Tipe Budaya Politik di Indonesia, Sikap Politik dan Perilaku Politik

Tipe Budaya Politik di Indonesia, Sikap Politik dan Perilaku Politik

Tipe Budaya Politik di Indonesia, Sikap Politik dan Perilaku Politik

Tipe Budaya Politik di Indonesia, Sikap Politik dan Perilaku Politik
Tipe Budaya Politik di Indonesia, Sikap Politik dan Perilaku Politik
Tipe-tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia berhubungan dengan sikap politik, elemen utama dari negara, warga negara perlu memiliki dan menyatakan sikap politiknya berkaitan dengan persoalan politik yang ditujukan kepada masyarakat serta berhubungan dengan perilaku politik.

Sikap Politik

Sikap politik berarti kesiapan untuk bereaksi atau kecenderungan bereaksi terhadap objek tertentu yang bersifat politik sebagai hasil dari suatu penghayatan terhadap objek tersebut. Sikap tersebut dapat diwujudkan dalam suatu bentuk pernyataan setuju atau tidak setuju, suka atau tidak suka, menerima atau menolak, mendukung atau tidak mendukung. Sikap politik dari seluruh warga negara merupakan bagian tipe-tipe budaya politik.
Sikap politik warga negara yang menunjukkan tipe-tipe budaya politik dikelompokkan menjadi beberapa jenis, antara lain:

Sikap Politik Radikal

Sikap politik radikal adalah suatu sikap politik warga negara yang menghendaki adanya perubahan mendasar (sampai ke akar-akarnya) kalau perlu dengan jalan kekerasan dalam mewujudkan tujuannya.

Sikap Politik Moderat

Sikap politik moderat yaitu sikap politik warga negara yang selalu menghindari perilaku atau pengungkapan yang ekstrem atau cenderung ke arah jalan tengah (mau menerima pandangan orang lain)

Sikap Politik Status Quo

Sikap politik status quo yaitu sikap politik warga negara yang menginginkan tidak ada perubahan terhadap suatu keadaan , karena merasa diuntungkan oleh kondisi yang ada.

Sikap Politik Reaksioner

Sikap politik reaksioner yaitu sikap politik warga negara yang serba aktif dan reaktif serta suka menanggapi suatu keadaan.

Sikap Politik Konservatif

Sikap politik konservatif adalah sikap politik warga negara yang didasari rasa puas terhadap keadaan dan cenderung bertahan terhadap perubahan.

Sikap Politik Liberal

Sikap politik liberal yaitu sikap politik warga negara yang berpikir bebas, progresif, dan ingin maju terus. Kelompok ini menginginkan adanya perubahan secara progresif dan berkelanjutan, serta menurut aturan yang berlaku.

Sebagai elemen utama dari negara, warga negara perlu memiliki dan menyatakan sikap politiknya berkaitan dengan persoalan politik yang ditujukan kepada masyarakat banyak. Beberapa hal penting dari sikap politik untuk mencapai keberhasilan hidup bernegara, antara lain:
  • Sikap politik merupakan wujud partisipasi yang baik dari warga negara terhadap negaranya
  • Sikap politik menjadi dasar pertimbangan pemerintah atau pejabat negara dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
  • Sikap dalam mempengaruhi kebijakan pemerintah dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung.
  • Sikap politik diarahkan pada usaha mempengaruhi pemerintah selaku pembuat dan pelaksana kebijakan publik.
Sikap politik ditujukan  pada kebijakan, baik yang disukai maupun yang tidak disukai, baik yang berhasil maupun yang gagal.

Perilaku Politik

Perilaku politik adalah kegiatan yang berkenaan dengan proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik yang dilakukan oleh pemerintah atau masyarakat. Perilaku politik pada dasarnya merupakan perwujudan dari sikap politik seseorang. Menurut Ramlan Surbakti ada empat paktor yang mempengaruhi perilaku politik seseorang, yaitu:
  • Lingkungan sosial politik tidak langsung seperti sistem politik, sistem ekonomi, dan media massa.
  • Lingkungan sosial politik tidak langsung yang mempengaruhi dan membentuk kepribadian setiap individu seperti keluarga, agama, sekolah dan kelompok bermain.
  • Kepribadian yang tercermin dalam sikap setiap individu.
  • Situasi dan kondisi yang ada pada saat itu seperti keadaan keluarga, suasana ruang, suasana kelompok, dan politik seseorang.
Tipe-tipe budaya politik yang berkembang di Indonesia sebaiknya didasarkan pada etika politik dan etika pemerintahan seperti pandangan pemikiran dari Aristoteles. Karena etika politik tersebut mengandung nilai-nilai keutamaan, yaitu:
  • Berani.
  • Sabar dan mampu mengendalikan diri.
  • Liberal.
  • Agung.
  • Kehormatan diri.
  • Watak dan emosi yang baik dan stabil.
  • Ramah tamah.
  • Jujur dan suka kebenaran.
  • Arif berpikir dan berbicara.

Baca juga: