Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

pendidikan

Tujuan dan Tugas Bank Indonesia

Tujuan dan Tugas Bank Indonesia

Pasal 34 UU Bank Indonesia.

5.    Tujuan dan Tugas Bank Indonesia

 

Dalam kapasitasnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain. Aspek pertama tercermin pada perkembangan laju inflasi, sementara aspek kedua tercermin pada perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain. Perumusan tujuan tunggal ini dimaksudkan untuk memperjelas sasaran yang harus dicapai Bank Indonesia serta batas-batas tanggung jawabnya. Dengan demikian, tercapai atau tidaknya tujuan Bank Indonesia ini kelak akan dapat diukur dengan mudah.

Tiga Pilar Utama :

Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Indonesia didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugasnya. Ketiga bidang tugas ini adalah:

  1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter.
  2. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta
  3. Mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia.

6.    Tugas Bank Indonesia Didaerah

Program utama kantor perwakilan Bank Indonesia di daerah yaitu, pemerataan potensi ekonomi dan sektor unggulan daerah, pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif, identifikasi dan penganganan sumber sumber inflasi dan perluasan pemerataan  akses dan keterjangkauan keuangan untuk menunjang pembangunan ekonomi yang inklusif.

7.    Strategi dan Kebijakan Bank Indonesia dalam UMKM

Strategi dan kebijakan UMKM adalah meningkatkan akses pasar dan memperbesar pangsa pasar, meningkatkan kemampuan akses terhadap sumber permodalan serta memperkuat struktur permodalan, meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha dan penguasaan teknologi, meningkatkan kemampuan organisasi dan manajemen dan mengembangkan kemitraan yang mantap.

8.    Gerakan Nasional Non Tunai

  1. Dominasi uang tunai dalam transaksi ritel

Dominasi uang tunai ini terlihat pada transaksi ritel di Indonesia. Konsumsi rumah tangga Indonesia yang besar meningkat dari Rp 1,195 triliun pada triwulan pertama tahun 2013. Pada triwulan pertama tahun 2014 menjadi Rp 1,354 triliun. Begitu juga dengan porsi PDB nominal konsumsi rumah tangga Rp 1,354 triliun dari total PDB sebesar Rp 2,404 triliun.

baca juga :

Categories:
pendidikan
You Might Also Like