Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Perternakan

Tujuan Evaluasi

Tujuan Evaluasi

Tujuan Evaluasi

Secara umum evaluasi bertujuan untuk melihat sejauh mana suatu program atau suatu kegiatan tertentu dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. Karena itu menurut Reece dan Walker terdapat beberapa alasan mengapa evaluasi harus dilakukan, yaitu:

  1. Memperkuat kegiatan belajar
  2. Menguji pemahaman dan kemampuan siswa
  3. Memastikan pengetahuan prasyarat yang sesuai
  4. Mendukung terlaksanakannya kegiatan pembelajaran
  5. Memotivasi siswa
  6. Memberi umpan balik bagi siswa
  7. Memberi umpan balik bagi guru
  8. Memelihara standar mutu
  9. Mencapai kemajuan proses dan hasil belajar
  10. Memprediksi kinerja pembelajaran selanjutnya
  11. Menilai kualitas belajar

Sebagai bagian dari proses pembelajaran, disamping evaluasi pembelajaran harus dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip evaluasi, juga harus memperhatikan kesesuaiannya dengan komponen-komponen kegiatan pembelajaran lainnya. Ketidaktepatan di dalam pelaksanaan evaluasi tidak hanya menyebabkan kurang serasinya pelaksanaan proses pembelajaran, akan tetapi juga berakibat performance belajar siswa. Dengan demikian maka evaluasi harus dilakukan secara benar. Reece dan Walker mengemukakan bahwa dengan melaksanakan evaluasi belajar dengan benar sekurang-kurangnya memungkinkan kita untuk; (1) mengukur kompetensi atau kapabilitas siswa, (2) menentukan tujuan mana yang belum direalisasikan, (3) merumuskan rangking siswa dalam hal kesuksesan mereka di dalam mencapai tujuan yang telah disepakati, (4) memberikan informasi kepada guru tentang cocok tidaknya strategi mengajar yang ia gunakan, (5) merencanakan prosedur untuk memperbaiki rencana pelajaran, dan menentukan apakah sumber belajar tambahan perlu digunakan.[3]

  1. Prinsip-prinsip umum evaluasi

Untuk memperoleh hasil evaluasi yang lebih baik,maka kegiatan evaluasi harus betitik tolak dari prinsip-prinsip umum sebagai berikut.

  1. Kontinuitas

Evaluasi tidak boleh dilakukan dengan cara insidental karena pembelajaran itu sendiri adalah suatu proses yang kontinu. Oleh sebab itu ,evaluasi pun harus dilakukan secara kontinu.hasilevaluasi yang diperoleh pada suatu waktu harus senantiasa dihubungan dengan hasil-hasil pada waktu sebelumnya,sehingga dapat diperoleh gambaran yang jelas dan berarti tentang perkembangan peserta didik. Perkembangan belajar peserta didik tidak dapat dilihat dari dimensi produk saja,tetapi juga dimensi proses bahkan dari dimensi input.

  1. Komprehensif

Dalam melakukan evaluasi terhadap suatu objek,guru harus mengambil seluruh objek itu sebagai bahan evaluasi. Misalnya, jika objek evaluasi itu adalah peserta didik, maka seluruh aspek kepribadian peserta didik itu harus dievaluasi, baik yang menyangkut kognitif, afektif, maupun psikomotor, begitu juga dengan objek-objek evaluasi yang lain.

  1. Adil dan objektif

https://ijateng.id/moto-racing-apk/

Categories:
Perternakan
You Might Also Like