdiri dari 3 bentuk yaitu bidang perforasi sederhana (simple perforation plate), bidang perforasi bentuk tangga (scalariform perforation plate), dan bidang perforasi bentuk jala atau saringan (sieve perforation plate). Selain itu, terdapat juga bidang perforasi campuran antaran bidang peforasi tangga dengan bidang perforasi jala atau saringan. Bidang perforasi ini biasanya dinamakan bidang perforasi foraminate (Pandit & Ramdan, 2002).

Sel pembuluh kayu daun lebar memiliki 2 pola penyebaran yang berbeda.

Pertama pola penyebaran sel pembuluh tatabaur (diffuse porous wood) yakni sel pembuluh yang tersebar secara merata atau hampir merata dengan lubang diameter yang hampir sama pada bidang lintang. Kedua, pola penyebaran sel pembuluh tatalingkar (ring porous wood) adalah tersusun dengan dua sel pembuluh yaitu sel pembuluh dengan ukuran diamter besar pada awal masa kayu yang tersusun secara melingkar diikuti dengan sel pembuluh berdiameter kecil di lingkaran selanjutnya.
Sel pembuluh (pori) kayu juga memiliki pengelompokkan (arrangement). Pengelompokkan tersebut terdiri dari kelompok radial, kelompok miring, pori soliter, pasangan pori, gabungan pori, gerombol pori, gabungan radial, dan gabungan tangensial. Pengelompokkan pori tersusun berdasarkan arah jari-jari pohon, bentuk gerombol (pore cluster), dan deretan miring (Pandit & Ramdan, 2002).
Pori kayu daun lebar juga tersusun atau tergabung berdasrkan arah pada kayu. Pertama, gabungan radial yaitu dua atu lebih pori memiliki garis singgung (bersinggungan) membentuk garis tegak lurus dengan jari-jari kayu. Kedua, gabungan tangensial yaitu pori yang bergabung memiliki garis singgung sejajar dengan jari-jari kayu (Pandit & Ramdan, 2002).
Sel pembuluh pada kayu daun lebar juga memiliki noktah antar pembuluh. Noktah antar sel pembuluh merupakan suatu celah penghubung antara pembuluh yang satu dengan yang lainnya yang terletak berdampingan. Noktah pada sel pembuluh pada umumnya terbagi menjadi dua macam yakni noktah halaman dan noktah buntu. Noktaha halaman merupakan noktah yang berhubungan dengan noktah yang lain. Sebaliknya noktah buntu merupakan noktah yang tidak berhubungan dengan noktah lainnya. Noktah pada sel pembul memiliki pola penyusunan yang berbeda. Pola tersebut terdiri dari pola penyusunan seccara berpasangan (opposite), berseling (alternate), dan bertetangga (scalariform) (Pandit & Ramdan, 2002).
Sel pembuluh kayu juga memiliki isi berupa zat tertentu yang dapat dilihat melalui penampang melintang, penampang radial, dan penampang tangensial. Isi dari sel pembuluh kayu tersebut adalah tylosis dan amorf. Tylosis merupakan suatu zat yang dimampatkan di dalam pori dengan bentuk yang tidak padat maupun cair, tidak memiliki warna (bening), serta dapat memantulkan cahaya apabila terkena sinar matahari. Selanjutnya amorf merupakan suatu zat yang memiliki warna tersendiri (Pandit & Ramdan, 2002).
Ukuran diameter sel pembuluh pada kayu memiliki ukuran yang berbeda-beda disetiap kayunya. Diameter sel pembuluh kayu dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu sel pembuluh ukuran kecil (< 100 mikron), ukuran sedang (100-200 mikron), dan ukuran besar (> 200 mikron) (Pandit & Ramdan, 2002).
Sel pembuluh memiliki ukuran jumlah persatuan luas. Jumlah persatuan luas sel pembuluh secara praktis dibedakan menjadi 3 ukuran yaitu jumlah sel pembuluh sedikit (< 5 sel pembuluh/mm2), jumlah sedang (5-10 sel pembuluh/mm2), dan jumlah banyak (> 10 sel pembuluh/mm2)  (Pandit & Ramdan, 2002).
Baca juga:
Categories:
Umum
You Might Also Like